Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Hadiah


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Setelah mendapatkan akta nikah, Taksa dan Qiana memutuskan bermalam di Mansion Taksa, sebab jarak waktu tempuh antara catatan sipil dengan Mansion jauh lebih dekat.


"Taksa ambillah ini" Dokter Dion memberikan paper bag kepada Taksa.


"Kau memberikan hadiah pernikahan untuk ku??"


"Iya kau bukalah itu hadiah yang kalian butuhkan untuk malam ini"


Taksa membuka paper bag itu, Taksa melihat empat roti isi dan dua buah minuman didalam paper bag itu.


"Kenapa kau memberikan sampah kepadaku" mata Taksa melotot


"Sabar bro... aku yakin jika kau sudah sampai di Mansion kau tidak akan makan, yang ada si Jery yang makan, kau tak ingat istrimu itu baru melewati koma, ia harus makan agar mengimbangi amukan si Jery"


Bak di siram air, Taksa baru sadar jika istrinya baru sadar dari koma, dan butuh makan, ia tak mau istrinya tersiksa demi menolongnya.


"Tau nggak jika makanan itu harganya amat mahal meski cuma sebuah roti isi" dokter Dion dramatis.


"Cihh... jelas lah mahal kau meminta makanan ini dari hotel ku, dan aku berani bertaruh jika kau tidak mengeluarkan sedikit pun uang"


"Hehehehe, meskipun begitu aku berinisiatif memberi kalian makanan agar tenaga kalian dalam mencetak Taksa junior, dan tak lupa obat yang aku sematkan di dalam paper bag itu untuk nona Qiana, aku kan dokter pribadi yang sangat pengertian kan"


"Bonus mu bulan ini dua kali lipat, ayo sayang kau harus makan di helikopter untuk minum obat aku tidak ingin kau kenapa-napa nanti, maafkan aku sampai lupa menanyakan keadaanmu, terimakasih telah bangun dari koma mu... CUP.....CUP.....CUP.... terimakasih sudah menikahi ku sayang, ini adalah kebahagiaan ku yang terindah" Taksa mencium kening Qiana berkali-kali.


Taksa langsung mengendong tubuh Qiana, menaiki helikopter yang sudah menunggu mereka.


Sedangkan mulin dari tadi mengintruksikan kepada paman Desmond, untuk mempersiapkan malam pertama tuan mudanya, meski mendadak ia ingin memberikan sesuatu kepada tuan mudanya, saat ini Mansion Taksa kosong tak ada seorang pun di sana.


*


*


Sedangkan di dalam helikopter, efek obat di tubuh Taksa kembali bekrja ....


"Ah...panass...." tubuh Taksa merasa kembali sebab si Jery saat ini ngamuk sebelum satu jam.

__ADS_1


Bak TV yang mendapat signal yang bagus, gambar nya jernih seperti saat ini kepala si Jery mendapat sinyal dari dapur yang sedang menimpanya, sedangkan si sahabat Sudak ngamuk ingin berperang, tangan sudah mengelus lengan Qiana.


"Turun kan aku Taksa, salah siapa kau memangku ku, aku bukan anak umur 3 tahun kau pangku-pangku"


"Atau kau pilih merayap bebas tapi kau harus merelakan si Jery kebanggaan mu itu habis dipotong oleh samurai ku, kau tak malu kepada mulin dan dokter Dion" bukannya Qiana tidak mengerti kondisi Taksa yang terpengaruh obat, Qiana merasa malu sebab mereka ber empat saat ini.


"Jangan seperti itu sayang, bagaimana aku melayani mu, menjadi suami terbaik agar kau tak berpaling dariku, jika aku memikirkan laki-laki lain yang memandang mu penuh minat, aku ingin kau kemana-mana memakai masker.


"Cih... dasar raksasa posesif"


"Meraka tidak akan melihat apa yang dilakukan kita dibelakang kok sayang"


"Lihat si Dion saat ini memakai headset di telinganya, ia sangat hobi mendengar lagu dengan keras di HPnya sebab telinganya sedikit mengalami gangguan, sedangkan mulin jika ia sudah menyetir pesawat atau helikopter akan serius sehingga ia tak pernah bisa mendengar suara orang lain disekitarnya, telinganya akan tuli jika berada di ketinggian."


( Kasian ya sama dua jomblo diatas hahaha)


"Benar kan" teriak Taksa.


"Dengar sayang mereka tidak menjawab sebab mereka tak bisa mendengar kita.... mereka tak akan berani melirik ke belakang, karena mereka sayang bonus bulanannya yang terpotong selama 5 tahun" tanpa rasa bersalah.


Dokter Dion cuma bisa mengupat di depan mendengar ia dikatakan tuli, padahal ia disini memantau keadaan dua orang itu.


*


*


*


"Dokter Dion, mulin jika kau kebelet kawin sana kalian turun kebawah, aku bisa membawa helikopter ini sendiri " kata Qiana dingin.


Sedangkan mulin dan dokter Dion, gugup sebab Qiana tau apa yang mereka pikirkan, mereka serempak merasa jika Qiana adalah seorang keturunan cenayang, yang tau dengan apa yang mereka pikirkan saat ini


"Maaf kakak ipar aku masih ingin hidup dan sayang nyawa"


"Saya masih ingin hidup nona, setidaknya saya ingin menikah juga"


15 menit serasa satu jam sebab suasana di dalam helikopter itu amat panas akibat kelakuan bos mereka yang tidak ada ahlak itu.

__ADS_1


Akhirnya helikopter itu mendarat di samping Mansion Taksa, Taksa yang sudah tak sabar mengeluarkan si Jery yang sesak, ia segera menggendong Qiana, mulin yang mengikuti nya sampai berlari, mengejar tuannya.


Sesampai nya mereka didepan pintu Mansion mulin membuka pintu Mansion untuk majikannya.


"Selamat menikmati malam anda tuan, semua orang telah dikosongkan malam ini, semua yang ada didalam adalah hadiah kecil kecilan dari kami semua.


setelah tuannya masuk mulin langsung menutup mansion nya.


Setelah melangkah masuk ke dalam Mansion pemandangan yang sangat indah sebab lampu Mansion dalam keadaan mati, di dalam ruangan sudah dihiasi oleh lentera kecil dan taburan bunga, Qiana saja merasa takjub dengan apa yang dia lihat,


Ia tak mengira jika dalam waktu kurang dari satu jam Mansion ini dihias dengan secantik ini, sedangkan Taksa sangat puas dengan kinerja orang orang yang mengabdi kepada dirinya, ia berjanji setelah malam pertamanya selesai ia juga akan memberikan hadiah kepada mereka


Saati ini mereka ada didalam kamar pengantin


"Sayang lampu lilin di sekeliling Mansion ini membuat wajahmu berseri-seri, bak bidadari, diterangi cahaya rembulan," Taksa menjadi seorang puitis


"Aku akan berjanji setelah malam ini kau menjadi ratuku satu-satunya, akan ku umumkan kepada dunia jika Qiana Lavina Clarisa adalah istri seorang Taksa Tyaga Danendra WU" ucap Taksa sungguh-sungguh


"Taksa bisakah aku meminta sesuatu kepada mu??"


"Bilang lah sayang aku akan memenuhi permintaan mu apapun itu??"


"Bisakah kita menyembunyikan pernikahan kita dari dunia dulu, sebab aku sedang memiliki misi yang tak bisa aku ucapkan untuk saat ini"


"Baiklah asal keluarga ku dan orang terdekat kita tau, dan dunia tau jika tuan muda Taksa ini sudah memiliki pendamping"


"Baiklah" Qiana tersenyum sambil mengelus pipi Taksa


"Aku mempunyai satu permintaan juga untuk mu sayang"


"Apa itu ?"


"Kau harus melayani si Jery kapanpun ia menginginkan pulang kesangkar nya, maksimal 3 kali dalam sehari."


"Baiklah" Qiana menyanggupi permintaan Taksa sebab Taksa mau mengabulkan permintaan nya dengan sekali ucap.


Ia bisa menyimpulkan musibah membawa berkah.

__ADS_1


^^^~To be continued^^^


__ADS_2