Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
salah sangka


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Di sebuah Mansion mewah seorang Kakek tua sedang memberikan makan. Para binatang peliharaanya , Mansion itu adalah tempat tinggal sang tetua berserta anak dan menantu nya


" Setiap hari kalian adalah teman hidupku "


" Makanlah yang banyak agar kalian gemuk " ucap kakek kepada ikan ikan kesayangannya.


" Semenjak Taksa membangun Mansion sendiri , hariku kesepian , "


" Milo kau jgn banyak makan, temanmu itu juga ingin jatah makanan , badan mu yang gendut itu nanti membuat mu tak laku laku dikalangan para ikan disini, lihatlah para betina yang dua Minggu lalu di datangkan dari Australia itu, cantik kan mereka , bodinya yang ramping masak kau tak berselera dengan salah satu dari mereka "


" Aku sudah memberimu selir tiga ekor, cepatlah beranak pinak, saat ini kau tak akan sendirian dalam akuarium ini " ucap kakek WU.


" Demi dirimu aku menggesek ATM sengat banyak Milo, karena cuma dirimu seekor yang belum berternak, "


" Jangan memilih , tinggal tusuk satu persatu, masalah jadi itu tergantung rejeki mu " ucap sang kakek kepada ikan kesayangannya yang seharga 2 M.


" Cucuku nakal itu , setelah menyumpahi kakek nya , sampai saat ini belum mengunjungi kakek tua ini, awas nanti aku akan pukul pantatnya dengan tongkat baru yang kemarin dia belikan , "


" Untuk sekedar mengantarkan tongkat pemberian nya ia mengutus si Mulin muka tembok itu kesini "


" Mimpi apa aku ini, cucu ku bak gunung es yang tak pernah meleleh sepanjang tahun, jadi teringat keceriaannya dan menggemaskan semasih kecil dulu "


" Taksa tidak tau jika kakek tua ini sangat menginginkan hiburan seorang cicit, bukannya mengucapkan terimakasih, Kakeknya mengirimkan Video pembelajaran membuat seorang Cicit, ia malah menyumpahi kakeknya mati,,, " sungut sang kakek


Sore itu kakek WU menikmati bersantai ya dengan memberikan makan para peliharaanya. tiba-tiba waktu santainya terusik dengan kedatangan Jenita ke Mansion nya.


" Kakek.... Huuuu huuu huuu " Jenita memulai aktingnya menangis di hadapan sang kakek


" Kau kenapa Jeny?, datang datang malah menangis "


" Kakek... Taksa kek "


" Kenapa dengan Taksa , " nada kakek khawatir jika menyangkut cucu kesayangannya itu, ia takut terjadi sesuatu kepada cucu satu satunya yang selama ini paling dekat dengannya.


" Kau duduklah , tarik nafas hembuskan selama tiga kali, lalu cerita kan ada apa dengan Taksa, kau jagan menakuti pria tua ini Jeny" dengan raut khawatir


" Kakek tadi pagi aku datang kekantor taksa untuk mengajak sarapan pagi, karena selama seminggu ini Taksa sibuk bekerja , kan kakek yang memberi tahu ku jika Taksa sibuk dalam seminggu ini "


" Minumlah dulu " kakek menyodorkan minuman dingin yang tadi ART mengantarkan minum,


Setelah menerima gelas yang kakek WU sodorkan , Jenita minum dengan gaya dibuat seanggun mungkin.


" Kakek disaat aku bicara dengan Taksa didalam ruangannya, tiba-tiba ada seorang wanita masuk ke ruangan Taksa tanpa sopan santun dan mendorongku hingga jatuh " akting Jenita di perdalam


" Dia mengusirku kakek dengan banyak sekali hinaan , dengan tidak tau malu nya , ia langsung duduk di pangkuan Taksa dan mengaku kekasih Taksa "

__ADS_1


" Benarkah ada seorang gadis yang datang ke kantor cucuku yang 'Dingin' itu " sang kakek memastikan


" Benar kakek , karena tingkah laku gadis itu bar bar, aku mencari info untuk gadis itu "


" Asal kakek tau tentang gadis itu , maka kakek akan menjauhkan Taksa dari gadis itu saat itu juga "


" Memangnya gadis itu seperti apa " kakek mengorek informasi tentang calon cucu menantunya.


" Dia hanyalah yatim piatu yang hanya menginginkan harta Taksa kakek, dan dia adalah seorang janda, bagaimana tentang tanggapan Khalayak umum jika pasangan yang Taksa pilih tak sempurna, sebab yang menginginkan menjadi pendamping Taksa sangat banyak, itupun dengan status yang sebanding dengan Taksa " jelas Jenita.


" Termasuk aku kakek tua .... Hahahaha " tertawa dalam hati


" Wanita itu mencumbu Taksa di kantor kakek , apa kata karyawan jika melihat calon nyonya muda mereka tak tau aturan...... Huhuhuhuhu " melanjutkan aktingnya biar meyakinkan si kakek WU.


" Cucu GK ada ahlak, enak-enakan pacaran di sana, sedangkan kakek tua ini memikirkan dan merindukannya , aaaahhhh kau cucu nakal, enak saja menikmati kebahagiaan , tak mengenalkan ke pada pria tuan ini , " ucap kakek dalam hati


" Cucu perlu dikasih pelajaran " kakek langsung merogoh sakunya, lalu menelpon seseorang.


" Halo tuan " jawaban orang yang di telpon kakek.


" Dimana taun mu sekarang "


" Tuan muda sudah pulang setelah jam makan siang tuan " jawab Mulin , ternyata yang ditelpon kakek adalah Mulin.


" Rupanya cukup senggang juga cucu laknat itu " si kakek langsung memutuskan telponnya.


" Jenita aku akan ke Mansion Taksa, kau mau ikut, apa pulang kau akan pulang " sebenarnya si kakek ingin langsung pergi, karena tidak enak terhadap tamunya, kakek menanyakan terlebih dahulu.


" Baiklah kakek pergi dulu "


" Baik lah kakek , hati-hati dijalan jika ada apa-apa kakek telponlah aku " dengan senyum nya yang dibuat anggun sedemikian rupa.


Kakek WU dan Jenika langsung bergegas menggalakan Mansion keluaga WU.


Dari arah belakang Jenika memperhatikan mobil yang di kendari kakek WU dengan senyum iblis.


" Pergilah kakek tua , kau bereskan lah ja**Ng kecil itu udah ku , jika si ****** itu di usir oleh mu, maka watu nya ia menerima hadiah dariku, dan untuk mu Taksa sayang , jika kau sudah dipisahkan dengan kekasihmu makan aku akan menjadi obat patah hatimu sanyang, "


" Kau akan membenci kakek mu atas putusnya cintamu , dan tanganku bersih dari tuduhan perusak hubunganmu, "


" Sehingga kau dengan mudah membuka kedua tanganmu untuk mendekap tubuhku erat erat tanpa curiga jika aku biang kerok dari permasalahan mu saat ini sayang.... Hahhahhahahah "


Jenita pulang ke apartemen mewahnya untuk menikmati kemenangannya yang ada di depan mata.


...* * * *...


Qiana membuka matanya dan memperhatikan sekitar, dengan seksama, seingatnya ia ada di kantor Taksa tadi sebelum tertidur.

__ADS_1


Qiana merutuki dirinya karena dengan mudah ia tidur di dekat Taksa , entah kenapa belain Taksa menghipnotis nya hingga tertidur,


" Aku haus dan lapar " Qiana berusaha bangun tapi ia merasa sesuatu memeluk pinggang nya di dalam selimut , pelan-pelan ia membuka selimut , ternyata tangan kekar seseorang melilit disana.


Qiana dengan hati-hati menurunkan tangan kekar itu, tanpa melihat ke belakang ia sudah tau pemiliklengan kekar itu, siapa lagi kekasih taruhannya itu, lalu turun dari tempat tidur king size itu


Setelah ia turun dari kasus , ia baru sadar jika bajunya sudah terganti, Qiana murka, ia tidak biasa berpikir apakah laki-laki ini yang telah Menganti bajunya atau orang lain , ia harus membangunkan si biang kerok ini terlebih dahulu.


" TAKSA......BANGUN " tidak Qiana , sambil mendorong tubuh Taksa hingga jatuh ke lantai.


" BUK..... auw sayang kenapa kau teriak-teriak , dan menjatuhkan ku dari tempat tidur ini "


" Jawab dengan jujur kau yang mengganti baju ku?? " dengan tatapan iblis Qiana.


" Tidak sayang bukan aku, maid yang mengantikan bajumu tadi, meski si jery pengen ngintip dikit sarangnya, dan aku ingin mencicipi bakpau terlezat , aku masih menghargai mu baby, tapi jika mencuri kecupan darimu itu tak apa-apa kan itu ongkos diriku menggendong mu dari kantor sampai sini " yah si Taksa mulai nyari keuangan , biasa raja bisnis akan menghitung untung rugi jika menanam saham.


" Buk.... Aku mau mandi "


" Maid sudah menyiapkan kebutuhan mandi mu baby, baju bajumu sudah tertata rapi walk in close itu baby, aku akan menyuruh mereka menyiapkan makan untuk kita , kita akan makan di balkon saja "


Setelah mandi, Qiana memasuki walk in close yang di tunjukkan oleh Taksa,


Taksa yang melihat Qiana hanya berbalut handuk kimono langsung gelagapan.


" Sa-yang ak-u mandi dulu kau ganti bajumu " tanpa Qiana menjawab Taksa berlari memasuki kamar mandi.


" Sepertinya dia kebelet ingin kekamar mandi, wajahnya seperti menahan sesuatu,, " monolog Qiana


Sedangkan Taksa yang sudah berada di kamar mandi langsung membuka bajunya dan berdiri di bawah shower , ia butuh air dingin.


" Ya ampun jer , kau lihat pemandangan tadi, membuat fantasi ku selama ini ada di depan mata, apalagi semenjak menonton video kakek, gairah ku semakin meningkat jika melihat Qiana, oh baby aku sepertinya butuh siraman air es "


" Dan kau jer sabar Napa, kau kesurupan cuma melihat si doi seksi, jika bungkusnya sudah terbuka, aku yakin kamu langsung mengamuk semalaman " Taksa melanjutkan mandinya.


Sedangkan Qiana yang melihat baju-baju sudah tertata rapi entah kapan , membuat tertegun, ia kira sepotong baju yang sudah di siapin Disni, ternyata walk in close itu dibuat seperi toko baju sesuai ukuran Qiana saja, lengkap dengan aksesoris.


Setelah memilih baju yang ingin dia pakai , ia keluar dan duduk dikamar rasa, beberapa menit pintu kamar di ketuk.


" Mungkin itu makanannya , aku sudah lapar "


" Ceklek " Qiana membuka pintunya, Qiana melihat seorang kakek tua berdiri di hadapannya dengan. Tongkat.


" Apa ini pembantu disini " kakek tua itu memandang Qiana dari atas sampai bawah


" Halo kakek,,,, apakah anda pembantu di tempat ini yang akan mengantarkan makanan ku??? " Tanya Qiana


" Pria bodoh itu ternyata masih memperkerjakan kakek tua renta seperti ini, kenapa GK dikasih pensiun menikmati masa tuanya di rumahnya, masih melayani pria bodoh itu, perlu ditendang bokongnya, awas nanti " gumam kecil Qiana dan masih didengar oleh pelayan tua itu.

__ADS_1


" KAKEK " Sura panggilan dari belakang Qiana


^^^~To be continued^^^


__ADS_2