Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Masa pemulihan


__ADS_3

..."Tekun "...


...kata yang terdiri dari lima huruf abjad itu sangat mudah di ucapkan....


...tetapi tak semua orang bisa sempurna mejalani ketekunan, bahkan orang tersabar sekalipun tak dapat menjalankan ketekunan dengan penuh....


...Karena apa??...


...Karena ujian manusia untuk mencapai sebuah ketekunan memiliki banyak hambatan yaitu lelah, bosan , Lupa, kesibukan sbg nya....


...contoh nya tidaklah jauh yaitu, memenuhi kewajiban kita kepada Tuhan yang maha esa, adakah kalian sepanjang hidup tak pernah meninggalkan ibadah??....


...maka tanyalah pada dirimu sendiri....


...Jika orang memiliki ketekunan yang kuat maka dalam hidup orang itu memiliki kesabaran dan pengendalian diri yang sangat tinggi....


...Dari ketekunan itu, kita mendapatkan sebuah jalan hidup sederhana dan berkah....


...usaha kecil kecilan yang di pandang remeh oleh orang, kita jalani dengan akan membawa kita dalam keberhasilan....


...kuncinya hanya satu, jika kita sudah lelah dengan apa yang kita kerjakan, maka kembalilah ke awal dimana niat dirimu dalam melakukan sesuatu, karena hanya hal itulah yang membawa kita pada ketekunan, karena Tuhan pasti akan merestui hamba-nya yang tekun agar lebih maju menjalani kehidupan....


...Ibarat kata jika kau ingin menjual permen maka kau harus tetap menjual permen , biarkan tetangga mu sedang memiliki lebih menjual donat meski usaha itu lebih berhasil dari dirimu, maka kau harus bersabar menjalani usahamu sendiri....


...karena rezeki setiap manusia sudah di atur oleh tuhan masing masing, hanya jalanya yang berbeda-beda....


...Siapa tau di hari esok usaha kecil-kecilan mu itu akan menjadi bukti keberhasil....


...yang awalnya pedagang permen menjadi pengusaha permen....


...hanya ikhlas dan sabar akan membawa kita dalam ketekunan dan tekun membawa ke dalam sebuah kesuksesan yang sesungguhnya....


...Karena orang yang memiliki ketekunan yang kuat , maka apapun usaha mu kelak itu akan berjalan dengan semestinya, orang tekun pasti tau caranya bersyukur, dan tak mudah menyerah jika merasakan pasang surut dalam melakukan sesuatu....


...Karena aku mersakan apa yang aku tulis🖕 di atas saat ini dalam menulis....


...Membuat cerita sangat tak mudah, menyusun kata dan agar bisa di nikmati oleh pembaca....


...membuat cerita seperti ini pun tak mendapatkan uang. jika apa yang Liana kerjakan mendapatkan hasil maka itu poin lebih untuk Liana mungkin rezeki Liana yang lebih....


...karena tujuan menulis ku sesungguhnya adalah ingin menghibur dan membawa keceriaan pada setiap pembaca....


...Di dunia nyata kita sudah merasakan pahit manis kehidupan, kita membaca untuk mengisi kejenuhan dalam hidup, dan ada juga yang membaca untuk menghibur diri dari kelelahan setelah bekerja....

__ADS_1


...Liana hanya bersyukur jika ada orang menghargai karya receh ini dengan like, komentar kalian....


...apa lagi ada yang memberi sebuah Vote dan hadiah, jiwa semangat yang sudah merasa jenuh dalam berkarya akan berkobar untuk menciptakan sebuah karya yang masih receh ini....


...terimakasih semua hanya itu yang aku ucapkan semoga Tuhan membalasnya....


...Liana Keizia...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Taksa mengambil sebuah kain dalam lemari , lalu melangkah kan kakinya keranjang tempat sang istri sedang terlelap.


Lalu Taksa membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, wajahnya memandang wajah istrinya yang ayu, pandangan mata Taksa seakan penuh haru dan juga kerinduan.


Mata itu seakan tak ingin berpaling dari wajah sang istri, lalu tangannya mengabil tangan sang istri dengan lembut.


Ia mengikat tangannya dengan sang istri, pembaca bisa dibilang laki laki lebay sampai mengikat tangan nya dengan sang istri.


Semua itu ia lakukan hanya untuk memastikan jika sang istri ada di tempat yang sama dengan dirinya. Dan tak pergi kemana pun meninggalkan dirinya sendiri.


Sungguh pemandangan menyihir mata melihat manisnya pernikahan mereka.


Mereka memang tak pernah bertengkar tetapi ujian hidup mereka sungguh lah berat , bahkan di dunia nyata tak satupun orang sanggup merasakan cobaan hidup yang beberapa kali dipisahkan dan bertemu kembali.


Senja datang menghiasi langit.


udara malam menyapu menyapa kulit, angin bertiup dari jendela kamar yang sengaja Taksa buka agar udara segar dan alami masuk kedalam kamar mereka.


"PlaP" Mata Qiana terbuka terlebih dahulu, panggilan alam kamar mandi terpaksa membangunkannya.


Ia langsung duduk, dan menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh nya, matanya tertuju pada tangan kirinya yang sedang terikat apik dengan tangan sang suami. Membuat senyum manis milik Qiana langsung terbit meliahat tingkah sang suami yang sangat menggemaskan.


Merasakan ranjang bergoyang Taksa pun terbangun.


"Sudah bangun honey,,, kau merasakan lapar kah???" tanya Taksa.


"Mau kekamar mandi hubby, dan terimaksih sudah membersihkan tubuh ku" ucap Qiana, Karena saat ini bajunya adalah baju dinas malam, tapi bukan lingerie seksi seperti biasanya, hanya piama yang nyaman di pakai.


Taksa tak mau mengambil resiko lagi seperti tadi lagi si Jery yang tak bisa tahan dengan godaan, Taksa sadar jika imannya hanya setebal kulit bawang merah jika di suruh berhadapan dengan terowongan Kasablanka.

__ADS_1


"Sama sama sayang, aku takut tubuhmu masuk angin dan sekarang aku akan mengantar mu kekamar mandi"


"Tapi buka dulu ikatan nya" ucap Qiana.


"Oh.. ia, aku sampai lupa dengan ikatan ini" Dengan sigap Taksa melepas ikatan di tangan nya.


"Kenapa kau mengikat tangan kita hubby ?" Tanya Qiana.


"Aku meningkatkan nya karena aku takut ada seseorang lagi memisahkan kita kembali" ucap Taksa.


"Oh romantis nya suamiku ... Cup" Tanpa aba aba si Qiana langsung nyosor terang bulan milik Taksa.


"Kau pintar menggoda ya sayang" senyum Taksa mengembang ia sangat bahagia melihat perubahan pada sang istri saat ini, bahkan kekakuan Taksa sudah mulai meluntur, dan hidup nya sudah semakin berwarna karena adanya Taksa di hidup Qiana.


Dulu Qiana hanya menyukai pakaian berwarna hitam dan abu abu, semenjak menikah Qiana memakai pakaian yang di belikan oleh sang suami yang bermacam macam warna.


......* * * * * * * ^•^* * * * * * *......


Sudah 3 tiga hari Qiana memulihkan tenaga.


sekarang ia sudah bisa berkeliling kemana mana, cuman kepala si Qiana semakin pusing dengan dengan ke posesif an si Taksa yang semakin menjadi jadi.


Taksa selalu mengikuti kemana pun sang istri pergi, hanya buang hajat saja Taksa tak mengikuti Qiana.


Sebenarnya ia mau ikut kerena Qiana mengancam akan pergi lagi baru Taksa mau melepaskan nya kedalam kamar mandi.


~Siang hari


"Sayang kau membuat keluarga Lu Bangkrut." Tanya Qiana yang saat itu sedang bersandar di dada bidang Taksa.


"Ia sayang aku membongkar semua kejahatan Rudi Lu yang suka Berjudi dan main perempuan, Dan uang yang ia menggunakan uang perusahaan."


"Tak disitu juga aku juga akan membereskan wanita jahat itu, dan membongkar semua kejahatan nya, dan maaf sayang wanita itu bunuh diri setelah mendapat kan siksaan fisik dari Zia, dan kala itu Zia sangat berutal mendengar jika ialah biang kerok dari masalah ini" ucap Taksa.


"Tidak apa apa hubby sekarang aku ingin menemui mereka untuk yang terakhir kalinya." pinta Qiana.


"kau sakit sayang, Setelah ini kau boleh. menyiksanya aku tak melarang, aku ingin kau khusus dalam penyembuhan sekarang. "


"Besok ya" ucap Qiana.


"Baiklah ... cup" Taksa mencium kening sang istri mesra.


^^^~To be continued^^^

__ADS_1


__ADS_2