Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Kegaduhan Taksa di pagi hari


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Hari telah petang, saat ini Taksa dan Qiana menepati janjinya kepada kakek untuk menginap di rumah WU.


Saat ini mereka berkumpul di ruang keluarga, setelah makan malam.


"Kakek tidak boleh duduk dengan istriku"


"Astaga kau cemburu kepadaku Taksa" kakek tidak mengerti jalan pikiran cucunya yang susah ditebak itu.


"IYA" jawaban Taksa singkat dan padat.


"Astaga kau tak lihat kulit kakek yang keriput dan rambut kakek sudah putih semua, kau tak mencium jika kakek sudah bau tanah"


"Selama kakek laki-laki dan memiliki pedang, itu adalah ancaman, dan aku adalah laki-laki yang menjaga apa yang aku miliki" tegas sambil memeluk pinggang istrinya posesif.


"Ah cucu menantuku, kakek di aniaya lagi oleh si gunung es mu itu," mimik wajah si kakek di buat mengenaskan.


"Maafkan Taksa kek, kakek boleh dekat denganku ,"


"Memangnya Taksa menganiaya kek apa lagi??"


"Dia meninggal kan ku di Mansion kalian tanpa pamitan tadi siang padahal aku semalam tak bisa tidur mendengar kabarnya semalam"


"Maafkan kami kek, Qiana pun juga lupa dengan keberadaan kakek"


"Baiklah baiklah kakek memaafkannya"


"Cih jika aku yang salah sendirian, maka Omelan si kakek seperti struk belanjaan di supermarket, di catat satu persatu, bahkan kesalahan di masa kecil pun juga di bubuhkan" kata-kata Taksa dingin.


"Dasar cucu laknat, rubah lah ekspresi dingin mu itu, kau seperti mahluk hidup yang tak ber ekspresi,"


"Taksa dulu masih SMP nekat tanpa sepengetahuan kakek membawa mobil kesayanganku ke jalanan, pas di tengah jalan dia terkena razia, karena masih dibawah umur, kau tau apa yang dilakukan oleh si gunung es ini Qiana sayang?"


"Apa kek?"


"Mulai sudah" kata Taksa dingin.


"AMBILLAH MOBIL INI.... itu saja kata-kata Taksa kepada pak polisi, dan tanpa persaan dia meninggalkan kesayangan kakek begitu saja, untung plat nomor kendaraan keluarga WU Khusus, pihak polisi menelpon kediaman ini, tentang kelakuan cucu laknat ku ini" dan banyak kesalahan Taksa yang kakek beberkan, sehingga Qiana pun ikut tertawa.

__ADS_1


"Hahahahaha" Qiana tertawa lepas.


"Aku senang melihat tawa lepas mu hon, ku harap bisa melihat tawamu, CUP" tanpa rasa malu Taksa mengecup bibir Qiana di depan kakek.


"Aaahh..." Taksa mendesah saat pinggangnya di cubit dengan keras oleh Qiana.


"Astaga Taksa kau tak lihat ada orang lain disini ??"


"Bilang saja jika kakek iri"


"APA KATAMU" geram si kakek, ia tak habis pikir, dengan otak cucunya itu.


"Karena kakek lama menduda" kata lucnat keluar dari mulut Taksa.


"Astaga besok aku akan membawa ke tukang cuci otak, semenjak kau buka segel, pikiran mu cuma uwu uwu terus," mana ada kakek tua renta sepertinya masih memikirkan tentang uwu uwu ... membawa dirinya saja sudah membutuhkan tongkat keramatnya.


Bukannya Taksa tega sama si kakek, sebab dari mereka sampai di Mansion ini hingga jam 21:00 si kakek masih menahan istrinya di ruang keluarga.


Apa kakek tidak tau?, jika pasangan pengantin baru pasti sedang senang senangnya berduaan di dalam kamar,


Bahkan tadi terlintas di benak Taksa jika setelah ini ia akan membawa sang istri tercinta berbulan madu di pulau pribadinya berdua saja.


Akibat ulah si kakek skedul si Jery jadi terbengkalai, karena saat ini si kakek benar-benar menahan sang istri diruang keluarga.


"Kakek aku akan membawa Qiana tidur, besok-besok aku akan mengatur waktu untuk kakek bertemu istriku, lihat kan akibat ulah kakek, si Jery GK jadi rapat malam"


"Sana bawa istri mu, ia kelelahan, berilah dia istrihat, kasian baru semalam tanggulnya ambruk akibat ulah si Jery, malah kau mau garap lagi." sedangkan di hati kakek bersorak gembira karena pembalasan nya terkabul untuk sang cucu yang tadi siang meninggalkannya itu.


"Cihh" Taksa membawa Qiana kekamarnya di Mansion WU yang sudah lama ia tinggalkan.


Ia meletakkan Qiana dengan hati-hati di atas tempat tidur "mungkin si kakek benar sayang, kau perlu istirahat sebab baru semalam tanggul pembatas di terowongan Kasablanka mu aku bobol, aku yakin itu masih sakit... cup.... tidurlah semoga Mimpi aku" Taksa mengabil posisi di samping istrinya, dengan kepala Qiana berada di atas lengan kekarnya.


Jika semalam mereka bertarung tanpa kenal lelah maka malam ini mereka menikmati tidur nya dengan pulas hingga pagi pun menjelang.


*


*


*

__ADS_1


Bunyi alarm jam 5:00 pagi di hanpone Taksa berbunyi, semalam ia sengaja mengaktifkan alarm untuk mengingatkan bawa pagi ini , waktunya si Jery meeting di terowongan kesayangannya...


"Uhhh... bunyi apa itu" sebab Qiana peka dengan sekitarnya.


"Oh sudah waktunya" jawab Taksa serak layaknya orang bangun tidur.


"Waktu apa ?" tanya Qiana sudah bangun.


"Waktu si Jery meeting dengan terowongan Kasablanka ku lah sayang, siapa yang meninggalkan ku tidur duluan semalam, sesuai perjanjian kita si Jery harus apel 3 kali dalam sehari"


Sumpah... Qiana tidak habis pikir dengan otak mesum suaminya itu, tapi mau bagaimana lagi, sebab itu sudah perjanjian mereka di awal.


Dan Taksa mendapatkan lampu hijau dari istrinya yang pasrah menerima si Jery Ngapel tak menyia-nyiakan kesempatan Taksa langsung menyerang bibir ranum sang istri


" Cup... morning kiss yang, apakah kamu siap?? "


Ketika mendapat respon anggukkan kepala dari bidadari dibawahnya, si singa jantan itu bersorak gembira.


Ia langsung mengeluarkan jurus pamungkasnya untuk memulai perang dengan sang istri.


Dari saling ******* dan mengecup di bagian yang ingin ia berikan stempel kepemilikan olehnya, dan raba apa yang ingin raba.


Bak pemain profesional Taksa memanasi mesin sang istri agar si Jery yang siap lahir dan batin langsung tancap gas.


Dan saat ini mereka sudah dalam keadaan tak memakai apapun, ketika si Jery ingin memulai perangnya wajah Taksa memucat.


"Sayang kenapa terowongan mu banjir ??," Taksa melihat darah keluar dadi terowongan Kasablanka sang istri.


"Apa akibat pecahnya tanggul membuat terowongan mu banjir" tangan Taksa gemetar, si jeri yang tadinya berdiri tegak bak tiang bendera langsung pingsan seketika.


Sedangkan Qiana yang mendengar kata-kata aneh dari sang suami langsung duduk, ia melihat darah di seprai.


"Astaga tanggal berapa ini aku sampai lupa, dan tak terasa" Qiana ingin bangkit mau kekamar mandi , tiba-tiba Taksa mengehentikan sang istri.


"STOP sayang kau tidak di perbolehkan turun selangkah pun dari ranjang" Taksa mengambil hanpone di sebelah nakas, ia langsung membuat panggilan.


" SEKARANG DALAM 10 MENIT KAU HARUS DATANG KE MAINSON WU DION , BAWALAH PASUKAN TERBAIKMU, TEROWONGAN ISTRIKU BANJIR , JIKA LEBIH DARI 10 MENIT KALIAN SEMUA TIDAK BOLEH MASUK KERJA MULAI SEKARANG " teriak Taksa.


"Maafkan aku sayang mungkin aku terlalu kasar memecahkan tanggul mu kemarin malam, tapi kamu jangan khawatir setelah ini para dokter terbaik Dion akan memperbaiki tanggul yang Jery rusak" raut wajah Taksa pucat pasi.

__ADS_1


" Tapi Taksa.... "


^^^~To be continued^^^


__ADS_2