
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
...~•^HAPPY READING^•~...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
Taksa sedang duduk di atas ranjang sebelah istrinya, aura di dalam kamar itu sangat mencekam. Wajahnya datar sedatar pantat panci dan tatapan matanya sangat dingin sehingga membuat semua orang yang berada disana merinding, seakan tatapan itu berbicara, “Berani kau tidak menyelamatkan istriku maka siap siaplah bertemu dengan malaikat maut!”
Plak ... Ayah Taksa memukul punggung putranya, “Biasa kenapa sih lihatnya! lihat itu para dokter ketakutan, tangannya gemetar seakan tidak makan setahun. Dasar posesif! Kau bertingkah seperti itu yang ada istrimu tak di tangan tangani oleh dokter.” Yang di katakan oleh Ayah Taksa adalah kenyataan karena tangan para Dokter gemetar seakan belum makan.
“Kau juga mengejek putramu posesif! Apa kabarnya ada seorang pria gagah melihat istrinya kecelakaan dan dirawat di rumah sakit. Padahal istrinya sudah baik baik saja, pria itu tak mau pergi bekerja dan kemanapun dan kerjaannya di limpahkan kepada sang putra. Bahkan dokter yang memeriksa sang istri harus diperiksa dulu takut wanita jadi jadian menangani istrinya, Taksa kau ingat apa kata ayah mu ini?” Sindir sang kakek.
“Kata ayah! Takut penyusup pria tiba-tiba mencuri kesempatan dalam kesempitan. Aku sebagai putra harus mengantikan semua pekerjaannya di perusahaan pusat.” jawab Taksa. Membuat Mama Taksa langsung melotot kearah suaminya.
“Sialan rahasia terbesar ku terbongkar di depan istriku! Padahal dulu aku memberitahunya bawa Taksa lah yang ingin menduduki jabatan Presdir WU internasional group!” ucap dalam Hati ayah Taksa.
“Hehehehe ... Itu juga aku membuat alasan agar putraku mampu mengendalikan perusahaan kita sehingga sampai saat ini.” elak Ayah Taksa.
“WU tua! Bisa diam tidak? Lihat itu cucuku sedang ditangani Dokter. Jangan memojokkan anak cucu mu! Mereka seperti ini juga sifat tengil mu itu yang turun temurun, dulu mendiang ibu Danu hanya terkena pisau kau hampiri ledekan dapur. Dan seorang koki yang menolong istrimu kamu pecat karena dia pria berani memegang ujung jari istrimu. Ayoo ikut aku keluar saja!” ucap si Nenek QI membuka aib tetua WU.
Nenek QI menarik tubuh kurus kakek. Suasana yang dingin sekarang dalam hati semua orang ingin tertawa melihat kelucuan pria tersohot di keluarga WU yang begitu hangat semenjak hadirnya Qiana dan bayi Ken.
Semua tersenyum dalam hati sedangkan ayah dan anak itu saling memandang, “Tenyata Virus posesif dan bucin kita diturunkan oleh kakek!” ucap Taksa dalam hati.
“Kau benar boy! Aku baru tau ternyata sumbernya itu dari Ayah.
Setelah itu Taksa membiarkan Dokter memeriksa istrinya, dan ayah Taksa keluar dari ruangan itu karena ia mengerti betapa rasa tak suka dalam dirinya jika ada pria lain dalam kamar rawat istrinya.
Taksa menegang tangan Qiana, ia memberikan ciuman di punggung tangan sang istri bertubi-tubi.
Sayang! Aku mohon bangun lah. Aku janji tidak akan mengidam yang aneh aneh lagi! Jika aku mengidam makanan dari luar negeri aku akan mengorder saja. Asal kau tau buah mangga yang aku idam-idamkan saat ini beserta pohonnya hidupnya sudah ditanam oleh anak buah kita di samping rumah.
“Tuan boleh saja bertanya?” tanya dokter.
“Hem.” jawab Taksa.
“Apa Nona, tadi mengalami benturan atau terjatuh?” tanya Dokter.
“Tadi Helikopter kami jatuh tadi membuat kami terpaksa terjun!” jawab Taksa, tenggorakan Taksa langsung kering memikirkan keadaan istrinya yang tengah mengandung jatuh dari ketinggian. wajah Taksa langsung pucat, ia sungguh takut terjadi sesuatu kepada istrinya.
Dalan hati Taksa berkata, “Bodohnya diriku hingga melupakan kondisi istriku yang tengah mengandung!” air mata Taksa menggenang di pelupuk matanya.
“Aku mohon sayang! Sadarlah aku tak bisa berhenti menyalahkan diriku atas apa yang menimpa dirimu.” ucap Taksa berbisik di telinga istrinya, dadanya seakan mau meledak, ini adalah ketiga kalinya ia melihat istirnya tak berdaya, yang pertama pada saat Qiana koma tiba-tiba. Yang kedua Qiana terluka ditangan anak buah Abraham dan yang ketiga hari ini.
“Aku janji sayang, kau tak boleh terluka lagi di masa depan.” ucap Taksa, ia berjanji di masa depan ia akan lebih kuat lagi agar tidak ada yang mampu menyentuh istrinya, meski ia tau jika istrinya itu sangat hebat dan tak butuh perlindungannya.
...----------------...
~10 menit kemudian
“Nona sungguh Hebat! Jatuh dari ketinggian beliau melindungi kandungannya sangat bagus sehingga tak terjadi apapun pada sang bayi, jika manusia biasa jatuh terpleset masuk jurang setinggi 3 meter, maka bayi di dalam kandungannya bisa gugur. Dan semua kita harus kembali kepada Nona yang tak bisa kita ukur kehebatannya, ia bisa melakukan apapun seakan bumi sudah ia taklukkan!” ucap Dokter kagum.
“Istriku hanya satu yang ia yang paling hebat! Dan kenapa dia belum sadar?” tanya Taksa.
“Saya sudah memberikan obat tidur agar beliau istirahat tuan! Besok beliau akan baik baik saja, seperti sang bayi didalam kandungan setres karena ibunya banyak pikiran dan kelelahan tuan!” terang sang Dokter.
“Hem, terimakasih! Keluarlah siapapun yang ada diluar kau katakan kepada mereka bahwa istirku baik baik saja, aku tak akan keluar dari kamar! Suruh bayi bayi Ken di antara kekamar ini.” ucap Taksa ia ingin tidur bertiga dengan keluarga kecilnya.
“Baik tuan muda!” jawab dokter lalu keluar dari kamar pasangan Tersohot itu. Si dokter sempat terkaget kaget mendengar kata terimaksih dari si pria kaku itu. Karena selama ini pria itu berdiri layaknya Raja penguasa yang dilayani tanpa berucap Terimaksih. Cinta sungguh merubah segalanya.
Setelah Dokter pergi dari kamar mereka, Taksa langsung pergi kekamar mandi mengambil baskom lalu menapaung air hangat dengan selembar kanebo kering.
__ADS_1
Ia melepaskan semua yang melekat pada tubuh istrinya, meski tadi sudah membersihkan dirinya di dalam pesawat tetapi mereka kembali menggunakan pakaian kotor. Taksa takut sang istri terserang kuman di sekujur tubuhnya.
Maka saat ini Taksa mengelap tubuh molek itu dengan hati-hati dan kasih sayang. Sesekali ia mencium perut sang Istri dimana sang bayi baru berusia satu bulan.
“Sepertinya anak anakku akan menjadi orang yang tangguh dah hebat seperti istriku! Mereka tak goyah meski di bawa perang oleh sang ibu.” ucap Taksa.
Setengah beres Taksa langsung memakaikan baju kepada sang istri lalu menarik selimut hangat menutupi tubuh sang istri.
Saat ini Taksa berada di bawah cucuran air shower, merasakan dinginnya air dari kepala hingga kakinya. Hari ini adalah hari hari yang penuh cobaan bagi keluarga mereka, Taksa kira setelah berkumpul bersama keluarga mereka akan bahagia selalu.
Tetapi setiap waktu cobaan dalam hidup akan selalu datang dan pergi, entah itu besar atau kecil dari internal atau eksternal, selama nyawa melekat di tubuh masalah dan ujian hidup akan mengikuti kita.
Setelah dirasa bersih dari kuman kuman sawah, Taksa langsung menarik handuknya lalu melilitkan handuk di pinggang, ia keluar dari dalam kamar mandi pergi keruang ganti Mengenakan piyama dan kembali keatas ranjang.
“Sepertinya kakek yang mengantar Ken ke kamar!” ucap Taksa memandang wajah tampan putranya itu.
Taksa langsung menaiki ranjang dimana Beby Ken ada di sebelah kiri Taksa dan Qiana ada di sebelah kanan, mereka bertiga merajut mimpi bersama.
...----------------...
Pagi cerah, suara Burung-burung berterbangan mengarungi luasnya cakrawala terdengar di Indra pendengaran , suami istri sedang menghangatkan tubuh mereka satu sama lain masih setia berada di dalam mimpinya.
Cahaya mentari mengintip di sela-sela korden jendela kamar mewah itu, seseorang pria mondar mandir seperti setrikaan milik tukang laundry.
“Lama sekali mereka mau keluar dari kamar ini! Apa Taksa mengambil kesempatan dalam kesempitan dari adikku yang lagi tak berdaya itu.” omel Abraham.
Abraham dari semalam tidur di depan pintu Taksa, ia mendengar adiknya baik baik saja hatinya sungguh lega tetapi ia tak bisa lega sebelum melihat sang adik didepan mata.
Karena ia selalu memikirkan adik adiknya, Abraham membawa kasur lantai dan menggelarnya depan pintu kamar Taksa.
Sedangkan di kamar
Melihat ayahnya sedang memberikan punggung kepadanya, Beby Ken semakin mengerutkan keningnya sangat menggemaskan.
Bayi yang bentar lagi berusia 5 bulan itu menggulingkan tubuhnya, lalu ia merangkak menaiki tubuh ayahnya,
Papapa ... Paaaaaa ... Plak ... Plak ..., tangan bayi itu memukul wajah tampan ayahnya.
Bubububu ... buuuu ... Kini giliran lengan sang ibu yang tengah memeluk ayahnya erat.
“Seperti aja suara kucing!” ucap Taksa matanya masih terpejam.
Sedangkan Qiana yang sensitif dengan suara langsung membuka Matanya. Qiana kaget melihat putranya sedang merangkak seperti cicak dinding.
Mulut bayi menggigit lengan Deddy nya dengan tangannya memukuli wajah sang Deddy.
Papapa ... Paaaaaa ... Plak ... Plak ..., tangan bayi itu memukul wajah tampan ayahnya.
Qiana langsung mencubit lengan suaminya keras, “Awww sayang!” Taksa merintih karena cubitan maut sang istri panasnya melebihi balsem galigatot.
Taksa membuka matanya, melihat istirnya memberikan isyarat Taksa langsung melihat kemana istirnya memandang, “Asataga boyyy!” Taksa kaget karena putranya sudah mampu merayap.
Hiiiikkk ... Uhaaah hap pappaaa ... Bayi itu tertawa mengenaskan.
“Oh anak Deddy mulai nakal ya!” goda Taksa langsung menangkap tubuh putranya dengan gemar.
Papapaaa ... mamam ... celoteh bayi kecil itu.
“Apa papa ibu? Oh no boy Deddy Mami” ucap Taksa.
Papapaaa ... bubuuuuuu...
__ADS_1
Papapaaa ... bubuuuuuu...
Papapaaa ... bubuuuuuu...
“No, Deddy Mami!” ucap Taksa.
Papapaaa ... bubuuuuuu... celoteh bayi itu semakin membuat gemes suami istri itu.
“No, Deddy Mami!” ucap Taksa.
Papapaaa ... bubuuuuuu... Air liur sang bayi Sampek muncrat ke wajah tampan ayahnya seperti hujan.
Plak ... Plak ... Plak ... Tangan Ken menarik ****** sang ayah yang mulai tumbuh. Sepertinya bayi itu sudah jengkel.
“Sudah Ken! Kalian tak boleh berdebat. Ayah tidak memelukmu ya?”
Bu Bu Bu Buuuuu ... ucap Ken tangannya ia lambai lambaikan kepada sang Mami, seakan “Deddy nakal Bu! Deddy tidur di tengah dan aku di sisihkan.”
“Itu istriku Boy! Kau cepatlah besar nanti kau mencari wanita mu sendiri dan raih lah kehangatan mu sendiri. Kau tah akan hanya mendapatkan pelukan saja.
Plak ... Qiana memukul lengan sang suami.
“Ken jika kau besar nanti jangan menjadi pria mesumes kayak Deddy mu ini! Jangan asal tusuk dan pilihlah istri yang hebat tidak lemah karena ibumu ini benci orang lemah.” ucap Qiana.
Tanpa di duga dan di sangka bayi Ken langsung menancapkan tangan kecilnya kedalam hidung sang ayah seperti tes rapit compit 19 itu.
“Aw ... Bocah nakal, sini aku akan mengelitiki tubuh gendut mu ini” ucap Taksa langsung memberikan rasa geli di tubuh sang putra.
hihihih ... hahakhahak... Bayi itu tertawa ketika wajah sang Deddy merasakan geli di perutnya. Tangannya melambai lambai kearah sang Mami.
Pagi itu adalah pagi yang paling menggemaskan didalam keluarga itu.
Prot ... Prot ... Brepet ... bet... bet.. Bunyi didalam Pampers sang Beby, membuat sang Dedy membeku karena wajahnya pas berada di tempat pemperes sang putri.
Hahahahahhahaa tawa Qiana membuat sang Deddy juga ikut tertawa sedangkan wajah si Beby itu memerah seakan malu.
“Ded! Sepertinya bayi kita ini sedang malu.” ledek Qiana.
“ Kau betul sayang! Ayo boy aku akan membersihkan dirimu biar kau tak kotor lagi.” ucap Taksa membawa putranya kekamar mandi.
Sedangkan Qiana tersenyum, jika tangannya tak di infus ia pasti ikut bercanda.
Dalam hati ia berkata, “Dulu aku tak pernah berharap bahagia, yang aku harapkan dendam ku terbalaskan. Keputusan ku menerima mu membawa kehidupan ku yang penuh warna. Cintamu berikan ku sebuah keluarga yang tulus mencintai ku. Kau juga menunjukkan betapa indah di cintai dan mencintai, saat ini hidup kita semakin berwarna ketika kehadiran putra kita dan sebentar lagi bayi ini akan lahir, semua sungguh menjadi kejutan dan hadiah misteri yang membuatku jatuh sejatuh nya mencintai mu.”
^^^~To be continued^^^
...Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏...
...Jangan lupa...
...Like👍...
...komentar🗣️...
...Hadiah🎁🌹☕...
...Vote 🔥...
...Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini....
...Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini....
__ADS_1