
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
...~•^HAPPY READING^•~...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
“Saya pamit undur diri Tuan Muda, Nona” Ucap Rafael setelah memberikan Undangan kepada bosnya itu.
“Sayang bagaimana keadaan keluarga kita?” Tanya Qiana yang pagi pagi belum bersapa ria dengan para keluarga nya.
“Mereka menikmati hari yang tenang di Vila” ucap Taksa, setelah kejadian itu semua keluarga WU QI di boyong ke Vila demi keamanan.
“Ngomong ngomong Si Zia yang selalu menempel kepadamu, hari ini aku tak melihat nya?” tanya Taksa.
“Mungkin saat ini dia lagi berusaha meracik keponakan untuk ku” Ucap Qiana.
~Flashback.
Semalam setelah pulang dari kekacauan, jam menunjukkan pukul 11 malam.
Semua orang sudah berada di Vila, anak buah Qiana sudah menyiapkan kamar untuk semua orang, Qiana merasa kasian kepada pasangan yang baru menikah itu...
Ia melakukan panggilan kepada anak buahnya...
Ketika sampai di rumah semua orang langsung masuk kekamar masing masing. Zia yang selama ini belum pernah berbagi tempat tidur kakinya serasa terkunci untuk melangkah mengajak suaminya masuk kekamar.
“Zia bawalah suamimu ke kamar, kalian pasti lelah. Selamat malam kakak!” Ucap Qiana tersenyum.
“Sayang ingat pasal satu, dilarang tersenyum kepada laki-laki lain” Ucap Taksa.
“Sejak kapan ada pasar di antara kita?” Tanya Qiana bingung.
__ADS_1
“Sejak saat ini, pasal 1, dilarang tersenyum manis kepada semua manusia yang berjenis kela•min pria. Pasal 2, tidak boleh berpelukkan dengan Pria manapun” Ucap Taksa sungguh sungguh...
Ia cemburu melihat sang istri berpelukan dengan Rafael dan Abraham, meski tau jika Qiana adik kandung Abraham.
“Dasar posesif, dari dulu kamu merebut perhatian Anna ku, sekarang malah takdir pernikahan Anna ku jatuh pada pencuri adikku sedari kecil, adik ku malang, kenapa kau malah jatuh kepelukan pria ini, Abang tak rela, huhuhu” Ucap Abraham dramatis.
“Apa kau bilang, aku pencuri, yang ada takdir cinta ku dengan Anna sudah di tuliskan sedari kami kecil, pantesan Anna dan Rana lebih memilih dekat dengan ku dan Colvis, jika model kakak nya persisi mafia lapuk macem kamu itu anak kami di masa mendatang akan menangis ketika melihat mu!” Ucap Taksa membalas Abraham.
“Sudah sudah kalian masuklah aku akan membereskan mereka”.
“Baik nona” Ucap Zia patuh lalu masuk kedalam kamar.
“Semoga berhasil kak” Ucap Qiana berbisik tak di dengar oleh dua pria yang sedang berseteru.
“Malam ini hubby tidur dengan kakak, di luar” Ucap Qiana.
“Loh sayang, gak bisa gitu dong!" Protes Taksa.
“Jika tak mau maka selama sebulan cuti si jery masuk terowongan”.
“Ba...Baiklah” Ucap Taksa mengalah, karena kesejahteraan si jeri yang tak bisa puasa lebih dari seminggu Taksa lebih baik menurut.
“Hahahaha, suami takut istri, ayo dek kita tidur” Ucap Abraham memeluk bahu Qiana.
Taksa langsung menarik kerah baju Abraham sehingga Abraham tak bisa bergerak, “Kau mau mengajak istri ku kemana.... Hah?!” Ucap Taksa dingin.
“Sial•an bajingan ini kuat juga” Ucap Abraham dalam hati.
“Tidur lah, dulu waktu kecil aku setiap malam tidur dengan Anna” Ucap Abraham.
“Dia istri ku, yang setiap malam aku ajak manjat ke nirwana, sana kau ke klinik Tong seng dulu, obati si Kenalpot dan cari istri sana” Ucap Taksa penuh dengan nada cemburu.
__ADS_1
Qiana yang sudah males dengan pertengkaran dua pria dewasa seperti anak SD, ia memilih meninggalkan dua pria itu.
~Sedangkan di dalam kamar Zia
Zia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, ia lupa jika tidak sendiri ia mengunci bilik kamar mandi.
Colvis yang masuk ke dalam kamar ia mendengar gemercik air, matanya melihat kamar luar sudah di hias seperti kamar pengantin.
Kembang setaman sudah di taburkan di atas sana, meski kamar tidak semewah banget, tapi desainnya yang indah membuat betah berdiam diri dikamar.
Lilin indah yang dibuat sebagai penerangan, membuat suasana menjadi semakin bergairah dan romantis dan mengejutkan pasangan itu.
“Panas sekali” Ucap Colvis, ia langsung merombak baju baju yang melekat pada tubuhnya, ia langsung menyusul sang istri yang tengah berendam di kamar mandi dengan memejamkan matanya.
^^^~To be continued^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana yang minim ahlak ini , hari ini emak up dua ya, tunggu para reader kesayangan emak😘🙏🙏🙏
Jangan lupa dukungan nya dengan cara
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini 🤗.
__ADS_1
Selagi menunggu kehidupan kedua sang putri up lagi yuk mampir di karya sahabatku yang sangat bagus.