
Karena even lomba tinggal satu Minggu, author mau promosi terkahir kali nih,, siapa tau pembaca emak ada yang Sudi mampir di karya emak yang ini....
favnya sedikit, komentar nya banyak..
Sebelumnya, emak ucapkan banyak banyak terimakasih buat kalian yang suporter emak dari karya ini Sampek terakhir.
Tanpa kalian tulisan emak hanya sebuah tulisan , ada kalian tulisan remah rengginang ini menjadi sebuah karya meski amburadul, terimakasih all ππ
aku kasik up 3 cap, sampai jumpa besok lagi...
terimakasih atas doanya ππ
Eps : Membalas dengan halus
πππππ
Setelah si nenek sihir minggat dari rumahnya, Sri Yuki yang benar benar lelah langsung tepar dia atas pulau kapuk barunya.
Tidur ya sangat nyenyak tiba tiba suara bel pintu berbunyi, "Ting.... Tung... Ting...Tung..."
"Huh siapa sih yang bertamu, padahal belum menempel open house bagi tetangga yang mau berkenalan!,"
"Apa bini ketiga suamiku mau melabrak gubuk istri pertama".
"Apa jangan jangan si Mayang Sari itu datang lagi membawa pasukan?, gak ada kapok kapoknya lakor itu datang ke gubuk ku".
"Awas Luh, Jagan panggil aku sri Yuki jika tak bisa menjarahnya sekrangan juga".
Sri Yuki langsung keluar dari kamar, ia langsung ke dapur, di dapur dia menemukan ember pel yang masih menampung air kotor.
"Ceklek" Sri membuka pintu lalu "BYUR" Air kotor langsung pas menimpa sosok laki-laki yang gagah menunggu sambutan sang istri.
"BEGITU YA ISTRI MENYAMBUT SUAMI PULANG KERJA!" ucap Geffen yang saat ini persis seperti tikus ke siram air got.
"Astaga...... Paman aku kira istri ketiga mu datang melabrak istri pertama, siapa suruh menekan lonceng gubuk ku seperti Istri mencari suaminya di rumah si selingkuhan" Tangan Sri Yuki langusung mengelap wajah Geffen.
"Kau harus membersihkan tubuh berharga ku ini" Ucap Geffen.
__ADS_1
"Baikalah, karena aku yang salah maka akan aku bantu paman membersihkannya" Sri Yuki langsung menarik Geffen masuk rumah.
Senyum Geffen terukir indah di bibirnya. Saat ini Sri Yuki mengisi air dalam baskom tempat berendam di dalam kamar mandi, ia menuangkan aroma terapi bunga kantil dan kemenyan kedalam air hangat itu.
"Paman silahkan mandi, Sri pergi dulu".
"Mandikan aku, kamu harus bertanggung jawab" Ucap si Geffen.
"Paman kan sudah tua, silahkan mandi sendiri" Memalingkan wajahnya memerah...
Sri Yuki masih ingat roti merek Mr Bread suaminya, bahkan saat ini air liurnya sudah mau menetes membayangkan roti sobek itu.
Geffen tau jika kelemahan istrinya ini yaitu sedikit Mesumes, ia membuka kancing kemejanya dengan seksual.
Persis seperti Blue film yang pemeran prianya membuka semau rombengan di tubuhnya, gerakan sensual dan menggoda iman tak lupa ia ragakan, popoknya pun sudah berguguran di lantai.
Saat ini pemandangan anakonda yang menunduk, dan badan yang membuat jiwa hawa spesies si Sri meronta-ronta. Sri Yuki yang melihat pemandangan seger itu matanya pun melotot.
"Paman apa yang kau lakukan!" Teriak Sri Yuki, ia Langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya padahal di sela sela jarinya ia masih memandang tubuh Geffen yang mubasir.
"Aku pergi dulu" Sri Yuki langsung tergesa-gesa meninggalkan Geffen.
Tak mau kesempatan dalam kesempitan yang langka terbuang sia sia Geffen langsung menarik tangan Sri Yuki. Byur, suami istri itu langsung tumpang tindih di dalam baskom kamar mandi.
"Paman aku tak mau mandi" Ucap Sri Yuki yang jantungnya dug dug serr bukan karena jatuh cinta, ia merasa ngeri merasakan anakonda berenang dibawah sana, Bahkan ia merasa jika pahanya terbentur dengan kepala si anakonda, rambut di kaki anakonda pun menusuk nusuk kulitnya.
Geffen menarik wajah Sri Yuki agar memandang wajahnya, saat ini kedua mata itu saling memandang, Geffen memandang wajah sang istri yang ternyata jauh lebih cantik dari Maya istrinya.
Mata besar dengan bulu mata yang lentik, bibir yang seksi dan wajah yang ayu, bodi yang aduhai membuat detak jantung Geffen semakin meronta ronta, tanpa permisi Geffen langsung menyeruduk kan bibir nya dengan bibir Sri Yuki.
Sri Yuki mendapatkan serangan tiba-tiba ia merasa kaget, tangannya memukul mukul dada bidang sang suami, dengan sigap Geffen menarik tangan Sri Yuki mengalungkan tangan Sri Yuki di lehernya.
Geffen mengigit terang bulan Sri Yuki pelan, "Ah..." Lenguh Sri Yuki hingga bibir pun terbuka, Geffen tak menyia-nyiakan kesempatan itu ia langsung memasukan belutnya untuk memancing belut betina keluar dari dalam terang bulan legit produk Sri Yuki yang limited edition itu.
Entah Sri Yuki terhipnotis dengan godaan maut bibir si Geffen, ia membalas serangan Geffen dengan ganas.
Bahkan serangan Sri Yuki itu membuat batin Geffen meronta-ronta karena bahagia, dengan semangat tangan nya memulai menggerayangi membuka bungkus tubuh Sri Yuki.
__ADS_1
Tapi tiba-tiba tangan Sri Yuki menarik tangan Geffen agar tidak membuka barang sahara nya.
"Tidak sekarang sayang" ucap Yuki, Sri Yuki langsung membalik posisi saat ini dialah yang berada di atas, ia duduk pas di atas anakonda yang berdiri tegak seperti tiang.
Dapur Sri Yuki pun bergoyang agar memberikan sensasi gesekan manja, "Oh sayang kamu nakal" Desah Geffen karena istrinya memberikan kerokan manja di leher dan di atas roti sobeknya...
makin mangap mangap mulut si Geffen macem ikan yang di angkat ke daratan, "Sayang aku tak tahan" Ucap si Geffen kelimpungan.
"Enak bukan?" Tanya Sri Yuki.
"Ohhh ini dahsyat, dimana kau belajar sayang".
"Nikmati saja, tunggu disini aku akan mengambil sesuatu" Bisik Sri Yuki dengan nada sensual, tak lupa ia menggigit telinga suami minim ahlak itu.
"Jangan lama lama sayang, sudah tiga Minggu si anakonda tidak mencangkul di kuburan barumu".
Sri Yuki langsung keluar kamar, ia mengganti baju basahnya, dan turun kebawah, ia mengambil lauk pauk serta nasi, dengan lahap ia memasukan makanan ke dalam mulutnya menggunakan tangan, ia meninggalkan Geffen di dalam kamar mandi yang tengah menunggunya menuntaskan permainan yang belum selesai mereka lakukan.
"Sayang" Teriak Geffen dalam kamar mandi ia merasakan jika ia sudah cukup lama menanti Sri Yuki untuk masuk kembali kedalam kamar mandi.
Sedangkan Sri Yuki yang sudah selesai makan langsung naik ke atas tempat tidur lalu pura pura tertidur.
Geffen yang sedang kedinginan langsung keluar dari dalam kamar mandi untuk menyusul sang istri, melihat istrinya tertidur pulas di dalam selimut, "Kau mau main main dengan ku rupanya wanita" Ucap Geffen dengan sedikit nada geram.
Geffen mau menarik selimut tiba-tiba "Tili... Lilit... Tili.... Lilit..." bunyi HP si Geffen berbunyi.
Geffen langsung mengambil Hpnya "Maya calling"
"Hem ia sayang, baikalah aku kesana sekarang" Ucap Geffen sambil menghela nafas.
"Cup, aku pergi dulu, pokonya aku ingin kamu Menganti yang tadi dengan 10 ronde".
Geffen langsung memilih pakaian, lalu meninggal Sri Yuki.
"Aku yakin kau tak akan bisa pulang kesini lagi paman, dan kau Tante nikmatilah kerokan bibirku di leher paman, aku tak sabar mendengar perang dunia antara kalian... hahahahahaha, dan nikmati balas dendam ku karena kau sudah mengusik ketenangan ku" Ucap Sri Yuki yang tertawa di dalam kamar.
__ADS_1