Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Pesta Pernikahan Kanzia & Colvis


__ADS_3

...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


pernikahan Zia dan Colvis tepat di langsungkan di hari penentuan. Setelah dua Minggu mereka sah menjadi suami istri, mereka merayakan pesta.


Pernikahan Colvis di adakan sangat tertutup, yang di undang pun hanya para kerabat dekat dari mempelai laki-laki, dan keluarga inti Qiana.


Entah apa, semua orang pun tak tau alasan pernikahan Colvis sangatlah tertutup, padahal biasanya pernikahan orang konglomerat seperti mereka akan menyiarkan berita pernikahan di TV TV.


Undangan pun hanya 200 orang, awalnya keinginan nenek QI ia ingin membuat pernikahan sangat meriah, tetapi di tengah jalan keputusan nenek dia urungkan.


Semua orang juga tau jika selama hampir 17 tahun keluarga QI mundur teratur dari sorotan media.


Bahakan peretas handal pun tak mampu mencari informasi tentang tertutupnya keluarga QI yang menjadi bahan sorotan masyarakat itu.


Qiana pun sudah menyelidiki keluaga QI, sebelum melepaskan Zia menikah dan masuk kekeluargaan itu.


Menurut yang ia ketahui, Keluaga QI tertutup Setelah kecelakaan yang menimpa satu keluarga mereka, dan menewaskan dua gadis kecil di dalamnya, sebelum itu keluaga QI aman aman saja dan saat ini pun keluarga QI merupakan keluarga aman dan tentram.


...____________________________________...


"Sayang kau cantik sekali hari ini, dan bagaimana jika para undangan mengira dirimu adalah pengantinnya," ucap Taksa sambil memeluk pinggang ramping milik sang istri, Taksa mencium punggung Qiana yang terbuka, dengan memberikan tanda kepemilikan disana.


"Hubby Jagan macam macam ini sudah sore!" Ucap Qiana memperingatkan sang suami agar tak membuat ulah lagi, karena baju yang Qiana pakai adalah baju ke 10 hasil eksekusi dari tangan sang suami.



"Aku janji tidak merubah bajumu lagi sayang, aku hanya memberikan stempel kepemilikan ku di sana, biar orang orang yang melihat mu akan mundur teratur ketika melihat cap cinta Abang Taksa mu ini, dan kau terlalu menawan di mata orang orang, sehingga aku takut kau di lirik orang lain" Ucap Taksa yang semakin mempererat pelukannya.


"Kau terlalu memujiku Hubby, di luar sana wanita yang jauh lebih cantik dari diriku sangatlah banyak, dan berhentilah berbuat ulah, si jeri sudah bangun dari tidurnya" Ucap Qiana, yang merasa ada pembatas diri nya dan suaminya.


"Banyak wanita cantik di luar sana, tapi mereka tak sehebat dirimu, perlu ku ingatkan lagi sayang, hanya dirimu lah sinyal yang mampu menjangkau koneksi si jery" ucap Taksa.


"Baiklah, mari kita berangkat ke Hotel WU, Kasihan Zia, nantik dia sedih karena aku tak kunjung datang".


Taksa menyodorkan sikunya "Ayo bidadari ku". Dengan senang hati Qiana mengaitkan tangan di siku Taksa.


...____________________________________...


Mobil yang di tumpangi Qiana dan Taksa sudah memasuki hotel pesta pernikahan Zia, Taksa memeluk pinggang Qiana sangat erat, Taksa menggiring sang istri memasuki lift khusus miliknya, tujuan mereka yaitu ganti VIP Zia yang mana Zia sudah duduk di temani semua keluaga Jenius Qiana.


Sedangkan Taksa masuk di ruang ganti laki-laki, di mana si pengantin laki-laki lagi mondar mandir macem setrikaan yang lagi di pakai.


"Wah si pengantin pria sudah tak bisa lama lama terpisah dengan istri nya" Ucap Taksa.


"Akhirnya kau datang juga bro, kenapa lama banget" ucap Colvis girang si Colvis.


"Sory bro aku lagi mengecek kamar pengantin di hotel ku entar malam"Ucap Taksa.


"Dasar, yang nikah siapa?, yang enak enak siapa?" Gerutu si Colvis.


"Setiap hari bagiku malam pertama bro" Taksa sombong.


"Qiana mana?" tanya Abraham ikut nimbrung.


"Ngapain kau menanyakan istri ku?" Tanya Taksa garang.


"Aku rindu dengannya" Aku Abraham santai.


"Sekali lagi kau rindu istriku, maka tinjuku melayang hari ini" Ucap Taksa geram


"Sudah sudah Jagan ribut, kalian tidak lihat hari ini gue rindu istri" Colvis melerai kedua rival sedari kecil itu.


Mendengar ucapan sahabatnya Taksa diam, dan Abraham pun memalingkan wajahnya, Persis dengan pasangan kekasih lagi marahan.


"Dari pada kalian bertengkar mending kalian memberikan saran agar bisa menaklukkan hati istri" Ucap Colvis yang langsung duduk di tengah sepupu dan sahabatnya sekaligus.


"Kau kan sudah dua Minggu menikah, pastinya si jagung bakar sudah nyoblos kan bro?" Tanya Taksa.


"Sayangnya belum, istriku belum mencintai ku, aku harus berusaha membuat dia mencintai ku dulu bro, jika kau memaksa abis masa depanku di tangannya,, Selama dua Minggu ini dia tak mau tidur satu kamar dengan ku" Ucap Colvis menunduk.

__ADS_1


"Wanita itu akan luluh jika kau manjakan di tempat tidur, Surga dunia akan membuatnya bertekuk lutut di depan jagung bakarmu" Ucap Abraham yang hanya tau urusan ranjang saja.


"Wah Casanova mah ajarannya cuma ranjang doang." Ucap Taksa menyindir.


"Tapi istrimu satu spesies dengan istri ku" Imbuh Taksa.


"pinggang ku saja encok di gebukin Sama Zia ku" Colvis bercerita.


"Hahahahahaha" dua orang rival itu tertawa bersama.


"Tapi aku setuju sama biang kampret itu, jika kau sudah memasukkan si jagung bakar ke lubang paralon istrimu, urusan cinta mah mengalir, apa lagi kau petarung handal di atas ranjang, aku jamin nih istrimu bakal klepek klepek, dan tak mungkin pindah kelain hati, apalagi suami setia yang tak pernah nyoblos lubang paralon dimana mana, tambah cinta dah tuh sang istri" Ucap Taksa, sambil menyindir orang yang gemar ngelupain pusaka keramatnya ke sembarang lubang paralon yang berbeda beda ukuran size.


"Jlep" bak di ditusuk parang, jantung Abraham panas di sindir oleh saingannya sedari kecil.


"Laki-laki yang banyak menusuk lubang paralon wanita itu adalah laki-laki perkasa, pengalaman gaya pun luar bisa, menurut ku laki-laki yang setia itu hanya taunya gaya batu karena minimnya pengalaman" Abraham menyindir balik si Taksa.


"Enak aja, laki-laki yang hanya mencoblos satu lubang paralon bisa berkarya di atas ranjang, setiap hari si jeri selalu di asah agar pandai dan lihai dengan bermacam macam gaya, dan ingat nih jika mencoblos lubang Pralon yang masih bersegel sensinya Wohow dan bangga tentunya" Ucap Taksa.


"Tuan sudah waktunya. Nenek QI menyuruh saya memanggil anda" Ucap Mulin kepada Colvis.


Entah kenapa yang semangat malah Taksa keluar duluan dari dalam kamar itu.


"Yang nikah siapa? , dan yang semangat siapa?" Ucap Abraham.


"Ayo dampingi aku bro" ucap Colvis.


...____________________________________...


Sedangkan Taksa langsung menjemput sang istri di ruang ganti wanita, dan di depan ruang ganti sudah ada nenek QI dan mama Taksa berbincang bincang.


Taksa yang takut Abraham mencuri kesempatan dalam kesempatan mendekati istrinya.


"Wahhh cucu durhaka nenek sudah datang" Ucap nenek QI.


"Nenek makin cantik saja" Ucap Taksa.


"Taksa.....Sini kau cucu nakal, mana istri mu?, kau menikah tak mengabari Nenek tua ini" Tangan nenek QI langsung menjewer telinga Taksa.


"Cklek" pintu terbuka.


Semua orang langsung melihat ke pintu. Ternyata pengantin dan rombongan Qiana sudah siap.


Taksa yang melihat istrinya langsung mendekat lalu "Grep".


"Sayang kenalkan ini nenek Colvis, dan dia juga mantan kekasih Kakek ku" ucap Taksa.


" Dasar cucu laknat kau membuka aib, wahhh cantiknya, sini nenek peluk dulu" Nenek langsung memeluk Qiana.


"Jangan lama lama jika memeluk istriku nek" Ucap Taksa.


"Dasar WU posesif"


"Halo nek, maaf pada pemberkatan Zia saya langsung pulang, tak sempat bercengkrama dengan anda" Ucap Qiana.


"Tidak apa apa, kumpulan wanita wanita mu semua cantik sayang" Ucap Nenek.


"Wah cucu menantu ku sangat cantik" Puji Nenek.


"Terimakasih nek" Ucap Zia.


"Ia dong istri siapa jika bukan istriku" Ucap Colvis langsung memeluk pinggang Zia.


"Cup" Colvis langsung menyambar bibir Zia di depan orang.


Zia dengan sigap mencubit pinggang Colvis "Aw......Sayang entar malam baru kita masuk kamar, para tamu sudah menunggu kita"


"Yuk acaranya sudah mau mulai"


...____________________________________...


Rombongan itu masuki ruangan khusus VIP keluarga. Pengantin berada di depan dan diiringi oleh Taksa dan Qiana bersama keluarga WU dan Nenek QI, sedangkan ayah Colvis sudah berada di lantai dasar menyambut para tamu.


Seperti biasa, keluaga WU adalah keluarga yang selalu di sorot publik, meski tidak mengundang wartawan, jika kehadiran keluarga tersohor itu menjadi daya tarik bagi semua tamu....

__ADS_1


Apalagi ada tambahan peserta di dalam rombongan membuat semua orang bertanya tanya.


Siapakah wanita sangat cantik yang berdiri di samping Taksa ?.


Banyak orang yang penasaran, apakah wanita itu kerabatnya jauh, atau kekasih Taksa karena dari penglihatan mereka saat ini, Taksa sedang merenggut pinggang si wanita di depan khalayak umum.


"Bukannya wanita itu Nona Qiana?" Ucap si A, tamu yang hadir pada saat penyatuan perusahaan nya.


"Qiana siapa, apakah dia model pendatang baru?" Ucap si B.


"Bukan di adalah orang yang berdiri di belakang QCL grup, dan wanita ini adalah incaran tuan muda Taksa, apakah mereka sudah jadian ya?" imbuk si C, orang yang ikut nimbrung.


"Ialah mereka pasti jadian, secara yang mengejar adalah Orang nomer satu dari segini apapun".cap si B


" Wanita ini hebat bukan, latar belakang yang tersembunyi, kekuasaan melimpah, dan dan calon suami yang sempurna, dengar dengar mempelai wanita tuan muda Colvis adalah tangan kanan nona Qiana" ucap si A.


"Kau benar. beruntung mendapatkan Tuan muda Taksa" Ucap si C.


"Dia terberkati menjadi kekasih Tuan muda Taksa, mungkin ketika mereka nanti menikah pasti banyak ibu ibu mengganti nama anaknya Qiana supaya beruntung seperti gadis itu" Ucap ibu-ibu bicara di kerumunan itu.


Tiba-tiba suara orang di belakang mereka "Aku yang beruntung mendapatkan Istri seperti dia" Ucap Taksa lalu mendekati istrinya.


Acara berlangsung sangat meriah.


tamu undangan mendekati Taksa seperti biasa.


"Hubby aku ke atas dulu, ada sesuatu yang harus aku ambil" Bisik Qiana yang memang dasarnya tidak menyukai keramaian.


"Aku akan membawamu pergi saya" Ucap Taksa.


"Sembentar saja aku mau membuang air kecil"


Bisik Qiana.


"Baiklah sayang, hati-hati" Bisik Taksa.


Perlakuan Taksa itu tetap menjadi sorotan orang orang disana.


...____________________________________...


15 menit kemudian...


Taksa yang merasa sang istri tak kunjung datang, ia keluar dari kerumunan, entah mengapa rasa posesif kepada yang istri semakin meningkat semenjak dia kehilangan Qiana beberapa waktu lalu.


Baru ia mau menaiki tangga tiba-tiba.


'Dor' bunyi tembakan melengking di ruangan.


"QIANA" JERIT TAKSA.


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungannya🙏🙏


Jagan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini**


______________________________________________


Sambil menunggu kehidupan kedua sang putri up lagi yuk mampir di karya author temen aku, ceritanya juga sangat menarik para reader emak tersayang.


__ADS_1


__ADS_2