
...^HAPPY READING^...
~Flashback pada saat Qiana mengalami serangan.
Setelah berpamitan dengan sang suami Qiana langsung pergi dari kediaman WU, karena masih banyak berdebat masalah ini dan itu agar di izinkan pergi sendiri ia melupakan gelang sinyalnya di kamar.
Ketika di perempatan jalan ada dua orang anak kecil sedang berjualan tisu, si kakak kira kira berusia 12 tahun dan adiknya 3 tahun, kedua gadis kecil itu menarik perhatian Qiana, lalu Qiana memberhentikan motornya di pinggir jalan. "Hey gadis kecil kemari lah" panggil Qiana.
Mendapat panggilan dari orang ,tanpa ragu gadis kecil itu menghampiri Qiana yang ia kira pembeli pertamanya. "Kakak ingin membeli tisu?" tanya gadis itu.
"Ia, aku mau tanya kenapa kau berjualan membawa seorang balita, kau tak tau jika berkeliaran di luar tanpa dampingan orang dewasa itu sangat membahayakan keselamatan kalian" ucap Qiana sambil melihat gadis kecil itu satu persatu.
"Ayah ku terkena setruk dirumah kak, sedangkan ibu kami meninggal pada saat melahirkan adik, mau tidak mau aku harus berjualan sambil mengasuh adikku ini" mata gadis kecil itu berkaca kaca.
"Mulai sekarang maukah kau tinggal di pulau kecil kakak?, disana ayahmu akan di obati dengan geratis, kalian akan tinggal di panti asuhan selama ayah kalian masih sakit, kau akan sekolah lagi nanti nya disana, adikmu akan ada para suster yang mengasuh nya disana, jika kalian mau kalian selamanya boleh menetap menjadi salah satu penghuni di pulau itu, disana banyak orang orang tak mampu dan para anak yatim dan tuna wisma yang menetap di pulau itu" Qiana menawarkan anak kecil itu bantuan.
Sedangkan anak kecil itu mendengar pengobatan sang ayah dengan geratis, dan sekolah untuk nya, ia langsung menyetujui, dan adiknya ada yang mengurus, hatinya sangat gembira "Mau kak aku mau apakan kakak tidak berbohong" tanya gadis itu memastikan.
"Aku tidak berbohong, kau lihat mobil itu, merekalah yang akan mengantarmu kesana, kau pulanglah bersama dengan mereka menjemput ayahmu," ucap Qiana kepada gadis kecil itu sambil menunjuk mobil para bodyguard yang di siapkan Taksa untuk melindungi nya.
Qiana menekan tombol panggilan kepada suaminya, "Sayang bolehkan bodyguard itu aku suruh mengantarkan seorang anak pulang kerumahnya nya, dia akan tinggal di pulau kecil ku dulu, sebelum kota mati siap di tempati" ucap Qiana.
"Tapi sayang aku hanya tenang jika kau selalu di jaga bodyguard untuk memastikan kau baik baik saja" Taksa memberi alasan kepada istrinya yang sedikit keras kepala itu.
"Kau lupa siapa aku hubby, tanpa bodyguard aku tak kenapa Napa, bahkan bodyguard mu tak bisa melawan aku sedikit pun" ucap Qiana dengan percaya diri tinggi.
"Hemz baiklah baiklah, apa yang akan aku dapatkan jika aku mengabulkan permintaan mu honey" ucap Taksa yang tak mau rugi di setiap kesempatan.
Qiana merutuki dalam hati "Dasar pebisnis yang tak mau rugi sedikit pun". tiba-tiba otak cerdas Qiana memiliki ide cemerlang, mengingat suaminya yang super mesum dan kelemahan suaminya hanya pada di bagian pe-ranjangan, Qiana tersenyum iblis "Bagaimana jika aku menggunakan lingerie seksi pemberian mama dan memimpin pertempuran seperti tadi pagi, dan aku akan memberi mu jamuan yang memuaskan, si jeri bebas minta makan beberapa porsi aku jabanin" Qiana mencoba keberuntungan nya.
Mendengar sang istri yang akan memanjakan si Jery omes si Taksa jadi traveling, bahkan pipi nya menghangat, sungguh penawaran sangat menggiurkan. Tanpa pikir panjang Taksa langsung menyetujui proposal penawaran sang istri , "Ok deal, sepulang dari kampung mati kita akan menikmati berlayar di danau mu honey, aku akan membawa beberapa baju seksi pemberian mama" ucap Taksa di sebrang sana.
"Baiklah, kau suruh anak buah mu datang kemari dan suruh dia melakukan apa yang aku pinta kepadamu, hubby aku akan pergi dulu sayang.... emmmuach" Qiana memberikan kiss bye pada Taksa.
__ADS_1
Sedangkan Taksa diseberang sana langsung kelepek kelepek, bahkan ia seakan melambung tinggi ke awan mendapatkan kiss bye dari istrinya, Taksa langsung memberi tugas kepada kedua anak buahnya sesuai keinginan istrinya.
...* * * *...
Setelah Qiana menyuruh anak buah Taksa tak mengikuti nya, senyumnya dinginnya tersungging. "Rupanya pada saat aku membuka helm ada seseorang mengawasi ku dari jauh, kalian ingin bermain main dengan ku rupanya, ayo kita bermain main, sudah lama nih gak memburu orang" Qiana langsung memacu motornya kejalan memutar, ia ingin menguji sampai mana keteguhan para musuhnya untuk menangkap nya, karena firasatnya mengatakan musuhnya itu kali ini sangat besar.
Setelah satu jam Qiana bermain kucing kucingan dengan para penguntit nya, sekarang ia membawa para penguntit itu yang terdiri dari dua mobil ke jalan sepi jurusan ke kampung mati yang memang sepi.
tiba-tiba Qiana mengentikan motornya, ia membaringkan tubuhnya di atas motor dengan kaki ia tekuk sambil menunggu para musuhnya turun.
"Kalian lama sekali" ucap Qiana.
"Hey nona susah juga menangkap kelinci kecil sepertimu" ucap salah satu pereman kepada Qiana, ia sudah memantau Mansion WU dari semalam baru kali ini ia melihat Qiana.
"Hanya gadis bisa jangan terlalu memandang tinggi dirinya, bahkan wanita ini hanya seorang pembantu keluaga WU, mungkin sedari tadi gadis ini tidak tau jika kita buntuti.
"Wahhh pembantu Kalog cakep nya kayak gini, mana tahan majikannya ... hahahaha" para penjahat memandang lapar pada Qiana.
"Siapa yang bilang aku pembantu di keluaga WU, kau tak lihat tampang dan pakaianku apa mirip seorang pembantu." Qiana memancing orang orang itu.
"Makin bahagia si bos jika kita menangkap bagian keluarga WU, ternyata wanita itu memberi tugas kita membawa wanita ke tangan kita adalah keputusan yang tepat, hey nona ayo ikut kita dengan cara baik baik" ucap penjahat.
"Kalau aku tidak mau, kalian mau apa ?" Qiana memancing orang para Musuhnya.
"Kami akan memaksamu, maju seret wanita ini lalu bawa ke mobil" perintah si ketua. 2 orang maju mencoba menyentuh Qiana, dengan sigap Qiana meloncat dari atas motornya, kedua kakinya menendang kepala kedua orang itu dengan sekali tentangan " BUK " dua orang langsung tumbang tak sadarkan diri.
"Wanita ini hebat, kalian ber lima serang wanita ini.... hhhhiiiiattt...." lima orang itu menyerang Qiana.
Dengan lihai Qiana meloncat ke atas kap mobil mereka lalu ia melompat ke arah 5 orang " Buk.... Buk... Buk... " pertarungan sengit terjadi, butuh 2 menit, empat orang tumbang.
"Dor... Dor..." sebuah tembakan melesat ke arah tubuh Qiana , dengan sigap Qiana mengelak, tapi karena ia konsen menumbangkan satu lagi musuhnya peluru meleset mengenai sedikit bahunya, dengan sigap Qiana menarik musuhnya untuk menghadang perlu kedua untuk nya sehingga mengenali kening musuhnya yang bertarung dengannya.
Dua tembakan itu mengundang perhatian seorang laki-laki paruh baya yang sedang mencari rumput untuk makanan ternaknya, si kakek tua itu melihat seorang gadis kecil melawan banyak laki-laki, jiwa kemanusiaan nya langsung meronta, tanpa pikir panjang ia berteriak. "Ada apa ini, kenapa kalian berbuat kekerasan kepada seorang wanita".
__ADS_1
"Ada orang, cepat bunuh kakek itu, kita harus melakukan pekerjaan kita dengan bersih" perintah sang bos.
Pada saat itu hanpone Qiana berdering, dengan sigap Qiana mengangkat telpon tanpa melihat si penelpon ia ingin meminta bantuan dari orang terdekatnya. Tetapi sebelum ia bicara, sebuah perintah membunuh saksi mata kejadian ini , demi keselamatan si kakek Qiana melompat ke tubuh kakek lalu "Dor..... auwwww" hanpone Qiana terlempar ke batu besar di pinggir jalan, ia syok mendapat tembakan di punggungnya, membuat tubuh Qiana oleng terduduk, Qiana langsung mendorong tubuh si kakek lalu "Dor... Auwww" erangan disusul kakek itu, yang tembakan mereka melesat ke betis
si kakek, karena kesigapan tangan Qiana mendorong si kakek, maka tembakan itu tidak melukai alat vital kakek, Qiana langsung memberikan akupuntur di kaki dan leher kakek, agar si kakek pingsan, Qiana langsung mengangkat tubuh si kekek, ia menyembunyikan di dalam semak semak di ujung jurang.
"Cari mereka," perintah si ketua
semua orang turun ke bawah di atas hanya tersisa dua orang saja.
Sampai dibawah Qiana yang sudah mengumpulkan Q nya agar tetap sadar ia langsung menyergap seorang dari mereka menggunakan akar besar yang mengakibatkan orang itu langsung tewas. lalu merampas pistol dari tangan orang itu,
"Dor .." ia menembak satu orang dengan tembakan jitunya, hanya satu peluru, nyawa manusia melayang di tangan Qiana. setiap orang tewas ia mengumpulkan senjata sang musuh satu persatu untuk cadangan menembak musuh berikutnya hingga semua orang di bawah jurang yang memburunya tewas.
Setelah beres ia bersiap naik ke permukaan, sebelum itu ia menyimpan 2 pistol dan sebagian peluru di masukkan ke pistol sisanya ia masukkan di saku celananya.
Jaket yang Qiana gunakan sudah berubah warna "Aku paling benci kotor" Qiana melepas jaketnya, Qiana langsung naek ke permukaan
"Heyyy Wanita ini disini" teriak dua orang itu. Dengan suara intimidasi Qiana menjawab "Sampai tenggorokan mu lepas, suaramu habis Meraka tak akan mendengar mu lagi, karena mereka sedang bertemu dengan malaikat maut."
"Si siapa kamu," si penjahat takut kepada Qiana, ia curiga jika Qiana bukan manusia, karena manusia normal tertembak di bagian alat vitalnya akan langsung keritis dan tewas.
"Malaikat maut mu" ucap Qiana, melihat wanita gila menodongkan senjata ke pada bosnya, salah satu dari mereka langsung lari menaiki motor milik Qiana, baru ia menjalankan motor itu "Dor" salah satu tangan Qiana menembak tanpa melihat , "Aaahhhhh" erang orang itu lalu di banting oleh motor Qiana.
"Bagaimana, kau juga ingin seperti itu kah ?"
"Ampuni saya nona, apapun yang anda inginkan saya akan lakukan" kaki yang ditodong senjata itu bergetar, bahkan ada air bocor dari celana laki-laki itu.
"Bawa aku ke markas mu," ucap Qiana dingin.
"Ba.....baik" lalu orang itu membawa Qiana mengendarai mobilnya ke markas mereka.
^^^~To be continued^^^
__ADS_1
^Bagi kakak kakak yang memiliki sisa sisa vote , yukk kasik Vote nya sama Liana , besok sudah hangus nih,,, vote kalian mengubah hidup ku .... selamat hari Minggu semuanya...^