Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
surat undangan


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Sehari....dua hari... seminggu...bahkan sebulan tubuh Qiana tak menunjukkan kesadarannya, bak putri tidur gadis itu masih merasa nyaman di alam bawah sadarnya,


Sekarang kan Taksa yang setia menemani Qiana tambah terpuruk, ****** memenuhi wajahnya, tubuhnya semakin kurus karena sering melawat kan makannya.


Dokter Dion yang melihat sahabatnya 24 jam setia menemani seorang gadis cantik, merasakan kesedihan juga, mereka semua tak putus asa untuk membuat gadis itu terbangun.


"Taksa kau harus mandi, bersihkanlah ****** di mukamu" dokter Dion mengingat kan Taksa untuk mandi sebab semenjak Qiana koma, Taksa tidak mau meninggalkan Qiana meski untuk sesaat, Taksa yang gila kebersihan entah hilang Keman, sebab Taksa itu tipe setiap berkeringat akan Menganti bajunya maka dari itu baju Taksa di kantor pun penuh.


"Aku tadi sudah mandi Dion, bagaimana keadaannya Dion ??"


"Setidaknya kau cukurlah ****** mu itu, jika nanti ia bangun melihat kekasihnya tak terurus ia langsung berpindah ke lain hati, dan makanlah tubuhmu kurus, ia akan sedih jika melihat mu, ia nanti akan merasa bersalah membuat mu sepeti ini"


Bak Padang pasir terkena hujan, Taksa menegakkan tubuhnya, mendengar kekasihnya akan pindah ke lain hati saat terbangun, karena ia saat ini tak mengurus dirinya.


"Kenapa aku tidak memikirkan nya, jika sayangku bangun nanti ia akan kaget melihat wajahku yang tak terus"


"Dion aku akan mengkuris ****** ini dulu, kau jangan mencuri kesempatan dalam kesempitan, jika aku melihat salah satu tangan mu itu memegang tubuh kekasihku aku akan memotongnya, lihat kamera CCTV ini sudah terhubung dengan hanpone ku, aku akan melihatmu dari kamar mandi dari sini" Taksa menunjukkan hanpone nya yang menampilkan CCTV kamar itu.


"Dasar raksasa posesif, jika nona melihat ku lalu naksir kepadaku, aku harus apa coba, aku kan tampan, orang tuaku juga kaya raya, memiliki rumah sakit juga diluar negeri saat ini," pancing Dion sebab sahabatnya itu selama satu bulan tidak memiliki ekspresi, aura dingin yang kental membuat siapa saja yang masuk ke dalam ruangan ini akan merinding.


"Jika itu terjadi aku akan membawa mu ke dokter bedah plastik, untuk mengoperasi plastik wajahmu agar dibuat jelek sampai kucing pun akan gagal kawin jika melihat wajahmu, jika kekasihnya ku masih tertarik, akan ku timpuk wajah jelek mu memakai tabung LPG 3 kg, jika kau pingsan aku kirim ke kutub Utara tanpa bekal"


"YAKK... Taksa, aku ini sahabatmu, kan ada pepatah mengatakan apapun akan diberikan untuk sahabat , banyak diluar sana jika dalam dua persahabatan mereka akan mencintai seseorang gadis bersamaan maka salah satu akan mengalah untuk sahabat" Dion kelepasan teriak

__ADS_1


"Heh lu teriak disini.... nanti batin istriku terguncang, jika kenapa-napa aku akan memotong cincang tubuhmu itu,,, kalau dikamus ku tidak ada namanya demi persahabatan" sadis Taksa


"Dasar sahabat peskopat luhh,, sana aku GK bakal apa-apain nona Qiana, kau cukur ****** mu itu"


Setelah berdebat dengan Dion Taksa langsung kekamar mandi, tak lupa hp ia bawa untuk mengawasi dokter Dion yang sedang memeriksa calon istrinya itu.


Sedangkan dokter Dion cuma bisa menggeleng geleng kan kepala melihat keposesipan sahabatnya itu akan gadisnya, seperti singa melindungi anaknya saja.


...* * * *...


Kondisi Qiana membuat semua anak buah Qiana tetap melakukan aktifitas nya sesuai instruksi nonanya, mereka bergantian menjaga nonanya setiap hari, cuma Kanzia saja yang selalu standby di rumah sakit sebab hanya ia yang bertugas membersihkan tubuh nonanya, meski saat ini nonanya tidak sadarkan diri, mereka masih menghormati peraturan nonanya yang tak suka di sentuh sembarangan orang,


Sedangkan dirumah sakit saat ini dokter Dion mengecek kondisi Qiana yang masih tidak ada perkembangan sama sekali.


"Mungkin ia akan loncat dari gedung ini,, anda sangat beruntung dicintai oleh nya, sebab selama aku berteman dengan nya tak satupun wanita yang mencuri perhatiannya"


"Anda adalah satu-satunya yang membuat si gunung es itu mencair, jika anda tidak bangun maka ia akan menjadi gunung es yang membekukan satu pulau nona, berjuanglah untuk nya, saya sampai tak tega dengannya yang selalu diam-diam menangisi anda"


"Bukan dia yang beruntung mendapatkan ku Dion tapi aku yang beruntung mendapatkannya, karena bukan hanya dia milikku, tapi diriku adalah miliknya" ucap Taksa dikamar mandi mendengar kata-kata Dion kepada kekasihnya.


"Dia sangat cantik, jika kau bukan milik sahabatku, aku pasti naksir padamu nona, dan pantas saja gambar gunung es itu meleleh oleh kecantikanmu, dari yang aku lihat kau bukan orang sembarangan, sebab kau memiliki anak buah jenius di sekitarmu yang sangat setia kepadamu" kata hati dokter Dion melihat wajah ayu Qiana bak bidadari surga yang turun ke bumi itu dikagetkan oleh suara pintu terbuka dari luar.


Ternyata yang datang adalah kakek WU, mulin dan juga Colvis.


"Maaf Taksa aku baru datang lagi sekarang, akhir-akhir ini kemiliteran sedang sibuk, bagaimana keadaannya?? "

__ADS_1


"Tidak apa-apa terimaksih atas bantuan mu waktu itu, dia masih tetap tertidur dalam sebulan ini, ia pasti sangat menikmati tidurnya" sedih Taksa, Colvis yang melihat kesedihan sabatnya turut prihatin, ia selama satu bulan ini juga kepikiran dengan kejadian di mansion Taksa, entah mengapa ia sangat sedih apa yang menimpa kekasih sahabatnya itu.


Padahal Colvis baru melihat gadis itu, dan ia melihat sahabatnya bersedih untuk seorang wanita sangat bahagia atas kebagiaan sahabatnya, meski kedatangan kemarin belum melihat kebahagian yang terpancar dari sahabat nya.


Ia memperhatikan gadis itu sepertinya usia gadis yang terbaring saat ini seusia dengan adik kembarnya, entah kenapa ia saat ini sangat merindukan kedua adiknya.


"Tua besok adalah pesta ulang tahun perusahaan WU, anda harus datang ke pesta meski untuk sebentar sebab banyak kolega bisnis kita semua menghadiri acara ini " ucap mulin


"Tidak bisakah acara itu ditunda setelah Qiana sadar mulin, aku tidak akan meninggalkan nya sendiri"


"Maaf tuan undangan sudah tersebar 1,5 bulan yang lalu, dan tim kita sudah selesai menyiapkan, sedangkan untuk menunda, tidak bisa sebab semua kolega besar kita akan hadir di pesta ini"


"Kau harus hadir Taksa, biar kakek yang menunggui cucu menantuku disini," kakek WU setiap hari pasti mengunjungi rumah sakit hanya untuk melihat keadaan cucu menantunya.


"Baiklah aku akan hadir sebenatar hanya menyambut dan minum sebentar setelah itu kau yang menangani jalannya acara itu mulin"


"Baik tuan muda"


🌷 Sedangkan di suatu tempat seorang wanita cantik sedang megang undangan perusahaan WU,


"Sudah sebulan aku mencari mu Taksa, setiap aku menanyakan keberadaan mu di kantor atau di Mansion mereka semua bilang bahwa kau ada perjalanan bisnis diluar negri, tapi besok malam kita akan bertemu sayang.... kau akan menjadi milikku...


^ Author kasih bonus satu capter para readers kesayangan, terimaksih atas dukungannya, author terharu, hari ini author up 4 capter ya,,, jangan bosan membaca karya author ya ^


^^^~To be continued^^^

__ADS_1


__ADS_2