Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Ranting kehidupan


__ADS_3

...Hidup adalah rahasia Tuhan....


...Kita tak bisa mengira akan sampai dimana takdir hidup kita....


...Ada yang sakit masuk rumah sakit setiap bulan berikan kehidupan panjang....


...Sedangkan yang sehat dan masih mampu berkerja dan berusaha tiba-tiba Nafasnya terhenti saat itu juga....


...Begitulah takdir hidup manusia, kita hanya hidup untuk menunggu mati dan jika mati kita tidak tau apa yang menimpa kita didalam gundukan tanah....


...Semua itu masih rahasia Tuhan, kita sebagai manusia hanya harus berbuat sebaik mungkin di dalam hidup agar kebaikan kita di kenang oleh semua orang dan keluarga kita....


...Jika Siksa kubur itu bisa kita lihat oleh mata telan•jang maka tak ada seorang manusia berbuat dosa....


...Mari kita berlomba lomba dalam kebaikan karena hidup adalah kehidupan sesaat untuk menunggu mati....


...Kita hidup untuk mati. mungkin di karya ini hidup kembali itu ada karena begitulah setiap manusia jika di hidupkan kembali maka akan merubah takdirnya akan seperti apa kelak....


...Liana keizia...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Tit ... Tit ... Tit ... Tiiiiiiiiiiiiiittt ... Bunyi monitor itu adalah bunyi yang tak pernah ingin didengar oleh semua manusia. Karena bunyi itu membuat semua ketakutan dan dalam keadaan yang tida baik baik saja.


Dunia Rafael semakin hancur seakan seperti kapal yang jatuh ke dalam samudra tinggallah puing Puing berceceran.


“A ... Ada apa ini?” tanya Rafael, padahal ia tau bunyi itu menandakan istrinya tidak dalam keadaan baik baik saja.


“Mohon anda semangatin Nona tuan! Kami akan berusaha sekuat tenaga kami!” ucap Dokter, jantungnya berdetak kencang.


“Saya mohon Nona! Anda harus bertahan bagaimana saya harus menghadap Nona jika tak sanggup menyelamatkan, Anda.. Janji saya kepada Nona untuk menjaga anda! Jika anda tidak selamat maka saya tak mampu menegakkan kepala saya Nona” ucap Dokter itu dalam hati.


Komputer detak jantung Rana berbunyi semakin keras membuat semua orang berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan detak jantung iru.


“Gawat Dok! Nona Kritis dan tekanan darahnya tinggi, kita tak bisa mengoperasinya jika kondisi tak normal kembali.” Kata seorang dokter.


“Siapkan AED!” ucap Dokter pemimpin, sang dokter mencek nadi di tangan Rana. Memeriksa matanya lalu lalu ia menghembuskan nafas panjangnya, ia sudah khawatir atas kejadian ini ketika Rana memohon untuk menyelaraskan anak anak nya.


“CPR satu ...,” Duk ... Duk ... Duk ..., Alat pengejut jantung itu di gunakan membuat Rafael membeku.


Tiiiiiiiiiiiiiitttttttttt...


“No ... Respon dok!”


“CPR Dua tambah ...,” Duk ... Duk ... Duk ..., Alat pengejut jantung itu sekali lagi membuat Seluruh tulang belulang nya di cabut dengan paksa.


Sayang aku mohon bertahan sedikit saja, aku tak sanggup mengurus dua putri kita sekaligus.


Tiiiiiiiiiiiiiitttttttttt .... bunyi panjang mengadakan jantung berhenti beroperasi.


Air mata Semua orang yang berada di ruangan itu mengalir deras.


Mereka tau kondisi wanita itu, untuk bertahan melahirkan kedua putrinya sungguh di acungkan jempol.


Pada saat suami meminta menyelamatkan dirinya, disisa kesadarannya ia meminta Dokter menyelamatkan anak-anaknya.


TIDAAAAKKKK RAANNNNAAAA Jerit Rafael menggila, “Sayang ini mimpi kak? Ini adalah mimpi terburuk ku. Jika kau tak kembali aku akan ikut kamu. Aku tak bisa hidup tanpa mu Sayang. Jika kau harus meninggalkan ku setelah memberikan aku anak! Lebih baik aku tak memiliki anak dari mu, berdua hidup hingga tua adalah keinginan selama ini.” Rafael mencium kening, mata, bibir dengan penuh perasaan sehingga membuat semua orang yang melihat betapa pria tangan kanan bos mereka itu sangat mencintai istrinya.


Mereka semua merasakan ikatan cinta sepasang suami istri itu.


“Jam 22:00 Waktu se ... tempat” ucap Dokter dengan suara bergetar.


BRAK pintu dobrak.


Seorang wanita berdiri tegak dengan kondisi kotor di bagian tubuhnya dan ada lecek di lengan dan kakinya. Seperti habis berperang wanita itu berlari mendekati tempat steril itu.


Wanita itu tak lain tak bukan adalah Qiana, ia membuang baju luar nya ke lantai hanya tantop yang melekat di tubuhnya.


Celana panjangnya ia tarik kebawah karena tak boleh ada yang kotor mendekati pasien.


Dokter langsung mengambil baju yang bercer itu dibawanya ketempat ganti, Mengambilkan baju medis untuk nona mereka yang seperti patung dengan pandangan sulit di artikan.

__ADS_1


Qiana membersihkan tangannya, lalu memakai baju yang di siapkan oleh Dokter, yang seperti baju mandi untuk nya.


Qiana mendekati Rana yang sudah di Vonis meninggal. Setiap langkah kaki Qiana, ia mendengar tangisan memilukan hati, Qiana semakin sedih.


“Bangun!” ucap Qiana dingin kepada Rafael.


Mendengar sang Nona datang Rafael langsung berdiri, Plak ... Aku tak pernah mengajarkan mu untuk cengeng. Ada aku disini tak akan aku biarkan adikku yang paling aku sayangi kenapa kenapa Napa!” Qiana menampar Anak buah kesayangan itu sekaligus adik iparnya.


“Ambilkan Kayu yang aku dapat dari pelelangan tempo hari aku ambillah seruas jari lalu hancurkan bawalah kehadapan ku dalam waktu lima menit.” ucap Qiana.


Rafael berlari sekuat tenaga mengambil apa yang nona nya minta. Hatinya penuh harap dan nada cemas akan keadaan Istrinya.


Tetapi Nona nya ada disini, dan tidak ada yang tidak mungkin jika sudah kehendak dari sang Nona, seakan Nona nya adalah keajaiban bagi semua orang.


“Rana Maafkan kakak! Kakak baru datang. Bertahanlah kasian si suami cengeng mu! Kudengar kau sudah melahirkan, ku ucapakan selamat sayang!” ucap Qiana mencium kening adiknya.


Gulungan jarum akupuntur sudah disediakan di meja, Qiana melakukan tugasnya, semua dokter yang ada disana adalah orang beruntung melihat seorang Qiana menyelamatkan hidup manusia.


Kenapa Qiana terluka?


~Flashback ON.


Helikopter hotel yang masih standby membawa Alana kerumah sakit langsung digunakan oleh Qiana untuk pulang ke rumah, Bayi Ken bersama yang lain sudah menunggu di jed pribadi siap kembali ke negaranya.


Didalam helikopter itu Qiana tak bisa tenang memikirkan keadaan adiknya, “Rana aku mohon bertahanlah! tunggu aku. Apapun akan aku lakukan untuk mu.” ucap Qiana dalam hati.


Didalam perjalanan tiba-tiba akin kencang menerpa helikopter sehingga capung raksasa itu terombang ambing di bawa oleh angin karena angin ini adalah angin puti•ng beliung.


“Nona, seperti helikopter ini akan jatuh. karena sayapnya sudah lepas.” ucap pilot.


“Kita akan terjun! Sayang kau percaya kan kepadaku?” tanya Qiana.


“Aku percaya kepadamu sayang! Jika kita akan mati berdua aku akan pasrah yang penting bersama mu!” ucap Taksa.


Dengan parasut yang tersedia Taksa dan Qiana saling berpelukan terjun kebawah sedangkan si supir sendiri.


Bak .. Buk ... Keratap ... Debuk.


Di pilot jatuh terlebih dahulu mengenai ranting pohon beringin yang kokoh, setelah itu Taksa yang memeluk tubuh sang istri langsung menimpa tubuh di pilot.


Tubuh Taksa dan si pilot seperti es potong di celup ke dalam coklat, sedangankan si pilot tenggelam karena tertekan pasangan tersohot itu.


“Sayang, kau tak apa apa?” tanya Qirana yang hanya daerah bawahnya saja yang kotor.


Uhuk ... Uhuk ... Uhuk ... pria itu batuk karena dadanya yang di timpa sang Istri.


“Tidak apa apa sayang! Dimana pilot itu?” tanya Taksa.


Ia bangun dan merasakan sesuatu di bawah tubuh nya, ternyata yang ia pegang adalah tangan, “Astaga! Mayat.” jerit Taksa kaget.


“Astaga sepertinya orang ini tadi tertimpa dua kali oleh kita sehingga, empat tulang rusuknya patah, lenganya patah kakinya juga patah.” ucap Qiana meraba orang tubuh orang itu ternyata masih hidup.


“Syukurlah ia tak mati, sekarang kita pergi dari disini, tadi aku sudah memberikan sinyal kita pada anak buah kita dan mereka sudah menjemput kita, karena posisi kita tak jauh dari lokasi.” ucap Qiana melihat jamnya yang melingkar di gelangnya.


Karena kaki mereka menyelam hingga selutut, mereka beruntung mendarat di tempat yang lembek jika tidak bisa dipastikan selamat dari maut, Qiana yang hamil sampai melupakan jika dirinya tengah mengandung.


Dengan susah payah mereka langsung mengangkat tubuh si pilot, mencari sungai terdekat. Ketika sudah mendapatkan sungai ia langsung membersihkan tubuh mereka dari lumpur hingga tak tersisa meski bajunya mereka masih ada lumpur, sedangkan yang pingsan belum sadarkan diri meski Taksa sudah menenggelamkan tubuh pria itu ke dalam air sungai yang deras.


Tak lama kemudian pesawat tempur milik Republik Indonesia berada di atas cakrawala, sinyal Qiana mengadakan berada di sungai itu sehingga satu persatu anak buah Qiana turun menjemputnya menggunakan tangga tentara.


“Angkatlah dia tulangannya patah, kaki serta lenganya juga patah, siapkan para medis untuk merawatnya!” ucap Qiana langsung naik menggunakan tali gantung yang biasa di gunakan tentara naek dan turun pasukannya, tanpa pengaman atau apapun itu.


Suami istri itu langsung disambut beberapa rekannya yang ada di dalam bayi Ken juga tengah tertidur nyenyak tak terganggu.


“Jika sudah bersiap yang tersisa aku ingin mereka kembali malam ini!” ucap Qiana kepada Xiever.


“Mereka saat ini sudah berkemas Nona dan jet pribadi kita sudah siap membawa semua pulang!” ucap Xiever.


“Terima segala kerjasama dengan Negara Indonesia karena mereka dengan baik hati meminjamkan pesawat tempur mereka kepada kita!” ucap Qiana.


“Laksanakan Nona!” jawab Xiever.


Karena pesawat tempur yang membawa mereka, yang biasanya 1 hari pesawat itu hanya 3 jam mengantarkan Qiana dan anak buahnya ke Vila dan disinilah merek saat ini berada.


~Flashback Off.

__ADS_1


Keringat Qiana bercucuran, dokter langsung mengelap keringat itu dengan sapu tangan yang bersih.


ia menyalurkan QI nya ke titik bagian tubuh Rana, ia menguras semua tenaganya untuk menyelamatkan orang yang ia sayang.


“Nona!” Rafael mengulurkan apa yang di pinta Qiana, Qiana mengabil suntikan lalu memasukan larutan kayu itu kedalam suntikan, lalu menyuntikan ramuan itu ke tubuh Rana.


15 menit kemudian.


Darah kental keluar dari mulu Rana. Membuat semua orang kaget tiba-tiba, tubuh yang kaku itu kejang kejang membuat Rafael kembali menangis terduduk di sebelah kepala istrinya.


Tut ... Tut ... Tut ... Tut. Bunyi monitor alat pemacu jantung Rana berbunyi bawa ada kehidupan disana.


Membuat semua orang yang berada di ruangan itu terduduk lemas. Wanita yang berdiri di hadapan mereka sungguh misterius dan kehebatan.


Sedangkan Rafael langsung mencium kaki Qiana seperti anak yang berbakti kepada ibunya.


“Terimakasih Nona! Anda adalah sudah menolong jiwa saya!” ucap Rafael punuh haru.


“Dia tak perlu di operasi lagi! Lihat gumpalan darah yang ada di kepalanya keluar melalui mulut dan lubang tertentu, dia akan cepat sadar.” ucap Qiana.


Qiana langsung berjalan ke sebuah inkubator yang sudah di sediakan untuk bayi di ruangan itu. Ia melihat kedua bayi prematur yang sangat cantik, “Selamat datang keponakan ku!” ucap Qiana kepada bayi yang tengah tertidur nyenyak.


Para dokter satu persatu keluar dari uang operasi itu setelah membersihkan peralatan oprasi mereka. Mereka sungguh menundukkan kepala kepada wanita tangguh itu.


Cup .... Rafael mengecup kening sang istri dengan tangis haru, “Terimakasih! Sudah Kembali sayang!.” bisik Rafael.


“Duniaku hampir gelap jika tidak ada Nona menyingkirkan awan gelap kita! Putra. Kau akan direnggut dari kita semua, entah apa yang terjadi kepada kami jika terjadi sesuatu terjadi kepadamu. Sungguh aku mohon padamu kau tak boleh seperti ini lagi di masa depan!” bisik Rafael haru air matanya tak bisa di bendung lagi.


Rafael Berapa ribu kali malam ini meneteskan air matanya, ia gak bisa membayangkan istirnya belahan jiwanya yang menjadi semangatnya harus tiada meninggalkannya sendiri merawat anak anak mereka.


Hidup Rafael tak akan seperti ini jika tidak ada uluran tangan Qiana di hutan, mulai ia menerima uluran tangan itu Rafael bisa terbesar dari Belenggu ketidak Adilan yang menimpa dirinya.


Pertemuan itu membuat tali takdir begitu istimewa dan tangis serta bagia mereka lalui. Mengikuti jejak wanita ini dari Nol membuat Rafael percaya jika seorang wanita mampu tangguh melebihi para pria karena sejujurnya di setiap diri para wanita ada jiwa tangguh didalamnya.


Jika wanita terpojok, yang lemah pun mampu berdiri kokoh melawan ketidak adilan.


“Nona saya sungguh tak mampu mengucapkan apapun lagi, Apapun yang ada inginkan dari saya atas jasa kalian untuk hidup kami saya akan melakukannya. Rasanya pengabdian saya tak cukup untuk membalas semua kebaikan anda!” ucap Rafael menangis haru.


“Aku hanya ingin kau memanggilku kakak ipar karena kita sudah keluarga Rafael, kalian akan selalu hidup berdampingan hingga air hayat kita kelak.” ucap Qiana.


Ucapan Qiana membuat Rafael semakin langsung menangis haru, Menjadi keluarga sang Nona yang menolong hidupnya adalah anugrah yang sungguh sangat berarti.


“Baikalah Kakak ipar, Mulai saat ini saya Rafael akan memanggil anda kakak!” ucap Rafael.


“Terimakasih sudah menjadi ibu peri untuk kami Nona, mungkin di kehidupan yang lalu saya menyelamatkan sebuah negara sehingga tuhan memberikan anda sebagai penolong kami.” ucap Rafael penuh ketulusan.


Hidup Rafael dan saudaranya jika bukan Qiana yang memberi mungkin mereka saat ini masih dijajah grup H.


Plak ... Qiana menepuk pundak Rafael, “Aku keluar dulu, pastikan kau berikan potongan ranting yang sudah hancur seruas jari ini selama seminggu sehari sekali pada malam hari.” ucap Qiana.


Ceklek ... Pintu terbuka semua wajah khawatir menunggu didepan.


“Selamat kita kedatangan dua bidadari cantik lagi dirumah kita. Ibu dan anak baik-baik saja.” ucap Qiana


Bruk ... Qiana jatuh pingsan di depan semua orang. Mungkin tubuh Qiana kelelahan pemirsa.


Maaf jika ada typo soalnya mumpung ide mengalir dan mengejar end emak lanjutkan menulis jika sudah selesai emak baru revisi semua.


Heran juga sama ini cerita, sebelum up emak itu rajin cek ada typo atau tidak, masih aja ada yang lolos.


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.

__ADS_1


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


__ADS_2