Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Mulin dan Alana


__ADS_3

...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Jika Taksa sedang gawat darurat level 1000, saat ini Abang Mulin gawat darurat menghadapi kucing betina yang kebelet kawin.


“Ahhh... Sayang panas sekali” Desah Alana.


“Diam lah sebentar lagi” Ucap Mulin mengelus surai rambut Alana yang penuh akan keringat, kemeja Abang Mulin yang ia kenakan sudah tercetak mengikuti bentuk gitar Spanyol, apa lagi bentu pepaya gantung si Alana yang besar membuat Abang Mulin makin kegerahan.


Sesuatu di bawah sana pun juga mulai mengeras, dan sepit terasa terjepit, si singkong ingin masuk ke dalam panci rebusan milik Alana...


“Klak” Gasper import Abang Mulin berhasil di bobol oleh tangan nakal Alana yang entah sejak kapan tangan Alana yang di ikat sudah terbebas.....


“Bisa lebih cepat tidak???” tanya Mulin ke pada sang supir..


“Belum tuan muda, sepertinya didepan macet ada pohon beringin tumbang” Ucap si supir...


“Ah, kelamaan Carikan aku rumah beserta isinya, aku ingin temapat itu bisa di pakai sekarang juga” Perintah Mulin, semiskin-miskinya Abang Mulin namnya asisten orang terkaya ke Asia masih sanggup membeli rumah dadakan...


Tangan lentik sudah menemukan harta Karun yang berusia 30 tahun lamanya, gadis yang sebentar lagi berubah menjadi wanita itu turun dari kursi lalu duduk di depan singkong yang sudah siap di rebus.


Mulin sibuk mengatur mencari kamar tentang Tuan nya karena sinyalnya sudah di putus oleh sistem Qiana ia tak mendengar apapun Tetang perang, tangannya mengotak atik handphone.


Tanpa sengaja kegiatan nakal Alana di lihat si supir, sehingga membuat si supir tak sengaja menginjak rem, membuat si Alana jatuh dari kursi, dan HP Mulin pun terjatuh ke kolong kursi si supir.


“Aduh Mataku ternodai” Ucap si supir dalam hati karena ia melihat perwujudan singkong besar dari celana bosnya...

__ADS_1


“Brak..... Hati hati jika membawa mobil, kau tak mau mati sebelum lepas perjaka” Omel si Mulin.


“Baik tuan, tiga menit lagi kita akan sampai di rumah yang anda inginkan” Ucap si supir yang juga merasa tengang melihat wanita tuannya yang sedang liar..


Ada sesuatu yang basah sedang mencumbu si singkong di bawah sana yang sudah berdiri tegak, Mulin yang berencana mau mengambil hpnya yang terjatuh harus mengurungkan kegiatannya karena rasa nikmat dari sedotan mulut seksi Alana.


“Aahhh,,,, Gadis nakal kau tak sabaran merasakan si singkong, padahal aku sudah menahan diriku agar tak menyeruduk bibir mu. aku masih berusaha mempertahankan akal sehatku agar tak terpancing sehingga kita tak melakukan ritual kita untuk yang pertama kali di mobil ini....Ahhhh” Mulin meracau merasakan serivis pertama kali sebelum si singkong aktif digunakan setiap hari.


“Siapa aku?,,, Dimana aku saat ini?,,, Aduh tuan saya berdoa iman saya tebal, jika tidak bahaya ini bisa bisa saya nyarik lesung karatan untuk menumbuk kayu mahoni saya tuan” Ucap si sopir dalam hati ia ikut tegang mendengar suara aneh dari sang bos di belakang.


3 Menit serasa tiga jam untuk sang supir akhirnya mereka sampai anak buah Mulin sudah membukakan pintu rumah, dan rumah sudah siap huni.


“Tuan kita sudah sampai” Ucap si sopir....


“Hem.. pulang lah tinggalkan tempat ini, carilah perempuan biar keris mu itu tidak bangun sia sia, tinggal mobilnya disini besok aku akan kebali sendiri” Ucap Mulin.


Mulin keluar dari mobil dengan celana melorot sebelah, ia menggendong tubuh Aruna seperti Koala ...


“Kalian patroli di daerah rumah ini ingat jarak kalian 10 meter dari pagar ini” perintah Mulin kepada anak buahnya....


“Baik tuan” ucap anak buahnya serempak.


Baru masuk keruang tamu Aluna langsung menyerang bibir Mulin yang tipis dan berVolume.


Mulin yang sudah sangat merindukan wanita yang ia peluk saat ini tanpa mencari kamar ia langsung menjatuhkan tubuh gadisnya diatas sofa besar disana.


“Aku sudah mencari mu, berapa detektif sudah ku kerahkan untuk mendapatkan mu pencuri kecil” Ucap Mulin mencium kening Alana.


“Paman datar kau kah itu??” Ucap Alana.

__ADS_1


“Bagus ya setelah kau mencicipi si singkong kau baru mengenali pria datar ini, dasar pencuri kecil aku harus mengurus mu sekarang juga, karena kau sudah membangunkan naga apa yang telah bertapa selama 30 tahun lamanya” Ucap Mulin langsung melu•mat bibir Aluna tipis tipis lalu rakus dan menuntut.


Tangan Mulin pun melakukan senam tangan di atas buah pepaya Mateng. Ciuman turun ke leher, tulang selangka, lalu turun ke dua pepaya kembar, tangan Mulin yang besar pas berpegangan di area itu...


“Aaahhhhh” Alana merintih ketika Abang Mulin menyedot ujung buah pepaya itu dengan rakus, mohon di maklumi si Abang Mulin ini perjaka yang hampir karatan, jadinya ketika baru pertama kali merasakan benda kenyal itu ia langsung melahapnya dengan rakus.


Semakin kebawah bang Mulin menemukan bukit asri yang sudah siap menantang nya melakukan adrenalin, ketika berada di depan bibir bawah Alana ia diam memandang goa itu dengan tatapan yang tak di mengerti oleh orang awam...


“Paman ayoo cepat masukin” Alana meracau.


“Tunggu dulu, dimana lubang nya ya???”


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana, maaf jika tak Pembalasan dendam nya tak sesuai ekspektasi kalian🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini

__ADS_1


__ADS_2