Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Kelahiran putra Abraham


__ADS_3

...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Saat ini Abraham sedang diruang kerjanya, di pangkuannya Yumna tengah bersandar di dada bidang sang Suami.


Pria gagah itu tak bisa konsentrasi gugup dengan kehadiran sang anak yang melewati HPL, ia tau sebenarnya sang istri juga sedang gelisah sehingga setiap malam ia sudah tidur. Yang hamil pertama di antara para ibu hamil adalah Yumna baru Alana Divya dan Rana.


Semua bayi sudah lahir hanya Yumna dan Divya yang belum melahirkan.


“Sayang tidur lah! Aku tau kau gelisah memikirkan tentang bayi kita ini.” ucap Abraham yang tengah mengelus perut sang istri, merasakan tendangan kerasa dari bayinya.


“Sekarang dia susah bergerak karena bobotnya sudah besar. Entah kenapa bayi kita ini betah sekali didalam perut.” Yumna memandang wajah tampan suaminya dengan penuh cinta.


“Aw ..” Yumna merintih.


“Lihat sayang ini sepertinya suku bayi kita.” ucap Abraham meliahat benjolan di depan matanya.


“Tau tidak? Kau itu bagaikan air sejuk yang bisa menghilangkan dahaga, membersihkan yang kotor menyejukkan segala sesuatu yang engkau lewati.” bisik Abraham.


“Dasar Raja gombal!” ledek Yumna.


“Aku hanya gombal ke padamu saja Sayang!” tak ada wanita lain yang aku gombalin lagi.” Abraham memberikan ciuman kepada istrinya bertubi-tubi.


“Geli Beb ... Hahahaha ... Ampun!” jerit Yumna.


“Setelah si singkong bangun dengan sempurna aku bisa memberi mu nafkah batin aku sudah bersyukur dan tak berharap seorang keturunan karena aku tau diri sayang jika yang perlu di salahkan disini itu aku dan kau masih ingat Mbah Tong bilang kemungkinan besar aku tak memiliki keturunan tetapi kau membuat ku terberkati karena kehamilan di bulan pertama kita menikah ... Sungguh aku bahagia ... Cup” Suami Yumna ini tak hentinya mencium kening, mata lalu bibir sang istri.


“Beb!” panggil Yumna.


“Ia sayang?” tanya Abraham.


“Bisakah kau menemaniku selama operasi nanti?” tanya Yumna.


“Apapun untuk mu Beby! Tapi tidur lah dulu oprasi akan di lakukan tiga jam lagi.” bisik Abraham.


Pria Tampan itu seperti seorang ayah tengah membujuk anaknya untuk tidur, Bahakan pria itu bersenandung menyanyikan lagu.


Ketika sang istri telah terlelap, barulah air mata yang berusaha di tahan oleh pria itu tak mampu lagi di terbendung.


Tuhan! Aku mohon selamatkan istri setara anakku. Takdri kehidupan ku dengan istri ku sama-sama tidak beruntung. Tapi dari ketidak beruntung itu kami di pertemukan dan disatukan dalam ikatan pernikahan lalu cinta sehidup semati.


Kasihanilah aku yang selama ini yang tak pernah meminta apapun kepadamu. Aku tak ingin apa-apa lagi darimu, dulu kau merenggut segalanya dariku. Aku pun belajar ikhlas menerima. Dulu kau merenggut segalanya ibu ayah dan apa yang Keluarga kami miliki aku tak pernah marah padamu, kau tau bukan jika doa ku hanya satu kepadamu aku ingin hidupku dengan Yumna lengkap dengan hadirnya keturunan kami yang telah kami tunggu tunggu hampir sepuluh bulan ini.


Aku mohon tuhan! lancarkan persalinan istri ku nanti. Lindungilah anak kami dan jangan pisahkan kami dari kebahagiaan ini, mungkin aku bisa berpura pura tegar di depan istri ku tetap kau lah yang lebih tau isi hatiku karena sejujurnya akulah pria terlemah disini, kekuatan Fisik ku tiada tertandingi tetapi kekuatan batinku hanya kau lah yang tau.


Ayah Ibu aku mohon lindungi mereka yang aku sayangi. Aku tak mau salah satu tadi mereka aku mau semuanya.


Tangis diam Abraham sambil mengelus-elus bayinya di dalam perut. Entah kenapa ia semakin mengelus perut Istrinya semakin keras lah perut sang istri.


Ia mengira mungkin bayi didalam perut sang istri sudah merasakan sesak didalam sana karena kelahirannya sudah lewat dari HPL, “Sabar sayang! Sebentar lagi kau akan di keluarkan. Berikan ibumu kekuatan sebelum memperjuangkan mu lahir ke dunia” ucap Abraham kepada sang bayi.


...----------------...


Tok ... Tok ... Tok ...


Seseorang mengetuk pintu ruangan kerja abraham.


“Masuk” Abraham menjawab.


“Tuan Nona Qiana dan para Dokter sudah menjemput Nona.” ujar Omar.


“Kak!” ucapan Qiana langsung terpotong ketika melihat kakak iparnya tengah tertidur nyenyak, ia tau kakak iparnya itu susah tidur selama kehamilan trimester akhirnya itu.


“Sudah saatnya ya?” tanya Yumna langsung mendudukkan tubuhnya, ia memiliki insting yang bagus.


“Ia kakak ipar!” jawab Qiana.


“Aku akan mengendong mu dengan bayi kita, kapan lagi aku akan mengendong kalian sekaligus jika bukan hari ini yang terkahir!” Ucap Abraham langsung menggendong sang istri keluar dari dalam ruang kerjanya lalu melewati ruang tamu dan keluar langsung memasuki lift penghubung dengan Vila.


Saat ini semua sudah siap, para dokter sudah siap. Qiana saat ini duduk mengawasi kelahiran ponakannya itu sedikit menjauh. Kali ini ia membiarkan para dokter bekerja sedangkan ia mengawasi agar tidak ada kesalahan terhadap kakak iparnya.


“Lakukanlah buktikan bahwa kalian layak berada disisi ku!” ucap Qiana tangannya mengelus perutnya yang sudah membesar padahal kehamilan Qiana baru memasuki bulan ke tiga.


Jarum suntik sudah siap di tancapkan ke punggung, tiba tiba Qiana berkata.


“Stop” teriak Taksa, tetesan keringat para dokter sebesar biji jagung berjatuhan di pelipis mereka.


Qiana mengambil sarung tangan karet lalu mendekat, “Kakak ipar apa sedari tadi perutmu kencang? Dan pinggang mu terasa panas?” tanya Qiana memastikan, tangannya menekuk lutut kakak iparnya.


“Adik ipar apakah bayiku akan selamat? Dan ada apakah ini?” tanya Yumna, sedangkan Abraham jantungnya berdegup dua kali lipat, dan ketakutan menghantuinya.


“Kakak ipar kau percaya kan kepadaku?” tanya Qiana.


“Aku mempercayai mu lebih dari segalanya yang ada di bumi ini, kau adalah pelindung kami aku pasrahkan hidup dan mati kami ke tangan mu!” ucap wanita itu tegar, tidak ada kata tangis dan jeritan lagi. Mungkin tadi ia hanya kaget saja.


Para dokter sudah berjejer dan Qiana sudah siap membantu bayi berdiri berjejer melihat apa yang nona mereka lakukan.


“Nona seperti air ketubannya pecah! Sepertinya Nona Yumna bisa melahirkan normal.” ucap seorang dokter yang sudah melihat dari hasil USG.

__ADS_1


“Kau benar sekarang kau siapkan posisi persalinan normal, aku Inging tau sudah bukan berapa!” Qiana membenarkan posisi kaki sang kakak ipar.


“Kakak ipar dengar aba aba ku! Tarik nafas lalu buang, lalu tarik nafas perlahan!” Qiana langsung memasukan jarinya kedalam gue kenalpot Abraham.


“Lepaskan! Sudah bukaan delapan, tuhan memang membolak-balik keadaan,


“Ambilkan aku satu buah sapu tangan kecil!” Wanita itu memerintahkan sang Dokter kandungan.


Tangannya mengusap perut Zia, dan tangan itu bergerak tak di mengerti oleh di dalam sana, “Kak lap lah keringat istri mu dengan sapu tangan ini jika kau harus memberikan dukungan pada Yumna agar ia semangat mengejan! Dan kakak ipar pegang lah tubuh suamimu jika kau tengah meski.” Qiana memberikan sapu tangan itu kepada Sang calon ayah.


“Benar apa yang Qiana katakan pegang lah aku ketika kau sakit.” ucap Abraham memberikan ciuman bertubi-tubi untuk sang istri.


“ Kalian kerjakan persalinan ini dengan cepat, karena ketuban sudah pecah, aku akan membatu di atas” ucap Qiana dengan nada ketegasan seakan itu perintah mutlak.


Tangan Qiana memberikan pijatan pada perut Yumna lalu, “Tarik nafas kakak lalu lepaskan, hingga ulang ulang!” Setelah perut telah mengeras, “Dorong kak ... Sekarang!” perintah Qiana mendorong perut Yumna pelan-pelan.


Heeekk ... emhhhhh ... Duttt, bukan bayi yang keluar tapi gas beracun yang meracuni seluruh dokter dan suster yang berada di bawah.


Wangi tak sedap mengelilingi ruangan bersalin,


Wajah Yumna memerah karena malu hingga ke ubun-ubun.


“Tidak apa apa kak itu biasa jika melahirkan normal, biasanya keluar BAB juga bisa karena kencang nya mengejan.


begitu Qiana mendorong bayinya, tetapi bayi belum keluar.


Qiana memberikan pijatan lembut lagi, “Ayo sekali lagi buktikan kepada ku bahwa kau sanggup kak!” teriak Qiana.


Yumna menarik nafas, saat ini tangannya berada di tubuh sang suami, dengan sekuat yang ia bisa langsung mendorong bayi itu, Heeeeeeeekk ... eeeekkmmmmhhhhh ... Tangan itu langsung menekan tubuh Abraham sekuat tetangga hingga Buk .... Wajah suami Yumna ini membentur besi Ranjang. Seiring ia lepas mengejan. Heeeeehhh


“Lagi kak, ayo semangat jangan kasik kendor.” ujar Qiana.


Dengan semangat empat lima Yumna lagi-lagi mengejan. tangannya tanpa sadar langsung mencekik leher suami kencang sehingga mulut suami seperti ikan lohan.


(Itu balas dendam apa bagaimana buk???. Semangat amet nyekek Abang Abrahamnya🤣, itu hanya kuda kuda loh)


Heeeeeeeekk ... eeeekkmmmmhhhhh ... percobaan kedua juga gagal padahal sang korban sudah hampir mati mengesankan, bagaimana tidak, Abraham pasrah di apa apain asal sang istri baik baik saja, cakaran dan bogem mentah dari Yumna ia dapatkan. Sehingga wajah tampan itu babak belur.


Dalam hati Abraham berkata, “Gini nih punya istri pendekar, pas melahirkan salah salah di gebukin.” Yumna tak berteriak dan ia fokus untuk melahirkan, tetapi tangannya lah yang melampiaskan kepada sang suami.


Mungkin Pembalasan yang wowohot kali ya, nikmatin saja, kali ini adalah melahirkan yang paling normal dari yang lain.


“Lagi kak, ayo semangat jangan kasik kendor! Itu rambutnya sudah terlihat.” ujar Qiana menyemangati. Padahal ia tak melihat ke area bawah itu, ia hanya duduk di kursi sambil membantu mendorong sang bayi.


Tangan itu langsung menarik baju Abraham hingga koyak lalu mendorong tubuh itu hingga terjungkal, sehingga kepala Abraham berada dekat dengan daerah bawah sang istri..


Kretttt dokter menggunting lubang Pralon milik Yumna karena bayi yang Yumna kandung itu lebih dari 4 kg, sedangkan y


lalu wania itu mengejan untuk yang ketiga kali


Heeeeeeeekk ... eeeekkmmmmhhhhh ... aaaahhhhhhh, Seakan melepas dahaga wanita itu mengeluarkan bayinya. Qiana mengelap keringat dari kakak iparnya.


Oek... Oek... Oek... Oek... Tangis Bayi melengking dari dalam ruangan hingga terdengar keluar kamar.


“Selamat kau sudah menjadi ibu kakak ipar, bayi mu putra yang tampan, tubuhnya gendut dan sangat menggemaskan!” ucap Qiana.


Air mata Yumna langsung terjatuh ketika melihat tubuh mungil masih berlumuran darah karena belum dibersihkan.


Sedangkan di bawah Abraham syok, ia melihat proses sebuah kepala keluar dari sarang istrinya, lalu seorang bayi yang lemas seperti tak bertulang keluar, ketika terkena angan Bayi itu membesar.


Catatan : Ini adalah kenyataan loh ya, bayi yang baru lahir itu seperti pakaian yang baru dikeluarkan dari ransel, bayi itu seakan tak bertulang, dulu emak bantu kawan melahirkan.


Karena suaminya meninggal, emak lah yang mengantar ke RS sendiri sendiri karena dia asli orang Flores. Dari membawa ke RS hingga menjadi pendamping nya ketika melahirkan, dan emak meliahat kejadian itu pada sat masih belum menikah, auto emak kaget dan pingsan 😂🤣 Jadi mengingat ini.


Back to story.


Mata Abraham meliahat proses lahirnya seorang bayi, buminya seakan berputar, tangisan bayi terakhir kali ia dengar, matanya tak sanggup melihat sang bayi karena matanya sudah timbul kunang kunang Nyang banyak, lalu. Bukkkkk tubuh itu limbung hilang tak sadarkan diri.


Ia terngiang dengan kata kata Taksa yang menyatakan, bawah setiap wanita akan bolong di bawas sana karena mengeluarkan kepala membuat Abraham seperti jadelak habis menaiki pesawat tempur Amerika tanpa pengaman.


“Nona tuan Abraham tak sadarkan diri!” ujar Seorang Dokter.


“Bawalah ke ruang rawat sebelah!” ujar Qiana, ia kaget melihat kakaknya sudah tak berbentuk lagi.


...----------------...


Semua orang sedang menunggu hasil, begitu bahagia mendengar tangis bayi dari dalam ruangan tetapi ketika pintu dibuka dokter tengah menggotong tubuh Abraham yang babak belur, semua kaget termasuk Taksa.


“Astaga kenapa bisa Abraham seperti itu?” tanya Taksa.


“Tuan Abraham tak sadarkan diri ketika mendampingi Nona Muda dalam persalinan.” ucap si dokter juga meringis didalam hatinya.


“Astaga Mafia kita kalah berperang!” ucap Nenek QI.


“Astaga cemen bener dah tuh si Abraham, hanya menemani istrinya melahirkan sampai kayak ******* di serbu masa!” Batin Taksa.


...----------------...


Yumna saat ini memandang putranya penuh haru, putranya yang ia sudah dinanti-nantikan kehadirannya. putra yang tampan perpaduan dirinya dan sang suami membuat jantung Yumna berdetak lebih kencang.


Suami?

__ADS_1


Ia baru mengingat suaminya kemana?


Ia tidak ingat dengan apa yang ia lakukan terhadap suami tampannya.


BRAK Pintu dibuka dengan tergesa-gesa.


“Sayang!” panggil Abraham dengan tampilan yang membuat meringis. Bukan tampil ganteng klimis ataupun wangi maskulin untuk bertemu sang putra.


Penampilannya compang camping, wanginya sembriwing, wajahnya merah dan bengkak akibat tonjokan betina yang melahirkan.


Abraham langsung berhabur memeluk tubuh sang istri, lalu menangis dengan diam.


“Terimakasih sayang kau sudah baik-baik saja ... Cup ... Cup ... Cup” Pria itu memberikan ciuman bertubi-tubi untuk sang Istri.


Mendengar ucapan sang suami, Yumna baru ingat apa yang telah di lakukan olehnya terhadap sang suami.


“Sayang maafkan aku! Semua ini aku kan yang melakukan kepada mu?” tanya Yumna, sedangkan tangan nya menyentuh luka-luka ditubuh suaminya.


“Luka-luka ini tak ada apa-apanya untuk ku, yang sedari kecil terlukalagiuntuk menaklukkan para penjahat seorang diri. Aku merangkak dikit demi sedikit hingga mencapai semua ini tidaklah mudah. Aku pernah menantang maut tetapi Suami mu ini mampu bertahan hingga menikahi seorang wanita jenius yang tangguh seperti dirimu.” Bisik Abraham.


Seperti mendengar ungkapan sang ayah, si bayi tampan tersenyum, “Oh putra ku sangat manis!” ucap Yumna, sedangkan si ayah dadanya menghangat. Kebahagiaan yang sangat besar.


Cup ... Sebuah ciuman Abraham berikan kepada sanga putra, dan lagi-lagi putra Abraham itu tersenyum manis.


”Dia adalah perpaduan dari kita sayang!” ujar Yumna, dah hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh suaminya.


Abraham tak mampu berkata-kata, hanya air mata menetes dari dalam pelupuk mata pria gagah itu.


“Papa kau tak ingin menggendong ku?” tanya Yumna dengan anak kecil sehingga membuat suaminya gemas.


Dalam hati Abraham berkata, “Kau sangat menggemaskan sayang! Abang pengen membawamu ke atas ranjang, lalu mengulum bibir gemas mu, dan.” ucapan Abraham langsung berhenti ketika bayangan goa kesayangan nya robek dan saat ini sudah rusak akibat tubuh sang bayi. Wajah nya langsung pucat seperti tak ada darah yang mengalir, alias RIP.


“Sayang! Hey ... Sayang!” Yumna mengguncang tubuh suaminya khawatir.


“Eh ... Ia sayang, ada apa?” tanya Abraham.


“Nah ... Itu! Papa mikirin apa sih? Jangan-jangan Papa mikirin mencari istri baru setelah istrinya turun mesin. Awas ya pa! Mama akan meracuni si Kenalpot jika Papa berani selingkuh dari Mama!” Wanita yang baru melahirkan itu sedikit merajuk. Mentang mentang pembuat racun si Mama Yumna ancamannya sangat mengerikan.


“Sayang lihat aku!” Abraham menarik wajah sang istri.


“Tadi aku berfikir, kira-kira aku bisa menggendong putraku ini? Sedangkan tubuhnya lembek dan tau tidak sayang aku melihat jelas melihat putra kita keluar dari gua kesayangan ku! Ternyata bayi itu persis seperti balon yang belum ditiup tetapi setelah terkena angin ia akan memadat seperti saat ini!” ucap Abraham kepada sang Istri.


“Begitulah sebuah kelahiran beb! Seorang ibu itu akan bertaruh nyawanya demi sebuah kehidupan baru yaitu anak anak mereka, penerus keturunan meraka!” ucap Yumna.


“Cup ... Buat apa aku mencari pengganti mu, sedangkan kepuasan sudah kau berikan untuk ku! Aku hanya menginginkan diri semenjak hatiku ku labuhan kepadamu sayang!” Abraham.


“Maukah kau ikut ke makam Ayah dan ibu setelah kondisi mu membaik? Setelah menyaksikan mu bertaruh hidup untuk putra kita. Aku jadi merindukan ibuku sayang.” Abraham menyandarkan kepalanya di bahu sang istri, sedangkan tangannya tengah mengusap rambut putranya hati-hati, Ia memandang putranya tengah meminum asi dengan rakus.


Batin Abraham seakan menangis, “Pepaya gantung ku!” jika sendiri Abraham akan menggaruk tanah.


“Beb ... Kenapa kau melihat putra kita sedang Micu seperti itu?” tanya Yumna membuat Abraham langsung sadar.


“Beb! Bolehkah aku bertanya?” tanya abraham.


“Apa Beb?” tanya Yumna kembali.


“Itu beb! Kan aku tadi lihat Goa mu jebol tuh. Apa keadaan di bawah sana baik-baik saja?” tanya Abraham.


“Oh dibawah sudah baik-baik saja tadi sudah di permak dan di jahit dengan rapi oleh dokter.” jawab Yumna.


“APAH!” tanpa sadar Abraham berteriak.


Oek ... Oek ... Tangis sang bayi kaget.


BUK ... Yumna bak ibu ayam yang tak terima putranya di kaget kan oleh sang ayah, sehingga bogem mentah sang Mama langsung melayang di lengan suaminya.


“Kenapa teriak-teriak?” tanya Yumna.


“Aku mau lihat yang di bawah sayang! Aku takut goa ku sudah ditutup untuk kenalpot lewat.” ujar Abraham.


“Astaga dibawah sudah seperti semula dan lubang Favorit mu kembali keset” jawab Yumna. Abraham mengelus dadanya lega.


“Aku berjanji sayang! Aku tak akan membuatmu hamil lagi. Kita cukup memiliki satu putra saja tidak ada namanya dua anak lebih baik. Aku tak tega kau merasakan kesakitan seperti ini. Dan aku akan menjewer si Dokter lucnut itu yang membuat adikku mengandung lagi, sedangkan untuk melahirkan sebiji kepala sudah sakitnya minta ampun, malah Qiana ku sayang mau mengeluarkan satu biji lagi.” Batin Abraham.


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini .

__ADS_1


__ADS_2