Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Pertemuan


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Kedua orang berdiri di belakang mulin,


Maju ke depan.


"Saya bersyukur anda tidak apa-apa nona" ucap Xiever.


"Kami sangat menghawatirkan anda" timpal Zayyan


Kakak adik yang bertaut dua tahun itu menyapa sang nonanya.


"Nona apa mereka putra-putra ku yang aku kira meninggal, aku masih ingat wajahnya meski sudah 10 tahun aku tak melihatnya, apakah tuhan masih memberikan anugrah untuk ku sekali lagi berkumpul dengan keluarga ku" ketua geng mafia itu menangis meraung Raung memeluk Xiever dan Zayyan, yang berdiri kaku tak menyangka bisa melihat sosok ayahnya yang penyayang 10 tahun silam.


Mereka mengira ayahnya di bunuh oleh Bram beserta ibu mereka, dan karena mereka yatim piatu, Bram menjual mereka di organisasi H, " Ia yah ini kami, kami kira ayah sudah tiada pada saat kebakaran di rumah kita berbarengan dengan penyerangan ******* 10 tahun yang lalu". Ketika orang berbeda usai itu menangis layaknya anak kecil.


"Anak-anakku yang malang, maafkan ayah kalian yang bodoh ini, sebab tak bisa melindungi kalian di masa lalu, pasti kau sangat menderita 10 tahun ini"


"Ayah dimana bajingan itu..." Kedua orang itu sudah tau dalang di balik masalah nona mereka, adalah dalang yang sama yang membuang mereka dan memisahkan mereka dengan sang ayah.


"Bajingan itu dibawa ke ruangan eksekusi kita, aku serahkan hidup dan matinya kepada kalian" ucap sang ayah penuh penyesalan.


Tanpa berkata-kata dua orang pemuda itu pergi mencari orang itu untuk membalaskan dendam.


Ketua geng mafia yang tak lain ayah dari kedua anak buah Qiana itu bersujud di bawah kaki Qiana


"Nona apa yang harus saya berikan kepada anda, atas kebaikan yang anda berikan kepada saya, semua kekuatan dan kekayaan milik saya tak cukup untuk membalas semua yang anda lakukan kepada saya, jika anda tidak datang ketempat ini, pria bodoh ini mengira bahwa kedua putranya sudah tewas sampai ajal menjemput, tuhan sungguh baik kepada saya"


Sesaat Qiana mengingat tentang kisah nya yang hampir mirip dengan kedua anak buahnya, sedikit mengeluarkan air mata. "Bangunlah, aku hanya ingin kalian berada di bawah naunganku, aku juga akan menanggung biaya hidup semua orang-orang yang bernaung di organisasi kalian, dan aku juga akan membangun kota kalian ini, Disni aku ingin mendirikan panti asuhan dan panti jompo terbesar di negara ini, dan rumah singgah bagi tuna wisma, dan aku akan mendirikan sebuah rumah sakit untuk orang-orang tak mampu disini."


"Semua akan terkabulkan nona, kami semua akan bekerja tanpa di gajih untuk mewujudkan niat mulai anda itu nona," kata ayah Xiever dan Zayyan itu.

__ADS_1


"Benar nona kami akan membantu sebisa mungkin, sebab jika kota kita dibangun maka rakyat sengsara di kota ini akan berkurang" jawab serempak geng mafia itu.


"Terimakasih semua, aku akan memenuhi kebutuhan makan dan kebutuhan kalian selama pembangunan ini, setelah ini, aku akan menyerahkan pengelolaan lingkungan hidup kota ini kepada kalian"


Taksa yang melihat kebaikan yang sangat besar dari diri sang istri, bertambah kagum dan semakin mencintai wanita yang saat ini duduk di pangkuannya.


"Hubby bisakah kau membelikan kota ini untuk ku"


"Apapun untuk mu honey... Cup ". Taksa mencium kening Qiana, hartanya banyak membeli 1000 kota uangnya masih banyak tak terhitung uangnya.


*


*


*


Kedua laki-laki keluar dari ruang tahanan setelah menyiksa Bahkan menghabisi si penghianat tanpa ampun.


"Maaf anda menunggu lama nona,"


"Tidak apa-apa, sudah waktunya aku pergi sebab disuatu tempat seseorang telah menunggu ku, apa keputusanmu setelah ini"


"Pertama terimaksih saya ucapkan kepada anda, tanpa anda kami tak akan mengetahui kebenaran dan menemukan ayah saya yang masih hidup" ucap Xiever.


"Kami akan tetepa berada di samping anda sesuai janji saya, dan untuk ayah maaf kami tak bisa tinggal dengan ayah untuk sekarang sebab saat ini kami adalah buronan organisasi H, dan selama satu tahun ini kami hidup layak di bawah perlindungan nona kami". Zayyan menimpali.


"Tidak apa anakku, ayah lah yang akan mecarimu, bahkan ayah akan pindah ke kota mu setelah ini, ayah akan membeli rumah dimana kau berada, agar mudah menjenguk kalian ketika ayah rindu."


"Sekali lagi terimakasih nona, terimalah buah tangan dari kita" ayah Xiever dan Zayyan itu memberikan sebuah kotak kepada Qiana, dengan senang hati Qiana menerima sebagai penghormatan.


"Kalian tinggallah disini selama satu Minggu, nikmati pertemuan kalian, ada Vincent dan para kelompok mafia kita yang mendampingi ku, dalam misi kecil ini" perintah Qiana, sebab ia tau apa yang di pikirkan oleh kedua anak buahnya yang masih merindukan sang ayah.

__ADS_1


"Terimakasih nona" wajah keduanya sungguh bahagia.


"Mari hubby kita pergi, seseorang sudah menunggu kita, sepertinya sudah tak sabar menanti kita." Melangkah keluar menuju jet pribadi mereka


Qiana menelpon anak buahnya.


"Kalian sudah memberi obat agar Adrian cepat sembuh"


"Sudah nona, tiga hari ini Adrian lu akan pulang dari rumah sakit" diseberang telpon


"Bagus... Sebab aku sudah siap bertemu dengannya" mematikan telponnya.


*


*


*


Disebuah kamar hotel presiden suite seorang gadis sedang tidur bukan tertidur sungguhan tetapi akting tertidur.


Ia mendengar semua dialog orang yang menjadi incaran sang nona,


"Akhirnya aku Menang sekarang, will kirim pesan kepada Taksa, bilang padanya, jika ingin wanitanya kembali, maka berikan pulau merah kepadaku"


"Baik tuan"


"Maaf sayang aku sangat menginginkan pulau merah itu sedari dulu tetapi aku kalah dalam pelelangan, tetapi tenang saja, meski kekasih mu sudah memberikan pulau itu untuk menebus mu, aku tak akan melepaskan mu, sebab aku sudah berhasrat kepadamu, nanti setelah aku puas bermain dengan mu maka akan aku lepaskan..... Hahahaha" seorang paruh baya sedang mengelus pipi wanita itu.


"Sebenarnya aku tak sabar memulai ritual kita, tetapi tak akik jika kita tak main-main dulu dengan kekasih mu, wajahmu cantik standar wanita cantik, aku kira Taksa memiliki kekasih bak Dewi sehingga bertekuk lutut di bawah ************ mu, aku yakin kau hebat dalam bergoyang, dan aku ingin merasakan goyangan mu nanti" laki-laki paruh baya itu memandang wanita itu air liur nya hampir menetes.


"Dasar tua Bangka, aku yakin senjata mu sudah keriput, dan aku tak sabar ingin memotongnya, dan tangan itu aku ingin memasaknya dan akan kuberikan kepada Zora dan seta, perut buncit mu itu sangat ingin ku ledakkan" kata hati wanita cantik yang mersakan pipinya di belai oleh tangan keriput, jiwa peskopat wanita itu sudah mulai bangkit.

__ADS_1


^^^~To be continued^^^


__ADS_2