Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
terjadi sesuatu


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Mobil yang di tumpangi Taksa langsung putar arah, mencari jalan ke jalur kampung mati.


Taksa yang khawatir dengan istrinya tangannya tak tinggal diam ia berusaha menyambungkan panggilan dengan telpon sang istri tetapi ini sudah ke 10 kali ia mencoba menghubungi istrinya yang ada hanya operator yang menjawabnya "Nomer yang anda tuju saat ini berada di luar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi" begitulah jawaban seorang wanita di seberang sana yang merupakan operator telpon.


"Brengsek... Perusahaan mana yang membuat Hanpone ku ini" tanya Taksa emosi.


"Ponsel anda di buat oleh HKI tuan dan itu limited edition" ucap Mulin sambil mengendarai mobil nya seperti pembalap.


"Tarik saham kita di sana, membuat hanpone saja tidak bisa, aku ingin menelpon istriku malah wanita lain yang menjawab nya" Taksa yang dikuasai oleh amarah sudah tak berfikir jernih.


"Tuan bukan salah Hanponenya nya jika anda tak bisa tersambung dengan nona, mungkin jaringan pada posisi nona saat ini tak ada tuan" Mulin menjawab tuan mudanya.


"Jaringan apa yang kita pakai saat ini, aku mau besok kita akan membuat jaringan yang tersebar di seluruh negara ini, bahkan ke pelosok pun kita tanam jaringan juga, biar jika istriku menghilang seperti ini kita bisa menghubungi nya," ucap Taksa dengan nada memerintah.


Sedangkan mulin yang menyetir di depan langsung pucat pasi" Bertambah dah kerjaan Gue, kapan aku kawin jika kerjaan semakin hari semakin bertambah" rutuk Mulin dalam hati.


"Bisa lebih cepat kau memacu mobil ini Mulin" teriak Taksa tak sabaran.


"Maaf tuan di negara kita selalu macet sebab jalan besar hanya ada satu, jika ada jalan tol mungkin kita akan mengurangi kemacetan ini" Mulin sudah merasa geram sama tuannya, ia yang sudah sering berusaha ngebut masih di komplain.


"Tepikan mobil , Biar aku yang menyetir," akhir nya Taksa mengambil alih pengemudi.


"Kau urus masalah pembangunan jalan tol, dan jangan lupa kau tanyakan temapat posisi istriku" ucap Taksa sebelum menancapkan gas mobilnya.


Mulut mu adalah harimau mu


itu kata kata yang cocok untuk sekertaris Mulin, "Plak......Mulut ini gak bisa diam, gara gara kau mulut aku jadi pekerja rodi yang hakiki," Mulin memukul mulutnya.

__ADS_1


"Ba...Baik tuan muda.... Aaaaaaaaa" Mulin menjerit, ketika Taksa menancap gas tiba-tiba, jika tadi Mulin mengendarai mobil kencang dalam keadaan kendaraan di jalan lagi senggang, saat ini Taksa dengan gilanya mengendarai mobil sport itu dengan kecepatan penuh dalam suasana jalan penuh, Mobil yang dikendarai Taksa melaju seperti jalannya ular bahkan Taksa nekat menjalankan mobilnya di tengahnya jalan yang sebelah kirinya ada truk dan dari arah berlawanan ada mobil Pertamina,,, orang orang yang melihat kejadian berteriak teriak, mereka mengira akan ada kecelakaan besar.


Tapi jangan ragukan si raja hutan yang lagi kehilangan betinanya, dengan sigap Taksa melaju berani lalu menyalip mobil truk di sebelah nya,


"Aaammmmpuuuunnnn tuannn saya masih ingin hidup...... Ya tuhan ampuni dosa dosa bujang lapuk ini, yang belum merasakan nikmatnya uwu uwu sudah menuju ke pintu kematian" disela sela teriakan mulin dengan tangan gemetar ia saat ini memegang pegangan di atas kepalanya.


"Tenang malaikat maut lagi cuti, aku berjanji Setelah ini gue kawinin dengan Tante tante girang" Taksa mencoba menghibur asistennya agar sedikit rileks, sebab ia merasakan Kaki asistennya gemetar di bawah sana, bahkan teriakannya mengalahi emak emak yang melihat anaknya di bawa kawin lari.


...* * * *...


Jarak tempuh yang biasanya satu jam, ditangan Taksa yang memiliki nyawa cadangan hanya memakan Waktu 10 menit.


Saat ini mobil Taksa langsung terparkir di tengah jalan setelah melihat motor istrinya tergeletak di pinggir jalan, dari yang Taksa lihat jika motor itu sepertinya habis terguling guling motornya baret sana baret sini. Semakin khawatir lah Taksa. apa lagi ada jurang curam di sebelah jalan.


Taksa langsung turun dari mobil di ikuti Mulin. "Sayang Sayang kau dimana" teriak Taksa, wajah nya tambah pucat melihat banyak darah yang berceceran di tempat itu.


"Uek...Uek....Uek" Mulin langsung muntah muntah di pinggir jalan, Mendengar teriakkan tuan mudanya, rasa mual dalam dirinya langsung hilang seketika.


"Sayang sayang kau dimana" Taksa menangis ia melepaskan jasnya lalu mencari ke seluruh temapat sekitar bahkan ia sudah mau terjun ke dasar jurang.


"Sayang ... lepas brengsek... jika istriku kenapa-napa, aku akan mengirim mu ke kutub Utara selamanya, biar kau menikah sama pinguin saja disana.... Buk.... Buk" Taksa memukul asisten nya karena tak memperbolehkan nya turun mencari sang istri.


Mulin membiarkan tubuhnya di gebukin oleh atasannya itu "Lihat tuan para bala bantuan sudah datang kita akan mencari nona bersama sama."


Tiba-tiba dua helikopter tiba di atas mereka, karena minimnya tempat, semua penumpang turun menggunakan tali satu persatu ke tempat Taksa yang lagi mengamuk ingin turun tapi ditahan oleh Mulin.


Semua anak buah inti Qiana turun langsung ke lapangan mendengar rekaman telpon Qiana sebelum hanpone Qiana mati, mereka semua khawatir karena selama mengenal nona mereka baru kali ini nona mereka melupakan jam penanda bahaya, Mereka semua tau keadaan ini karena sinyal dari jam Qiana yang Taksa pencet, lalu dengan cepat kilat Taksa sambil mengirim rekaman yang tersimpan di hanpone Taksa.


Beruntung Taksa menyetel hanpone

__ADS_1


sedari dulu, setiap hari ia bicara dengan sang istri maka hanpone nya selalu merekam dengan sendirinya. karena jika Taksa lagi bad mood dikantor dan sang istri tidak sedang bersamanya, ia selalu memutar rekaman itu.


Taksa meliahat satu persatu wajah anak buah istrinya yang tanpa ekspresi, tapi wajah mereka menyiratkan kesedihan,


"Aku mohon bantuan kalian menemukan istriku, sekarang kita mulai menyusuri tempat ini" Ucap Taksa dengan air mata berderai, persetan jika saat ini ia di anggap lembek, karena Qiana adalah hidup Taksa, sekarang hidup nya belum ada kejelasan.


"Kami akan menemukan nona tuan, karena nona juga hidup kami, tim Aruna lacak keberadaan nona, dokter stand by di tempat, tes darah darah di sini sapa tau darah nona" instruksi Rafael.


Semua orang langsung terjun ke bawah termasuk Taksa dan mulin, bahkan Zeta dan Zora pun ikut mencari keberadaan nonanya. tiba-tiba Zora mengaum "Auuuuuummm" suara Zora yang menggelegar membuat semua orang langsung berlari mencari keberadaan hewan kesayangan Qiana itu.


Zora membawa jaket berwarna putih yang di penuhi darah segar. Zora mendekati tim medis lalu menyerahkan jaket putih itu yang tak lain milik Qiana.


Melihat Zora dan Zeta mengaum gelisah setelah menemukan jaket Qiana , bahkan Taksa langsung terduduk di tanah....


"QIANA KAU DIMANA SAYANG" teriak Taksa histeris.


sedangkan tim jenius kesehatan dan racun langsung mengambil sampel darah yang berada di jaket Qiana, semenit dua menit hingga lima menit merak menunggu hasilnya sambil beberapa orang mencari keberadaan Qiana.


"tuan darah ini dari yang kami periksa adalah DNA Milik nona" ucap Zayyan sambil menangis sebab jaket itu bukan hanya terdapat bercak darah melainkan seperti jaket itu sudah berganti warna menjadi merah darah.


^^^~To be continued^^^


~Terimakasih atas like


komentar


Vote.


Dukungan kalian merubah hidupku.

__ADS_1


karena semakin banyak dukungan kalian maka semakin semangat dalam membuat cerita ini.


__ADS_2