
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
...~•^HAPPY READING^•~...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
“Hem” Kakek memecah kecanggungan yang terjadi. apalagi semua tamu terdiam melihat kecelakaan yang menguntungkan bagi si Dokter Dion.
“Berdiri dari atas tubuh ku dokter cabul” Ucap Divya si jenius obat obatan.
“Maaf” Ucap Dokter Dion memandang wajah Divya. Ia langsung terduduk menormalkan jantungnya yang berdetak kencang. Sedangkan tangan masih memegang pepaya gantung itu Divya. Dokter Dion belum sadar yang empuk empuk di tangannya itu adalah si pepaya gantung.
Wajah Divya langusung merah. Ia menangkap tangan dokter Dion lalu terbangun dari posisi yang sangat memalukan itu, dengan sekali banting dokter Dion sudah terkapar.
“Aw.... Wanita jadi jadian KA..kau” Ucap Dokter dia ia baru merasa jika sedari tadi ia memegang barang keramat milik wanita itu.
Divya Malu ia ingin pergi dari tempat itu, tetapi sayang high heels nya keseleo sehingga membuat Divya tak sengaja tangannya menarik dasi Dokter Dion, “Cup” Bibir mereka menempel.
“Wow” Ucap Semua orang melihat adegan itu.
“Sialan aku yang kawin dia yang mencuri perhatian” Ucap Abraham.
“Sialan si Dion menang banyak” Ucap Taksa.
“Hem” Qiana bersuara.
“Pak tolong nikahkan sekalian dua orang itu, jika tidak mau maka kalian akan tau akibatnya, siap tinggal nama saja besok” Ucap Qiana dengan nada penuh ancaman.
Ucapan Qiana membuat dua orang itu langsung memisahkan bibir Meraka, Tangan Divya langusung melepaskan dasi Dokter Dion.
Wajah kedua orang itu langsung memerah, mereka malu Sampek ketujuh turunan dan tanjakan..
Apalagi mendengar ucapan Qiana membuat mereka ingin kabur dari tempat itu. Divya melangkah mau meninggalkan tempat itu, ia malu menjadi bahan tontonan. Pada saat kaki Divya melangkah meninggalkan tempat itu, tiba-tiba suara seseorang membuat kakinya berhenti.
“Hey Nona kau melupakan sesuatu??!!” Ucap Dokter Dion.
Divya mengecek tubuhnya, siapa tau ada yang terjatuh, siapa tau pepaya gantung nya jatuh. Divya menoleh ke belakang.
“Divya mungkin selama ini kita menjadi musuh bebuyutan tetapi sejujurnya aku mencari perhatian dari dirimu, Maukah kau menerima ku sebagai suamimu???” Ucap Dion berjongkok di hadapan Divya.
“Terima... Terima.... Terima” Ibu ayah Dion ke depan memberikan sebuah cincin warisan keluarganya.
“Kurang lengkap jika tak ada cincin, diterima ya sayang, kasihanilah Dokter yang hampir karatan suntikkan nya ini ” Ucap Ibu Dokter Dion.
Ucapan ibu Dion sukses membuat pipi Divya memerah,
“Cepet di terima dong biar tak mati karatan itu dibawah” Ucap ayah Dion..
“Apakah anda menerima saya yang yatim piatu ini sebagai menantu kalian???” tanya Divya.
“Kami menerima siapapun menjadi istri putra kami, asal itu wanita” Ucap ibu Dion.
“Baik aku terima” Ucap Divya, ia bingung dengan perasaannya, jika ia menolak maka kasian orang tua Dokter Dion yang menerimanya tanpa menyelidiki asal usul dirinya.
Plok.... Plok.... Plok....
Dan hampir di ujung pernikahan itu di tutup oleh pernikahan dadakan ala Dokter Dion dan si jenius Divya.
Pasangan dokter Dion.
***
Saat ini make up para wanita sudah di bersihkan oleh para maid di Vila, baju mereka sudah di ganti di kamar mereka masing masing.. Mereka memasuki kamar dimana suami menunggu.
...----------------...
...Kamar Rana...
Ketika Rana masuk kedalam kamar ia tak menemukan sang suami, ia duduk gelisah menanti suaminya yang sedang berada di dalam kamar mandi.
Ceklek bunyi pintu kamar mandi.
Mendengar bunyi Kamar mandi di buka ia langsung masuk kedalam selimut untuk mengurangi rasa gugup yang melanda sedari tadi ia memasuki kamar pengantinnya.
Rafael mengedarkan pandangannya mencari sang istri dan matanya melihat gundukan besar di dalam selimut, ia menyunggingkan senyum geli melihat tingkah menggemaskan istrinya itu.
Ia berjalan mengendap-endap mendekati ranjang, lalu menarik selimut...
Glek... Rafael langsung menelan ludahnya, melihat sang istri sudah mengenakan baju dinas peranjangan pertama kali mereka.
“Sayang kau tak ingin melihat ku??” Ucap Rafael.
Rana melihat ke arah Rafael, Glek.... Sama dengan Rafael ia juga mengagumi penampilan baru suaminya.
__ADS_1
Seperti terhipnotis Rana mendekati Rafael, yang tadi malu entah kemana malu itu pergi, tak seperti perawan pada umumnya Rana ini tipe pemalu di depan umum jika hanya berdua dengan sang suaminya malunya cuma 5% yang lain malu maluin.🤭
“Kak sejak kapan kau memiliki bentuk tubuh seperti Reli si lopster di film Spongebob Squarepants itu??” Tanya Rana.
“Semenjak aku dipungut oleh kembaran mu yang luar biasa itu sayang” Ucap Rafael menarik pinggang sang istri agar mendekat. Tangan Rana langsung memeluk leher Rafael.
“Cup” Rana mencium bibir suaminya dan Rafael tak melepaskan kesempatan ia mencium bibir sang istri.
Semakin lama serudukan bibir itu semakin panas, tangan Rafael tak tinggal diam ia menarik baju saringan santan itu sehingga tak lama kemudian baju itu lolos kebawah.
Rana menyentuh bongkahan roti Mr bread di tubuh suaminya, tangan Rafael menyapa salah satu pepaya gantung lalu memelintir ujungnya..
“Ahk.....” Lenguh Rana menggelinjang hebat. bibir Rafael berada di leher Rana, ia menyesap daerah itu sehingga menimbulkan bercak merah.
Tangannya sudah berpindah ke dapur sintal milik Rana, ia mere•masnya dengan gerakan sensual sehingga menimbulkan gelenyar yang membangunkan gairah.
Rana menarik sang suami lalu ia menjatuhkan keatas tempat tidur, sehingga handuk penutup bawah Rafael terlepas, dan terlihatlah belalai gajah sudah berdiri tegak.
“Astaga belalai gajah” Rana lalu ia pingsan....
“Sayang..... Sayang” Teriak Rafael...Ia langsung mencari Minyak Anging untuk menyadarkan sang Istri.
Pingsannya Rana membuat si belalai gajah langusung mengerut menjadi belut. Cepat cepat Rafael mengabil celana karena takut membuat sang istri pingsan dua kali.
...----------------...
5 menit kemudian....
“Uhhh” Lenguh Rana.
“Akhirnya kau sadar juga” Rafael menghela nafas.
“Maafkan aku mengacau Kak” Ucap Rana Memeluk suaminya.
“Ayo kita tidur, mungkin kau lelah sayang” Ucap Rafael menarik selimut lalu merapatkan tubuh mereka.
“Kak tak ingin melanjutkan yang tadi???” Tanya Rana.
“Kapan kapan saja sayang, jika kau sudah siap lahir batin bertemu dengannya” Ucap Rafael memeluk Rana, bagaimana keadaan sekarang, yang jelas Rafael berusaha menahannya mati Matian, apalagi tuh sang istri tidak di bungkus baju, makin panas dingin dah Abang Rafael.
“Tapi aku ingin merasakannya Kak” Ucap Rana.
“Apa yang aku dengar ini sayang???” Tanya Rafael, ia tak menyangka istri polosnya mintak di polosin, mulutnya tak ada ja'im ja'im nya.
“Aku pengen bunting seperti Anna kak, kakak kan tau jika kembar itu harus diberikan sesuatu yang sama dan adil, jika yang satu memakai baju DoraEmon berarti satunya lagi juga harus diberikan baju yang sama, jika satu bunting yang satu harus di buntingin juga” Ucap Ucap Rana.
“Kita matikan lampu, aku coba membelainya saja setelah terbiasa baru aku memanjakannya.” Ucap Rana.
“Mari kita mulai” Ucap Rafael...
Ceklek..... lampu mati, hanya lampu tidur yang hidup.
Selimut dilemparkan ke lantai. Mata mereka saling memandang,
Cup..... Rafael mencium kening sang istri cukup lama.
Cup.. Cup... Cup, ciuman turun ke bibir, ia mengunyah pelan tapi pasti.
Semakin lama ciuman itu semakin turun kebawah dimana pepaya gantung berada, Tangan Rafael bermain di kedua pepaya itu, ia sedikit memberikan pijatan nikmat yang membuat si pemilik pepaya merem melek...
“Akhh....” suara gaib dari bibir Rana terdengar ketika mulut Rafael menedot ujung pepaya, sedangkan tangan satunya tak tinggal diam, tangan itu memelintir ujung pepaya sehingga membuat si empunya pepaya membusungkan dadanya.
Air liur dari bibir bawah sudah tertumpah ruah seperti tak ada saringannya, “Kak lepas Rana mau pipis” Ucap Rana gelisah, ia merasakan geli geli gatal.
“Lepaskanlah sayang, biar minyak gorengnya keluar banyak, agar si belalai gajah mudah menemukan goanya” Ucap Rafael, lalu ia memberikan ciuman di perut dan membuka kedua kaki sang istri.
“Aahhkkk” Desa•han Rana sangat merdu di telinga Rafael pada saat Rafael melahap bibir bawah sang istri yang sangat indah.
“Ahhh, kak sudah Taktakan aku” Ucap Rana.Ketika Rafael menghisap saripati pelepasan sang istri.....
Melihat sang istri sudah lemas akibat pelepasan pertama. Setelah itu Rafael langusung membuka celananya, kali ini tidak ada adegan menyuruh si istri memanjakan si belaian di mulut karena ia takut istrinya itu pingsan lagi.
“Sudah siap sayang???” Rana menganggukkan kepalanya tetapi ia ingin melihat di bawah sana...
“Lihat aku Beby” Ucap Rafael dengan suara beratnya...
Mata mereka saling memandang, “Kau peganglah dia, dia tidak bahaya, dan dialah yang membawamu ke nirwana nanti” Ucap Rafael, menuntun tangan sang istri agar memegang sahabatnya.
“Dia hanya milik mu” Bisik Rafael, lalu menyatukan bibir mereka. Sedangkan Rana memegang sesuatu yang panas dan keras, kulitnya yang sehalus sutra itu, ia mengurut pelan tapi pasti...
“Ohhhh....” Sekarang Rafael keenakan, malah dia yang sudah tak tahan ia langsung melepas bibir bengkak Rana, lalu memberikan bantal di bawah pantat sang istri.
“Kakak mulai sayang” Rafael langusung mengarahkan senjatanya ketitik target, ketika sudah pas ia mendorong dengan cara yang lembut...
3 menit kemudian akhirnya tembakan senjata itu pas di lubang. Rafael mendorong masuk, meski jalannya amat susah tetapi ia merasakan ada pembatas yang menghalangi jalannya...
__ADS_1
“Aaahhh sakittt” Jerit Rana ketika sesuatu di bawah sana menerobos masuk sempurna, tidak ada darah atau robekan seperti wanita pada umumnya ketika belalai gajah itu tenggelam sempurna.
Air mata Rana mengenang merasakan sakitnya seperti di belah dua, Rafael mencium bibir nya...
“Sakit kak” Ucapnya..
“Sabar sayang, nanti juga nikmat” Ucap Rafael, ia merasakan di bawah sana sangat di jepit dan nikmat...
Rafael mencoba bergerak ketika melihat sang istri mulai terbiasa, “Ahhhh, sseeeettt... Ini nikmat sayang” Rafael meracau ketika merasakan sensasi yang tak pernah dia rasakan selama ini, cintanya untuk Rana sedari belia membuatnya tak pernah mencintai wanita lain dan juga ia tak pernah membawa wanita keatas Ranjangnya.
“Ssseettt,,, Akhh” De•sah Rana ketika ia juga rasakan sakit sakit enak pad saat suaminya memompa dari bawah sana. Karena masih sama sama pemula mereka hanya menggunakan satu gaya saja.
Keringat membasahi pasangan itu. ******* pasangan itu menggema di dalam kamar, dinginnya AC tak mampu menyejukkan tubuh mereka.
30 menit kemudian “Akkhhhh” jerit keduanya, Ketika sesuatu meledak memenuhi goa di bawah sana.
“Cup.....Terimakasih sayang” Ucap Rafael lalu turun mengabil selimut yang tadi ia jatuhkan...
Rana langsung duduk ia melihat keadaan di bawah sana, ia tak bisa membendung air matanya.
“Hey sayang kenapa kau menangis??” Tanya Rafael...
“Apakah itu masih sakit??” Ucap Rafael menaiki tempat tidur.
“Tak ada darah yang keluar dari sana, apakah setelah ini kakak akan meninggalkan ku??” Tanyanya.
“Hey apa yang kau bicarakan sayang, memangnya kenapa jika tak keluar darah dari dalam sana?” Tanya Rafael.
“Bukanya para pria akan menuduh wanita itu tak suci lagi ketika melihat lubang sang istri tak mengeluarkan darah, bahkan banyak pria di luar sana meninggalkan istrinya yang mereka anggap kotor begitu saja” Ucap Rana, air matanya semakin membasahi kelopak matanya.
“Sayang lihat aku!!” Rafael menarik wajah Rana melihat ke wajahnya.
“Apakah sebelum ini kau pernah berhubungan dengan pria lain??” Tanya Rafael. Jawaban Rana hanya menggelengkan kepalanya.
“Jika kau tak pernah berhubungan dengan pria lain untuk apa kau menangis sayang??” Tanya rafael gemes.
“Aku takut kau meninggalkanku” Ucap Rana jujur...
“Aku tak akan meninggalkan mu sayang, cinta kita bukan sehari atau dua hari, tapi sedari kecil hingga saat ini, aku mengenalmu luar dan dalam sebaliknya kau mengenalku luar dan dalam juga. Cintaku tak hanya semata mata demi selaput darah yang gampang pecah, cintaku padamu itu tulus Sayang, jika memang aku harus menunggumu menjadi janda maka akan ku tunggu, jika tubuh mu sudah di nikmati beribu-ribu pria maka aku yang akan menjadi yang terakhir untuk mu, menjadi pelabuhan terakhirmu.”
“Tak ada keraguan sedikitpun dari dalam diriku, selama itu Rana ku yang aku genggam tangannya sedari kecil maka aku tak segan segan menikahi mu meski kau terjun ke lembah hina sekalipun. Kau kira selama dua tahun kita berpisah aku melupakan mu??” Sekali lagi Rana menggunakan kepalanya.
“Bagiamana aku melupakan mu, setiap malam tidurku tidak tenang, lihatlah tubuh ini, tubuh ini membuktikan jika diriku berkerja keras untuk menjadi kuat agar aku mampu merampas mu dari Han, Siang malam aku berlatih, dulu aku hanya pria lemah dan seorang pangeran lemah yang di atur oleh keluarga. Tapi sekarang meski aku tak sekaya dulu, tetapi dengan tangan ini aku bisa melindungi mu, melindungi anak anak kita kelak. Dan ini semua berkat Nona ku serta saudara kembar mu sayang” Ucap Rafael lalu mengecup kening sang istri.
“Aku percaya kok bawa hanya diriku yang menyentuh dirimu, karena lubangnya keset dan sempit, butuh ketelitian aku udah menancapkan senjataku, asal kau tau pria yang memang benar benar mencintai wanitanya maka akan menerima segalanya yang ada pada wanitanya, jika diluar sana ada pria yang menanyakan kesucian seorang wanita maka pria itu tidak tulus mencintai wanita tersebut. Semua manusia punya masa lalu dan semua wanita menurut ku suci meski wanita itu sudah di tinggalkan suaminya karena takdir lah yang membuat wanita itu kurang beruntung, jika wanita sudah tersentuh sebelum melangsungkan pernikahan lalu ditinggalkan, memang wanita itu tidak bisa menjaga dirinya tetapi mereka semua memili hak untuk mendapatkan pasangan yang menerimanya apa adanya, intinya semua manusia pantas bahagia” Ucap Rafael merebahkan tubuh sang istri.
“Cup” Rana mencium bibir suaminya.
“Jangan memancing deh yank” Ucap Rafael karena dibawah sudah berdiri tegak.
“Ulangi lagi yuk” Ucap Rana genit.
“Apakah tidak sakit???”
“Sakit sih tapi sakit sakit enak” Ucap Rana langsung menaiki tubuh suaminya.
“Astaga dimana mana malam pertama itu para pria yang merayu agar di berikan jatah banyak” Ucap Rafael dalam hati, Yang namnya pria jika di ajak tak mungkin menolak. Dan terjadilah ronde kedua, ketiga, hingga ke selanjutnya.
...----------------...
~**Cuplikan eps selanjutnya
Mulin siap melakukan penyatuan tetapi sang istri memecahkan konstruksinya, “Bang kenapa tidak di tusuk juga, sudah 5 menit aku menanti, Apa Abang butuh senter???”
“Buat apa sayang?” Tanya nya Mulin masih membeku di depan lubang keramatnya.
“Untuk mencari lubang agar tidak seperti kemarin lagi” Ucap Alana.
“Kira kira Abang Mulin butuh apa ya🤭, sampai jumpa besok😘😘”
^^^~To be continued^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
__ADS_1
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini**.