
...^HAPPY READING^...
Ruangan yang tadinya bersuasana mellow, saat ini menegangkan.
Kedua wanita dalam ruangan itu kaget ulah si raja hutan yang datang tiba-tiba.
"Astaga Taksa kau mengagetkan ku" Qiana mengelus dadanya sesaat.
"Maafkan aku sayang, aku tak suka kau memeluk orang lain selain diriku"
"Dia wanita Taksa dan aku cuma menghiburnya, dan kau masuk seperti mau memergoki istrimu yang selingkuh saja" omel Qiana.
"Ampun sayang ... aku tak sengaja, dan aku tak rela tubuh istriku dipeluk oleh orang lain"
Sumpah demi apa, saat ini Qiana ingin mencuci bersih otak suaminya yang over protective atas dirinya "dia kan perempuan hubby kau harus bisa membedakan kecemburuan mu itu, jika tidak mulai saat ini gak ada yang namanya DP atau cicilan, kau tidur diluar selama satu Minggu"
Mimik wajah Taksa langsung pucat, ia membayangkan nasibnya di usir dari kamar sang istri, " Ohh tidak.... tidak.... jika dia di usir dari kamar oleh sang istri adalah petaka yang sangat besar, lebih baik ia rugi dalam menangani proyek jika ia tak bisa greseng-greseng dengan sang pujaan hati setiap malam," hanya membayangkan saja membuat bulu kuduknya merinding
Qiana yang mendengar pikiran si suami kurang akhlak nya ini, ingin sekali menukar otak mesum dengan yang baru," hubby kau akan tetap disitu? "
Sedangkan Taksa yang sadar jika istri tercintanya itu bisa membaca apa yang ia pikirkan, Taksa tersenyum bodoh di depan Qiana "maafkan aku honey, aku tak bisa menghilangkan kecemburuanku terhadap siapapun di dunia ini, aku takut kau di ambil dari ku" jawaban dari Taksa membuat Qiana luluh dan tak memperpanjang.
Taksa langsung masuk ke ruang kerja sang istri, ia mengangkat tubuh sang istri, lalu melangkah ke kursi putar milik sang istri.
Taksa duduk di sana dengan memangku Qiana, "Taksa bisakah kau menurunkan ku, kau tak lihat di sini bukan hanya ada kita" Qiana memaksa ingin turun.
"Diam lah hon, kau saat ini sakit, dan itu serius, aku takut tubuhmu mengeluarkan darah banyak jika kau berjalan" ucap Taksa serius.
__ADS_1
" *astaga itu cuma menstruasi Taksa, dan ini sudah di rasakan setiap bulan oleh ku, aku bisa beraktifitas seperti biasanya"
"Diam lah sayang aku cuma takut tanggul mu makin retak, membuat terowongan Kasablanka ku infeksi, aku takut terowongan Kasablanka ku infeksi lalu lubang terowongan nya di tutup tak bisa digunakan lagi, kau tak kasian sama si Jery, yang masa depannya terancam, masak kau menyuruh si Jery menggali lubang yang baru, aku mohon diam lah, nanti aku akan membelikan apapun yang kau butuhkan sayang"
"Uangku juga banyak untuk membeli apa yang aku inginkan Taksa,"
"Ahh Honey ,,, setelah seminggu aku akan mengajakmu bulan madu".
"Bulan madu apaan coba , yang ada kamu yang di untungkan disini, apa yang katanya kau akan memberikan apapun yang kau mau tadi .. huh"
"Kita sama-sama mendapat keuntungan honey, kenikmatan yang Jery berikan kepadamu itu tak bisa dibeli, kau masih lupa honey, dua hari yang lalu ada seorang gadis berada di bawah ku yang mendesah keenakan pada saat si Jery balapan di terowongan Kasablanka, wajah siapa coba yang sampai mendongak ke atas pas mau merasakan pelepasan yang amat dahsyat " goda Taksa
Jangan ditanya bagai mana ekspresi wajah Qiana saat ini, wajahnya merah sperti memakai merah pipi, dan kedua telinganya merah, wajahnya terasa panas digoda oleh suami yang memiliki akhlak minimalis seperti Taksa ini.
*
*
*
Bersyukurnya, si Yumna tak 100% mengerti topik yang dibicarakan oleh pasangan somplak di depannya itu.
" Kenapa aku melihat nona dan tuan sedang bermesraan, jiwa jomblo akut ku langsung pengen punya pacar ya, ahhh mereka romantis sekali, entah mengapa mereka yang bermesraan aku yang malu, hey tuan, nona, bisakah kalian bermesraan di kamar saja, atau suruh saya pulang, sebab keberadaan saya kalian lupakan, jika saya menyelinap pergi itu namanya tidak sopan " kata hati Yumna
Qiana yang mendengar kata hati bawahannya langsung pucat pasi, ia sampai melupakan keberadaan Yumna di ruangan ini, "Yumna kau boleh kembali, nanti Rafael akan mengabari mu, jika sudah mengatur jadwal pertemuan mu dengan keluarga mu"
"*Terimakasih nona, saya pami*t undur diri dulu " Yumna membungkukkan tubuhnya lalu keluar dari ruangan musim semi nona dan tuan muda mereka.
__ADS_1
"Hay Zia , aku pulang dulu, maaf telah merepotkan mu tadi," Yumna yang memiliki sifat sedikit pemalu itu menyapa temannya yang selalu berada di samping nona mereka, sebab wanita tanpa ekspresi itu standby di depan pintu kerja nonanya.
"Sama-sama .. kau istirahat lah dulu, aku turut bahagia kau sudah membalaskan dendam mu"
"Terimakasih..." Yumna kembali ke vila mereka dengan perasaan plong dan lega, di sana teman-teman nya sudah menunggu untuk memberikan selamat kepadanya.
^Kembali kedalam ruangan kerja Qiana
"Sayang setelah kita menikah kita, kita akan tinggal dimana??" tanya Taksa karena ia akan menuruti kemauan sang istri jika sang istri mau tinggal dimana pun selama sang istri nyaman, atau sang istri ingin rumah baru maka ia akan membangunkan untuk sang istri.
"Hubby jika aku ingin mengajakmu tinggal di sini
, apakah kau setuju? "
"Apapun untuk mu" Taksa mengelus rambut panjang Qiana
"Kau tak penasaran kenapa kau ingin tinggal disini, aku merasa tempat ini paling aman untuk ku dan untuk mu tempati karena diluar sana aku masih memiliki musuh yang tak terhitung jumlahnya, dan belum ku ketahui kekuatannya, kau tidak apa-apa setiap hari menempuh perjalan jauh Hubby ?"
"Mulai sekarang aku akan menggunakan Helikopter untuk pergi bekerja honey, jarak tempuh memakai helikopter itu lebih cepat, dan aku ingin paman Desmond dan Mulin beserta kepercayaan ku, mengurus kita disini, karena aku rasa tempat ini kurang memperkejakan pembantu rumah tangga honey."
"Baiklah di bawah Vila di sana adat rumah Khusus untuk para pekerja Vila ku, memang selama ini yang menangani Vila cuma 5 orang beserta Zia, aku masih belum bisa mempercayai orang-orang baru, kau pilih lah orang-orang yang bisa dipercaya tinggal disini bersama kita, dan untuk mulin tidak apa-apa lah jika ia tinggal di Vila tim ku, di sana masih ada beberapa kamar yang belum di tempati "
"Tidak apa-apa Hon, sebab jika aku membutuhkan nya dengan tiba-tiba aku dengan mudah memanggilnya,"
"Aku jamin mulin akan betah tinggal di vila kami hubby, sebab di sana fasilitas nya sangat memadai, bagaimana dengan Mansion mu?"
"Sisa orang yang tidak ku bawa akan mengurus Mansion kita di sana, sesekali kita singgah di sana honey... pokoknya setelah satu Minggu ini kita akan bulan madu selama satu bulan penuh tidak ada ganggu gugat"
__ADS_1
" Ok "
^^^~To be continued^^^