Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Kesampaian


__ADS_3

...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Kretep ... krauot ... krauot ... Bunyi seseorang yang tengah mengunyah mangga muda di yang di colek dengan garam saja.


Lagi lagi bunyi Kretep ... krauot ... krauot ... itu membuat gigi para pria yang lagi menemani ngidam si Deddy Taksa ngilu Sampek ke ubun-ubun.


“Bagaimana Lin? badanmu tidak gatal lagi” tanya Taksa tanpa bersalah.


“Tidak apa-apa tuan muda!” jawab Mulin gugup.


“Kau, hanya ku tugaskan untuk mengambil buah mangga sudah lebay begini!” ejek Taksa.


Dalam hati asisten Mulin, “ Jika disuruh membuat sebuah perusahaan bangkrut hanya dalam hitungan menit saya sanggup, ini saya disuruh manjat pohon Mangga yang penuh semut rangrang, mana anda memilih lagi mangga yang ingin anda makan!.”


Kasian sekali nasib Abang Mulin yang selalu apes😂


Flashback ON


Setelah pamer kemesraan pasangan suami istri itu sedang makan dengan romantis, suap suapan, sayang sayangan. Sedangkan sekertaris Mulin dianggap tak ada oleh Pasutri itu.


“Apalah diriku! hanya patung transparan yang selalu di lupakan. Alana aku mau Alana, kapan sih aku mendapat cuti. Aku butuh berlibur buk bos dan pak bos!” ucap Mulin dalam hati.


Untung Qiana dalam mode kagak dengar apa apa, jika di dengar udah habis si Mulin di cincang halus menggunakan Samurai milik buk Mafia itu.


~30 menit kemudian


Acara makan yang membuat Asisten serbaguna itu serasa menjadi robot diantara atasannya.


“Sayang! Setelah dari sini kita akan mencari pohon mangga.” ucap Taksa kepada istrinya dengan manja.


“Apapun untuk mu Hubby!” ucap Qiana.


“Mulin kau carikan rengkar mobil yang terbagus dan masih baru! Pantatku tak bisa duduk di kursi yang sudah pernah di duduki oleh orang.” Jiwa konglomerat Deddy Taksa itu kumat.


“Sudah saya siapkan kebutuhan ada selama anda berserta keluarga termasuk mobil dsbnya. Anda tidak perlu khawatir! Saya pamit dulu menunggu orang dealer mobil datang.” ucap Mulin.


“Dia paling kaku sayang!” ucap Qiana.


“Dulu dia seperti robot pada saat baru dibawa ke Mansion WU, Honey!” ucap Taksa.


“Benarkah?” tanya Qiana.


“Benar, Mulin Xaquille itu nama panjangnya! dia adalah anak yatim piatu, ia dibawa ke Mansion WU oleh kakeknya yang merupakan orang ter setia mengabdi kepada kakek. Orang tua Mulin tiada pada saat usia Mulin 10 tahun, meninggalnya orang tua Mulin karena sebuah kecelakaan dimana mereka sedang berlibur. Karena aku yang kesepian ini kakek memberikan Mulin dan Dion sebagai kawan ku!” ucap Taksa mengenang masa lalu.


“Kasian banget ya Mulin, setiap manusia memiliki ujian hidup besar atau kecil. Seperti diriku dan dirimu sungguh usaha yang menghabiskan 6 bulan lamanya penulis menuliskan kisah cinta kita” ucap Qiana.


“Kau bener sayang! Terimakasih sudah menjadi pendamping pria pemaksa seperti diriku ini!” Taksa langsung mengangkat tubuh sang istri keatas pangkuannya. Beruntung mereka saat ini berada di ruangan VIP.


“Aku suka dan aku cinta pria pemaksa ini!” bisik Qiana.

__ADS_1


Mulin tanpa permisi masuk ke dalam ruangan harus menyaksikan kemesraan majikannya.


Meras ada yang datang Qiana langsung Bagun dari pangkuan sang suami.


“Mobil sudah siap tuan mari kita berangkat!” ucap Mulin yang sudah mendapatkan informasi kebun Mangga terbesar di kota itu.


Mobil dikendarai oleh seorang pria pribumi yang dengan Mulin berada di depan sedangkan pasangan tersohot berada di belakang, sedang bermesraan mesra-mesraan.


“Baby Ken sedang apa sayang?” tanya momy Qiana, tangannya tak berhenti memainkan kancing kemeja suaminya.


“Dia sedang diasuh oleh anak buah ku, apalagi saat ini Dokter Dion sedang menjadi Aysui baby kita!” ucap Taksa sambil me ngerling kan matanya.


Hahahaha ... Hahahaha ... sepasang suami istri itu tertawa, sedangkan si sopir itu yang jomblo lama baper melihat suami istri yang sangat lengket.


“Stop!” teriak Taksa.


“Maaf tuan muda kawasan ini jalan satu arah!” ucap si supir.


karena enak online baik hati dan tidak sombong meski sering di zolimin FB, mengerti jika tak bisa orang orang bicara Linggis anggap lah ini percakapan bahasa linggis.


“Apa apa sayang?” tanya Qiana.


“Aku menginginkan buah mangga di rumah yang ada tulisannya TAK MENERIMA TAMU itu sayang.” Taksa.


“Baiklah apapun untuk mu! Pak tolong putar balik ketempat yang tadi.” perintah Qiana.


“Tapi nyonya!” Ucap orang itu.


Bulu kuduk si supir langsung terjaga, ia tak menyangka jika akan berjumpa dengan pasangan Pasturi yang aneh ini ternyata kejam, padahal si bapak ini adalah seorang pedagang bakso bangkrut kerena korban Corona yang melanda, karena utangnya menumpuk tak bisa bayar si bapak kerja siang dan malam untuk menghidupi anak anaknya yang 12 orang.


Saat mereka berada di rumah yang tak menerima tamu, “Bagaiman kita mau bertamu jika belum mengetuk pintu pagarnya sudah di beri plang tidak menerima tamu!” ucap Mulin.


Plak ... Seseorang menepuk punggung si supir, “Pak! Ketuk saja pagarnya, orangnya ada di dalam, kamu pasti bingung kenapa ada plang seperti ini di rumahnya, jawabannya si orang yang punya rumah tidak bisa membaca dan plang ini ibu tidur si Karsini yang menempelkan nya dirumah mantan anak tirinya.” ucap si ibu-ibu kepada si supir.


“Terimaksih! Mpok atas informasi.” jawab si supir.


“Bukanya aku hanya supir kenapa bisa merangkap menjadi gaet sekaligus. Tetapi Jika para bule itu keluar dari mobil bisa bisa aku yang kampungan ini berubah profesi menjadi bodyguard karena semua orang akan histeris memandang wajah tampan paripurna dan cantiknya macem bidadari surgawi.”


Setelah sopir itu berbicara dengan si pemilik rumah Mulin dan Taksa sudah berada di depan pohon mangga yang. berbuah sangat banyak.


“Mulin bilang kepada si pemilik pohon mangga ini aku ingin membeli semua buah yang ada di atas sana! Tetapi yang ingin ku makan dulu adalah mangga di dua yang berada di ranting ke lima.” ucap Taksa.


Moto Mulin adalah Apapun perintah tuannya adalah tugas. Tak ada kata tidak di kamus Mulin, Cavet dan kaos kaki Taksa saja Mulin yang memilih Merek apa yang paling aman untuk tuanya itu.


“Mulin kau yang manjat, Mangga yang aku inginkan!” ucap Taksa, ia memandang lapar kepada mangga yang bergelantungan di atas pohon.


Sedangkan kami Mulin langsung gemetar karena sepanjang hidupnya ia tak pernah memanjat pohon, dan ilmu beladiri ia berada di tingkat paling bawah di atara para anak buah Qiana yang sudah profesional.


“BaBaik Tuan Muda!” ucap Mulin.


ia melepaskan sepatu, jasnya. Mulutnya komat kamit seperti Mbah dukun mau mengobati pasien nya. Asisten Mulin dengan perjuangan menaiki pohon dengan tangan dan kaki gemetar, ia tak berani melihat kearah bawah.


“Mulin ... Lihat ke sini ... Ceklek ...,” Taksa mengambil gambar Mulin yang pucat pasi.

__ADS_1


Dalam hati Mulin berkata, “Tuhan, terkutuk lah bos yang tak beradab di bawah sana, ia tidak tau apa ketiak selangkah aku menaiki pohon ini kaki dan tanganku gemetar! dengan teganya si bos memaksa melihat kebawah, duhhh akun takut ...,” Kaki Mulin semakin takut.


Dengan perjuangan akhirnya Abang Mulin sampai di dahan pohon tempat Mangga idaman sang tuan Muda.


Gedebuk Dua Mangga Idaman si bos sudah di tangkap dengan lihai oleh si Ratu Mafia, melihat tangkapan sangat cantik si tuan rumah dan si sopir ternganga.


Ujian pertama Mulin sudah terbayar tunai ketika Mangga sang tuan sudah mendarat dengan sempurna. Dengan kaki gemetar Mulin turun dari atas pohon.


Nyutttt ... pantat Abang Mulin langsung di sun oleh semut rangrang penjaga pohon mangga.


Karena kaget Mulin melepaskan tangannya dari dari pohon sehingga. Semua orang serempak berteriak.


Mulin ...


Pak...


Sir ...


Dengan kekuatannya Qiana langsung berlari menangkap Mulin yang hampir saja patah tulang.


Gedebuk ... Dengan satu tangan Qiana menangkap kerah baju Mulin persis seperti kucing di pegang lehernya.


“Wow ... Saras 008 ini mah!” jerit si pemilik rumah.


“Wonder Women didunia nyata!” ucap si supir.


“Hem ... Nyonya ambillah tas ini, disana sudah ada uang untuk membeli seluruh buah yang ada di pohon ini! Nanti anak buah saya akan mengabil semua buah yang ada di pohon ini. Jika uangnya kurang ada tinggal bilang kepada anak buah saya!” Dengan jantan Taksa langsung mengangkat tubuh Mulin yang pingsan akibat kaget dan ketakutan.


~Flashback off


Dan saat ini Taksa tanpa merasa asam sedikitpun melahap buah mangga di depan nya.


“Mulin sambil menikmati Mangga ini ceritakan pertemuan mu dengan Alan.” perintah Taksa.


Dalam hati Mulin berkata, “Kupikir setelah melahap buah Mangga! Tuan muda melupakan tentang pertemuanku dengan Alana. Jadi pengen kekamar nih aku mau masukin singkong kedalam panci.”


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini.

__ADS_1


__ADS_2