Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
kesempatan dalam kesempitan


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Qiana yang syok melihat kenekatan Taksa tanpa sadar membawa Taksa ke dalam kamarnya, setelah sampai di kamar hanpone Taksa berdering, karena jengkel di waktu kepanikannya Qiana yang mengangkat telpon itu.


"Halo"


"Tuan bodoh mu saat ini sekarat, dia memakan kepiting yang aku ambilkan, sudah tau alergi masih dimakan" ketus Qiana, sedangkan di sebelah sana yang menelpon Taksa adalah kakek WU, Qiana mengangkat tanpa melihat nama si penelpon.


"Ya tuhan cucuku yang malang, huu huu huu" rupanya cucu bodohku menarik perhatian cucu menantuku dengan memakan kepiting, agar diurusin, hahahaha cucuku yang pintar, aku akan membantumu, agar pengorbanan mu tidak sia-sia


Qiana yang mendengar tangisan pria tua merasa bersalah karena sudah tidak sopan pada kakek tua, ia sesaat melihat layar hanpone Taksa, untuk memastikan identitas sang penelpon, ternyata benar tertera di layar handphone kakek calling,


"Hemmmz", Qiana menghela nafas panjang


"Kakek cucumu saat ini ada di vila ku, bisakah kau menyuruh asisten Taksa menjemputnya" dengan penuh hormat, karena ia dulu seorang putri yang di ajarkan tata Krama.


Kakek yang mendengar nya tersentuh dengan sopan santun Qiana yang tak mengurangi ketegasan didalamnya.


"Nona bisakah kau merawat cucuku untuk sesaat, cucuku yang malang, dia menderita semenjak kecil, dia sangat alergi dengan kepiting, kau selimuti dia jangan berikan ia menghirup udara luar, karena alerginya sangat parah, dari kecil ia tak pernah makan kepiting, tubuh Taksa sangat berharga, dia adalah pewaris ku satu-satunya, orang tuanya saat ini ada diluar negeri, ayah Taksa mendampingi istrinya berobat, kakek tua ini sudah tak sanggup merawat Taksa yang manja jika dia sakit" kelakar sang kakek, padahal Taksa alergi kepiting cuma menimbulkan ruam dan pingsang sesaat.


Kakek tau cucunya itu saat ini berusaha meluluhkan hati wanita yang diseberang dan karena si kakek pengen cepat menimang cicit dari cucu satu-satunya itu, " nona cucuku juga mengidap fobia dalam tidurnya ia tidak bisa tidur sendiri jika sakit, ia biasanya dipeluk oleh ibunya jika sakit, Taksa menderita trauma semenjak kecil, ia diculik oleh baby siternya dulu" , berakting sesedih mungkin, apapun akan ia bantu untuk cucunya.


Taksa jarang sakit, seakan penyakit takut padanya karena sepeti gunung es Himalaya, tapi ia memang memiliki trauma masa kecilnya yang mengakibatkan si Jery mati suri, itu semua akal bulus si kakek doang biar Taksa di temani saat tidur.


Qiana yang merasa sedikit bersalah kepada Taksa, mengurungkan niatnya untuk menendang Taksa dari kamarnya, ia merasa kasihan dan merasa harus bertanggung jawab, sebab ia sudah mendengar kata hati Taksa tapi tetap mengerjai si bodoh Taksa ini, memang ia sudah mengecek suhu tubuh Taksa tadi sangat panas.


...* * * *...


Sebenarnya Taksa mendengar percakapan sang kakek dan gadis nya, Taksa juga gumaman Qiana ternyata ia bisa membaca isi pikiran seseorang, sebenarnya Taksa sadar setalah bunyi telpon nya berdering, Qiana yang mengangkat telpon kakek sibuk dengan obat-obatan di ruangan sebelah tak sadar jika Taksa mendengar percakapan nya dan beserta gumaman nya sekaligus.


"Kakek terimaksih ide mu yang brilian itu, besok aku akan membelikan tongkat baru yang di produksi di Inggris, sekarang saatnya Taksa berganti profesi menjadi artis, aku akan berusaha tidak memikirkan sesuatu, aku yakin seorang Taksa akan bisa melakukan apapun" kita hati Taksa dengan percaya diri.

__ADS_1


Melihat Qiana datang Taksa memulai akting nya yang profesional menurut nya.


"Dingin .... dingin" bak aktor profesional Taksa berakting , membuat perhatian Qiana tertuju kepada Taksa yang tertidur di tempat tidurnya


"Kenapa obatku tidak mempan padahal aku sudah memberikan obat yang aku racik kepada Rafael untuk mengolesi sedikit ruam di tubuhnya, entah kenapa sekarang kulitnya panas dan keringat membasahi bajunya" ujar Qiana


"Rafael saat ini sudah kembali ke kamarnya, karena pekerjaan yang sangat banyak dikantor,


"Sepertinya aku harus membuka baju mu bodoh," ujar Qiana kepada tubuh Taksa yang mengigau.


"Ya tuhan tubuhnya bangus banget aku hampir mimisan melihat pemandangan di depan ini, tubuh yang sempurna membuat tangan Qiana sedikit gemetar karena baru pertama kali melihat tubuh seorang laki-laki" ujar Qiana tanpa tau kalau Taksa mendengar ucapannya.


Sedangkan Taksa berusaha tidak memikirkan sesuatu, agar Qiana tidak mengetahui akting nya itu.


Setelah membuka baju Taksa, tanpa sadar Taksa bergerak menarik tubuh Qiana kedalam pelukannya, Qiana berusaha memberontak dan meronta dari dekapan tangan kokoh Taksa.


"Mama aku takut, temani aku tidur" racau Taksa, Qiana yang mendengar racauan Taksa merasa tidak tega ia berusaha rileks untuk sesaat ia berfikir pasti setelah beberapa menit pelukan Taksa monolog Qiana, tapi ia tidak tau jika dalam 2 menit Qiana yang tertidur duluan.


~Taksa POV


Niat hati aku ingin berakting akan belaian nya, ternyata cukup dengan ia memegang kulitku membuat suhu tubuh ini mersakan panas dingin, keringat membanjiri tubuhku karena aku sekuat tenaga tidak memfikirkan apapun.


"Aku merasakan jari-jari lentiknya membuka bajuku, membuat si Jery bangun dari tidurnya, semula si Jery cuma menggeliat dari tidurnya ketika Qiana menyentuh keningnya, tetapi saat ini Qiana membuka bajunya, ia membuka bajunya, ia berusaha mengendalikan dirinya dan sang sahabat saat ini berontak ingin di belai oleh tangan lembutnya pujaan hatinya itu".


Sumpah demi Neptunus Taksa benar panas dan menggigil saat ini, bukan karena trauma yang kakek karang, atau kedinginan tapi ia mati-matian menahan napsu di ubun-ubun, saat tubuh nya yang cuma memakai bokser sedang menempel pada tubuh Qiana yang memakai baju tidur yang cukup seksi, karena Qiana terbiasa tidur menggunakan baju tipis meski berupa atasan dan celana pendek yang terbuat dari satin, ini benar-benar adalah cobaan terberat di hidup Taksa.


Taksa mengalami rasanya senjata makan tuan.


Setelah Qiana tertidur, baru Taksa merasakan seperti menghirup udara segar yg selama ini tak pernah ia rasakan.


" Gellek......" 2 bakpau itu sangat menggugah selera aku ingin meremas dua buah bakpau yang terpampang nyata jika Taksa menundukkan kepalanya kebawah, tangan nya melayang di udara bergerak seperti meremas sesuatu

__ADS_1


"Aduh Jery kau diam kenapa sih, kau bantulah aku menahan gairah ku yang besar,"


Jeri saat ini mengamuk tak mengindahkan tuannya, ia mengamuk di dalam sana, Taksa yang tidak tahan dengan pergerakan si Jery ia mengeluarkan sang sahabat dari sangkar yang membelenggu nya sedari tadi.


Jery yang sudah berdiri tegak seperti tiang bendera yang siap upacara seakan bersorak gembira.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


^^^~To be continued^^^


setelah ini apa ya???


pada penasaran kan , ayo para readers kesayangannya Liana pada komen , jika banyak yang memberi like dan komen besok Liana up 2 episode sekaligus ,,,,

__ADS_1


__ADS_2