
⚠️ tolong bijak dalam membaca, adegan dibawah mengandung unsur kekerasan 21+
...^HAPPY READING^...
Jam menunjukkan angka 19.00, semua orang di Vila itu baru menyelesaikan makan malamnya.
"Setelah ini rafael temui aku di ruang kerja ku setelah ini, dan untuk tim peneliti kesehatan kalian coba berikan obat yang aku ciptakan tadi kepada bela putri Tony, berikan obat itu sesuai anjuran ku, besok aku ingin melihat perkembangannya, setelah ini kalian istirahatlah karena aku memundurkan jadwal pemberangkatan kita menjadi besok jam 4 pagi, kita akan sopan sedikit besok pagi" kata Qiana
Setelah mendengar perintah Nona nya semua anggota keluarga Vila itu bubar kecuali rafael yang mengikuti Qiana keruang kerjanya.
"Apa informasi yang kalian dapatkan tentang kampung mati" tanya Qiana too de points, dan Rafael menjelaskan kepada Nona nya.
~KAMPUNG MATI.
Kampung mati adalah kampung Gardenia yang di tinggalkan warga 10 tahun silam, dulunya kampung itu begitu luas, dan banyak permukiman penduduk, karena disana dulu banyak terjadi kejahatan seperti, pencurian, perampokan, dan banyak kekerasan yang terjadi dikampung itu, kampung itu ditinggalkan warga begitu saja setelah terjadi tragedi kematian kepala RT dan seluruh keluarga nya 10 tahun silam, semua warga takut dan merasa tidak aman tinggal di kampung itu.
Warga sebelah kampung itu pun juga memilih pergi dari sana karena karena kerusuhan juga berdampak ke kampung sebelahnya.
Maka dari itu semua penghuni kampung itu banyak yang pindah ke Kota atau kampung yang jarak nya jauh dari kampung asal mereka.
Setelah kampung kosong 8 tahun lalu kampung itu ditempati oleh sekelompok mafia yang kecil hingga menjadi kelompok besar di desa itu.
Sebagian besar penjahat memilih tinggal disana, karena tempat itu tempat teraman bagi para buronan, polisi dsb nya pun tidak berani memasuki kawasan desa mati. karena sudah banyak polisi atau tim tentara masuk ke desa itu tidak pernah kembali, semua orang yang tinggal di desa itu berperilaku, layaknya orang-orang yang bersosialisasi dengan baik, ada yang berkebun dan berdagang disiang hari seperti Kalayak umum setiap hari, cuma bedanya disana setiap orang yang ada disana adalah buronan semua, dan mengabil misi kejahatan jika ada yang membayar mereka, dan mengha•bisi setiap orang asing masuk ke tempat itu, dan merampok setiap orang yang lewat di wilayah mereka seperti jalan kemarin Qiana lewati adalah wilayah kekuasaan Meraka.
Semua orang tidak ada yang berani melintas di daerah mereka karena itu wilayah kampung mati, orang-orang memilih mengambil jalan memutar untuk ke Kota atau kampung setelah desa mati.
Semua orang di desa mati sebenarnya tidak pernah merampok diluar kampung mereka, mereka cuma melakukan kejahatan jika ada suruhan dari seseorang yang membayar mereka.
...* * * *...
"Nona dari penyelidikan yang saya dapatkan penjahat yang melukai Tony juga penjahat bayaran dari kampung mati juga dan dari peta yang kita miliki daerah kekuasaan mereka tepat di belakang bukit besar sebelah danau anda, dan bukit itu juga milik anda nona" lapor Rafael.
__ADS_1
"Hemz baiklah nanti sebelum berangkat kita kumpul dulu di ruangan ku, kau istirahat lah" kata Qiana sambil beranjak dari kursinya keluar dari ruang kerjanya diikuti Rafael pergi ke kamar mereka masing-masing.
Jam 05.30 rombongan itu berada didepan kampung mati disana ada penjaga di tempat itu.
"Siapa kalian, dan buat apa kalian datang ketempat ini" kata salah satu penjaga.
Vincent turun dari mobil lalu berkata "Nona kami ingin bertemu dengan ketua anda" dengan sopan.
"Kami tidak menerima tamu, dan jika kalian masuk kedalam kalian tidak akan selamat dari sini" kata penjaga arogan
Tiba-tiba Zeta keluar dari mobil menyerang orang yang berbicara dengan Vincent tadi, hingga tewas.
Semua penjaga kaget dengan binatang buas itu .
"Antar kami ke tempat tuan mu atau kau juga memiliki nasib yang sama dengan temanmu," penjaga syok karena melihat harimau satu lagi turun dari mobil itu menatapnya dengan garang.
"Bbabaiklah aku akan menelpon bos dulu" kata penjaga lalu menelpon bos tempat ini.
Sesampai gedung besar ditengah perumahan warga Meraka disuruh duduk.
5 menit mereka menunggu keluarlah laki-laki berusia 35 tahun bersama 3 rekannya menemui mereka .
"Sepertinya ada tamu disini" kata salah satu dari anak buah laki-laki itu.
"Kami disini datang mengantarkan seseorang kepada kalian" Vincent sampai rafael memberikan kotak yang mereka bawa ke tengah-tengah mereka.
"Tapi sebelum itu lihatlah Video ini" Rafael menghidupkan laptop dia taruh didepan 4 orang itu, video itu tentang pembantaian semalam, dan pertarungan Nonanya di bawah bukit dan jalanan.
"Apa maksudnya ini kau yang membunuh Dean dan rekan-rekannya" kata laki-laki murka sambil membuka kotak itu yang berisikan organ tubuh Dean, lalu ia mengacungkan senjata pada Qiana.
"Seett seett seett" seperti angin jarum terbang dari tangan Qiana menancap di salah satu bagian anggota tubuh ke tubuh ke empat orang itu, tiba-tiba ke empat orang itu lemas tak berdaya seperti tidak memiliki tulang.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan pada kami" tanya laki-laki angkuh tadi gemetaran.
"Kami kesini tidak ingin berkelahi, sekarang terus tonton videonya" ucap Xiever.
Ke empat orang itu begitu ketakutan dengan apa yang mereka lihat , kebrutalan dan kesadisan yang seorang wanita yang iya yakini ketua dari mereka, dan seorang wanita berwajah datar siap siap membantai mangsanya.
Ke empat orang itu bergidik ketakutan menyaksikan wanita babak belur yang di berikan suntikan dalam dua jam bekas lukanya hilang tetapi 8 jam kemudian langsung kena struk.
"Zeta Zora berikan dia pada tuannya," Qiana memerintah, dua hewan buas yang bersembunyi dibelakang kelompok itu keluar dan menarik tubuh penjaga yang sudah tidak bernyawa kepada tuannya.
Mereka berempat kaget melihat semua itu awalnya mereka tak percaya dengan laporan anak buahnya jika ada sekelompok orang datang ke kampung mereka dengan membawa dua harimau, ternyata laporan anak buahnya itu benar.
"Nona maafkan kami jika telah menyinggung anda tolong ampuni nyawa kami nona, Dean memang bagian dari kita, tapi dia selalu mengabil pekerjaan tanpa diskusi dari kita semua Disni berikan penawarnya nona" mohon laki-laki itu
"Setelah itu aku akan menghabisi kalian semua" ucap pemimpin mereka dalam hati, senyum mengerikan Qiana mendengar kata hati mereka
"Kalian lepaskan bom lebah kita sekarang," setelah dilepaskan lebah-lebah robot itu keluar dari celah-celah gedung itu.
"Setelah melepaskan kalian kalian yang meng•habisi kami gitu, tenang tuan kalian lihat tadi robot lebah yang anak buah ku lepaskan mereka berpencar mengelilingi wilayah mu, tinggal aku memberi perintah kepada Meraka maka lebah-lebah itu akan meledak menghanguskan kalian semua.
aku kesini tidak ingin bertarung aku mau kau dan seluruh anggota mu bekerja untuk ku, aku akan membiayai keperluan ku, jika ada yang suka bertanam kau akan membuka lahan untuk tanaman obat-obatan di bukit belakang kampung ini, jika ada misi tanpa persetujuanku kalian tidak mengambil misi itu, dan jika kalian menolah kedua kesayanganku akan mencabik-cabik kalian sekarang juga, anak buah mu semua sudah terkena obat bius yang kita berikan di setiap jalan tadi." ucap Qiana dengan nada dingin.
"Baik nona kami semua akan tunduk kepadamu, mulai sekarang kami adalah orang mu nona, aku Robert berjanji" kata ketua nya yang bernama Robert.
"Tapi aku tidak bisa percaya dengan kata-kata saja, aku ingin dalam 1 jam ini mereka akan sadar, aku mau mereka meminum obat yang aku bawa, jika mereka berjuang kepadaku tubuhnya akan melak saat itu juga." kata Qiana
karena disanggupi semua orang di kampung mati meminum obat yang Qiana berikan tak satupun terlewatkan.
mulai saat ini kampung mati ada ditangannya.
^^^...~To be continued...^^^
__ADS_1