
...^HAPPY READING^...
Hari ini Qiana tampil sangat sederhana, celana jeans, atasnya kaos, dengan jaket kulit serta sepatu kets, membuat Qiana tampil perfect, aura keanggunan dan tak tersentuh membuat Qiana akan selalu menjadi sorotan.
Ia mengendarai motor sport nya membelah jalan kota i di siang hari ini,
Hampir waktunya makan siang motor sport nya itu berada di depan gedung pencakar langit berdiri kokoh tertulis LU ENTERTAINER CROP,
"Sungguh aku paling benci panas terik seperti ini, awas suami durhaka itu" gerutu Qiana.
~Flashback jam 8 pagi tadi.
Qiana sudah siap berangkat ke perusahaan lu.
Dari pagi suaminya itu ngintilin Qiana kemanapun Qiana pergi, seperti anak balita yang berat berpisah dengan ibunya.
Saat ini mereka baru menyelesaikan sarapan sedikit kesiangan sebab ulah si Jery yang mintak sarapan dahulu.
"Hon bisakah kau besok saja kesana" tangannya melingkar di perutnya yang sedang menaruh piring bekas makan mereka.
"Tak bisa Taksa... Sudah siang ini, izinkan aku pergi" Qiana sedikit geram dengan suaminya itu.
Kenapa Qiana membersihkan piring kotor sendiri?
jawabannya, saat ini Qiana dan Taksa tinggal di Vila kecil tak jauh dari Mainson WU berdua saja.
Kenapa tak tinggal di Mainson mewah WU?
jawabannya, No dari Taksa, sebab ia ingin merasakan hidup berdua layaknya hidup berdua dengan sang istri tanpa bayak gangguan sebab kakeknya yang akan ngintilin sang istri, bahkan Qiana akan di kotrak untuk menemani si kakek, padahal ia hanya ingin mersakan manja manja dengan sang istri sampai terbesit pikiran nya untuk mencarikan istri baru buat sang kakek agar tak kesepian, hehehehe,
Rumah akan di bersihkan oleh pelayan ketika jam 14.00-16.00 yang dikirim oleh Maison WU, dan selama sebulan ini Taksa dan Qiana akan berkerja dari rumah saja.
*
*
*
Ada ide muncul dari benak Taksa.
Taksa mencium kulit leher Qiana dari belakang, ia menggigit kecil di sana " cup "
,
"Hubby kau memberikan tanda kepemilikan di leherku" Qiana merajuk.
"Maaf honey... Beri aku ciuman panjang yang menggairahkan untuk ku, aku janji tidak akan mengajak si Jery balapan ..." Rengek Taksa.
"Baiklah" jawab Qiana
Karena mendapat lampu hijau dari pujaan hatinya Taksa langsung mengangkat sang istri ke atas kitchen seat, " cup " Taksa mencium bibir sang istri dengan rakus , satu persatu kancing kemeja sang istri dibukanya.
__ADS_1
Taksa menikmati lembur bibir sang istri penuh penghayatan , semakin lama ciuman mereka semakin menuntut, tangan Qiana sudah berada di belakang kepala Taksa, dan tangan Taksa memijat bakpau daging milik sang istri..
Tangan Taksa membuka kaca mata milik bakpau daging itu dengan piawai, Setelah bungkusnya terlepas ciuman Taksa turun ke tulang selangka lalu turun ke bakpau daging , ketika mulutnya siap menyedot sari bakpau yang tak berisi apa-apa itu, dari ruang tamu terdengar langkah kaki.
"Taksa... Dimana kau" suara sang kakek.
Qiana yang mendengar seseorang memasuki ruangan makan langsung mendorong tubuh Taksa, "ada orang" ucap Qiana.
"Kakek tunggu diruang makan ya... Kakek Bawa sarapan untukmu" teriak si kakek.
Mendengar sang kekek dua sejoli itu kelimpungan sebab baju atas Qiana sudah di buang orang tangan nakal Taksa, karena panik Taksa menekan kepala sang isteri ke bawah kitchen set.
"Kekek aku disini," Taksa menormalkan detak jantungnya.
"Aku kira kau masih dikamar, Qiana kemana" tanya si kakek.
"Istriku lagi mandi, kakek mau apa kesini, kami sudah sarapan kek" ucap Taksa
"Ah gak asik kalian di kota i, tapi kalian tak mau serumah denganku," kakek malah mengabil tempat duduk.
"Kakek kan bisa kesini dengan mudah, sebab vila kita cuma selisih berapa langkah dari Mainson... Bisakah kakek tunggu kami diruang tamu" pinta Taksa.
"Kau tak ingin berbicara dengan ku, setidaknya kau temani kakek sarapan sambil menunggu istrimu turun"
"Ahh" Taksa mendesah.
"Kau kenapa?" tanya si kakek
"Kau rasakan ini, salah siapa yang menggangguku sedari tadi" Qiana memasukkan si Jery kedalam mulutnya,
"Ohh" desah Taksa tertahan, Taksa merasa keenakan, hampir menjerit dengan ulah sang istri yang menggoda nya dibawah.
"Kenapa si kau ini," kakek memicingkan matanya, melihat ekspresi merem melek sang cucu.
"Tidak kek aku itu kebelet pipis," jawab Taksa menutupi kegugupannya, ia berdoa semoga kelakuan nya tak ketahuan sang kakek.
"Sana kau kekamar mandi, kakek duduk disini"
"Gak jadi dah, aku tak mau ninggalin kakek saat sarapan seperti ini, aku masih bisa menahannya."
"Cucuku tumben perhatian denganku" kakek sumbringah.
Tangan Taksa diturunkan kebawah membelai kepala istrinya yang nakal itu, sumpah saat ini ia ingin mengangkat sang istri lalu memasukkan si Jery ke terowongannya, tapi si kakek di depannya bertahan untuk sarapan dengannya.
"Aku ngantuk kek" Taksa kepala Taksa menelungkup di atas kitchen set untuk menahan diri untuk tidak berteriak ke enakan.
"Kau terlalu lelah bekrja dengan istrimu, jangan gempur istrimu terus menerus, kau mau istrimu turun mesin"
"Hehehehe... Nggak lah ... Aku selalu menservis terowongan istriku ... Hemmm"
"Sayang kau nakal ... Kata hati Taksa"
__ADS_1
"Sedangkan di bawah sana Qiana semakin cepat melakukan pekerjaannya.
"Aaaaahhhh ayo kakek kan sudah makan ikut aku ingin bercerita tentang istriku"
"Kenapa kau Sampai teriak-teriak, kakek meski tua masih jernih pendengarannya"
"Aku berteriak karena pelepasan, dasar istri nakal, aku lepaskan saat ini," Taksa menarik dirinya dari Qiana, langsung memasukkan si Jery yang sudah mengkerut.
"Taksa kau jangan lupa kaca mata bakpau istrimu nyangkut di atas kompor itu" tunjuk si kakek
"Hehehe" , Taksa mengabil barang itu langsung membawanya ke kamar,
"Dasar anak muda begitu semangat" kakek langsung ke ruang tamu.
Sedangkan Qiana sudah malu ingin sembunyi saja dari pak tua itu.
Lalu langsung masuk kamar dan langsung bersiap pergi dari rumah.
~Flashback off
*
*
*
Kembali ke topik utama, saat ini Qiana memasuki lobi perusahaan mantan suaminya itu.
"Selamat siang buk bisa saya bantu" tanya resepsionis.
"Siang bisakah saya bertemu dengan bapak Adrian" ucap Qiana.
" Maaf buk apa anda sudah membuat janji dengan beliau ? " Tanya resepsionis.
"Saya belum mebuat janji apapun dengan tuan Adrian"
"Maaf jika ingin bertemu beliau harus membuat janji dulu, dan saat ini beliau tidak ada di kantor baru 10 menit yang lalu keluar dari kantor bersama tunangannya" kata sang resepsionis.
"Oh begitu ya... Saya titip ini saja tolong berikan kepada tuan Adrian", Qiana lupa jika ingin bertemu seorang pimpinan harus membuat janji dulu, ia akan berfikir dengan cara lain saja ia bertemu dengan si mantan suami Qiana asli itu, Qiana menyodorkan amplop berisikan cek 10 M.
"Baik... Dengan atas nama siapa saya nanti menyampaikan kepada tuan muda"
"Qiana Lavina Clarisa" ucap Qiana, Qiana berencana pergi dari sana, sebab ia tak suka menunggu,
Ketika ia berjalan berapa langkah tiba-tiba seseorang memanggilnya "Qiana" grep seseorang memeluk Qiana dari belakang.
Siapakah orang itu ??
Jangan lupa like, komentar , beserta Vote nya,
jika Vote naek 20 selama seminggu ini Liana up setiap hari....
__ADS_1
^^^~To be continued^^^