
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
...~•^HAPPY READING^•~...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
Ternyata suara air itu berdasar dari dalam gua kecil yang di dalamnya terdapat sumber air hangat yang mampu menampung 5 orang dewasa.
Taksa meletakkan sang istri di batu, lalu dengan sekuat tenaga ia mengangkat batu batu besar untuk menutupi lubang gua kecil agar bisa melindungi mereka dalam pengejaran ini.
“Oh tuhan! Aku terlahir kembali di atas air, saat ini aku memasrahkan diri ku di kubangan air, aku mohon lindungi kami dari marabahaya yang mengikuti kami. Berikanlah kesempatan anak tak berdosa ini menghirup udara bebas di esok hari!” Doa Qiana sungguh menggetarkan hati dan jiwa.
Seperti Tuhan tengah merestui, hujan besar langsung membasahi bumi. Karena gua terbuat dari batu kehangatan mereka rasakan. Taksa menutup setengah lubang agar ada oksigen memasuki gua, dan jika dari luar gua itu tak seperti gua pada umumnya lebih mirip baru besar yang berada di gunung.
Saat ini ibu hamil di dampingi suaminya tengah telan•jang bulat menunggu kelahiran sang bayi.
Qiana memilih melahirkan menggunakan metode di dalam air, dibantu sang suami sebagai dokter dadakan mereka berusaha mengeluarkan sang bayi.
“Keluarlah nak, ayah akan menyambut mu dengan cinta kasih, Taksa merang•sang sang bayi agar keluar dari perut sang istri. Air matanya mengalir tangannya merang•sang put•ing susu sang istri agar kontraksi datang kembali.
Taksa POV.
Hari ini aku sadar sebuah kekuasaan dan kekayaan ku tak ada artinya. Bayiku yang akan terlahir ke dunia hanya di saksikan Alam tanpa kemewahan, tanpa didampingi sanak keluarga.
Tak ada kamar VIP yang. Tak ada pelayanan Dokter, Hanya mengandalkan keberuntungan yang kau berikan Tuhan.
Hanya hujan yang melindungi kami dari musuh. angin sebagai pengusir mereka yang mau menyakiti keluarga kecilku.
Aku Taksa Tyaga Danendra WU, saat ini begitu nyata melihat kuasa mu, kau hapus jejak kami dengan hujan dan kau berikan bak alami untuk kelahiran buah hati kami.
Air mata Taksa mengalir melihat wajah pucat istrinya.
“Sudah saatnya Hubby!” Qiana merintih.
“Tarik nafas sayang lalu dorong sayang!” Air mata Taksa mengalir tangannya mengelus perut sang istri yang mengeras seperti batu.
“Hemmmmkk... Aaahhhhh” satu kali dorongan belum keluar.
“Cup ... Bagus sayang, kita ulangi lagi ya?” Taksa mencium kening sang istri dengan Sayang, tangan nya memijat perut sang istri.
Qiana menarik nafas lalu ia hembuskan lagi.
Tangan Taksa tetap mengelus perut sang istri, ia memberikan pijatan agar bayinya kembali mendorong.
__ADS_1
5 menit kemudian perut Qiana lagi lagi mengeras tandanya sang bayi sudah siap keluar.
Qiana menarik nafas lalu mengejan kembali, “Hemmkkkk... Aaahhhhh” satu kali lagi dorongan belum keluar membuat nafas Qiana naik turun.
Dia tak mengeluh meski rasa dibawah sana sangat sakit hingga rasanya mematahkan tulang belulang.
“Cup ... Bagus sayang, kita ulangi sekali lagi, aku yakin bayi kita akan keluar, ayo sayang semangat aku yakin bayi kita akan keluar dengan selamat, kau adalah wanita terhebat yang aku cintai satu satunya.” Taksa mencium kening sang istri dengan Sayang berulang ulang lagi.
15 menit kemudian perut Qiana lagi lagi mengeras tandanya sang bayi kembali mengajak sang ibu mengejan.
Qiana menarik nafas lalu mengejan kembali, dengan sekuat tenaga ia mendorong sang bayi “Hemmkkkk... Aaahhhhhhhhh” Dalam sekali dorongan seorang bayi langsung keluar dari bawah sana, tak ada sobekan dengan elastis bayi itu langsung di tangkap oleh sang Ayah ketika sudah muncul ke permukaan.
Oek ... Oek ... Oek ..., Tangis sang bayi sengat kencang ketika berada di pelukan Taksa sangat ayah.
Cahaya bulan masuk ke celah gua menyinari wajah tampan bayi merah itu, dengan tangis haru suami istri itu menyambut sang putra.
“Selamat datang Jaguar Kendrick Taksa WU , namamu mengartikan Pejuang tangguh pemberian tuhan, ku sertakan nama ku agar kelak kau menjadi sayap untuk melindungi bidadari kita yaitu ibumu.” Taksa memberikan ciuman sayang dan penuh kasih sayang untuk sang putra. lalu memberikan putranya dekapan sang istri.
Ciuman sayang Taksa berikan untuk sang istri, Taksa memeluk bayi itu yang entah mereka tidak tau beratnya. Mereka menunggu ari ari keluar dari perut sang ibu.
Setelah Ari-ari keluar, Qiana mengikat pusar sang putra, beruntung Qiana membawa sebuah pisau kecil sehingga ada benda tajam untuk memutus pusaran sang bayi.
Setelah bersih Sang bayi di bungkus switer sang Mama, dan Taksa memakaikan kemejanya kepada sang Istri, untung sang istri ahli ramuan sehingga ia bisa meminum obat untuk memberhentikan pendarahan.
Ia yang memiliki segalanya harus mengalami serba kekurangan di waktu yang genting ini.
“Sayang tidurlah dulu, kau pasti lelah. lagi sebentar pagi, aku kan mencari makanan untuk mu, makanlah roti gepeng yang kebetulan berada di saku bajumu.” Taksa menyobek bungkusan roti lalu menyuapkan kepada sang istri.
Hanya sebuah roti yang mengganjal perut sang istri setelah berjuang melahirkan, sungguh Taksa saat ini ingin memeluk ibunya meminta maaf selama ini ia menjadi putra yang dingin. Ia baru melihat betapa susah sang ibu melahirkannya ke dunia, membuat seorang pria yang baru bergelar sebagai Deddy itu seperti terlahir kembali.
“Maafkan aku sayang, aku tak bisa memberikan mu fasilitas yang layak untuk kau dan putra kita” Taksa menangis mencium sang istri.
“Terimakasih sudah menjadi pak Dokter yang menyelamatkan kami. Deddy sungguh luar biasa!” Qiana.
“Momy adalah yang paling luar biasa!” bisik Taksa.
Ia menyambar bibir sang istri lalu melu•matnya tipis tipis dengan penuh perasaan, hari ini sungguh hari yang melelahkan.
Oek ... Oek ... Oek bayi itu menangis.
“Sepertinya bayi kita lapar hubby” ucap Qiana.
“Aduh bagaimana ini honey, tadi rotinya hanya satu, aku lupa membagi dua untuk nya dah untuk mu.” ucap Taksa polos.
__ADS_1
“Is, kau ini ... Bayi gak ada yang makan roti, dia akan mimik susu, seperti ini” Qiana langsung membuka kancing kemejanya, lalu memberikan susu kental emak yang sudah berisi itu kearah mulut sang bayi. Dengan lahap sang bayi meminum susu cap ibu sui itu.
Sedangkan rahang Taksa langsung terbuka. Ia melihat kesayangannya di ambil sang putra, jiwanya menangis histeris.
“Dasar baru satu jam kau ada di bumi ini kau sudah merebut milikku yang berharga. Tapi gak apa apalah untuk sesaat aku pinjamkan untuk mu.” Taksa jadi pengen mimik juga seperti si bayi.
Setelah si dedek bobok dalam pelukan sang ibu, keluarga kecil itu saling memeluk dan mengangkat, entah kenapa tak ada nyamuk malam ini.
...----------------...
Keesokan paginya, Taksa terbangun terlebih dulu, mungkin Qiana terlalu lelah ia bersama sang Beby bobok saling mendekap.
Taksa berjalan di sekitar hutan mencari makanan untuk istirnya. Tiga puluh menit kemudian ia menemukan pohon pisang berbuah, Dangan menggunakan pisau kecil ia mengambil buah itu.
Setelah mengambil pisang yang entah milik siapa. Taksa langsung kembali ke goa dimana sang anak dan sang istri tengah menunggu makanan yang ia bawa.
“Sayang aku pulang!” panggil Taska, pisang di tangan Taksa terjatuh ketika ia melihat dimana sang istri ia tinggalkan menghilang bersama sang bayi.
“Sayang ...!”Teriak Taksa.
Kakinya memasuki ke dalam gua dimana putranya lahir tetapi hasilnya nihil, Taksa frustasi, ketakutan menyeruak di dadanya.
Pikiran buruk sangka berkecamuk di benaknya, ketakutan besar menghantuinya.
Kira kira Kemana Qiana pergi ya?
^^^~To be continued^^^
...Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana, emak kasik 2 upnya, 🤗😘🙏....
...Jangan lupa...
...Like👍...
...komentar🗣️...
...Hadiah🎁🌹☕...
...Vote 🔥...
...Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini....
...Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini...
__ADS_1