Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Jepang


__ADS_3

...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Qiana menarik tangan Taksa keluar dari ruangan itu, setelah melewati pintu Taksa mengelus dada...


“Hubby kenapa kau mengelus dada?”


“Oh tidak sayang, aku cuma takut ketika keluar dari pintu tubuhku menjadi roti iris” Ucap Taksa.


“Ah kau ini, tidak akan terjadi apa apa pada kita, karna aku sudah ngatur siapa yang boleh keluar dan siapa-siapa boleh masuk” Qiana menjelaskan kepada sang suami....


“Ayoo 4 jam lagi kita sudah berangkat, aku butuh bekal sebelum pergi” Ucap Qiana tak sabaran menarik sang suami kedalam kamar....


Sampai dikamar ia langsung menggenggam tangan sang suami ke balkon yang menghadap ke danau di sore hari, ia melepas tangan Taksa lalu ia terdiam melihat kedamaian air di dalam Danu....


“Aku tau kau sedang gundah sayang, aku sampai saat ini tak percaya jika tubuh ini milik adik kecilku” Ucap Taksa memeluk erat tubuh Qiana.


“Aku sedang merasa tidak tenang hubby” Ucap Qiana.


Taksa menarik tubuh sang istri, mata mereka terkunci, “Ingatlah sayang ada aku yang akan melindungi mu, aku akan melakukan yang terbaik untuk mu, aku mohon pertarungan ini kau tak meneteskan darahmu sedikitpun” Ucap Taksa.


Taksa menyatukan bibirnya lalu ciuman penuh perasaan tanpa di sertai nafsu, tangan Qiana satu persatu melepaskan kancing kemeja sang suami hingga terlepas.


Qiana mengerakkan tangannya ke leher sang suami, lalu ia menghirup aroma tubuh Taksa yang akhir akhir ini sangat ia sukai....


“Hubby aku akan membawa kemeja yang beraroma tubuh mu ini” Ucap Qiana.


“Apapun untuk mu honey....Cup” Ucap Taksa mengecup kening sang istri penuh perasaan.


Taksa dengan refleks mengendong tubuh Qiana seperti Koala lalu ia mendudukkan tubuhnya di atas ayunan bundar dengan memangku Qiana yang tengah mencari kenyamanan, Taksa mengelus surai rambut panjang sang istri dengan perasaan, ia juga membiarkan Qiana menghirup aroma ketiaknya yang khas.


Taksa POV

__ADS_1


Tidurlah sayang, aku ingin menikmati kebersamaan ini sebelum kita melakukan misi, aku ingin memandang mu sepuasnya agar aku tak merindu.


Aku sungguh takut dengan perang ini, aku takut tubuhmu tergores sesuatu yang melukai mu, aku seakan ingin menukar kekuasaan ku untuk membunuh setiap bahaya mendekatimu...


Setelah itu Taksa dan Qiana pergi mengunakan pesawat masing masing...


Hanya terpaut 1 jam pemberangkatan mereka.


Dan sampailah mereka di negara Jepang, tempat dimana lelang itu di selenggarakan..


Saat ini mereka sudah berada di hotel mereka masing masing, “Istirahatlah, kita akan mengumpulkan stamina kita untuk besok malam, ingat jangan keluar dari kamar, kita tengah di mata matai” Ucap Qiana.


“Baik” Ucap anak buah Qiana.


Mereka selama sehari selama tak pernah keluar dari tempat dalam kamar, begitupun dengan Taksa ia kali ini menyewa tempat pribadi agar tak di curigai punya hubungan spesial dengan Qiana.


Karena memang benar saat kaki Qiana melangkah ke negara itu mata mata Han mengintai gerak gerik Qiana.


...____________________________________...


“Silahkan tunjukkan undangan anda” ucap si penjaga.



Qiana menunjukkan kartu undangannya, lalu si penjaga memastikan identitas Qiana melalui scan wajah semua orang.


“Silahkan masuk Nona, bagi para bodyguard silahkan tunggu nona kalian di luar ruangan, kami sudah menyediakan para wanita cantik dan pria berkualitas tinggi untuk melayani kalian” Ucap si penjaga depan.


“Baik” Jawab Zia dan Xiever yang tengah menyamar.


“Mari kita masuk” Ucap Qiana.


Setalah sampai di dalam, alunan musik khas club malam dengan di suguhkan para PSK yang sedang sudah berlenggak lenggok memamerkan bakpau bekas dan Pralon karatan mereka kesana kemari, tak ada kain pembungkus di tubuh mereka satupun, membuat mata Kaun Adam lapar melihat nya.


“Jagan pernah kalian menyentuh wanita yang ada disini” Ucap Qiana kepada anak buahnya yang sebentar lagi juga akan masuk menggantikan undangan Abraham.

__ADS_1


“Kenapa Nona?” Tanya Xiever.


“Semua wanita disini sudah terjangkit virus HIV, mereka sengaja ingin menjebak semua orang, jika orang cerdas mereka memilih wanita yang ada di lantai VIP, semua disana bersih.”


“Kami tak tertarik Nona ucap Zia”


“Kalau dirimu tak berani aku mencarikan kenalpot bekas disini, yang ada aku akan di gantung oleh pawang mu, baru nyoblos sekali sudah nyarik yang karatan. Yang ada Abang Colvis mengamuk di luar sana.” Ucap Qiana membuat pipi Zia memerah bak kepiting rebus.


“Kami tak berminat nona, gaji sebulan yang Anda berikan cukup membeli 10 perawan mengapa saya harus mencari yang murahan” Ucap Xiever.


Setiap anak buah Qiana sudah di tanamkan Earth Phone kecil di anting-anting atau di kerah aku mereka, barang itu tak terdeteksi oleh alat apapun, jadinya apa yang ia ucapkan di dengar oleh anggota inti.


Sedangkan di lain tempat Mulin tengah merinding mendengar ucapan Nyonya mudanya, “Kau bisa lepas perjaka mu di sini Mulin” Ucap Taksa yang tengah di dekati oleh para PSK itu, wajahnya yang tanpan mengalihkan dunia para kaum hawa.


“Kenalpot saya tidak bangun hanya melihat beginian tuan muda, lebih baik saya menjomblo saja selamanya”.


“Jika satu tangan wanita itu menyentuh tubuh mu sayang, maka siap siap Jeri cuti sebulan lamanya” Ancam Qiana.


Ucapan Qiana membuat Mulin tersenyum dalam hati dan sang bos merinding, mereka tadi lebih dulu sampai sekitar 10 menit dari Qiana.


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana, maaf baru muncul kebali, aplikasi NT/MT emak eror selama dua hari ini, setiap nulis App nya selalu long out, dan hasil tulisan nya hilang, mohon maafkan emak ya all🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.

__ADS_1


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


__ADS_2