
...^HAPPY READING^...
Pagi hari ini sangatlah berbeda sebab istri Taksa itu untuk pertama kalinya mersakan yang namanya bangun pagi dengan keadaan segar bugar..
Bagaimana tidak bangun pagi dengan keadaan segar bugar karena untuk pertama kalinya Qiana mersakan yang namanya tidur nyenyak, tak ada yang namanya iklan di waktu sebelum tidur atau bangun jam 3 untuk memberikan makan pada peliharaan sang suami tidak lain kalau bukan si Jery yang memiliki kebiasaan buruk makan tengah malam, (pantas saja gemuk kerjaanya cuma kan dan tidur doang.)
Qian yang entah kenapa sangat menginginkan makanan tradisional cina saat ini, istri Taksa itu sedang berkarya tanpa satupun penghuni mainson mengetahui.
Ia memasak di bantu oleh paman Desmond dan para chef di Kediaman WU.
Sedangkan Taksa yang terbangun dari tidurnya merasakan kehilangan sang istri langsung terduduk.
Lalu Kakinya turun untuk menyusul sang istri ke kamar mandi, otak mesumnya sudah membayangkan percintaan mereka di pagi hari ini, "Honey.... sayang... kau dimana ?" setelah memasuki kamar mandi ternyata istri kesayangan nya itu tidak ada di kamar mandi...
Taksa langsung turun kelantai bawah untuk mencari keberadaan sang istri masih dengan menggunakan celana bokser ketat dengan tubuh atasnya yang telanjang.
"Sayang sayang kamu di mana ?" teriak Taksa seperti ayam kehilangan induknya.
Mendengar keributan di luar kamarnya , ayah Taksa langsun keluar dengan perasaan dongkol. "Hey kau ngapain ribut-ribut ribut di pagi hari ini, kau tak tau jika kami masih menikmati suasana bulan madu dirumah ini juga" ucap ayah Taksa .
"Cih sudah tua memikirkan bulan madu terus...Istri ku hilang ayah melihat nya?" tanya Taksa.
"Sebaiknya kau ganti dulu bajumu di kamarmu, kau tak melihat badanmu bugil serta paku mu tercetak jelas di pandang mata, sungguh merusak pemandangan dan tak sadar jika tingkat mu ini membuat para pelayan muda kita langsung pingsan" ucap sang ayah.
Memang benar apa yang ayahnya bilang jika saat ini Taksa mengotori mata para pelayannya dan keributan itu terjadi karena salah satu pelayan mereka pingsan melihat tubuh sempurna milik suami Qiana itu, jika istrinya tau bahwa saat ini Taksa sedang tebar aurat di mana-mana bisa habis dia dicincang halus oleh sang istri yang sudah terkenal kejam itu, dengan langkah seribu ia kembali ke sangkar nya di lantai 4.
setelah mengabil baju Taksa turun ke lantai satu lagi , sekarang ia berada di ruang makan untuk mengambil segelas air, tiba-tiba pemandangan seorang wanita sedang memasak di dapur dengan serius di bantu oleh para pelayan di rumah ini, saking seriusnya Qiana tak mengetahui kehadiran sang suami di tempat itu.
"Hap" tangan Taksa memeluk pinggang sang istri lalu memutar tubuh istrinya itu, Taksa langsung meraup tubuh sang istri "Aku mencari mu sayang, ternyata kau disini buat apa kau memasak sepagi ini, nyonya ku tak usah mengerjakan apapun, sudah ada pelayan disini buat apa aku menggaji mereka jika sang nyonya masih memasak, tugas mu hanya selalu berada di sisiku selama nya, CUP" Taksa mencium kening Qiana didepan para pelayan mereka. Sedangkan para pembantu sudah ketakutan dan siapa siap mendapatkan amarah tuan muda Meraka akibat tak bisa melarang nyonya mudanya turun ke dapur.
"HUBBY tadi aku hanya ingin memasak sudah lama aku selalu di layani, entah kenapa aku ingin merasakan makan yang aku buat dari tangan ku sendiri" ucap Qiana memberi penjelasan.
__ADS_1
"Kan ada para pelayan yang akan membuat semua makanan yang ingin kau makan honey" Taksa masih ngambek karena ditinggal sendiri di tempat tidur.
"Aku yang memaksa mereka membiarkan aku memasak sayang, kau tau dengan sifat ku yang tak suka di bantah kan" ucap Qiana lalu memberikan sebuah pelukan serta senyuman yang super manis semanis gula, sehingga Taksa rela mengidap diabetes jika selalu melihat senyum sang istri dan sifat manja yang hanya Taksa ketahui itu.
*
*
*
Tanpa mereka sadari tiga orang sedang memperhatikan keharmonisan rumah tangga keturunan mereka satu satunya itu.
"Jika ayah melihat manisnya hubungan Meraka, sepertinya usia ayah bertambah 100 tahun lagi.." ucap si kakek.
"Sungguh anugerah yang tuhan berikan kepada keluarga kita, senyum Taksa kita sudah kembali, kita menunggunya hingga 20 tahun ayah" ibu Taksa menyeka air matanya.
"Kau benar sayang, Taksa kita selama ini sangat dingin bahkan terhadap keluarganya, jika ayah ingin hidup lama, kurangi konsumsi kacang kegemaran ayah itu, aku tak ada dirumah bukan tak memperhatikan keadaan ayah, setiap saat Dion melaporkan kesehatan ayah, dan kepala pelayan kita setiap hari memberi laporan kegiatan ayah, bahkan gara-gara kacang jantung ku berdetak kencang akibat menghawatirkan keadaan ayah, seminggu yang lalu kolestrol ayah tambah tinggi." ayah sudah mengomel akan panjang melebihi emak-emak.
Si kakek yang sudah merasakan telinga nya berdenging, langsung mencari topik lain agar mulut si bapak anak satu itu diam " Wahh makanan ini sungguh menggugah selera" ucap si kakek, dan membuat pasangan lagi kasmaran meliahat ke arah nya, dan mulut ayah Taksa pun diam seketika.
"Ah kalian sudah disini rupanya" ucap Taksa, sedangkan Qiana pipinya memerah karena merasakan malu karena terpergok mertua nya sedang bermesraan di dapur. sedangkan suami Qiana itu tetap merenggut pinggang nya membawa Qiana duduk dikursi makan.
mereka makan dengan diam sampai selesai.
"Sayang kau ingin menemani mama tidak" ibu Taksa memulia percakapan Setelah sarapannya habis.
"Kemana ma ?, oh ia bagaimana keadaan mama saat ini ?" tanya Qiana.
"Badan mama terasa sedikit fresh sayang, efek obat yang kau berikan membuat tidur mama nyenyak, seperti tenaga mama pulih dengan cepat".
"Syukurlah, nanti Qiana akan mengobati mama sampai sembuh asalkan mama mempercayakan semua pada Qiana" ucap Qiana.
__ADS_1
"Terimakasih sayang, mama bersyukur jika bisa berdiri kembali tanpa harus meninggalkan tanah air kita" wajah ibu Taksa itu berseri-seri penuh dengan kebahagiaan.
ayah Taksa sungguh kagum dengan menantunya yang bukan orang sembarangan, sebagai ayah yang baik bagi putranya ia melakukan penyelidikan terlebih dahulu kepada menantunya ini, sebab dunia ini kita harus waspada terhadap orang luar yang memasuki tempat terdekat kita.
"Sayang mama ingin mengajak mu berdua belanja di Mall setelah ini, kau tak lagi sibuk kan" tanya ibu mertua Qiana.
tidak ma, Qiana tidak sibuk, sepertinya itu ide bagus " Qiana yang ingin menikmati suasana perkotaan di dunia barunya merasa sedikit berantusias.
"Tapi sayang jika kau kemana kau harus mengajakku, aku takut jika terjadi apa-apa terhadap mu dan menantu kita" ucap ayah Taksa.
"ayah benar sayang, aku takut para pembinor di luar sana menaruh hati pada mu, kau kan tau aku tak menyukai para kucing garong memandang lapar padamu" Taksa membenarkan ucapan ayahnya, entah kenapa saat ini mereka semakin kompak.
"sayang, Taksa sini mendekati" ucap mama Taksa. Setelah mendekat si emak yang sudah terbiasa menaklukkan si raja buaya darat itu mengajak kedua orang kesayangan nya bernegosiasi. "Mama mengajak istrimu untuk memilih lingerie seksi, kau tak ingin melihat istrimu bahagia memilih belanjaan dan merasakan kuali timen dengan ibu mertuanya, kita akan pergi ke Spa, menikmati perawatan bagi wanita, dan semua itu untuk menyenangkan hati kalian para kau pria" ucap mama Taksa mencoba keberuntungan.
Memang dasar kedua laki-laki itu memang memiliki otak mesum hanya dengan iming-iming yang akan menguntungkan kebutuhan batin mereka langsung membuat kedua orang itu langsung mengalah , "Taksa setuju" ucap Taksa.
"ayah pun setuju, tetapi kalian di dampingi 6 bodyguard sekaligus" ucap ayah Taksa itu.
"Sayang aku akan membawa anak buah ku, agar mereka membantu menjaga mama, aku tak butuh 6 orang bodyguard cukup dua anak buah ku untuk berjaga-jaga sudah cukup" Qiana menyela.
"Baiklah." ucap Taksa.
*
*
*
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian,
sebab komentar kalian semua adalah penyemangat untuk Liana menulis dan melanjutkan karya ini.
__ADS_1
terimakasih atas like dan komentar nya, Jagan lupa Vote nya agar kisah Taksa dan Qiana selalu maju kedepannya.
^^^~Next^^^