
...* * * * * ^•^* * * * * * *...
...~•^**HAPPY READING^•~...
...* * * * * * * ^•^* * * ** * *...
Ckiitttt..... Brak.... brak..... brak....
Mobil yang di kendarai Alexander XU terbalik hingga tiga kali mendarat di pinggiran selokan yang berisikan goreng gorong pembuangan air kotor., "Putra...ku.... Uhuk.... uhuk...." Alexander batuk memutuskan banyak darah, pecahan kaca depan mobil menusuk punggung Alexander hingga tembus ke dadanya.
"Hiks hiks hiks hiks"
Tangis Abraham terdengar jelas dari dalam mobil, "Jagan menangis sayang, mungkin ini pertemuan terakhir kita, kau harus selamat sayang, karena hanya kau yang bisa melindungi ketiga bidadari ku, kau berhentikan menangis" Alexander XU mencium kening putranya.
"Berjanjilah jika kau keluar dari disini kau tak boleh berteriak, dan tak boleh keluar. Ada penjahat diluar, jika kau tertangkap maka tak akan ada yang melindungi para bidadari kita!" Ucap Alexander XU kepada putranya itu.
Abraham menganggukkan kepalanya.
Dengan susah payah ia melepaskan putranya, lalu mendorong nya ke selokan hingga Abraham terguling guling di lumpur gorong gorong itu hingga jauh.
Hanya berselang satu menit tiba-tiba, "DUAR" Mobil itu meledak.
Abraham menyaksikan mobil ayahnya meledak di depan matanya, ia berteriak dengan menutup mulutnya dengan erat erat agar tak bersuara, air matanya berderai pedih dimasa kecil nya harus menyaksikan ayahnya tiada di depan mata.
Berapa menit kemudian ada sebuah mobil datang ke lokasi, "Maaf tuan, mobil Alexander XU meledak, dan saya yakin putranya pun tak tertolong, kami terlambat mengambil anak itu".
"Dasar anak buah tak berguna....Dor...." orang yang melapor tadi itu di tembak tepat di kepala.
"Aku sudah menyuruh membuat kecelakaan sedikit ringan, setelah itu tembak mati Alexander dan bawa putranya kehadapan ku dengan keadaan hidup!" Teriak orang itu penuh amarah.
"Cepat kau periksa apakah kedua orang itu berada di dalam mobil, siapa tau ada yang selamat di antara mereka!". Ucap orang pria bertopeng yang tadi menebak anak buahnya, pria itu menyaksikan mobil Alexander di lahap si jago merah.
Tiba-tiba hanpone si pria bertopeng langsung berdering.... Kring kring kring kring.....
"Katakan" Ucap si pria bertopeng....
"APA....MOBIL MEREKA MENABRAK PEMBATAS JEMBATAN....!!!!" Teriakan menggelegar.....
"Kalian harus mati setelah ini, tinggalkan tempat ini, aku tak ingin Lusi kenapa Napa!. Sekarang kita ke lokasi dimana mereka kecelakaan" Titah si pria gagah bertopeng, tangannya yang memili tato huruf H sangat jelas di mata Abraham.
"Baik tuan H" Ucap anak buah si pria bertopeng.
Semua mobil meninggalkan temapat ini, sedangkan anak kecil penuh dengan lumpur sedang berjongkok.
"H...Aku akan mengingatmu!".
"Ke ujung dunia aku akan memburu mu!"
"Jika aku harus menjadi penjahat akan ku arungi lumpur darah itu agar aku bisa berdiri sejajar dengan dirimu, dengan tangan ini aku akan mele•nyapkan nyawamu".
"Akan ku bantai habis keluarga mu, Seperti kau membatai keluarga ku didepan mataku ini!!" Ucap anak kecil yang masih berusia 12 tahun itu.
Karena luka goresan di kepala membuat bocah laki-laki itu tak sadarkan diri.
Sedangkan di lain tepat sebuah mobil tengah kejar kejaran.
~Flashback.
Kejadian dimulai dari saat ketiga wanita cantik itu sedang berkumpul di sebuah kafe langganan mereka, istri istri ketiga keluarga terpandang itu tengah bercengkrama.
"Sudah berapa bulan kandungan mu kak?" Tanya nyonya muda QI.
"Baru memasuki bulan ke 5, kalian tak mau nambah anak, sepi loh rumah kita jika hanya memiliki satu keturunan" Ucap nyonya muda XU yang tak lain istri Alex itu.
"Sejujurnya aku merindukan bau bayi di rumahku, apa lagi saat ini Taksa menjadi pribadi yang sangat pendiam, tak ada suara tawa anak kecil di rumah kami" Ucap nyonya WU.
__ADS_1
"Benar aku sangat menginginkan bayi lagi di rumah ku, tapi kalian tau bukan jika kandungan ku kompilasi pada saat melahirkan Colvis, dan ayah Colvis tak ingin menambah keturunan" Ucap ibu Colvis itu dengan nada sedih.
"Sudah sudah Jangan sedih. Di masa mendatang anak ku juga akan menjadi anak kalian, dan adik ipar kau bisa membantuku merawat anak ku yang sudah banyak ini, toh kita satu keluarga," Ucap nyonya XU.
"Kau harus berjanji salah satu putrimu akan menjadi anakku juga kelak!!" Ucap Nyonya WU.
"Wah jika kita besanan juga bagus tuh, aku suka menantu pintar dan tampan seperti Taksa mu itu" Canda nyonya WU.
Merasa konyol membicarakan perjodohan anak merdeka yang masih kecil Meraka pun tertawa..
Haha.... haha.... haha....
"Sudah sudah, ini sudah waktunya si kembar pulang dari TK, sedari tadi aku menelpon suami ku, Hanponenya tak bisa di hubungi!!". ucap nyonya XU itu.
"Ayahnya Colvis pun begitu. Ponselnya tersambung tetapi orangnya tak mengangkat panggilan ku, padahal hari ini jadwalnya dia cuti".
"Karena ayah lagi sakit, ayahnya Colvis mengantikan ayah mertua untuk menghadiri rapat pemilik saham di perubahan ayahnya Abraham" Ucap nyonya QI.
"Berarti mereka saat ini tengah bersama, biar aku menelpon suami ku untuk memberi kabar kepadanya" Ucap ibu Taksa itu.
Setelah memberi tahu keberadaan Meraka para ibu ibu itu di antar oleh sopir menunju sekolah anak anak.
Entah kenapa hari ini mereka memutuskan pulang dengan satu mobil, tadi pada saat berangkat dua nyonya itu menyuruh para sopir mereka pulang terlebih dahulu.
Mobil dengan lancar menjemput si kembar.
Saat ini nyonya WU duduk di sebelah sopirnya, dan kedua kembar itu duduk dengan anggun di tengah-tengah ibu dan bibinya.
Disebuah jalan yang agak sepi tiba-tiba....
"Dor" Sebuah tembakan melesat mengenai bodi belakang mobil.
"Ada apa ini?" Teriak panik nyonya WU.
"Sepertinya ada rampok nyonya" Ucap sang sopir.
"Mas .... Halo, kami di kejar seseorang" Ucap istri tuan XU, lalu Hanponenya jatuh karena gedoran pintu di sebelahnya.
"Tenang sayang, pak bisakah lebih kencang, Lusi kaya dekap Anna, dia syok sehingga langsung nangis" Ucap ibu Colvis, ia langsung mendekap tubuh kecil yang ketakutan.
Apalagi bunyi tembakan semakin sering di layangkan oleh mobil di Belakang....
"Brak... Brak...." Kaca mobilnya di gedor oleh seseorang pengendara motor.
Si sopir semakin kencang menancap gas mobil itu, "Dor" Lagi tembakan di arahkan ke mobil yang di tumpangi istri istri konglomerat itu.
Niat hati si penembak ingin memberhentikan mobil itu malah tembakan itu menembus kaca dan mengenai sopir yang tengah mengemudi.
"Aaaaahhhhh" Teriak semua orang melihat supir merek tewas....
Mobil yang dalam keadaan kecepatan tinggi itu melaju tanpa arah....
Karena kejadian sopir tertembak itu berada di jalan yang curam kebawah, mobil oleng tak beraturan.
Ibu Taksa sudah berusaha mengambil pengemudi, karena jalan sangat curam sehingga tangannya tak sanggup memegang kendali. Mobil mereka tumpangi sudah menabrak tiang pembatas jembatan dengan keras.
"Brak...Brak... Prang....." bunyi kecelakaan tunggal itu terjadi.
Pintu mobil di arah belakang terlepas. Seorang ibu dan anak terpental keluar.... tubuh Lusi berguling-guling dengan darah melumuri tubuh nya karena dia dalam keadaan hamil, sedangkan sang putri terhempas keluar langusung jatuh kebawah jembatan yang di bawahnya ada sebuah sungai yang sangat besar.
Sedangkan ibu Taksa tubuh terjepit di depan, tangis Rana kecil penuh ketakutan, ia dan ibu Colvis selamat, karena di tempat mereka tak menghantam apapun....
BRAK....
"Mau apa Kalian?" Teriak ibu Colvis memeluk erat Rana.
__ADS_1
"Berikan anak itu kepadaku" Ucap pria bertopeng.
"Tidak akan" Teriak ibu Colvis memeluk erat Rana, ia berusaha mempertahankan kesadaran nya agar ia mampu melindungi Rana.
"Gawat Nyonya Lusi sudah mati, tuan besar bisa membunuh kita saat ini juga" Ucap seseorang di luar.
Ucpaan orang itu masih sayup sayup di dengar oleh nyonya WU, dan keributan saling rebut antara nyonya QI dengan penjahat...
DOR
Kepala nyonya QI tembak oleh penjahat lalu mereka membawa Rana pergi.
Setelah kejadian itu nyonya WU di fonis lumpuh selamanya. Nyonya QI terselamatkan, tetapi saraf di kepala nya membuatnya gangguan jiwa yang ia cari hanya si kembar Rana dan Anna.
Dua gadis kecil hilang bak di telan bumi, jasad nyonya XU pun ada yang mengambil.
Ayah QI meninggalkan mendengar kabar menimpanya menantu dan putrinya...
Demi keselamatan Abraham, Abraham Xander XU ku di kabarkan meninggal, dan ia menyebut namnya X yang misterius.
.
Jasad Alexander XU, hancur berkeping keping.
Setelah kejadian itu....
Abraham memilih terjun di dunia Mafia untuk mencari keberadaan adik adiknya, serta kuburan sang mama.
Colvis sedikit demi sedikit berdiri di dunia militer untuk mendeteksi orang orang yang menghancurkan keluarga mereka.
Abraham dan Colvis berjalan bertolak belakang, hanya untuk menemukan titik terang, dukungan Taksa di belakang Colvis membuat jalannya semakin terang, dan bekal petunjuk dari sang kakek WU dan nenek QI mereka melakukannya pencarian mereka selama bertahun tahun.
Sedangkan Taksa di masa remaja ia mengambil alih dunia bisnis, mengantikan sang ayah yang tengah mengobati sang Mama.
Ia memenangkan semua tender dan berdiri di puncak nomer satu, ia mengeluarkan gocek besar mendukung negara hanya untuk menemukan keberadaan sang musuh, ia juga berharap adik adiknya yang sangat ia sayangi di temukan.
Tiga orang itu meraih kesuksesan Meraka sendiri sendri dengan tujuan yang sama. Mencari Titik terang keberadaan dua gadis kecil yang ia yakini masih hidup, tapi entah dimana meraka seakan buta, karena sang musuh dulu meretas satelit dan mematikan CCTV dunia.
Hingga bertahun tahun lamanya, dan lagi kembali kepada takdir yang mempertimbangkan mereka tak sengaja.
Masa Lalu End....
^^^~To be continued^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini.
Kali ini eps nya emak panjangin, maaf jika cerita nya muter muter tak sesuai ekspektasi kalian 🙏🙏
emak minta maaf jika setiap up pasti merekomendasikan karya orang lain...
emak disini saling bahu membahu dengan para sahabat untuk mengenalkan karya kita dan cerita mereka tak kalah keren kok... Yuk mampir di karya sahabat ku ini.
__ADS_1