Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Wanita paling di takuti


__ADS_3

...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Setelah tampil di kamera, dan para wartawan sudah pulang, Qiana keluar berjalan di dampingi Xiever dan Zayan.


Saat ini Meraka mau memasuki lift tiba-tiba.


“Tiarap” Teriak Qiana padahal ia sedang menghadap ke lift....


Qiana berbalik lalu, Dor.... Seseorang melesatkan peluru kepada Qiana, semua orang tak habis pikir dengan aksi wanita itu yang terbilang nekad, karena dengan santainya wanita menangkap peluru dengan tangan kosong.


“Aaaahhhhh” Jerit orang orang yang melihat kejadian itu....


Peluru berputar putar kencang di sela sela tangan Qiana. setelah itu Qiana langsung melemparkan peluru itu kembali kepada si penembak, tanpa orang sangka lagi peluru itu langsung nembus perut si penembak.


Kejadian itu seperti orang melemparkan batu ke sebuah tembok lalu mental mengenai objek lain.


Semua mata menyaksikan kehebatan Qiana yang tak seperti seorang manusia normal. Banyak yang terkesima dan banyak yang ketakutan dengan kejadian tiba-tiba terjadi itu.


Xiever dan Zayan langsung menangkap si pelaku lalu menginjak punggung dan tangannya karena berani menyerang Nona mereka.


“Kau ingin bertemu dengan ku tau?!” Tanya Qiana dengan nada dingin.


“Ia kenapa kau memecat anakku, dia adalah pekerja yang sangat baik, dan putra yang baik pula di keluarga kami, kau buang kemana dia, hah” Ucap laki-laki peria paruh baya itu.


"Buk... Sopan bicara dengan Nona kami” Xiever menendang wajah si pria yang sudah paruh baya itu.


“Siapa yang menurut mu anak yang patuh?, silahkan kamu perhatikan kelakuan putra yang kamu banggakan pak tua!”.


Qiana memencet tombol di gelangnya, “Sebutkan siapa nama putramu” Ucap Qiana tegas.


“Ariel polo” Ucap laki-laki itu ia mulai kesakitan, darah mulai merembes.


“Yuri Sidak personalia!”

__ADS_1


“Yes Mama” Ucap suara anak kecil yang orang tak tau dimana ia berada.


Tiba-tiba di dinding muncullah layar besar, semua orang melihat layar itu, ada juga yang mencari dari mana asal gambar itu datang, biasanya ada LCD proyektor yang bisa memunculkan layar seperti itu, dan sekali lagi ini di lobi perusahaan, yang tak ada benda seperti itu di tempat itu.


ARIEL POLO sekali Lagi seroang anak kecil tak kasat mata di depan bersuara.


“Apakah, itu putramu tuan?” Tanya Qiana tanya Qiana berbicara kepada orang yang tengah di bekuk oleh anak buah nya.


Tadi Qiana mengembalikan peluru hanya untuk membuat pria paruh baya ini syok, sejujurnya peluru menembus ketebalan 4 cm di perut pria tambun itu.


Dua scurity yang bertugas memasuki lobi.


“Buk” “Buk” Qiana menendang kedua scrity yang bertugas sampai melayang punggungnya membentur dinding.


“Menjaga keamanan saja kalian tak becus, jika aku tak ada, apa kau berani menanggung kesalahan mu jika kejadian ini Samapi melukai orang lain?” Teriak Qiana, lantang.


“Perhatikan baik-baik semua, termasuk kau pak tua, apalah itu putramu yang kau bangga banggakan, aku hanya memecat putramu, aku tak membunuhnya, biasanya aku membunuh orang yang berkhianat kepadaku” Ucap Qiana langtang sehingga semua orang ketakutan suara menggelegar Qiana.


“Jika karyawan ku kesusahan dalam segi apapun aku siap membantu, menjadi ibu peri tak tak meminta balasan, tetapi jika ada yang berkhianat kepadaku maka siap siaplah habis di tanganku”.


Dan memang benar, di perusahaan Qiana kesejahteraan karyawan di utamakan, jika ada yang kesusahan bak peri kantor memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan.


Mereka semua takut menyinggung pemilik perusahaan dimana mereka bernaung. Dan yang merasa curang di perusahaan langsung menyerahkan diri dan mengembalikan semua orang perusahaan dan barang yang mereka curi.


Mereka semau tau bagaimana QCL grup bisa semaju ini, dan bisa berdiri kokoh dalam sekejap mata itu tak lain dari kesadisan seorang Qiana Clarisa Lavina XU.


Hukuman yang Qiana berikan kepada orang itu yaitu diasingkan ke luar negeri yang sedang mengalam konflik atau ke negara termiskin di dunia, jika si pembuat onar tak mau hukumannya adalah mati.


Qiana duduk dengan tenang di kantornya, tiba-tiba ada seseorang memeluknya dari belakang, “Hubby kau disini?” Tanya Qiana.


“Ia dan aku ingin lompat dari ruangan ini ketika istriku menangkap peluru seperti menangkap kelereng” Ucap Taksa.


“Hubby buka bajumu!” Ucap Qiana.


“Sayang sebentar lagi Rafael akan masuk ke sini, jika kita main balapan tak cukup, kan kau sendiri tau jika mesin si jeri tak gampang mati meskipun satu jam lamanya” Ucap Taksa.


“Is dasar mesum, aku hanya rindu bau ketek mu” Ucap Qiana.

__ADS_1


“Kau tak rindu si jery, atau serudukan bibir seksi ku ini?” Tanya Taksa.


“Aku geli mencium wajahmu, serasa ilfil lihat nya entah kenapa aku tak ingin memandang mu, maafkan aku” Air mata Qiana berderai sendirinya, saat ini Qiana seperti kelinci tak berbahaya.


“Tok...Tok....Tok” pintu di ketuk.


“Sayang aku tak apa apa, besok besok aku bungkus wajah ku ini setiap kamu mintak jatah, sungguh ini. Pasti Rafael datang tuh!” Ucap Taksa.


“Masuk” Ucap Qiana.


“Maaf mengganggu Nona, saya mengantarkan ini” Rafael menyodorkan undangan berwarna merah darah....


Qiana mengambil undangan itu lalu mencium nya, “Aku mencium bau darah sesuai dengan warna kertas ini”.


“Mari kita bersiap, nanti malam kita akan beraksi” Ucap Qiana.


“Tiga undangan sudah cukup, punyaku WU , punya perusahaan Abram dan milik ku” Ucap Qiana.


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


**Terimakasih sudah stay di rumah emak all, lope Yuyu 😘....

__ADS_1


Emak mau merekomendasikan karya sahabat Emak nih, cerita nya tak kalah keren loh** .....



__ADS_2