Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Kembali ke kampung mati


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Mereka mengendarai mobil memasuki ke pusat kampung mati, kampung mati memiliki wilayah yang sangat luas, tetapi markas pusat mereka ada ditengah-tengah perkampungan.


"Aku tidak menyangka jika nona menaklukkan kampung mati yang sangat berpengaruh di negara ini" ucap mulin kagum dengan nyonya mudanya.


"Nona adalah wanita tangguh aku pun yang mendampingi perjalanan nona masih tak menyangka jika aku berdiri di bawah perlindungan nona Qiana" jawab Rafael yang satu mobil dengan mulin


"Kenapa kau berdiri di bawah perlindungan nona Qiana "


"Kami semua yang berada di samping nona adalah orang orang yang memiliki kesulitan hidup, dan nona adalah Dewi buat kami semua"


"Jika menurut orang lain Nona adalah orang yang sangat menakutkan, tapi menurut saya nona akan membantai orang orang yang mengotori dunia ini"


"Tuan muda dan nona Qiana pantas berdampingan sebab tuan muda kami selama hidupnya hanya kali ini mencintai nona kalian" jawab mulin


"Kau benar dari pancaran keduanya, mereka sangat bersinar dan nona kami sangat tangguh sangat membutuhkan seseorang yang mendukungnya di belakang dan orang pendukung itu harus tangguh"


Tanpa sadar mulin dan Rafael semakin akrab, tanpa sadar rombongan mobil sudah sampai di markas.


Sebelum masuk gedung ada seorang wanita lari menghampiri rombongannya,


"Maaf Nona, saya menganggu perjalanan anda"


"wanita itu ter engah-engah"


"Ada apa tanya Qiana dengan nada dingin seperti biasanya"


"Saya mohon tolong putri saya nona, tadi dia ikut saya ke kebun obat tetapi di jalan ia dipatuk ular kobra yang sangat besar" air mata wanita itu meleleh.


"Bawa aku melihat anakmu"


"Rombongan itu berbalik arah dan sekarang ia melihat kerumunan orang mengelilingi seorang anak kecil berjenis kelamin laki-laki berusia 10 tahun"


Bibirnya sudah membiru Qiana yang melihatnya langsung mengambil alat tempur akupuntur nya yang selalu ia bawa kemanapun,


"Ambilkan aku air" dengan cekatan ibu si bocah laki-laki itu langsung membuka tasnya dan mengeluarkan sebotol air, dan di berikan nya kepada sang nona.


"Adik kecil bukalah mulut mu" anak kecil itu membuka mulutnya, Qiana langsung menyuapi kapsul penetral racun racikannya yang ia simpan di dalam tas dan selalu di bawa kemanapun ia pergi kepada bocah itu,


Setelah anak itu meminum segelas air Qiana langsung mengecek nadi si anak itu.


Qiana langsung cekatan meng-akupuntur anak itu dengan serius selama 15 menit wajah anak itu kembali normal,


"Racunnya sangat mematikan dalam 5 detik jika aku terlambat anak ini akan mati, aku harus menangkap ular itu membawanya jauh dari sini" Kata hati Qiana


"Bawalah anak ini ke lab kalian Divya, ia terkena bisa ular kobra terganas di dunia"


"Baik nona"

__ADS_1


"Hubby aku ingin keliling di perkebunan ku dulu baru melihat keadaan si ular betina itu"


"Apapun keinginan mu sayang aku akan mendampingi mu "


"Ayo cepat"


"Aku ingin menghirup udara segar di rumah kacaku hubby cuma 20 menit"


"Baiklah"


Qiana dan Taksa berjalan memasuki perkebunan.


"Maaf nona jika saya lancang, saat ini perkebunan amat berbahaya nona, kami takut terjadi sesuatu kepada anda " Robert menghawatirkan nonanya.


"Aku akan berjalan ke sana, ular itu tak akan berani melukaiku," Qiana yakin.


Sedangkan anak buah inti Qiana tidak pernah meragukan sang nona sebab nonanya adalah sang penakluk.


Seta dan Zora yang keturunan leopard dan macan putih taklukan pada nona tetapi mereka sedikit khawatir takut nona nya terluka.


*


*


*


Saat ini Taksa dan Qiana berada di rumah kaca yang di penuhi tanaman obat langka yang yang susah didapat.


Setelah 20 menit Qiana bangun dari semedinya yang selalu di dampingi Taksa.


"Hubby kau tunggu disini"


tanpa mendengar jawaban Taksa Qiana langsung meloncat keluar.


"Rupanya kalian ada disini " kepada 5 ekor ular kobra, yang terdiri dari sepasang ular kobra dewasa, dan 3 ekor bayi kobra.


"Kenapa kalian bisa ditempat ini, habitat kalian tak disini, kalian membahayakan orang orang ku"


"Apa kalian ingin ikut denganku ??"


"Baiklah aku akan memberikan rumah untuk kalian"


Dua ekor ular itu melilit di kedua sisi tangan Qiana, dan para bayi melingkar di tangan Qiana, Qiana cukup kesusahan membawanya, sebab ia membawa 5 ekor ular sekaligus.


Taksa yang kebingungan mencari istrinya keliling rumah kaca itu.


"Hubby...." panggil Qiana dari arah belakang tubuh Taksa.


"Ho-honey, apa yang Terjadi kepadamu, kenapa tubuhmu di lilit ular" aura mencekam terpancar dari diri Taksa.

__ADS_1


"Hubby mereka akan menjadi keluarga kita di Vila, kau jangan takut, dia tak sengaja menggigit anak itu sebab ia merasa terancam"


"Kalian lihatlah orang itu dia adalah suamiku, kalian patuhilah"


Taksa sempat syok dengan apa yang akan ia lihat, istrinya sungguh luar biasa,


istrinya benar-benar sang penakluk.


"Honey kamu yakin 5 ekor ular itu tak berbahaya ??" memastikan , sebab ular kobra yang di pegang istrinya adalah jenis paling berbahaya kobra India yang sangat mematikan.


"Mereka patuh, kemari lah HUBBY"


Taksa mendekat.


"Kalian bertiga di gendong suamiku ya, aku susah menggendong ayah dan ibu kalian"


"Mendekat hubby" Taksa patuh , dalam sekejap 3 ekor bayi ular kobra itu merambat ke lengan Taksa dengan patuh.


Taksa tak menyangka jika tiga ular itu mengerti dengan apa yang istrinya ucapkan.


"Mereka menyukaimu hubby, katanya kau tampan"


"Aku memang tampan, sekarang kita turun kebawah Honey"


"Bantu aku memberi mereka nama Hubby "


"Bayi kuning ini sepertinya laki-laki, aku akan memberikan nama Zee dan kedua nya perempuan aku akan memberi mana Sesa dan sisi kata Taksa.


"Dengar bayi kalian sudah diberi nama sekarang giliran kalian, aku akan memberi mana kau Zen dan kau yang cantik aku akan memberikan nama Sonya.


Mereka turun kebawah, sesampai di bawah semua anggota menunggu nona dan tuan mereka langsung histeris


Sebab nona mereka di lilit ular kobra besar, ia tak melibat Taksa membawa para bayi sebab tubuh Taksa yang besar membuat para bayi sembunyi.


"Astaga nona anda tidak apa-apa" serempak orang orang di sana.


membuat ke dua ular kaget sehingga ular tersebut menegakkan kepalanya dan bersiap untuk mematuk orang,


membuat bulu kuduk mereka semua merinding.


"Diam lah mereka semua syok melihat kalian, mereka saat ini adalah bagian dari keluarga ku, mereka akan tinggal di Vila ku"


"Hubby pasti anak-anak sembunyi di saku mu ya sebab mereka takut dengan banyak orang "


Semua orang langsung menoleh kepada Taksa, "mereka pemalu hon"


Tiga kepala bayi kobra muncul dari kedua sisi saku jas Taksa.


"Hahahaha mari kita sapa ke dua tikus kita, mungkin Zen dan Sonya ingin menyapa mereka.

__ADS_1


Muka semua orang pucat pasi, apalagi Mulin, ia serasa seperti ingin mengompol.


^^^~NEXT^^^


__ADS_2