
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
...~•^HAPPY READING^•~...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
~Flash back sebelum bom.
Setelah Zia dan Colvis meninggalkan pesta, ia kembali lagi ke tempat acara, Colvis berbicara dengan sang ayah.
Setengah jam kemudian pesta dibubarkan karena sudah waktunya bubar. Pesta itu ditutup setengah jam maju dari ketentuan pesta berakhir.
Zia dan Yumna mendapat perintah urgent dari Qiana untuk melindungi keamanan kedua keluarga besar tanpa banyak bertanya ia dengan sigap melakukan tugasnya.
Demua keluarga mereka di kumpulkan menjadi satu, mereka bersama sama memasuki lift khusus penghubung antara hotel WU dan Mall WU yang hanya di gunakan oleh orang orang tertentu.
Beruntung keluarga WU menutup hotelnya khusus untuk pernikahan Colvis, jika tidak maka akan banyak korban berjatuhan, dan cara nekat Qiana yang tak mungkin bisa dilakukan manusia biasa membuat semua orang begitu kagum dengan kehebatan wanita itu.
~ Sedangkan di sisi lain di mana Qiana dan Taksa berada.
"Hubby tolong selamatkan keluarga kita, sekarang Kita akan berpencar disini" Ucap Qiana.
"Tapi sayang aku tak mau berpisah dengan mu" ucap Taksa menyeka Air mata Qiana yang mengalir, untuk kedua kalinya ia melihat istrinya meneteskan air mata.Yang pertama perpisahan Qiana asli dengan Adrian.
"PLAK" Qiana menampar pipi Taksa.
"Maaf sayang aku menamparmu agar kau sadar jika ada banyak nyawa yang tak berdosa yang harus kita selamatkan, jika kita keluar hidup hidup aku ingin meminta mu mengajakku berlibur keliling dunia" Ucap Qiana.
"Pergilah dengan Mulin, aku sudah menugaskan Zia memulangkan para tamu, Yumna melindungi keluarga kita sudah dalam perjalan di amankan, Rafael akan menangani semua orang yang bermain main dengan kita".
"Cepat kita hanya memili waktu 15 menit sebelum Bom itu meledak, di bawah Abraham sudah mengosongkan para warga agar menjauh dari kawasan ini, aku akan melambatkan waktu itu, agar semua orang meninggalkan temapat ini tak curiga, kau percaya aku kan?" Tanya Qiana.
__ADS_1
"Disini kau berperan menjadi satu satunya orang selamat karena kau meninggalkan pesta terlebih dahulu, kau mengamuk lah di bawah nanti jika ledakan itu terjadi, buatlah mereka seyakin jika kau tak tau apa apa dengan semua ini, agar undangan lelang berada di tanganmu sayang untuk membalas mereka" Ucap Qiana.
"Cup" Qiana ******* bibir Taksa dengan penuh perasaan 20 detik.
"Cup" Ia mencium kening suaminya air mata Taksa pun tak kuasa untuk ditahan.
"Mulin bawa kejalan dia keatas anak buah ku yang standby diatas menunggu kalian".
"Baik Nona, saya berharap Anda selamat" Ucap Mulin juga meneteskan air mata.
Setelah itu ia langsung loncat berlari meninggalkan suaminya ia menekan Qi di telinga dan matanya.
Qiana merasakan jika bom itu berada di lantai 3, sedangkan ia berada di lantai 10.
Qiana berlari ke keluar ia merobek gorden melapisi kedua telapak tangannya agar tidak licin, Qiana membuka jendela lalu merayap di dinding, ia melihat pipa pembuangan lalu meraih pipa itu menerjunkan kesatu lantai kelantai yang lain, hanya butuh 5 menit ia sudah sampai di lantai yang sedang menghitung mundur.
Qiana berlari memusatkan QI nya di kaki Waktu semakin dekat ia mencari ruangan kasus karyawan karena disana bom ditanam.
Taksa mengamuk di dalam lift dengan Mulin menjadikan pelampiasan, "Kenapa maut selalu membayangi kebahagiaan ku Mulin, Adakah keadilan untuk pria yang selalu kesepian sedari kecil ini, Bagaimana jika cintaku tak dapat di selamatkan Hah...Buk....Buk...Buk.." Mulin yang dijadikan pelampiasan hanya diam membisu, membiarkan bosnya meluapkan kemarahannya sambil lift membawa mereka kepuncak gedung di itu.
Sedangkan di suatu tempat Nenek Q teriak teriak meminta menemui Qiana, "WU aku melihatnya lagi, dia cucuku pewaris keluarga XU, Tanda titik tiga di tengah tengah dadanya tadi aku melihatnya jelas pada saat dia memelukku" ucap nenek QI yang sedang di bawa pergi melalui jalan rahasia meninggalkan tempat itu menuju ke Mall WU yang hanya di ketahui oleh keluarga WU saja.
"Siapa QI, cucu Xu sudah tiada pada saat kecelakaan 17 tahun yang lalu".
"Sedari tadi aku sudah memikirkan, hanya keluarga XU yang memiliki tanda seperti itu, aku ingin melihat nya lagi WU aku akan memastikan nya lagi".
"Nanti jika sudah dirumah kita akan memastikan nya" Ucap kakek WU yang kaget dengan ucapan mantan kekasihnya, ada harapan kecil di hati kakek WU mendengar jika kemungkinan cucu menantu nya adalah salah satu pewaris keluarga XU.
"Aku tak sabar jika dia benar benar putri XU, maka organ tubuh terdeteksi mengaktifkan sebuah informasi tentang keluarga XU".
"Aku berharap dia benar benar salah satu dari mereka".
__ADS_1
Sedangkan Taksa saat ini sudah berada di dalam helikopter yang melambung tinggi selama 10 menit yang lalu ia sudah menaiki helikopter.
Sudah 30 menit ia berada di atas Mall menunggu sang istri, ia yakin istrinya bisa menaklukkan bom itu karena sudah lebih dari 30 menit, semua keluarga sudah berkumpul di tempat itu termasuk Zia...
Nenek QI yang mendekati Taksa, "Taksa dimana istrimu?" Tanya Nenek Qi.
"Istriku sedang di"
"DUAR" Gedung Hotel Itu Meledak....
"Tidak.... Qiana ......" Jerit Taksa.
~Flash back off
^^^~**To be continued^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini**
__ADS_1