Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Pembalasan


__ADS_3

...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Setiba di Vila, Rombongan Qiana langsung di sambut oleh Kakek WU dan Nenek QI. Kakek WU langusung berlari ketika melihat pesawat tempur menurunkan satu persatu keluarganya. Meliahat cucunya tengah menggendong sang istri, hatinya yang gundah gulana langsung lega seketika.


Tadi mendengar sang cucu dalam bahaya, ia merasakan sesak di dada seakan besok malaikat mau akan menjemputnya.


“Huhuhu ... Cucuku ...,” Kakek memeluk Taksa dan Qiana dengan air mata berderai.


Taksa menurunkan sang istri, memberi ruang untuk kakeknya memeluk Istrinya, ia tau jika kakek tua itu adalah orang pertama yang menghawatirkan dirinya dan sang istri.


“Ohh ... Cucu menantu ku sayang, kakek tua ini hampir mati berdiri mendengar kau dalam keadaan bahaya.” Kakek WU memeluk tubuh Qiana.


“Sebentar dulu! Sepertinya ada yang kurang ini.” Kakek WU melepas tubuh Qiana lalu memutarnya mencari sesuatu yang menurutnya tidak ada.


“Astaga dragon, kau letakkan dimana cicit ku sayang!” Si kakek yang baru sadar jika perut cucu menantunya kempes.


Oek ... Oek ... Oek ..., tangisan bayi mengagetkan si pria tua yang tengah heboh itu.


Bukan hanya wajah si kakek yang membeku tapi nenek QI yang berada di sampingnya langsung mencari suara tangis sang bayi.


“Cicit kakek sudah keluar lihatlah sepertinya ia iri karena tak di gendong oleh kakek!” ucap Qiana dengan senyuman yang menyiratkan kebahagiaan besar.


“Cicit, ku!” Kakek langusung mendekati menantunya yang tengah menimang bayi tampan itu.


Tangan keriput bergetar menyentuh jemari mungil sang bayi yang keluar, “Sayang bolehkah aku menggendongnya?” tanya kakek dengan mata yang berkaca-kaca.


“Dia menangis ayah, mungkin ia mencari ibunya!” Mama Taksa memberikan pengertian.


“Aku hanya ingin menimangnya satu menit saja!” Kakek seperti anak kecil meminta dibelikan mainan.


“Baiklah!” Mama Taksa itu memberikan sang cucu kepada kakek, dan ajaibnya si tampan langsung terdiam di dalam timbangan si kakek.


“Halo cicit, ini kakek buyut! Selamat datang di rumah.” kakek mengendong cicitnya dengan hati-hati, ia takut jika salah sedikit bayi mungil itu meluncur dari tangan kurus keringnya itu.


Seulas senyum bayi Ken berikan kepada sang kakek buyut sehingga membuat semua orang tersenyum haru, “QI, lihat dia tersenyum kepada ku! Ah QI ...,” tangan kiri Kakek menarik tubuh Nenek QI sehingga kepala si nenek pusing.


Sedangkan semua orang takut bayi Ken jatuh karena guncangan dahsyat si kakek, “WU, sini giliran aku yang mengendong cicit ku!” nenek QI iri kepada besannya yang mendapat hadiah senyuman manis.


Dengan berat hati kakek memberikan kepada Nenek QI, tetapi hanya sebentar tubuh bayi mungil itu menyentuh lengan sang Nenek buyut, bayi itu langsung menangis kencang ..., Oek ... Oek ... Oek.


“Mungkin dia haus nenek!” Qiana langsung mendekati sang bayi, namun meski dalam gendongan sang ibu bayi itu masih menangis.


Taksa juga mengambil putranya tetapi hasilnya Nihil sang bayi tetap menangis semakin kencang.


“Mungkin tubuhnya pegal karena sedari tadi dioper ke sana dan kemari! Ayo cicit ku yang tampan ikut Kakek buyut, kita bersihkan tubuh mu agar bersih dan kau akan tertidur nyenyak. Sepertinya kau butuh baju yang layak, nak!” Kakek mengambil cicitnya. Tangan keriput itu baru menyentuh tubuh si kecil, tangis si kecil langsung reda, dan senyum manis menghiasai bibir mungil itu.


“Desmon!” panggil Kakek.


“Ia, Tuan?” jawab paman Desmon.


“Siapkan air hangat, dan panggil seorang maid yang bertugas memandikan cicit ku. Aku ingin melihat sendiri cicit ku ini mandi.” Kakek WU menunggu para maid menyiapkan kamar sang cicit, ia ingin kamar bersih yang baru dibersihkan saat ini juga.


Sedangkan ayah Taksa tersenyum melihat tingkah ayahnya semakin cerita, berkat kehadiran sang cucu di Rumah mereka yang sebentar lagi akan semakin ramai karena menanti dirumah mereka hamil semua.


“Oh, kau tak ingin gendong Nenek tua itu ya! Maunya hanya gendong kakek buyut ini.” ucap si Kakek menggendong bayi merah itu meninggalkan ruang tamu sambil menyindir si Nenek QI.


“Baru lahir aja bisa membedakan siapa yang harus di dekati. Calon pewaris seluruh harta si kakek nih putra kita sayang!” bisik Taksa di telinga sang istri, lalu ia mengangkat tubuh Qiana, ia membawa masuk kedalam kamar, tadi ia sudah di bersihkan di dalam pesawat sehingga baju yang ia kenakan bersih.


Sedangkan Nenek QI langsung menghentak hentakan kakinya karena merasa cemburu, karena di tikung oleh sang rival. Sehingga membuat semua orang terkekeh.


Sedangkan para bumil lagi mengobati suami Mereka yang sudaha babak belur mengenaskan di kamar mereka masing-masing.


...----------------...


Qiana tersenyum bahagia melihat kemanisan putranya tadi, “Kau memang anugrah yang terindah sayang. Semua orang mencintai mu dengan sepenuh hati. Tumbuhlah menjadi anak yang membanggakan!” kata Qiana dalam hati. Qiana mengeratkan pelukannya dalam gendongan sang suami yang membawanya ke dalam kamar mereka.


Taksa meletakkan tubuh sang istri diatas tempat tidur, “Terimakasih sayang, kau telah memberikan putra yang sangat menggemaskan untuk ku!” bisik Taksa.


“Terimakasih juga hubby, menjadi bidan yang luar biasa untuk ku semalam! Kau sudah menyelamatkan hidup kami ... Cup!” Qiana memberikan ciuman di kening suaminya.


Taksa menyambar bibir sang istri lalu melu•matnya mengunyah bibir itu dengan penuh rasa sayang. Tangannya tak tinggal diam, ia menggerayangi tubuh padat sang istri, lalu membuka baju bagian atas hingga tak tersisa.


Ciuman Taksa turun ke leher dan ke tulang selangka, lalu bibir itu siap mencium dua buah kue moci yang semakin padat dan berisi.


Qiana yang tersadar langsung memegang pundak suaminya, “Deddy ini punya Ken sekarang!” bisik Qiana membuat Taksa langsung diam membeku.


“Kita tak bisa melakukan balapan di terowongan Kasablanka karena tanggul nya jebol, apa kau lupa bagaimana derasnya banjir darah dari terowongan semalam!” Qiana mengingatkan suaminya bawa harus cuti balapan dalu.


“Oh iya, maaf honey aku lupa! Seminggu lagi aku bisa menggarap itu terowongan Kasablanka” ucap Taksa.


“Bukan sayang, tapi 40 hari! Waktu untuk mu berpuasa.” ucap Qiana.

__ADS_1


Duarrrr ... Bak ada petasan Si jeri yang sudah berdiri gagah langsung lemas seketika menyerupai terong rebus.


“Puasa Luh Jer! Yang kuat ya ini ujian kita.” Taksa sangat prihatin kepada nasib si jeri yang mengenaskan.


Taksa bangun lalu ia pergi ke ruang ganti, tak lama kemudian ia kembali membawa baju tidur untuk sang istri dan tak lupa roti kering yang besarannya seperti terpal penutup untuk si terowongan Kasablanka, “Saatnya ganti pembalut sayang, agar tidur mu sangat nyenyak! Berhubung Ken di urus oleh kakek kau harus istirahat dulu.”


“Biarkan aku sendiri yang Mengganti hubby!” ucap Qiana, ia sedikit malau ketika sang suami dengan telaten melepaskan baju yang melekat di tubuhnya.


“Tak apa apa sayang, biar Deddy saja yang membersihkan, ini tak seberapa dibandingkan dengan rasa sakit yang engkau rasakan. Hanya darah dari lubang kesayangan ku tak membuatku ku jijik. Apapun yang keluar dari dalam dirimu aku siap lahir dan batin membersihkan nya meski itu adalah kotoran istriku.” Taksa tersenyum manis tangannya membersihkan tubuh wanita pujaannya dengan cekatan.


Sedangkan jantung Qiana berdetak cepat, lagi lagi ia jatuh kepada pesona pria hangat yang memberikan rasa aman tehadap dirinya.


Setelah membersihkan tubuh nya semua orang tertidur untuk memulihkan tenaga.


...----------------...


Seminggu kemudian.


Semua sudah sehat, si tampan Ken sedari sampai di Vila tidur di temani si Kakek buyut karena jika menangis malam ia hanya mau terdiam di dalam gendongan kakek buyut nya.


Enak bukan Taksa, anaknya lebih menyukai kakeknya ketimbang ibunya. Sehingga bayi besar manja itu tak kekurangan kasih sayang istrinya.


Saat ini kakek duduk di kursi goyang, sedangkan bayi Ken diam di atas ayunan bayi di kamarnya. Semenjak kelahiran bayi Ken dua binatang kesayangan Qiana yaitu Zora dan Zeta menjadi bodyguard di depan pintu si kamar si bayi setiap malam, jika siang hari harimau itu berperan menjadi pengasuh bayi tampan itu.


Mereka dengan lembut saling bergantian mengayun ayunan si kecil. Kedua binatang itu sangat posesif, hanya keluaga yang boleh mendekati si bayi. Tingkah dua binatang buas itu membuat seluruh keluarga merasa gemas dengan tingkah kucing raksasa itu.


Awalnya mereka takut tetapi melihat kasih sayang yang besar di mereka keluarga hanya memantau ketika dua harimau itu menjadi Beby sister.


Yang membuat mereka gemas, layaknya manusia ketika jadwal makan dua binatang itu bergantian menjaga sang bayi.


Oek ... Oek ... Dengan sigap Zora membuka pintu pembatas mencari Qiana lalu menarik narik baju sang Nona.


“Ada apa Zora?” tanya Qiana yang sedang duduk bersandar di dada suaminya.


Karena ia mengerti bahasa bintang Qiana langsung mengikuti Zora, tenyata sang bayi merengek haus, sedangkan kakek tertidur di kursi goyang karena kelelahan.


“Oh putraku haus ya!” Qiana mengangkat sang bayi, “Oh Ken kau punya penjaga eklusif tak akan ada siapapun yang menyakiti mu!” Taksa mengelus rambut halus sang putra.


Sedangkan kedua bintang itu langusung tertidur dibawah ayunan sang pangeran mahkota, tingkah harimau itu membuat Pasutri itu terkekeh.


“Dia terlahir mendapatkan kasih sayang yang banyak ya hubby!” ucap Qiana mengelus rambut sang putra yang tengah menyusu pada ibunya.


“Benar, aku merasa aman jika Zeta dan Zora menjaganya, karena aku tak bisa percaya kepada namanya Beby sister.” Suara Taksa rendah, dan Qiana tau masa kecil sang suami yang trauma akan Beby sister maka dari itu ia tak menggunakan Beby sister untuk mengurus putranya, hanya maid terdekat saja yang boleh masuk ke area keluarga itu.


Mata sang anak memandang sang ibu seakan mengenali wajah ibunya, “Kau janganlah nakal ya sayang Mami pergi dulu dengan Deddy!” ucap Qiana.


Mendengar ucapan Qiana dua harimau langsung berdiri mendekati sang majikan, “Jagalah dia, kami mempercayakan putra kami kepada kalian!” ucap Taksa mengelus bulu halus kedua harimau itu.


Mereka rajin merawat para binatang di rumah itu maka dari itu dua bintang itu aman berdekatan dengan bayi.


...----------------...


Saat ini lima pasang suami istri sedang melakukan misi balas dendam.


mereka sudah menyamar menjadi orang biasa agar tidak mencolok. Seperti layaknya pasangan berkencan, mereka semua menyebar memasuki Mall dan tempat-tempat usah orang orang yang mendukung Ibu Han selama ini.


“Monitor, tes!” Qiana mengetes fungsi earphone yang melekat di tubuhnya.


“Ia, Nona!” ucap serempak pasangan itu.


“Lima jam lagi kita akan berjumpa lagi di Vila” ucap Qiana.


“Baik!” ucap mereka serempak, mereka berkedok pasangan honymoon datang ke negara itu.


Didalam mobil mereka merias diri dalam samaran.


🔥 Tempat Qiana dan tempat Zia sama sama di Mal karena musuh memiliki banyak Mal dua pasang suami istri itu berpencar.


Saat ini Qiana menyamar menadi pria tampan dan Taksa sebagai ibu berdaster yang tengah hamil 9 bulan pergerakan mereka dimulai dari berbelanja kebutuhan ibu hamil.


Tak ada yang mencurigakan karena penampilan wanita Taksa sangat cantik. Kenapa memilih menyamar kamera wajah asli mereka sangat terkenal.


Maka dari itu mereka sambil memilih pakaian barang mereka menyelipkan bom kecil sebentar bola mata ayam yang tak terdeteksi di rak perlengkapan bayi.


Setelah itu mereka meletakkan di bawah kursi bioskop, dan di tempat tempat yang tak terjangkau kamera, setiap Mall ada 10 bom kecil yang mampu meluluh lantakkan tempat itu.


🔥Pasangan Zia.


“Sayang aku mau itu!” ucap Zia yang menggunakan baju seragam sekolah menengah atas, mereka berperan sebagai sugar Beby dan sugar Deddy.


“Apapun untuk mu!” kata Colvis, dengan col nya ia mejadi perhatian orang, sehingga Zia meletakkan bom nya.


Mereka layaknya seorang berkencan melakukan tugas mereka.


🔥Tempat Abraham.

__ADS_1


Abraham dan Yumna berpenampilan sangat seksiot memasuki kasino layaknya sepasang kekasih.


“Ini adalah terkahir kali aku melihat mu mengenakan baju kurang bahan seperti ini sayang, cup” Pasturi itu saling mengunyah bibir di meja itu, tangan mereka menempelkan bom agar tak menimbulkan curiga sedikit pun.


“Tuan aku mau menyewa kamar!” Abraham menyodorkan uang segepok kepada bartender.


Melihat uang yang banyak manajer dan bartender itu langsung biru, mereka langsung mengantarkan sepasang kekasih itu.


Dan di tempat VIP mereka langsung beraksi, tak Sampek lama ia mereka sudah kelar dari Bar itu.


Mereka berganti pakaian lalu memasuki Bar lain hingga sampai selesai.


🔥Tempat Mulin.


Saat ini Mulin sedang melakukan kerja sama di sebuah perusahaan raksasa berada Alana sebagai asisten nya.


Dengan penyamaran sempurna ia menyamar menjadi Tuan Ma untuk menandatangani kerjasama yang sengaja untuk menjebak musuh Mereka.


“Senang berkerja sama dengan anda tuan NA, saya yakin dengan penawaran yang saya ajukan membuat anda lepas dari Naungan QCL grup” ucap pria tambun.


“Sama sama tuan, bisakah saya meminjam kamar mandi anda!” tanya Mulin.


“Silahkan!” Si pira gendut.


“Hey Gadis cantik bisakah kita berkencan nanti malam?” tanya si pria gendut karena sedari tadi ia melihat Alana dengan tatapan lapar.


“Biar aku datang kerumahmu nanti malam om, ambillah ini, nanti di rumah om buka ya, jika dibuka selain di rumah maka aku tak mau berkencan!” Rana memberikan sebuah papan Nama yang ditengah nya sudah tertanam bom yang akan meluluh lantakkan sebuah tempat.


“Kau manis sekali, aku tunggu dirumah ku nanti jam 21:00, manis!” ucap pria yang suka membawa para wanita kerumah nya.


“Hem ... Kerja sama kita sudah selesai tuan ijinkan kami pulang dulu” ucap Mulin yang sudah melakukan tugasnya.


🔥 Pasangan Dion dan Divya.


Saat ini pasangan itu berada di rumah sakit yang berkedok rumah sakit, sejujurnya rumah sakit itu sebagai tempat transaksi jual orangan dalam manusia secara ilegal.


Mereka berperan memeriksakan kandungan, setelah berada di dalam ruang pemeriksaan dokter gadungan langsung memeriksa perut Divya.


“Maaf Nona bayi anda tumbuh di luar kandungan, ia harus diangkat jika tidak hidup anda dalam bahaya!”


“Bang•sat, anakku sehat kau ingin mengabil anakku, maka siap siaplah aku akan membuatmu hangus!” Dokter Dion mengomel Didalam hati.


“Dokter bisakah anda memberikan ku waktu bersama istriku, bayi ini adalah harapan kami selama sepuluh tahun, aku tak sanggup jika istriku kecewa lagi. Aku akan membujuk istriku melakukan oprasi” ucap Dokter Dion.


“Baik tuan, kami harap kalian menyetujui oprasi ini” ucap si Dokter.


Setelah dokter keluar Pasangan suami istri itu berperan sangat sedih tangannya menyelipkan bom di tempat tidur pasien.


Setelah 10 menit mereka kelaur, “Bagaimana tuan?” tanya Dokter.


“Bisakah saya berbicara dengan pihak rumah sakit, saya ingin membicarakan biaya operasi itu. anda bisa lihat kan bahwa kami adalah orang yang sangat miskin!” Dokter Dion.


Mereka menggunakan baju orang desa yang bajunya kumal..


“Baik, mari ikut saya!” Dokter mengikuti sang dokter keruangan direktur rumah sakit.


Sedangkan Divya meminjam kamar mandi, ia menempelkan bomnya disana sedangkan Dokter Dion menempelkan Bomnya di ruangan bos rumah sakit itu.


...----------------...


Waktu yang di tunggu sudah tiba, pasangan Qiana, Zia, Yumna, Alana dan Rana sudah di Vila, tinggal pasangan Dokter Dion saja yang belum sampai di Vila.


Semua orang resah menunggu di depan TV ...


BOM


Dengan waktu serempak semua tempat yang mereka incar luluh lantah tak tersisa.


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini.

__ADS_1


__ADS_2