Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Ngidam pertama


__ADS_3

...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Brakkkkk


Pintu di buka dari luar membuat semua orang langsung menoleh kebelakang....


“Cucu menantu kakek datang, sayang” Jerit si kakek WU langsung berlari mendekati Qiana, tanpa di sangka si kakek langsung mengangkat tubuh Qiana...


Kretek, pinggang di kakek langusung encok, “Awww”


Kakek, ayahhh... Teriak suami Qiana dan ayah Taksa...


Taksa langsung mengabil sang istri dari gendongan si kakek karena takut sang istri jatuh lalu si Kecebong lahir belum waktunya...


“Huhuhuhu, pinggang ku” Kakek WU merintih.


“Makanya WU sudah ku bilang jangan bertingkah macem macem, kita ini sudah tua, kau Sok Sokan menggendong cucuku, dan lihat ini bagaimana kau akan mengendong cicit kita jika pinggang mu cidera” Omel nenek QI.


“Hemm, sejak kapan kalian disini??” Tanya Taksa.


“Dasar anak dingin, kemarin setelah kami mendengar Qiana tengah mengandung kami semua langsung terbang,. apalagi kakek kalian sangat bersemangat ingin melihat istrimu yang tengah mengandung itu” Ucap ibu Taksa langsung mencubit lengan putranya.


“Mama sudah sehat dan bisa berjalan lagi” Ucap Taksa bengong.


“Ia lah berkat menantu ku ini aku bisa berjalan meski hanya satu jam saja, dan aku bisa mengendong cucuku nanti” Ucap Ibu Taksa dengan raut bahagia...


“Selamat atas kehamilan putramu boy” Ucap ayah Taksa memeluk putranya.


“Terimakasih ayah” Ucap Taksa...


“Jadilah ayah yang baik putraku, jangan terlalu egois agar kau tak jauh dengan anak anak mu kelak, ayah sadar selama ini ayah lebih mementingkan diri sendiri” Ucap sang ayah menitik kan air mata.


“Aku akan mencintai bayi Kecebong dengan segenap hati, aku yakin kehadiran nya sudah di atur oleh yang di atas” Ucap Taksa...


“Ngomong ngomong kemana Colvis??" Tanya ayah Colvis...


“Ohh ia kemana kakak pergi???” Tanya Qiana.


“Mulin mana Taksa???” Tanya Kakek.


“Wahh dua orang itu harus segera di gerebek enak saja kita lagi kumpul mereka pasti mencari kenikmatan di dalam goa pasangan mereka” Ucap Abraham frontal.

__ADS_1


“Wow sepertinya kakek kelewatan sebuah kabar baru ini” Ucap si kakek langsung berdiri setelah pinggangnya di olesi salep encok khusuk untuk nya.


“Mari kita kita Mulin sedang apa” Ucap Taksa juga ikut penasaran.


Rombongan itu langsung berjalan mendekati kamar pasangan baru nyoblos tadi malam, “Awww hati hati perihhh” suara wanita Merintih.


“Sabar sayang lagi sebentar ini” Ucap Mulin, ucapan Mulin membuat Rafael sebagai kakak langusung gondok, jika berfikir jika mereka mengulangi hari ini berarti mereka saling sadar, jika semalam masih bisa dimanfaatkan karena keadaan sudah kepepet...


BRAK Pintu di dobrak karena terkunci dari luar.


Sedangkan didalam dua sejoli tengah melakukan hal yang menyita mata semua orang bagiamana tidak posisi mereka bukan sedang melakukan ehem ehem seperti yang di pikirkan oleh semua orang melainkan Mulin tengah mengoleskan obat di bibir bawah sang pujaan hati dan dua orang itu masih lengkap mengenakan baju...


“Kakak” jerit Alana kegirangan karena ia belum pernah melihat sang kakak selama ini..


“Ohhhhh adikku yang ter coblos dulu sebelum nikah” Ucap rafael langsung memeluk adik keduanya itu, ia sungguh bersyukur bisa melihat adiknya lagi...


“Kalian tak ingin memeluk ku???” Tanya Aluna gadis gendut yang sudah berusia 16 tahun itu...


“Ohhhh boneka Anabel ku” Ucap Alana memeluk sang adik, yang memang dari kecil berisi dan padat, macem lontong sayur, tapi wajahnya yang cantik membuat ia sangat menggemaskan.


“Kau harus meluruskan rambut kribo mu itu adik, penyamaran kita sudah berkahir” Ucap Rafael kepada sang adik...


“Aku tidak mau kakak, aku merasa aman dengan penampilan ini, meski tubuh ku seperti lontong sayur, dan mengenakan kacamata tebal dan membuat rambut ku kribo, tapi untuk sekarang belum berminat menganti gaya.” menunduk, dari rasa trauma ia lebih cendrung introver.


“Kau sudah beranjak dewasa Aruna sayang, dan kurus kan tubuh bongsor mu itu agar kelak kau mudah mendapatkan pria tanpan menjadi kekasih mu” Ucap Qiana.


“Berikan saya seperti ini dulu nona, saya ingin tampil apa adanya, saya mau melihat seberapa saya di terima di masyarakat nanti” Ucap Aruna.


“Wow suatu perkembangan besar membuat seorang Aruna terjun ke dunia luar” Ucap Rafael, karena sang adik hanya keluar olahraga setelah itu berdiam diri di kamar seharian dan kebiasaan Aruna itu lebih cendrung cuek dengan kehidupan luar.


“Aku ingin hidup seperti orang biasa, sekolah pacaran dan ingin kebebasan” Ucap Aruna...


“Wowww hebat gadis kecil, sini bilang sama kakek kau ingin sekolah dimana kakek akan mengirimkan mu ke sekolah yang terbaik” Ucap Kakek.


“Aku ingin ke Indonesia” Ucap Aruna...


“Kenapa harus keluar negeri gadis kecil???” Tanya nenek QI.


“Aku ingin memulai hidupku di tempat yang baru” Ucap Aruna dengan senyum termanis.


“Kapan kau akan pergi??” Tanya Alana dengan raut waja sedihnya...


“Ahhh kakak, aku akan sering pulang dan aku hanya ingin sekolah disana, dan menikmati menjadi orang biasa, kalian tau bukan jika aku tak butuh belajar lagi, yang aku inginkan kebebasan yang tak pernah aku dapatkan selama ini, seperti jati mencari jati diri ku sendiri” Ucap Aluna.


“Baiklah kau akan pergi tetapi kau akan pergi tapi setelah kami semua menikah, dan aku sudah melahirkan bayi ku” Ucap Qiana.

__ADS_1


“Terimakasih Nona anda adalah malaikat tak bersayap ku” Ucap Aluna.


Qiana memeluk Aluna, orang pertama yang ia temui di dunia ini, dan bayak kisah mereka toreh, karena Aruna masih kecil ia sering tidak di ajak melakukan misi.


“Hemm, ayo kita pergi ke luar kita harus cepat cepat melakukan resepsi pernikahan kalian” Ucap si Kakek.


“Sayang aku lapar” Ucap Qiana.


“Ayok kita makan sayang” Ucap Taksa.


“Aku ingin makan mie ayam” Ucap Qiana...


“Baikalah aku akan menyuruh koki membuatkan mie ayam” Ucap Taksa...


“Aku ingin kau yang membuatnya, dan daging ayamnya aku mau daging ayam dari ayam jago yang warnanya hitam pekat dan aku ingin melihat dengan mata kepalaku kakak yang memotong ayam itu” Ucap Qiana.


Semua orang bingung dengan ngidamnya aneh, Qiana yang super aneh itu, apalagi ayam jago berwarna hitam sangat susah.


“Dan satu lagi hubby. Aku ingin makan mie nya sambil mengelus kepala ayam hidup.”


Taksa yang tak pernah ke dapur bingung dan wajahnya memucat, “Aku maunya mie itu dibuat dengan tanganmu hubby, aku tak mau mie instan, kau tak kasian anakmu memakan makanan tak sehat” Ucap Qiana mengelus perutnya.


“Baikalah karena ini acara ngidam mu yang pertama maka kakak akan mewujudkan keinginan yang pertama” Ucap Abraham ia akan mengerjakan seluruh anak buahnya mencari ayam itu meski seluruh negara itu.


“Aku mau kakak yang mencari sendiri Ayamnya” Ucap Qiana...


Apakah Abraham dan Taksa mampu memenuhi acara ngidamnya Qiana ???


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini

__ADS_1


__ADS_2