Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
mengunjungi Qiana


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


lain hal dengan Taksa yang sedang jatuh cinta, Qiana saat ini sedang sibuk dengan pengobatan Bella putri Tony.


"Nona tadi saya sudah dikasih kabar oleh tim kesehatan putri Tony sekarang sudah sehat obat yang anda racik sangat ajaib nona," lapor Rafael


"Produksi obat itu besar-besaran karena obat itu sangatlah menguntungkan untuk kita, kita berikan contoh nya kepada rumah sakit besar, dan berikan uji lab nya juga, jika kita memproduksi dalam besar-besaran kita akan banyak menolong hidup manusia, dan tentunya QCL akan semakin dikenal" jiwa bisnisnya meronta-ronta.


"Anda memang kejam kepada kejahatan nona, tapi hati anda bak malaikat untuk orang yang butuh pertolongan anda, anda seperti bukan dari dunia ini, anda bisa menjadi iblis dan menjadi malaikat sekaligus," kata hati Rafael, dan Qiana yang mendengarnya kan itu tersenyum dalam hati.


"Trus kapal yang semalam datang itu kita apakan nona??"


"Kapal itu kita gunakan untuk transportasi pengiriman bahan herbal dari bukit sebrang danau yang saat ini desa mati mengelola lahan itu untuk rumah kaca Khusus tumbuhan obat yang langka, sedangkan untuk tumbuhan yang bisa kita jumpai di manapun mereka tanam sepeti ladang, ada gunanya juga pemberian si bodoh itu,"


"Baik nona, tadi tuan mulin menelpon katanya mereka sudah ada diperjalanan, tuan Taksa ingin menemui anda. "


"Bilang sama dia Jangan datang ke sini aku sibuk tidak menerima tamu"


"Maaf nona saya menganggu anda, Tony menelpon saya jika tuan Taksa tiba di perusahaan dengan membawa bunga satu truk" Kanzia tiba-tiba melapor


"Aduhhh orang itu bikin kepalaku puyeng, aku masih tidak ingin terekspos di depan umum, jika si bodoh itu sampai membuat keributan di perusahaan ku bisa berabe ini, suruh Tony antar si bodoh itu ke Vila ini sekarang"


"Sekelas tuan Taksa dibilang bodoh, sungguh pesona nona tiada duanya, sampai menarik perhatian orang nomer satu, kelak kita akan tambah sejahtera," kata hati Kanzia, membuat Qiana geleng-geleng kepala.


"Baik nona, sekarang saya mau pamit kembali ke kantor "pamit Rafael.


...* * * *...

__ADS_1


Sedangkan di lain tempat Taksa sudah sampai di depan perusahaan Qian , ia memerintahkan asistennya masuk ke perusahaan itu,


"Tuan nona tidak ada perusahaan, tadi tuan Tony sudah mengabari kepercayaan nona, nona menyuruh kita langsung ke vila tempat tinggal nona" mulin melapor


"Cepat jalan aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya, duh jantung ku berdebar-debar mulin, aduh Qiana sayangku, aku merindukan bibir manis mu sayang" kata Taksa bicara sendiri.


"Aduh mulai lagi tuan muda" mulin menepuk dahinya.


"Kalian mengendarai mobil sepeti siput ya, lama sekali, apa mobil ini sudah rusak, mulin kau pesan helikopter besok, dan beli tanah daerah sini Kusus buat landasan, jika aku ingin pergi menemui kekasihku tidak memakan waktu lama"


"Baik tuan" apalah daya, perintah tuannya adalah segalanya, padahal cuma butuh 1 jam jarah perusahaan tuannya dan tempat nona Qiana, mulin sampai bingung dengan perubahan tuannya, semenjak jatuh cinta, tuannya sering tersenyum membuat mulin bahagia, cuma tingkah laku tuannya jika menyangkut nona Qiana pasti berlebihan.


"Ah si kakek mengganggu kesenanganku ku saja" Taksa mengomel karena acara melamun nya diganngu telpon sang Kakek.


"Iya kek ada apa ??"


"Oh iya nanti aku cek email yang kakek kirim, tenang kek aku akan akan belajar sungguh-sungguh, aku saat ini sedang sibuk berkencan kakek jangan iri sudah tua." tanpa rasa bersalah karena kakeknya jomblo nenek Taksa sudah tiada 5 tahun yang lalu


"Cucu laknat mentang-mentang punya kekasih sekarang kakek tuamu ini kau sepelekan, jika kakek ingin saat ini kakek bisa gandeng cewek 2 sekaligus kekamar" kata kakek


"Kakek GK pernah main pedang-pedangan pinggang kakek sudah sering encok, yang ada kakek di keroyok sama dua cewek itu, nanti kaki kakek gemetar trus aku lagi yang susah, bukan pinggang aja yang sakit, otot betis kakek langsung gemetar, trus kalog kakek minum obat kuat entar kakek mati bagaimana hayoo" Taksa tanpa bersalah sedikit pun.


"DASAR CUCU LAKNAT, KAKEK MASIH SEHAT SUDAH MENYINGGUNG KEMATIAN" teriak kakek sehingga membuat Taksa tanpa sengaja melempar hpnya, kakeknya ngambek langsung telpon itu diputus sebelah pihak, sedangkan mulin dan sang sopir hampir tertawa meledak mendengar percakapan cucu dan kakek yang gak ada ahlak itu.


...* * * *...


Mobil yang dikendarai Taksa memasuki area bukit yang memiliki penjagaan ketat, 2 km mobil mengelilingi bukit hingga kepuncak bukit.

__ADS_1


"Tuan tempat ini bagus sekali, nona membangun jalan memutar bukit seperti ini kita bisa menikmati pemandangan danau luas yang asri" tutur mulin


"Kau benar, polusi sudah meracuni dunia, aku tidak menyangka tanah luas tertutup semak belukar di tengah kota memiliki pesona seperti ini, dan tanah ini ternyata milik gadisku, sungguh panorama alam yang indah seperti pemiliknya"


Tak terasa mereka telah sampai di Villa mewah di atas bukit jika dilihat dari jalan tidak tampak ada Vila karena terhalang pohon-pohon besar tapi jika dari danau terlihat dengan jelas bangunan bergaya Eropa berdiri kokoh disana,


Ketika Taksa sampai di Vila itu disambut oleh sepasang suami istri paruh baya pelayan di sana. sedangan Qiana di lantai 4 didampingi Kanzia.


" Kau turunlah Zia , bilang sama dia aku sibuk, suruh bibik rona melayani tamu itu dengan baik, aku pengen lihat seberapa besar dia mau bertemu dengan ku . "


Setelah mendapat perintah dari nona nya Zia turun menemui nonanya.


"Tuan anda ada apa datang kesini??" tanya Zia dengan nada dinginnya.


"Tuan saya ingin bertemu dengan nona mu" jawab mulin


"Nona kami sibuk, jika ia sibuk tak seorang pun bisa menganggu nya, jika suasana hati nona tidak baik kita akan disuruh bertarung dengan kesayangan nona kami" jawab Zia


"Aku akan menunggu Qiana selesai dari pekerjaannya," Taksa menjawab


"Silahkan jika anda ingin menunggu nona, bibi Moli akan menjamu semua kebutuhan anda Disni tinggal minta saja , saya akan melayani nona saya dulu" pamit Zia,


"Baiklah berikan bunga ini kepada nona mu, dibawah bukit aku memberikan bunga mawar yang hidup, terakhir kali nona mu tidak menyukai bunga yang sudah mati, maka dari itu aku memberikan bunga yang hidup"


Zia menatap horor laki-laki didepannya, memberikan bunga sampai sebanyak itu untuk nonanya, apa nonanya setelah ini akan membuka toko bunga pikir Zia sambil menerima bunga itu.


akankah Taksa bertemu dengan Qiana apa tidak ya........???

__ADS_1


^^^~To be continued^^^


__ADS_2