Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Kepulangan ayah dan ibu Taksa.


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Setelah memberi sambutan kepada rekan-rekan bisnisnya, Qiana pamit untuk pergi dari tempat itu karena setelah itu wartawan akan datang melakukan konferensi pers untuk pengumuman bersatunya 3 perusahaan besar itu.


Semua orang memaklumi jika Qiana yang tak suka terekspos di awak media tidak mempermasalahkan gadis itu pergi dari tempat itu, semua orang berusaha tidak menyinggung gadis ini sebab menurut mereka seseorang yang mampu membesarkan perusahaan nya dalam jangka waktu satu tahun, dan dengan mudah mengakusisi dua perusahaan besar dengan waktu berdekatan, dan satu lagi gadis itu memiliki dukungan si raja bisnis nomer Satu.


Qiana memasuki ruangan nya, "Aku sungguh tidak menyukai keramaian" Qiana merenggang kan otot otot nya.


Tiba tiba dari belakang sepasang tangan melingkar di pinggang Qiana.


"Istriku yang terbaik" ucap Taksa.


Qiana tersenyum sambil mengelus lengan kekar suaminya sambil menikmati pemandangan danau yang sangat menyejukkan di mata dengan kapal mewah di tengahnya.


"Pemandangan yang sangat indah bukan honey" tanya Taksa sambil menghirup aroma wangi rambut panjang sang istri yang sangat menggairahkan.


"Iya kapal itu sangat indah, ada orang gila memberi sedekah kepada ku" goda Qiana.


"Dan orang gila itu juga yang selalu membuat kau berteriak keenakan setiap malamnya" ucapan Taksa.


"Dasar suami OMES, hubby bisa tidak kau jangan merusak suasana dengan kata-kata mesum mu itu" Qiana mencubit lengan kekar suami mesumnya itu


"Siapa lagi omes itu honey... laki-laki mana lagi yang kau jadikan suami, pokoknya aku tak rela kau memiliki selir, gak ada kata poligami di antara kita, aku sebagai suami pertama tak menerima pernikahan kalian." mode cemburu tingkat dewa Taksa aktif.


"Astaga saat ini Qiana ingin menendang bokong suaminya yang sedari tadi membuat kehebohan" geram Qiana dalam hati.


"Suami ku sayang kau menuduhku selingkuh ya" ucap Qiana dengan nada merayu.


"hehehehe bukan menuduh sayang, aku sebagai suamimu harus menjagamu agar tak di colong kucing garong di luar sana, aku tak bisa membayangkan ada pedagang lain yang ikut membuka warung di terowongan Kasablanka milikmu.


Qiana mengelus lengan kekar suaminya, lalu ia genggam tangannya itu tiba-tiba ia menarik tangan sang suami, ia membanting suaminya dari punggungnya itu ke pantai yang sudah beralaskan karpet bulu yang empuk "Buk...".


"AUW..... Ampun sayang" jerit Taksa .


"Dengar suami ku sayang apa kau lupa dengan kelakuan mu barusan di ruang aula, semua orang mendengar proklamasi kepemilikan mu terhadap ku, diluar sana kagak ada tuh laki-laki yang mau bersaing dengan mu, bahkan ayam jantan pun memilih mengawini Bebek jika saingannya adalah kamu,,,, kau masih berani-beraninya menuduhku memiliki suami baru hah" ucap Qiana murka.

__ADS_1


"Ya maaf lah yank, kan dulu pas kita menikah, kau lah yang mengajak ku menikah.. siapa tau tanpa sepengetahuan ku kau menikahi laki-laki lain yang membutuhkan pertolongan mu" ucap Taksa polos


"bagaimana aku mau menikah lagi, melayani singa jantan seperti mu itu yang memiliki stamina besar, bisa-bisa turun mesin dah milikku ini"


"Tenang honey.. ada Abang Taksa yang akan menservis nya setiap saat, aku jamin rumput-rumput di terowongan Kasablanka yang nyeremin setiap malam akan teryata rapi" jawab Taksa yang masih tiduran di lantai.


"Apa aku perawatan saja ya terowongan Kasablanka ku biar GK kendur, biar si Jery gak nyari terowongan baru" Qiana membatin.


"Yank sekali-kali bulan madu yuk di Kapal pesiar nya, aku yakin kau belum mencoba kapal itu, aku ingin mersakan goyangan di dalam kapal pesiar itu Yank... bagaimana ya rasanya si Jery lewat terowongannya dengan suasana getaran kecil dari mesin kapal" ucap Taksa mesum sambil otaknya traveling kemana-mana.


"Dasar Omes" ucap Qiana tak berniat membantu suaminya.


"Yank beri tahu aku Omes itu siapa, aku akan Gilas tubuh nya menggunakan mobil sport ku yang kemarin aku beli" Taksa memegang kaki sang istri.


"Omes itu kamu, Otak MESum... sana kau berdiri di jalan raya, aku yang akan menabrak mu... biar aku bisa kawin lagi" ucap Qiana.


Taksa yang mendengar ucapan sang istri langsung duduk lalu "Aww..." Taksa menjerit.


"Hubby kau kenapa" Qiana panik melihat suaminya kesakitan.


"Pinggang ku ke cetit yank.. ini sakit sekali" Taksa tak bisa mendudukkan tubuhnya nya.


Taksa merogoh hanpone nya ia memencet nomer telpon sahabatnya Dion yang saat ini berada di aula, ia juga mewakili rumah sakit WU yang berkerja sama dengan QCL juga.." Kau ke ruangan istriku, minta anter kepada Zia , aku butuh pengorbanan mu saat ini".


mendapat telpon darurat dari sahabatnya dokter Dion di antar Zia langsung masuk ke ruangan Qiana, ia melihat Taksa sudah dibaringkan di tempat tidur di ruangan kerja Qiana.


"kau kenapa Taksa... tadi kau masih berdiri gagah di aula" ucap dokter Dion.


"ltu pinggang ku ke cetit kau bantu istriku mengobati nya, agar kau ada gunanya menjadi dokter pribadiku, enak saja luh makan gaji buta selama ini" ucap Taksa.


"astaga apa kalian GK bisa nunggu dirumah main perang perangan nya sihh..., apa mungkin kau terlalu ekstrim memilih gaya sehingga pinggang mu ke cetit" omel dokter Dion tanpa ampun


dokter Dion dan Taksa jadi berdebat sedangkan Qiana yang merasa jengkel mendengar kata-kata laknat dari kedua belah pihak, tanpa rasa bersalah ia langsung menancapkan enam buah jarum akupuntur di punggung suaminya.


"Aaahhhh" jerit Taksa kaget.

__ADS_1


"Dokter Dion mulutmu juga ingin aku akupuntur tidak" kata Qiana dingin.


"t....ii....dak... kakak ipar, ma..af...kan aku" ucap dokter Dion ngeri melihat keganasan istri milik sahabat nya itu.


~30 menit kemudian


Taksa sudah selesai melakukan akupuntur.. pinggangnya sudah sembuh hanya tertinggal sedikit rasa nyeri, jalannya pun sedikit aneh.


"maafkan aku hubby, kau itu sih nakal" ucap Qiana.


"Tidak apa-apa sayang" Taksa mengelus kepala sang istri, tiba-tiba hanpone nya berdering kencang... nama Ayah tertera di layar hanpone nya.


"Hem" jawab Taksa.


"anak laknat dimana kau sekarang" teriak ayah Taksa di sebrang sana , Taksa sampai menjauhkan telinga nya dari Hanponenya.


"di tempat istriku lah" jawab Taksa


"jika kau tak pulang sekarang ... aku pastikan besok kau tinggal nama saja" ucap si ayah Taksa.


Taksa yang mendengar kata-kata sang ayah yang marah kepadanya seketika ia menepuk kepalanya.


"astaga aku lupa menelponnya lagi, pasti ayah marah karena mendapat kabar kakek sekarat sekarang, dan mereka telah pulang ke Mainson WU, sayang sepertinya ayahku mengira aku membohongi nya kemari" Taksa mengadu kepada sang istri.


"cihhh salah siapa kau hanya memikirkan kesejahteraan si Jery hingga melupakan tentang kelakuan mu yang kemaren" omel Qiana. "rupanya kau sudah pikir ya hubby... aku harus siap-siap ini" imbuh Qiana.


"siap siap kenapa Yank" tanya Taksa.


"siap-siap menjadi janda, dan mencari suami baru "...


"jika itu terjadi aku akan menjadi hantu gentayangan di setiap malam pertamamu sayang"


^aku tambaah 1 part lagi nanti ^


mana komentarnya...

__ADS_1


terimakasih atas like dan komentarnya.


^^^~To be continued^^^


__ADS_2