Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Dendam Terbalaskan


__ADS_3

...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Suasana mencekam, Qiana mendekati tuan Han yang tengah berusaha menggerakkan tangan kirinya yang lumpuh, semakin lana kulit han membiru...


“Siapa sebenernya jala•ng ini” Ucap Han dengan penuh amarah, ia meliahat gedung gedung yang ia bangun luluh lantah di depan mata.


“Jangan pernah kau hina istriku Han” teriak Taksa tanpa di duga langsung menc•ekik leher Han tiba-tiba.


“Dengar tua ban•gka wanita yang kau inginkan ini adalah istriku dan wanita ku satu satunya” Taksa mengunakan kekuatan sehingga kaki Han terangkat, mulut si Han saat ini persis ikan Lohan yang di angkat dari air ....


“Lepas sayang dia tidak boleh mati dulu sebelum melihat keturunan nya mati didepan matanya” Ucap Qiana membuat Taksa sadar lalu melepaskan tangannya di leher Han.


“Kalian berpesta tanpa menunggu ku rupanya adik” Ucap seseorang masuk dari pintu, seseorang yang merasakan bahaya besar keluar dari ruangan tapi sayang baru 5 langkah tubuh orang itu sudah menjadi roti lapis saus tomat.


“Dasar bodoh, kalian bisa masuk kedalam sini tapi tak bisa keluar, Mansion ini sudah di kelilingi oleh 10 ribu orang” Ucap Xiever...


“Eksekusi” Ucap Qiana lantang. Semua orang berdiri sejajar memperlihatkan wajah mereka dengan jelas...


“Kalian... kalian...” Beberapa orang ketakutan melihat kedelapan jenius yang dulu mereka paksa kerja rodi, jika dulu para jenius penakut tak berani melawan saat ini yang mereka lihat bukanlah manusia melainkan serigala kelaparan ingin mencabik-cabik mangsanya...


Lebah yang sudah diberi kode eksekusi dari sang pembuat langsung menyuntikkan cairan pelumpuh kepada semua target tanpa pandang bulu...


“Ahhh Ahhhh” Jerit kesakitan dari mulut mulut orang yang sedang merasakan bagaimana jika mengantikan posisi sapi sedang di sembelih.


“Jangan lupakan aku juga disini!!” Ucap seseorang tengah membawa dua orang pria yang masih telan•jang bulat dengan cara diseret, seperti nya dua pria itu sudah kehilangan beberapa gigi.


Bahkan terlihat jelas pisang gorengnya gundal gandul membuat para wanita sakit mata, “Kau mebawa beginian turun Vis, mata istriku ternoda, jika mata istrimu mah sudah bisa menggorok pisang goreng para 1speria” Ucap Taksa.


“Kau benar juga aku lempar aja dua pria ini dari lantai 30, jika kesini nanti istriku membedakan jagung bakar ku dengan pisang goreng basi milik kedua pria ini.”


“Bawa mereka kesini kak jika tidak si jagung bakar akan di cincang oleh Zia nanti malam” Ucap Qiana.


“Ba-Baik” Colvis turun kebawah menyeret dua orang itu...

__ADS_1


“Siapa kalian mau apa kalian ketempat kami” Ucap Han, ia tak bisa lari, tubuh nya melemas.


“Kami putra putri Alexander XU yang kau habisi di depan mata kami” Teriak Abraham langsung mengambil samurai di tangan adiknya lalu memotong ceker dan tulang lutut Han.


“Tidak mungkin putra putri Alexander sudah tewas di depan mataku.. Ahhhh” Jerit Han kakinya terlepas.


Alexander mengangkat senjata itu lagi tapi Qiana merampasnya, belum saatnya dia mati Kakak, aku ingin dia melihat bagaimana keturunannya tiada di depan matanya...


Qiana mendekati pria yang sudah babak belur di tangan Colvis, “Hay sodara tiri ku” Ucap Qiana memencet pipi Putra haram Han itu.


“Lepaskan aku ib•lis” Umpat sepupu Rafael...


Sressss..... Tiba-tiba Rafael memenggal kep•ala itu hingga terpisah memantul ke kaki ayahnya....


“TIDAKKKKKKK.... PUTRAKU” jerit paman Rafael...


“Bend•ebah kau Rafael aku akan memb•unuhmu!!!” Maki paman Rafael matanya tak lepas dari kepala sang putra yang ma•ti terbelalak.


“Silahkan jika kau mampu” Ucap Rafael ia langsung men•usukkan pedangnya ke paha sang paman, ini untuk istrimu yang selalu kau siksa.


Srekkk... Rafael mencabut pedang itu lalu meng•hunus kan tepat di anunya si paman....


“Srek.... ini untuk penderitaan kami!!.”


“Ahhhh....” lagi-lagi pedang itu menusuk pe•rut buncit itu, Lalu..... “INI UNTUK ADIKKU YANG KAU JUAL MALAM INI....” Rafael langsung pengangkat pedang itu tinggi tinggi lalu “SRESSSSS” Kep•ala pria itu terlepas dari tubuhnya. Saus tomat dari pabrik manusia itu mengotori lantai amat lah banyak...


Seperti kesetanan anak buah Qiana memban•tai semua orang sehingga tak tersisa, kejadian itu dilalukan tepat didepan mata Han XU yang sudah tak berdaya.


“Rafael kau carilah Rana, kalian geledah rumah ini, cari jazad ibu ku bertahun tahun beliau tidak di kuburkan dengan layak oleh pria gila ini” Perintah Qiana...


Semua orang masuk ke rumah yang tengah berbau anyir itu... “Tolong ampuni kami, ampuni putra ku” Ucap Han mengiba dan Qiana tau tak ada ketulusan di hati orang itu.


“Lempar dia dari lantai 5” Perintah Qiana.


“TIDAKKKKKK” Jerit Han melihat putranya melayang di atas tubuh nya..


Tujuh orang itu minus *(Aluna yang memang masih anak anak ia tak diikutkan dalam misi tetapi ia yang mengontrol misi ini hingga lancar).

__ADS_1


Sesuai perintah Nona nya mereka melempar pria itu, lalu dengan lihai Abraham meloncat seperti bermain bulu tangkis, ia menangkap tubuh pria itu menggunakan sebilah samurainya hingga terbelah menjadi dua bagian.


Tubuh bagian atas putra Han menimpa sang ayah yang juga sedang mengeluarkan darah segar dari segala lubang, saat ini Han bermandikan saus tomat dari tubuh putra nya yang sudah tak bernyawa, ia hanya menangis karena tangan dan semua organnya sudah mati.


“Plok... Plok....Kakakku memang keren” Puji Qiana sambil bertepuk tangan.


“Bisakah aku meminjam tanganmu sayang untuk men•usuk dada pria tua itu, permainan sudah tak menyenangkan lagi” Ucap Qiana sangat manis kepada Taksa.


“Dengan senang hati sayang” Ucap Taksa.


Tanpa berkata kata Taksa menghunus kan pedang sang istri tepat di mana Tang Lang menusuk Putri Xin Qian dulu, bedanya dulu sang putri ditusuk dari belakang, tetapi saat ini dibalas di tusuk dari depan.


Di ujung nafas terakhir nya sekelebat ingatan tentang membunuh seorang wanita di Medan perang terlihat di matanya,,, air matanya menetes melihat sang putra tiada di depan matanya...


Qiana mendekati pria itu lalu berbisik, “Aku Putri Xia Qian sudah mengambil hutangmu kepadaku di jaman dahulu dan di jaman sekarang Tang Lang, pergilah akui dosa dosa mu di neraka, pedangku sudah menusuk jantungmu, itu sesuai dengan sumpahku, meski bukan tangan ini yang membunuh mu aku anggap itu adalah diriku, karena aku tak ingin takdir keturunan ku yang ada di dalam perutku sekarang bertemu dengan reinkarnasi dirimu di masa mendatang, aku harap kita terlahir saling Melawati” Ucap Qiana, ia lalu menarik pedang itu dari tubuh Tang lang..


“Bakar rumah ini” Ucap Qiana.


“Mari kita pergi Rana sudah saya temukan, dan jasad nyonya XU sudah di bawa oleh anak buah kita” Ucap Rafael tengah mengendong wanita bergaun cantik yang tengah pingsan.


Qiana membalikkan badannya lalu “Mari..... Bruk” Tubuh Qiana pingsan.


“Sayang.... Sayang....” Teriak Taksa


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥

__ADS_1


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di Rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini.


__ADS_2