Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Membuat kegaduhan di markas orang


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Mobil melaju kencang memasuki hutan belantara yang tak mudah di masuki manusia, karena di hutan itu banyak sekali cabang jalan entah kemana terobosannya, jika bukan penghuni tempat ini mungkin tak akan bisa pulang kerumahnya lagi selamanya, karena hutan di alam ini masih terjaga binatang buasnya.


Qiana yang kala itu berpura pura menjadi tahanan, mulutnya ia ikat dengan kain tubuh nya ia tutup dengan jaket yang ada di mobil musuhnya, tetapi didalam jaket itu tangan Qiana menodongkan senjata ke pinggang si supir agar tidak macem macem.


Tiba tiba mobil yang dikendarai Qiana sampai di sebuah gerbang menjulang tinggi sekitar 10 meter dan sangat menyeramkan. Lalu seorang penjaga mengetuk pintu dari luar mobil.


"Identitas," ucap si penjaga. Qiana langsung menekan senjata ke pinggang orang itu. lalu dengan sigap orang itu membuka kaca mobilnya "Ini , bilang sma bos aku membawa wanita yang dia inginkan" ucap tawanan Qiana.


"Ok.." lalu gerbang itu terbuka, mobil memasuki halaman sebuah mansion mewah bergaya Eropa, sungguh siapa pun tak menyangka , dihutan rimba ini ada bangunan megah super mewah memanjakan mata dan seram sekaligus, karena di sekeliling Mansion itu dikelilingi bunga bunga paling beracun di dunia, bahkan di sebelah kediaman itu terdapat taman bunga mawar hitam, sungguh ke mawahan sekaligus menyeramkan.


"Silahkan turun nona" ucap si Sandra.


Qiana memejamkan matanya untuk memberikan kekuatan kepada tubuhnya, karena ia saat ini tak bisa bertarung lama-lama karena tubuhnya banyak mengeluarkan darah, ia memeriksa denyut nadinya sebelum turun, kira-kira 10 menit lagi ia bisa bertahan.


Qiana turun dari mobil, Qiana berjalan di belakang orang itu, sambil menodongkan senjatanya, dengan kewaspadaan tinggi yang di bangun oleh Qiana, aura intimidasi yang sangat tinggi, membuat orang yang Qiana Sandra itu ketakutan, "Aku akan membawamu ke penjara wanita sialan" kata hati laki-laki yang Qiana Sandra.


"Buk" Qiana menendang punggung laki-laki itu, "Kau jangan macem macem dengan ku, bawa aku ke tempat bos mu, atau kepala mu ini aku lubangi" ucap Qiana dingin, wajahnya penuh dengan kemarahan.


"Kenapa anda memukul ku nona, saya tidak berbuat apa-apa" Tanya laki-laki penuh dengan kebingungan.


"Kau ingin membawaku ke penjara kan, jika kau berani maka aku akan membawamu ke neraka," ucap Qiana dengan sarkas.


"Ba.... Bagaimana... a...anda tau nona" keringat sebesar biji jagung menetes di kening laki-laki itu, bahkan bulu bulu di sekujur tubuh nya berdiri semua, si laki-laki itu tambah takut kepada Qiana yang tak memiliki ekspresi dan tak merasakan rasa sakit.


Karena laki-laki ini menyaksikan sendiri bagaimana Qiana tertembak di punggungnya, dan masih berdiri tegak dan membantai semua anak buahnya, bahkan di dalam mobil pun darah Qiana keluar merembes banyak, tetapi tak sedikitpun rintihan keluar dari mulut Qiana. tak ada ekspresi kesakitan sedikit pun dari wajahnya, bahkan pukulan Qiana masih mampu mematahkan satu tulang rusuk laki-laki berbadan besar itu.


"Kau pilih ingin hidup atau mati, jika kau ingin hidup maka kau harus membawaku ke bos mu, jika ingin mati, silahkan kau coba bawa aku ke penjara ?" Ucapan Qiana membangunkan kesadaran laki laki itu.


"Baik nona saya akan mengantar anda ke tuan X " laki-laki itu memilih menyelamatkan hidupnya, toh jika wanita ini berulah pasti akan habis di tangan bosnya yang kejam.


...* * * *...

__ADS_1


Sekitar 5 menit mereka berdiri di pintu besar yang di jaga oleh dua orang bertubuh besar .


"Kau sudah kembali, siapa gadis cantik ini bro" tanya salah satu penjaga.


"Tuan ada didalam" tanya laki-laki yang bersama Qiana.


"Ada sekarang mereka lagi rapat"


"Bisakah aku masuk kedalam, ini sangat penting?" . penjaga mendengar kata-kata si Sandra, penjaga itu memencet earphone di telinganya, lalu melapor ke dalam Aula.


"Silahkan masuk" kedua orang itu membuka pintu.


Di dalam aula itu begitu banyak orang berdiri dengan barisan rapi menghadap kedepan, didepan ada seorang pria tengah duduk di singgasananya, ia dampingi seorang pria yang berdiri disampingnya, menandakan jika pria itu adalah asisten pria tanpan itu.


Pria itu sangat lah tampan, dengan tanpang khas Eropa yang terpahat sempurna di wajahnya, serta ekspresi datar yang di miliki pria itu mebuat aura kepemimpinan yang tak mudah disinggung oleh siapapun.


Mendengar pintu terbuka dari luar, membuat perhatian seluruh orang di ruangan tertuju kepada pintu yang terbuka, mereka melihat seorang gadis dan salah satu anggota mereka masuk, membuat banyak pertanyaan dibenak mereka, bahkan ada yang terang terangan bersiul kepada wanita itu.


Wanita itu langsung menembak kepala si orang yang bersiul padanya tanpa melihat dimana orang itu berada, "Dor" tembakan itu tepat sasaran. Melihat kelakuan seorang wanita yang lancang melenyapkan salah satu anggota mereka dengan terang terangan di hadapan tuannya membuat semua orang memandang marah.


"Nyali mu besar sekali nona, kau membunuh di depan ku" ucap si ketua.


"Aku akan membunuh setiap orang yang menyinggung ku" balas Qiana dingin.


"Kau sudah kembali, kenapa kau bawa wanita ini pulang, apa kalian tidak tega menghabisi seorang wanita karena kecantikan nya" tanya orang yang berdiri di samping bos mereka, rupanya laki-laki itu yang memberi perintah kepada anak buahnya untuk menghabisi Qiana.


"Itu tuan" si Sandra takut mengatakan


Orang itu berteriak "Itu apa... jawab.. dimana anak buah mu"


"Biar aku jawab ... anak buah mu sudah ku kirim ke neraka, dan kau lihat aku hanya meninggalkan satu ekor kambing kacang ini untuk mu, itupun aku sisakan hanya untuk pembimbing jalan untukku" jawab Qiana lantang.


"Apa itu benar" kemarahan terpancar dari orang yang menyuruh membunuh nya.

__ADS_1


"Benar tuan" jawab si Sandra sambil menundukkan kepalanya.


Melihat keberanian gadis kecil di hadapan nya, si ketua hanya tadi terdiam memperhatikan wanita itu, bahkan ia sedikit menyunggingkan senyumnya, pria itu ingin melihat kehebatan gadis kecil ini di hadapan matanya.


Karena di kuasai amarah, orang nya merupakan tangan kanan ketua mafia itu langsung melompat kebawah, ia langsung menyerang tubuh Qiana. " Buk " satu pukulan langsung Qiana tangkis.


"Buk.." tendangan kedua laki-laki itu melayang ke arah wajah Qiana , dengan sigap Qiana menangkap kaki laki-laki itu , lalu memelintir nya seperti memelintir sebuah tangan kecil "Ahhhh" teriak laki-laki.


"Kau kurang kompeten memilih tangan kanan tuan" lalu dengan satu tangan Qiana mengayunkan tubuh laki-laki itu lalu melemparkannya nya kebelakang dengan satu tangan, tubuh laki-laki itu melayang terbang, lalu tubuh nya terhempas membentur dinding yang berjarak 30 meter dari posisi Qiana.


"Wow" ucap semua orang di tempat itu, baru kali ini semua


orang melihat seorang gadis dengan tubuh kecil mengangkat tubuh laki-laki besar hanya dengan Satu tangannya saja,,, sungguh kekuatan luar biasa, semua orang di tempat ini tak memiliki kekuatan besar seperti yang di miliki gadis kecil yang berdiri didepan mereka.


"Kau sungguh hebat wanita... kau benar, aku kurang kompeten, kau ingin kompensasi apa dariku untuk permintaan maaf atas ke lancangan anak buah ku ini." ketua mafia itu sungguh terkesan dengan kekuatan Qiana.


"Apa yang kau akan beri kepadaku untuk kompensasi ,anak buah mu membuat punggung ku bolong, lihat darah di punggung ku ini, sekarang aku persis seperti sundel bolong" ucap Qiana, lalu ia berbalik memperlihatkan punggung nya yang terluka, bahkan darah seperti sumber air rembes kebawah.


"Apa kau terluka wanita" si ketua mafia itu kaget, lalu mendekat ke tubuh Qiana, ia menyentuh luka Qiana yang merembes.


"Kau manusia apa bukan wanita?, dalam keadaan terlukapun kau mampu merobohkan anak buah ku yang terbaik..... dokter .... dokter panggil semua dokter agar stand by di ruang rawat" si bos mafia itu memperlihatkan ekspresi paniknya.


sedangkan semua anggota masih memandang takjub dengan kekuatan Qiana yang terluka masih mampu menumbangkan orang terkuat nomer dua di organisasi mereka dan baru kali ini melihat tuannya perhatian kepada seorang wanita.


"Berisik , aku mendapat kan luka ini dua jam setengah yang lalu ... Buk" ucap Qiana lalu tubuhnya pingsan seketika. Dengan sigap bos mafia itu menangkap tubuh Qiana.


"Kau harus sadar wanita, calon istri Abraham Xander sudah aku tetapkan yaitu kamu...Cup" laki-laki tampan itu mencium kening Qiana, lalu dengan langkah lebarnya membawa tubuh Qiana ke tempat medis.


^^^~**To be continued^^^


Yuk dukung karyaku dengan like, komentar, Bintang ⭐ Lima , serta Vote nya.


vote lebih dari 10 , satu episode lagi akan meluncur😁**.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan nya.


__ADS_2