
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
...~•^HAPPY READING^•~...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
Di lain tempat seorang gadis beberapa kali menendang betis seorang pria.
"Aw sakit sayang" Ucap Colvis yang lagi mengeluh karena sedari tadi Zia terus menendang betisnya.
Dalam hatinya Colvis bersyukur, "Untung betis gue kokoh, Sekokoh pohon beringin karena ku dapat dari pelatihan selama 10 tahun di militer, Kalog betis ini betis akang siomay udah jadi 10 bagian dan alamat kursi roda menemaniku di usia 29Tahun ini."
"Makanya, lepaskan borgol ini dari tanganku" ucap Zia dengan wajah merah karena marah.
"Kau ambilkan lagi di saku celanaku sayang, belum apa apa kau sudah menyerah" Ucap Colvis sambil menyunggingkan senyum mautnya yang memikat para kaum hawa.
Wajah Zia langsung memerah meliahat senyum ganteng milik komandan pasukan tentara itu, cepat cepat ia merubah ekspresinya, "Gak usah senyum senyum seperti itu, wajah mu seperti si Mumun yang lagi ke pasar jika seperti itu, mual aku melihatnya" ucap Zia.
"Wah teganya dirimu menyamakan ku dengan seekor monyet sayang, dan kenapa kau ngambek, bukannya kau yang salah tadi merogoh celanaku mencari kunci, malah yang kau pegang adalah jagung bakar milikku, dan aku bersyukur dengan kau memegang si jagung, Tiket menikah gratis ada didepan mata" ucap Colvis terus terang.
"Nyes" Wajah Zia langsung memerah, bahkan rasa panas bisa membuat melelehkan mentega.
Sedangkan Colvis meliahat sang gebetan, eh salah calon istri memerah, hatinya Dag Dig Dug serr, apa lagi reaksi jagung bakar miliknya yang sangat hot melebih hotnya balsem Geligatot itu berdiri tegak ketika sebuah tangan menyapanya, padahal sapaan tangan itu hanya dari luar bedong saja, malah reaksi sungguh luar biasa, membuat si jagung langsung kesurupan.
Colvis memikirkan kejadian kejadian tadi yang sangat mendebarkan.
~flashback
Ketika Colvis menarik tangan Zia, tiba-tiba Zia langsung menarik berbalik menarik tangan Colvis, lalu memelintirnya kebelakang.
"GEDEBUK... AW sayang kau kdrt"ucap Colvis meringis, ia merasakan pinggangnya sangat sakit.
Melihat musuhnya tumbang dengan satu serangannya, Zia sedikit merasakan kasihan kepada laki-laki yang selalu memandang nya tak berkedip, seperti seseorang yang melihat mahluk terunik saja.
Zia yang masa sedikit iba, tangan nya ia ulurkan kepada Colvis tapi wajahnya tak memandang laki-laki itu.
"Klak," bunyi sesusatu yang aneh, Zia merasakan adanya benda asing di tangannya, ia mengira laki-laki mesum itu memberikan sebuah gelang indah kepada gadis pujaan hatinya, seperti di TV TV, dan kelakuan laki-laki seperti itu sangatlah romantis.
__ADS_1
Kepala Zia berputar penasaran benda apa yang laki-laki itu pakaian padannya.
Mata Zia melotot, bisa bisanya dia berfikir hal hal romantis jika sesungguhnya yang di pasang di tangannya adalah sebuah borgol yang sudah terkunci, dan sebelahnya sudah ada tangan Colvis yang sudah terkunci.
"Apa yang kau lakukan padaku laki-laki bodoh!" ucap Zia penuh penekanan.
"Hanya untuk berjaga jaga agar dirimu tidak melepaskan tanganku lagi sayang" ucap Colvis.
"Buk" Sekarang tendangan Zia pas di pinggang Colvis.
"Aw.....Waduh bahaya ini, Kalau pinggang ku encok sayang".
"Masa depan ku bisa bisa terancam nih, dan alamat kamu bisa poliandri, karena aset abang sangat berharga setelah si jagung panas tentunya," Colvis terduduk, lalu sebelah tangannya memijat pinggangnya yang sakit.
"Kau harus tanggung jawab dengan menikahi Abang sayang, wanita mana yang mau menikah dengan Abang jika pinggang Abang bermasalah, setelah ini pasti Abang menderita encok kepanjangan." ucap Colvis sedikit dramatis.
"Oh, tidak" teriak Colvis.
"Kenapa?.. Kenapa?... Pinggang mu terbelah menjadi dua?," Tanya Zia yang kaget dengan teriakan Colvis.
Sedangkan Zia saat ini bingung dengan apa yang di ucapkan oleh laki-laki mehong di depannya itu, pikir Zia saat ini adalah, Sejak kapan tuan mudanya memelihara kambing, jika ular dia tau di Vila ada Suli famili, dan sejak kapan pinggang encok malah menjurus ke para hewan, karena tak mendapatkan jawaban ia langsung menarik Colvis agar berdiri.
"Sayang hati hati" ucap Colvis sedikit merintih.
Sekarang Colvis di papah oleh Zia, sesekali ia meletakkan kepalanya di pundak Zia, ia mengendus aroma khas milik calon istrinya, sampai sang pemilik leher merasakan risih.
"Colvis kesabaran ku tinggal 20%, jika tidak akan ku lempar kau ke danau itu" Ucap Zia menendang betis milk Colvis.
"AW....Kau sungguh romantis sayang mengajakku bunuh diri bersama sama, tapi tenang karena kau sudah membuat cidera pinggang ramping ku ini maka kau harus mengantarkan aku pulang kerumah, dan langsung menjadi nyonya Colvis Adelard Qi. kebetulan orang tuaku sangat merindukan menantu dirumah kami."
"Colvis sekali kau melantur akan ku potong tangan ini, lalu akan ku lempar kau kedalam danau."
"Dengarkan aku baik baik, aku tak akan mengulangi lagi, hidupku milik nona selamanya, bahkan aku berencana mengabdi kepadanya selamanya dan tak akan berkeluarga, apapun keinginan nona Tetang hidupku, aku akan menuruti perintah nona, nona adalah segalanya untuk ku maka jauhkan otak kotor mu jauh-jauh dariku, dan kau tak tau tentang diriku, keluaga ku, masa laluku, bahkan aku mampu menghabisi mu disini saat ini, karena nona mengucapkan dengan lantang jika mulai hari ini kau adalah kakaknya sebagai abdi aku menerima mutlak keputusan nona tanpa berpikir apapun lagi," Ucapan Zia membuat Colvis terdiam, "Buk" lagi-lagi kaki Zia menendang betis Colvis.
"Aw...Kenapa lagi kau menendang ku sayang." Untuk sekian kali betis Colvis menjadi samsak kaki Zia.
"Berikan aku kuncinya,"ucap Zia.
__ADS_1
"Kau saja ambil sayang, ada di saku celana sebelah Kiri", karena tangan Colvis yang terborgol adalah tangan kiri ia akan susah menjangkau saku celananya, sedangkan tangan Zia yang terborgol adalah sebelah kanan, maka tangan Zia lah yang paling berpotensi bisa mengambil kunci Tersebut.
Zia meraba saku celana Colvis, entah mengapa sekarang Colvis yang sudah tak bisa diam "Bisa diam tidak".
"Aduh aku kebelet pipis sayang" Ucap Colvis.
"Aduh... sayang apa yang kau pegang" Ucap Colvis dengan wajah memerah, Bahakan jagung bakar nya langsung berdiri tegap seperti tiang bendera.
Sedangkan si pelaku yang sedang meraba saku celana milik Colvis sambil melotot kan matanya di memberi peringatan kepada sang empunya tubuh untuk diam.
Mendengar ucapan Colvis ia langsung mengedarkan matanya kebawah, sekarang wajah Zia lah yang memerah.
Tanpa sengaja ia menyentuh Jagung panas milik Si Colvis.
"Apa yang kalian lakukan" Ucap Taksa yang kala itu sedang menggendong istrinya untuk menaiki kapal pesiar, malah memergoki orang yang kepercayaan Qiana dan sahabat Taksa sedang melakukan hal hal yang tak senonoh.
Sedangkan yang terciduk memiliki ekspresi santai yang satu wajahnya merah karena malu.
"Astaga dari tak ingin terpisahkan kalian Sampek romantis romantis an dengan memborgol tangan kalian masing masing, sayang sepertinya dua orang ini sudah tak tahan, dan kau lihat tadi tangan anak buah kesayanganmu ada dimana, hingga aku ingin mencari air suci untuk menyucikan matamu yang sudah ternoda oleh mereka" ucap Taksa memanasi suasana.
"Nona semua ini", Ucap Zia,
Tiba-tiba Qiana memotong ucapan Zia,"Kalian harus menikah besok, jika tidak akan ku lempar kalian ke danau, aku tidak mau dibantah titik" ucap Qiana.
Sedangkan Zia mendapatkan peringkat mutlak dari sang bos langsung terdiam.
~flashback of
^^^~To be continued^^^
Sepi banget nih para kesayangan kau, Vote nya semakin menurun ya😭😭, semakin kesini, mana nih pecinta Taksa Qiana gue anyeb bener🤣.
Aku tambah satu chapter lagi nanti semangat untuk kalian semua
Jagan lupa like , komen dan Votenya...
Kuharap nambah satu ekor saja para kesayangan emak Liana 😘.
__ADS_1