Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
pembalasan Kanzia 1


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Pagi hari sesuai perintah nona mereka semua anggota keluarga di Vila Qiana berkumpul.


"Kalian tau untuk apa aku mengumpulkan kalian di pagi hari sebelum kalian memulai pelatihan kalian???" tanya Qiana tegas dan lantang


"Tidak nona" serempak berdiri tegap di belakang Vila tempat mereka latihan selama 3 bulan ini.


"Aku mengumpulkan kalian ingin melihat sejauh mana perkembangan kalian dalam pelatihan ekstra yang aku berikan dan bimbingan vincent dan Xiever selaku penanggung jawab dalam pelatihan ilmu beladiri kalian, sekarang aku ingin kalian membuka baju kalian semua" tegas Qiana.


"Baik" jawab serempak mereka semua


Banyak perubahan yang terjadi pada setiap tubuh anggotanya, terutama Rafael dulu tubuh Rafael kurus seperti aktor-aktor Korea, kulit yang bersih sekarang berubah sedikit kecoklatan akibat panas yang menyengat kulitnya,


Tubuh kurusnya sekarang mulai berotot, karena Qiana memberikan peraturan bagi setiap anggotanya dari jam 6 pagi sampai jam 9, wajib berlari mengelilingi bukit Vila ini, jam 1 sampai jam 5 waktunya latihan bertarung dan beladiri dasar, dan itu wajib di kerjakan selama 3 bulan berturut-turut.


Banyak perubahan lainnya terjadi pada setiap anggota, karena tekat yang kuat semua ingin layak berada di samping nonanya mereka melakukan dengan sungguh-sungguh. kanzia saja yang berada dibawah pengawasannya sendiri dalam pelatihan pun banyak perubahan,


Semua tubuh nya mencetak otot wanita dan luka-luka dan memar di tubuhnya, hingga semua anggota ngeri melihatnya. meskipun cuma Kanzia yang ia sendiri melatihnya tidak ada satupun anggota merasa iri, karena mereka tau level berkelahi mereka sebelum bertemu nonanya, Vincent dan Xiever yang melihat perubahan tubuh Kanzia pun begidik ngeri seperti apa pelatihan nonanya.


"Bagus aku puas dengan kerja kalian Vincent dan Xiever" mata Qiana berbinar melihat satu persatu anggotanya.


"Karena berhubungan satu Minggu lagi pembukaan perusahaan dan kalian akan lebih banyak serius dalam pekerjaan setelah ini, aku ingin menguji kekuatan kalian bertarung dalam 3 hari ini aku yang akan melatih kalian semua,


"Karena setelah 3 hari aku akan menguji mental kalian dalam melawan musuh yang sebenarnya, apa kalian sudah siap" teriak lantang Qiana


"Siap nona" serempak


"Sekarang kalian pergilah mulai berlari mengelilingi Vila sampai jam 9, aku akan menunggu kalian disini" Qiana duduk di pondok bersama Zora dan Zeta sambil menikmati cemilan paginya seperti menikmati pertunjukan.

__ADS_1


"Setelah ini baru kalian beraksi, aku ingin kalian tak mengecewakanku nanti.


serempak harimau mengaum "auuumm" jawab mereka menyetujui permintaan nonanya, sambil pengeluaran kedua kepala mereka dipangkuan Qiana seperti biasa berebut kasih sayang Qiana


"Kalian itu sudah besar, tubuh kalian sudah berat padahal baru 3 bulan kalian ikut denganku, apa karena kalian kerjaanya makan terus selama ini, kalian butuh olah raja juga mangkanya aku menyuruh kalian bersiap-siap berlatih bersama merek" sambil mengusap kedua kepala mereka yang sudah memandangnya untuk dipuji.


"Ia aku tau kalou kalian ingin aku puji, bagus juga tubuh kalian besar sepeti ini membaut musuh kita akan ketakutan" kata Qian memberi pujian


~ 3 jam kemudian


Semua anggota sudah kembali ke Vila dimna nonanya menunggu mereka.


"Setelah ini kalian satu persatu akan bertarung dengan kesayanganku, dan sekarang mulailah latihan kalian".


"Pertarungan sengit antar kesayangannya terlihat seru, sebab dua harimau itu menyerang dengan nafsu membunuh sangat kental, banyak anak buahnya yang terkena goresan ditubuh mereka tak membuat pertarungan berhenti sebelum nonanya yang menyaksikan pertarungan itu seperti menonton film dengan cemilan ditangannya, yang sengaja disiapkan oleh bibi Rona sebelum pelatihan dimulai.


Bermacam-macam pelatihan yang nonanya berikan kepada mereka, pelatihan neraka selama 3 hari itu mereka jalankan dengan sungguh-sungguh tanpa ada satupun yang menentang, dari apa yang mereka pikirkan Qiana Tersenyum sedikit sebab semua anggota tidak ad yang mengutuknya atau pun mengeluh kepadanya yang ada banyak dari mereka faham kerasnya pelatihan yang Kanzia dapatkan dari nonanya,


Mereka ingin sekuat Kanzia, sedangkan Vincent dan Xiever ingin menjadi lebih kuat agar kokoh berada di samping sang nona kemanapun nonanya pergi.


...* * * *...


Sudah 3 hari Qiana turun tangan melatih anggotanya, selama 3 hari menambah keterampilan jauh meningkat.


"Plok.. plok... plok... bagus aku suka ketangkasan kalian dalam perkelahian kalian, dan pertahankan semua itu, ini adalah tahap awal dari jalan menuju pertarungan sesungguhnya kalian, karena musuh kita berjumlah besar, dari kalian aku akan mendirikan sebuah aliansi mafia yang akan membuat kita kokoh dan layak membinasakan musuh-musuh kita"


Tepuk tangan dan kata-kata Qiana membuat binar kebahagiaan pada setiap anggota


"Terimakasih sudah membantu kita menjadi seperti ini nona, tanpa nona mungkin kita masih seperti buronan yang takut akan dunia luar" kata salah satu perwakilan dari mereka.

__ADS_1


"Mungkin pertemuan kita sudah ditakdirkan oleh Tuhan, maka Jagan pernah putus asa, setelah Tony sembuh ia juga akan bergabung bersama kalian, camkan kata-kata ku kita adalah satu keluarga, semuanya yang ada disini harus kita lindungi hingga ketitik darah penghabisan, dendam salah satu diantara kita maka dendam kita bersama, jangan biarkan musuh kita diluar sana menyakiti kita sedikitpun". ucap Qiana anjang lebar.


Ini adalah kata-kata terpanjang yang nona mereka dari sekian lama mereka mengenal nonanya, karena terharu akan kata-kata nonanya hati mereka seperti gurun pasir yang dialiri air, mereka berjanji didalam hati bahwa hidup dan mati mereka milik nonanya.


"Terimakasih nona sudah menganggap kita keluarga kami bersumpah hidup dan mati kita milik anda semenjak anda memungut kita semua". kata mereka serempak.


"Baiklah sekarang kalian istirahat, karena jam 12 malam kita akan memulai misi awal kita, dan pelatihan pertama kalian, kita akan menghabisi wanita serakah seperti ibu tiri Kanzia, aku mau kalian ikut semua melihat apa saja yang terjadi nanti malam, aku yakin kita pasti lelah nanti malam, karena kita akan memberikan dua tempat " perintah Qiana


sebelum penyerangan ini Qiana sudah menyelidiki tentang sarannya nanti malam.


🌷jam 12 malam


Mobil mereka semua termasuk dua harimaunya tak lupa Qiana bawa, sudah berada di sebelah rumah ber lantai 2 dengan halaman yang luas dan asri.


"Aku sudah menyiapkan alat komunikasi untuk kita masing-masing, dan Aruna kau hubungkan komputer mu dengan robot lalat mulai sekarang, kita ingin lihat keadaan di sana dulu sebelum kita bereaksi".


Setelah menyambungkan komputer dan robot lebah itu, Qiana memencet tombol pada perut robot itu untuk mengaktifkan. setelah aktif Qiana mengambil alih komputer memprogram robot itu untuk masuk kerumah 2 lantai itu dan layaknya seperti CCTV berjalan, mereka bisa lihat dan mendengar semua yang ada di rumah itu, tiba-tiba semua orang mendengar ******* dan percakapan 2 orang lawan jenis


"ahhh.....ahhh'' sayang lebih cepat kata perempuan usia 45 tahun.


"hmmm......hmmm" sabar sayang, kau hebat sekali dalam menyingkirkan dua anak mu dengan mudah


"hah hah ah ah" itu kan berkat bantuan mu sayang.


"Kau betul sayang , sayangnya aku belum sempat merasa t***h anak bungsu mu ah.... ah" kata sang laki-laki


"Mereka bukan anakku ah..... , lebih cepat sayang ... iya begitu ah.... , mereka anak mendiang suamiku..." kata wanita


Apa yang terjadi setelah ini, berikan aku like, maka aku akan up lagi hari ini...

__ADS_1


dan untuk episode setelah ini khusus untuk 21+ ya karena disini banyak adegan kekerasan, mohon bijak dalam membaca🙏


^^^~To be continued^^^


__ADS_2