
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
...~•^HAPPY READING^•~...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
Meja makan.
Semua orang tengah menyantap sarapan yang di tangkap menjadi makan siang itu. Setiap istri duduk di sebelah suaminya.
Makan dengan tenang tanpa ada yang bicara tetapi ekspresi wajah orang orang berbeda, sehingga jiwa kepo si kakek meronta-ronta.
“Em ... Bagaimana semalam lancar?” Kakek membersihkan mulutnya menggunakan serbet.
“Aman kek, meski mata istriku harus melihat jam” Jawab Abraham.
Sedangkan Yumna langusung ingin mengubur dirinya hidup-hidup saat ini juga.
“Kenapa seperti itu X?” tanya ayah Taksa, juga merasa kepo.
“Ia pada saat buka gerbang si kenalpot mampu berdiri 3 menit! Dan istriku menghitung jarum jam yang berputar.” ucap Abraham tanpa filter.
“Astaga!” gumam Yumna langsung mencubit paha dalam suaminya.
“Kasian cucu ku sayang, mau tidak kakek ajak mencari pria perkasa diluar sana” ucap kakek WU dramatis.
Membuat semua orang tersenyum, mereka semua tak jadi tertawa terbahak bahak karena takut menjadi sasaran empuk si engkok engkong super kepo.
“Boleh itu, kek!” senyum Yumna merekah.
“Enak aja si kakek, setelah buka pintu sekali si Kenalpot makin panjang durasinya Sampek 1 jam belum loyo. ada kok wanita yang merintih ampun karena sudah tak kuat menahan genjotan dari si kenalpot yang kelaparan.” Abrhaam menyindir istrinya.
“Aww ... sayang kau malu lagi ya?” Abrhaam merintih merasakan panas di kaki karena ulah istrinya.
“Ngomong-ngomong,' kenapa itu muka macem kertas bekas lecek banget Mulin?” tanya Abraham.
Mulin hanya mendengus saja.
“Biar aku saja yang bilang, itu asisten kesayangan Taksa kagak dapet jatah malam pertama” ucap Dokter Dion.
“Astaga nasibmu persis si cucu kampret ku itu.” ucap kakek mengenang.
“Benar kek, mana lagi tau masukin doang kagak tau menyambutnya. Mungkin karena selalu berdua nasib peranjangan pertama mereka sama kek” Ledek Dokter Dion.
Sedangkan wajah Taksa memerah mengingat tragedi memalukan hingga tujuh turunan. “Ah Deddy Cebong jangan jangan sedih, meski awalnya bodoh dalam peranjangan. Tetapi Aku sayang kok hubby, meski bodoh hampir bersertifikat tetapi kau sukses menjadi peja•ntan tangguh ku di atas ranjang. Lihat ini perutku sudah macem orang kenak busung lapar” Qiana mengelus perutnya yang membuncit.
“Kau bener sayang, i love you ... cup ...,” Taksa mencium bibir sang istri lalu di sambut dengan baik oleh Qiana, mereka saling belit sehingga melupakan berapa pasang mata yang melihatnya.
“Ehemm ... Taksa jika kalian kebablasan kita gak jadi pergi menengok si kecil setelah ini” Omel ibu Taksa.
Akhir acara live itu berakhir, dan seperti biasa pasangan tersohot itu tak biasa saja
“Ehh ia, sekarang aku kan senior kalian, sepertinya ada yang tidak sukses melakukan ritual tadi malam” ledek Taksa, melihat wajah sahabatnya Dokter Dion.
“Apa Luh lihat lihat!” Dokter Dion melotot kearah sahabatnya.
“Hanya lehermu yang bersih di meja kita. Lihat Mulin meski gagal bercocok tanam aku yakin dia puas karena hasil les ku yang ku kasik kemarin tentang goa bergigi sukses sampa hambatan.” Taksa.
“Cakep bos ... Aw ...,” Mulin langsung mengacungkan jempol sambil merintih merasakan pahanya panas dicubit sang istri.
“Jujur nih, aku ingin bgt nyantet si Mulin dari semalam Sa, dia adalah biang keladi aku tak dapet jatah. padahal lagi sekali dorongan itu Romeo mau masuk. Eh malah ada pengganggu yang datang menggedor pintu kamar ku!” Dokter Dion menampilkan raut wajah sangat menyedihkan.
Sedangkan Divya ingin sekali menyuntik suaminya dengan suntikan mati yang paling ampuh.
“Sudah kau culik sana istrimu, jangan Sampek ketinggalan dengan yang lain!” Kakek WU memberi masukan asal asalan hanya untuk menghibur perj•aka karatan yang paling memperihatinkan.
Tetapi tanpa di duga Dokter Dion langusung mengangkat tubuh istrinya sehingga mendapatkan sorak sorak dari penunggu rumah.
...----------------...
Saat ini Qiana sedang berbaring di ranjang kamarnya, karena suaminya yang konglomerat hanya untuk memeriksa sang cabang bayinya ia membeli alat alat medis Khusus memeriksa sang buah hati.
Mama Taksa adalah orang terheboh untuk melihat cucunya dan seorang Taksa yang posesif sehingga dokter dan susternya ia membiarkan istrinya yang memilih.
“Lihat tuan muda bayi mungil itu adalah bayi anda” tutur sang dokter, memperlihatkan layar monitor 4 dimensi kepada Taksa.
...Taksa POV....
...Aku melihat mu dari sebuah layar jantung ini seakan mau lepas....
...Aku yang awalnya tak siap dengan kehadiran dirimu seakan mata di ku di paksa melihat adanya dirimu yang akan memanggilku ayah...
...Oh anakku...,...
__ADS_1
...Aku mencintaimu!...
...Tangan ini tak sabar menggenggam tangan mungil mu....
...Kau adalah bagian yang terpenting dalam hidupku, mulut ini tak mampu mengucapkan kata cinta ku padamu....
...Kau adalah bagian diriku dan istri yang paling aku sayangi, aku cinta! dada ini terasa sesak jika membayangkan enam bulan lagi tangis mu memenuhi rumah ini....
...Kau akan menjadi saingan abadi dalam hidupku, berebut cinta kasih dari wanita pertama yang paling kita cintai!....
...Hanya satu pesanku, baik baik lah di dalam perut ibumu, jangan pernah menyusahkan istri ku itu....
Taksa mengelap air matanya, lalu memberikan ciuman sayang di kening istrinya.
Ibu Taksa juga mengelap air matanya melihat putra satu satunya yang selalu dingin tak pernah tersenyum. Putra yang jarang mau berbagi kehangatan keluarga saat ini memiliki kehangatan.
Kakek WU dan nenek QI saling berpelukan ketika melihat cicit mereka yang pertama.
“Hem ... Kakek sudah tua masih mencari kesempatan dalam kesempitan!” ucap Taksa.
“Yak, cucu laknat kau masih bisa bisanya meledek kakek tua ini, kau tak melihat jika kakek tua ini sudah bau tanah. Tak mungkin juga aku mencium QI tua, bibirnya sudah bau sirih dan kapur” Kakek WU berteriak.
“Kau menghina ku WU, siapa yang mau juga mencium bibir tua Bangka seperti dirimu ini, Eneng tak level. Mulut mu juga mulut buaya bisa habis bibir seksiot ku ini” Nenek QI berdiri berkacak pinggang di depan kakek QI.
Jika sekilas dari dulu nenek QI dan Kakek sering berantem persis Taksa dan Abraham.
“Wah kakek gagah ini di bilang mulut buaya, kau lupa ya wajahku ini meski tua lebih tampan dari keripik Rosan aktor India yang penuh karisma itu!” Kakek WU membanggakan dirinya.
“Cih ... Kau itu macem tukang odong odong di pinggir jalan itu loh WU, coba raba itu tubuh emang daging mu masih ada? Pasti yang kau raba adalah pohon bambu yang sudah tua keras alot dan tak layak konsumsi” Nenek QI mengejek kakek WU.
“Cih ... emangnya dia saja yang tak ngaca, dua balon di dadanya sudah kempes mengkerut bahkan aku yakin jika dalam kutangnya di kasik spon karena isinya udh kempes” Ejek Kakek WU.
“Taksa!” Nenek WU memanggil cucu menantunya. Karena sunyi dua orang tetua itu menoleh kearah samping. Dan betapa kagetnya jika tak ada satu orang pun yang berada di ruangan itu, seperti mereka pergi tanpa berpamitan.
“WU, sepertinya kita di tinggalkan sama mereka!” Ucap Nenek Qi.
“Kau bener, mari kita pergi dan beri pelajaran kepada para cucu dan menantu yang sudah meninggalkan kita” Kakek WU langsung pergi keluar kamar di ikuti nenek WU.
...----------------...
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, saat ini usia kehamilan Qiana sudah memasuki usia 8 bulan, perutnya semakin hari semakin buncit sehingga membuat calon Deddy semakin posesif.
Mereka memulai kehidupan seperti biasa, dan Abrhaam saat ini berada di Indonesia, mereka berbulan madu sambil mencari perawatan ekslusif untuk Kenalpotnya dan setelah 3 bulan perawatan di klinik Mak Erot Abrhaam sudah sehat kembali tentunya sang istri sudah tah menghitung jam setiap mereka sedang bercocok tanam.
Taksa memeluk sang istri dari belakang, dan tangannya memegang perut besar sang istri.
Dug ... Tendangan kecil mengetkan Taska. “Hey, sayang kau sudah bangun rumpang” Taksa mengelus perut sang istri.
Dug ... Lagi lagi tendangan di rasakan oleh Taksa, “Wah kau ingin mengajak gulat dengan Deddy mu ini. Kau ingin makan bong? Ayah akan memasakkan sesuatu untuk mu jangan nakal, Momy mu baru tidur jam 04.00 tadi padi. Taksa mengelus perut sang istri agar anaknya tak menganggu tidur momy nya.
Taksa Turun kelantai satu dan memulai memasak untuk sang istri. Semenjak usia kehamilan istrinya yang ke empat bulan ia menjadi Ibu rumah tangga dadakan, karena istrinya hanya bisa memakan makanan yang ia sajikan dan harus masakan ayahnya.
Mau tak mau Taksa mengikuti kursus masak, agar anaknya tak keracunan setiap hari. Ia sungguh Deddy penyayang bukan? Begitulah rasa sayang kehangatan calon Deddy itu.
Setelah semua di hidangkan di atas piring, Taksa langsung membawa makanan Kusus untuk istirnya itu ke dalam kamar.
Ceklek ... Pintu di buka dari luar.
Taksa lalu masuk kedalam kamar ternyata istirnya sudah tak ada di ranjang,
Taksa tersenyum Ketika melihat istrinya tengah memegang bunga mawar selamat paginya. Ya setiap hari Taksa memberikan Mawar cantik untuk sang istri, pohon mawar yang ia berikan kepada Qiana sebagai tanda cinta sudah berbunga dan sangat indah, setiap hari Taksa memetiknya untu sang istri sebelum ia melakukan aktifitasnya.
Melihat senyum wanitanya yang menawan membuat Taksa ingin melu•matnya. Pesona istrinya hamil sangat memukau apalagi tubuh yang mulai berisi dan perutnya yang persis busung lapar membuat Taksa semakin over protective terhadap sang istri.
“Sayang, Kau ada disini?” Taksa memeluk tubuh istrinya merapat.
“Ia hubby, seperti bayi kita sudah lapar” ucap Qiana tangannya mengelus perutnya yang tak berhenti bergerak.
“Ia aku terbangun ketika bayi kecebong ku ini tak bisa diam, sebelum dia protes yuk makan sarapan mu dulu, tapi sebelum itu cuci dulu wajahmu” ucap Taksa mengangkat tubuh Qiana kedalam gendongannya.
Didalam kamar mandi mereka saling memandang penuh cinta. Saat ini sepasang suami istri tengah menyikat Gigi mereka dengan cinta kasih, bagaimana tidak ku bilang cinta kasih karna dengan telaten Taksa membersihkan mulut sang istri dari busa pasta gigi.
Terakhir Taksa dengan telaten membersihkan wajah sang istri menggunakan kanebo kering. Setelah itu ia mengangkat sang istri membawa ke kursi yang mejanya sudah dipenuhi berbagai macam makanan yang cocok untuk ibu hamil.
Sedangkan Taksa semenjak Istrinya hamil juga ikut makan apa yang istrinya makan agar ia merasakan apa yang istrinya rasakan.
Setiap suapan kecil Taksa menyuapkan makanan ke mulut sang istri, ketika sang istri sudah kenyang ia akan menghabiskan sisa makanan istrinya. Begitulah perhatian seorang Taksa untuk Qiana.
Emak otor jika punya babang tampavan macem si Abang Taksa sudah emak Bungkus kagak boleh keluar 🤪.
...----------------...
__ADS_1
Taksa saat ini berkerja sambil mengelus perut sang istri yang semakin hari semakin manja.
Tok ... Tok ... Pintu di ketuk dari luar membuat sepasang suami istri itu menegakkan posisi duduknya.
“Masuk” perintah Taksa dingin.
“Maaf menganggu Nona, keadaan saat ini urgent!” ucap Rafael.
“Katakan!” ucap Qiana dingin seperti biasanya.
“Kota Mati Kita satu jam yang lalu terkena Bencana gunung meletus ... Zayan dan Xiever sudah bersiap siap pulang kampung halamannya karena khawatir kepada sayang ayah!” Rafael berbicara sambil menunduk.
“Siapkan pesawat kesana” perintah Qiana.
“Maaf Nona pesawat landasan pesawat hancur bis di sana, jembatan penghubung jalan ambruk, jadinya satu satunya kendaraan yang bisa kita gunakan hanya kereta.” lapor Rafael.
“Sayang bisakah kau tak ikut kesana, aku khawatir dengan kepadamu” ucap Taksa.
“Kau tau bukan keluarga ku yang utama, dan kota itu adalah jerih payahku selama ini” ucap Qiana dengan nada sedih.
“Baiklah kita akan pergi kesana menggunakan kereta, mari kita bersiap siap.” Taksa mudah luluh jika mendengar nada sedih sang istri.
Maka saat ini mereka tengah di gerbong paling depan gerbong itu khusus untuk kamar Qiana karena butuh 10 jam untuk perjalanan mereka ke kota mati yang ia ubah menjadi kota baru.
Hari semakin malam karena mereka berangkat di malam hari, di sebuah terowongan kejadian tak tersangka, beribu orang menyerbu kereta api yang mereka tumpangi.
Dor ...
“Ada apa ini” Teriak Taksa. Karena ia dan sang istri berada di satu gerbong mereka tak sadari jika gerbong ke dua dan kebelakang sudah terlepas dari kertas, hanya tinggal Qiana dan Taksa penumpang di kereta itu.
Dor ... Dor ... Dor ...,
Tembakan beruntun mengenai kepala masinis kereta sehingga kereta berjalan tanpa pengendali.
Gerbong kereta api satu dan yang lain terpisah karena pada sebuah stasiun ada penyusup yang melepaskan gerbong itu.
Mereka hanya bertiga, Qiana, Taksa dan anak di dalam kandungan Qiana.
“Sepertinya ini adalah jebakan hubby, mari kita lindungi buah hati kita dan kita hanya bisa bergantung kepada satu sama lain” ucap Qiana meyakinkan sang suami.
Sebenarnya hati Qiana juga gundah gulana karena ia tak bisa selincah dulu karena ada anaknya di dalam perut yang sebentar lagi lahir ke dunia.
Beruntung mereka selalu siap membawa senjata kemanapun mereka berada. Qiana menggunakan baju Anti peluru di tubuhnya agar bisa melindungi sang buah hati.
Darah Taksa mendidih mengingat mereka hanya berdua, ia mengambil senjata dengan lihai.
Mereka melakah memasuki kepala kereta api, dan mereka langsung melaporkan mayat masinis dan mayat lainya di dalam gerbong depan.
“Hubby, kami bergantung kepadamu, aku akan mengendarai kereta ini semampuku. Tunjukkan kepada mereka jika kita kuat meski hanya bertiga!” ucap Qiana.
Taksa mengangkat senjatanya, lalu menebak pihak lawan dengan kecepatan 100 banding 30.
Seperti layaknya kesetanan Taksa menembak musuhnya dalam hitungan detik, peluru sudah bersarang di kening musuh nya...
Dor ... Dor ... Dor ... Tembakan beruntun seperti kembang api. Tangan Qiana juga tak tinggal diam kakinya bekerja mengendarai kereta tangannya sebelah kirinya memegang pistol.
Si cabang bayi sepertinya mengerti keadaan kedua orang tuanya sehingga tak ada pergerakan yang akan menganggu sang ibu dalam perangnya.
Ia membantu sang suami dari arah berlawanan, Kereta meski sudah tak berbentuk tetapi alat transportasi itu masih berjalan normal.
Tiba-tiba Sebuah bom kecil di tembakkan ke badan kereta, lalu.
BOM... kereta yang di tumpangi Oleh Qiana hancur berkeping keping...
Maafkan emak ya udah happy malah di kasik tambahan konflik🤭🙏, sampai jumpa besok, lope Yuyu sekebon tetangga.
Sory baru up nih karena dua hari kemarin emak lagi liburan ke Koreha, nganterin si Titin sapinya bik Gita honny moon😂
^^^~To be continued^^^
...Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏...
...Jangan lupa...
...Like👍...
...komentar🗣️...
...Hadiah🎁🌹☕...
...Vote 🔥...
...Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini....
__ADS_1
...Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini....