Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Keluarga Qi


__ADS_3

...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Setelah say goodbye dengan keluarga Lu, Qiana berjalan diiringi oleh Zia yang selalu berada di sampingnya.


"Bagaimana persiapan pernikahan kalian?" Tanya Qiana.


"Nona saya tidak ingin menikah cepat. Karena ini adalah perintah dari nona, saya selaku pengabdi dengan senang hati melaksanakan semua perintah nona, saya yakin ada tujuan lain anda menikahkan saya dengan tuan Colvis, dan saya siap menerima pernikahan ini" Zia menunduk meliahat sepatunya ia tak berani melihat wajah bosnya itu.


"Kau benar aku ingin lebih dekat dengannya, dia persis dengan mendiang kakakku dulu, jika kau yang paling dekat dengan ku memiliki hubungan dengannya maka aku akan semakin dekat dengan kakak ku sebagai keluarga sekali lagi. Maafkan aku jika memaksamu Zia, Yakinlah keputusan ini adalah yang terbaik untuk mu, Colvis adalah laki-laki baik, dan Aku meliahat cintai besar untuk mu dimatanya" Ucap Qiana.


"Anda tidak usah meminta maaf nona, hidup saya adalah milik anda, kemana pun anda menugaskan saya, saya akan melaksanakan perintah anda" Ucap Zia mantap.


"Kau sudah mendaftar pernikahan kalian?, dan bagaimana tanggapan keluarga QI, ketika kak Colvis membawamu pulang kerumah QI?" Qiana mengalihkan pembicaraan nya.


"Keluarga mereka menyambut saya dengan baik nona, dan mereka menentang jika kita hanya menikah di catatan Sipil" Ucap Zia, ia menceritakan pengalaman berkunjung kerumah mertuanya Nya tanpa di kurangi sedikit pun.


~Flashback ON


Setelah terciduk sedang main gerape gerapen dengan Colvis, Zia berusaha melepaskan borgol itu, tapi akal bulus Colvis yang licik membuat harapan lepas dari borgol pun sirna, karena kelakuan gila si Colvis menyeret Zia ke kamar mandi terdekat.


"Sayang aku tak tahan pengen pipis, ayo ikut aku" Colvis langsung menyeret Zia kekamar mandi.


"Hey lepaskan dulu tangan ku, kau membawaku kemana hey!" teriak Zia sambil menendang nendang betis Colvis.


"Aku mau kencing dulu beb, kamu mau aku mengeluarkan jagung panas ku di semak semak belukar ini. Kau rela penampakan si jagung bakar terlihat orang lain, lihat lah di bawah banyak orang orang yang sedang merawat bunga lavender, bukanya setiap wanita itu akan posesif dalam kepemilikan jagung milik laki-laki nya" Ucap Colvis tak tau malu.


"Huh hanya jagung baby corn saja kau banggakan. jagung bakar sudah bekas itu kau jajah kan, aku tak tertarik sedikit pun sama bayi jagung yang selalu dimasak oleh bibik Rona itu" Ucap Zia dengan wajah memerah.


Colvis menyeringai, dalam hati ia berkata,"Wah dia tidak tau jika jagung panas Abang Colvis ini jagung impor Amerika, karna mami Abang Colvis ini satu negara sama mamanya si Taksa".


"Ayo kita buktikan, jika si jagung bakar Abang benar-benar sekecil baby corn, besok kita gak jadi nikah. Sebaliknya jika si jagung bakar sebesar jagung Amerika maka setelah kita menikah aku meminta Hak ku gimana Nona Galak?" Tantang si Colvis


"GLUK" mendengar tantangan si calon suami dadakannya, Zia menelan air liur kering di tenggorokan nya.


"Dan hari ini kau harus ikut denganku kerumah, asal kau tau sayang, Si jagung bakar itu masih perjaka belum pernah melihat lobang Pralon milik wanita, aku sudah benar benar tak tahan" ucap Colvis lalu berlari kekamar mandi terdekat.


Colvis langsung membuka pintu bilik Toilet tanpa memperdulikan Omelan Zia yang seperti spiker masjid.


"Ceklak" Bunyi Gasper import Colvis dibuka oleh sang empu.


Sedangkan Zia memalingkan wajah ke belakang dengan wajah memerah dengan jantung yang berdebar debar.


"Sayang lebih dekat, jika tidak si jagung buang air terciprat di lantai, Ahhh leganya" Ucap si Colvis yang sedang melepas apa yang dia tahan, sedangkan Zia, dia mengelus dadanya berusaha mengalihkan perhatiannya.


"Sayang kau tak ingin mengintip?, dan saat ini kau bisa memastikan Jagung bakar Abang spesies yang mana ? " tawar si Colvis, sambil menaikkan celananya, ia juga merogoh kantongnya untuk mengambil kunci borgol dari saku celananya.


"Dasar mesum" Tangan Zia tak bisa diam.


"Cemplung" begitulah lah kira-kira kunci masuk kedalam kloset yang lagi menyedot air masuk kedalam.

__ADS_1


"Sa...sayang...Lihat kucingnya " ucap Colvis.


"Kenapa sih, ia menoleh" mata Zia terbelalak melihat kunci di sedot oleh toilet duduk.


"TIDAK" jerit Zia kencang.


"Kenapa kau jatuhkan Breng*sek... bagaimana nasib kita setelah ini" Omel Zia .


"Tok ... Tok..." pintu bilik kamar mandi itu di ketuk, mendengar ketukan, Zia langsung membuka pintu kamar mandi itu.


"Astaga Zia, aku kira siapa yang berbuat mesum di toilet, kalian kenapa tidak di kamar melakukan seperti itu, dan wahh tuan Colvis anda menggunakan gaya apa sampai sampai menggunakan borgol segala?" Tanya Mulin sambil menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, tak habis dengan pasangan baru itu.


"Apesnya jadi diriku hari ini, usia 31 tahun menjadi jomblo karatan. Dan paling apes, selalu menjadi saksi penyatuan pasangan yang tak pernah memikirkan nasib para jomblo. Apa mereka tidak kasian sama singkong ku yang kedinginan di dalam tanah tidak ada yang mencabutnya?. Jadi iri kan pengen segera memiliki gandengan" Omel Mulin dalam hati, ia merutuki nasibnya yang selalu merana.


Para reader pun menyaksikan betapa malangnya Abang Mulin selama ini, yang selalu di aniaya oleh pasangan Tersohot, sedangkan sekarang ia memergoki pasangan baru yang lagi anget anget tai kucing di bilik kamar mandi.


"Nasib...Nasib" Lima kata yang di ucapkan Mulin, masih di dengar oleh pasangan itu.


...____________________________...


Setelah di pergoki Mulin pasangan itu tiba-tiba akur dan saat ini mereka sedang duduk di ruang tamu luas, Mansion QI.


Seorang nenek tua yang masih cantik meliahat sepasang anak Adam dengan sorot mana mengintimidasi.


"Cucu ku yang tak pernah pulang tiba-tiba datang, ada angin apa ini?, baru ingat jalan pulang rupanya!. Dan siapa bidadari di sampingmu itu?," tanya nenek QI beruntun kepada cucunya Colvis.


"Nenek aku datang kemari minta restu besok mau Kawin" Ucap Colvis.


"Eh ia itu yang Colvis maksud, kami akan menikah. Kenapa hari ini betis ku selalu di aniaya oleh orang orang yang aku sayang!" seru si Colvis.


"Kenapa mendadak, apa kau membuat perut gadis ini Belendung duluan Colvis?" Tanya nenek mengintimidasi cucunya yang tak pernah membawa gadis selama 30 tahun.


Nenek saja sampai takut cucunya belok kanan atau kiri , sekarang malah membawa gadis kerumah mereka dan tiba-tiba mintak menikah sekarang juga.


Hati nenek mana yang tak bahagia, apalagi semenjak menghilangkannya dua bidadari QI, rumah QI jadi suram bak mati di telan waktu.


Nyonya QI atau ibu Colvis pun mengalami gangguan jiwa semenjak dua bidadari nya hilang, dan ayah Colvis adalah Penguasa Militer di negara I.


Dan semua laki-laki di keluarga QI menjadi seorang tentara yang mengabdi kepada Negara, keluarga QI juga sejajar derajatnya dengan keluarga WU, tentunya dua keluarga paling terpengaruh itu bersahabat sangat baik dari turun temurun.


Zia yang baru tau tentang Colvis ia ingin kabur dari rumah itu, ia merasa tak pantas masuk kerumah orang terpandang, dan ia meyakini jika sebentar lagi ia akan di usir dari rumah ini oleh keluarga Colvis.


Keringat pun membanjiri punggung Zia, dia memang kejam, tapi kali ini entah mengapa gadis sadis itu nervous.


"Sayang siapa Namamu, Colvis tak menyakitimu kan?" Tanya nenek itu membelai wajah Zia, yang manis tak membosankan.


"I-itu" Jawab Zia gugup tangan yang di borgol meremas lututnya, dan tangan itu pun tak luput menjadi perhatian sang nenek.


"Astaga Colvis kau memborgol tangan kalian agar tak terpisah?, Kau harus segera dinikahkan, nenek takut kenapa napa anak gadis orang" Ucap si nenek.


"Maaf nyonya, saya orang miskin dan tak pantas menjadi menantu kalian, dan tadi tuan Colvis tak sengaja memborgol tangan kita lalu kuncinya jatuh kedalam kloset Toilet" Terang Zia.


"Hehehe nenek aku memborgol tangan ku dengan tangannya agar dia tak lari dari diriku, dan agar dia mau aku bawa kerumah kita, Nenek Aku mencintai Wanita ini" Ucap Colvis.

__ADS_1


Nenek lagi-lagi memukul kaki Colvis,"Plak....Kau apakan gadis cantik ini di Toilet bujang lapuk?" Tanya nenek.


"Aw... Sakit Nek, Tidak.... tidak... Kami belum ngapa ngapain nenek, Aku hanya kencing di temani dengan nya saja" Ucap Colvis.


"Apakah kau mengeluarkan jagung di hadapan gadis?, kalian harus mendaftarkan pernikahan besok, keputusan nenek sudah mutlak kalian harus menikah dengan resepsi" Ucap Nenek QI.


Zia merutuki mulutnya yang bocor, yang tadi tanpa sengaja membocorkan jatuhnya kunci kedalam kloset, padahal ia sudah menceritakan asal usulnya agar pernikahan ini gagal.


"Sayang maafkan Colvis, bujang lapuk itu tak tau memperlakukan wanita dengan baik, Karena selama ini, ia tak pernah berkencan, dan hanya kamu satu-satunya gadis yang ia bawa pulang kerumah, nenek sampai curiga dia belok, sehingga nenek menyewa detektif untuk memata matai cucu nenek di luar, dan hasilnya bujang lapuk ini terlalu lurus dan tak tersentuh seorang wanita" si Nenek mengakui jika dia memata matai cucunya sendiri.


Mendengar ucapan Nenek QI membuat hati Zia sedikit berbunga-bunga, pipinya memerah "Tapi".


"Nenek menerima mu apa adanya, kami sudah hidup kecukupan, Colvis menikah adalah suatu anugerah untuk keluarga Qi, siapa Namamu cantik?". tangan keriput itu menyentuh wajah Zia, ia sudah jatuh hati dengan calon cucu menantunya ini.


"Kaniza Casia, Nek" Ucap Zia memperkenalkan namanya.


"Nama yang sangat indah, Cantik" Puji sang nenek.


"Nama itu adalah anugrah untuk saya diberikan oleh Nona Qiana" Zia menceritakan asal usul dirinya tak ada satupun yang di tutupi.


"Dan dia adalah wanita tangguh kesayangan istri Taksa Nek" Imbuh Colvis.


"Wah cucu semprol itu pun juga menikah sembunyi-sembunyi, baru kemarin aku mendengarnya dari si tua WU, sampek nenek gigit jari karena sebentar lagi WU akan memiliki keturunan. Eh keluaga QI ku juga juga di anugerahi menantu juga, nenek tak sabar bertemu dengan istri Taksa, nenek sudah memutuskan 2 Minggu lagi resepsi pernikahan kalian, dan nenek tak mau di ganggu gugat" Ucap si nenek penuh kegembiraan.


Hati Colvis sangat gembira, tak sia sia dia sengaja membuang kunci borgol dari saku celananya kedalam kloset. Licik bukan si Colvis?.


Colvis pun juga tau jika selama ini neneknya selalu memata-matainya. Tak lupa juga ia selalu di teror oleh sang nenek agar menikah cepat dengan wanita pilihan nya sendiri


.


~**Flashback Off


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungan nya ...


Jangan lupa like, Vote, komentarnya ya...


Biar emak makin semangat nulis karya ini..


Makin lama makin anyep nih cerita..


Likenya pun emak bisa hitung jari...


pada mogok baca atau ngambek sama emak nih ya ??...


Emak jadi sedih...


Emak rencanya mau panjangin nih cerita tapi Makin hari makin sepi...


Jadinya pengen cepat tutup buku kalog kayak gini...


Mana nih yang pengen lanjut, pada adem ayem loh🤣😭**

__ADS_1


__ADS_2