Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Rana ingin Hamil


__ADS_3

...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Saat ini Rafael Sedang mondar mandir di depan ruang oprasi di Vila itu, para Dokter profesional sudah menangani istrinya.


Rafael POV.


Tuhan! Aku mohon selamatkan istri setara anakku. Selama ini aku dan Rana selalu terpisahkan oleh takdir yang kejam kepada kami, aku tak sanggup jika harus kehilangan mereka.


Kasihanilah aku yang selama ini yang tak pernah meminta apapun kepadamu. Aku tak ingin apa-apa lagi darimu, dulu kau merenggut segalanya dariku. Aku pun belajar ikhlas menerima. Dulu kau merenggut segalanya ibu ayah dan apa yang Keluarga kami miliki aku tak pernah marah padamu, kau tau bukan jika doa ku hanya satu kepadamu aku ingin hidup dengan Rana saja itu adalah impian ku semenjak melihat wajahnya mendengar suaranya.


Karena aku percaya jika kau akan melindungi kami karena kau tak tidur. Aku berusaha mengikhlaskan apa yang kau ambil! Dan kau membalas keikhlasan ku dengan memberikan Nona untuk kami.


Tetapi jika kau mengambil hal paling berharga di hidupku mungkin keimanan ku mulai goyah. Kepercayaan ku terhadap pepatah habis petang terbitlah terang.


Aku mohon tuhan! Aku rapuh dan tak berdaya. Aku mau senyum Rana aku mau kepolosannya menguasai hari ku yang tak sempurna.


Ayah Ibu aku mohon lindungi mereka yang aku sayangi. Aku tak mau salah satu tadi mereka aku mau semuanya.


Tangis Rafael menyayat hati. Ia seperti anak kecil yang tak di ajak pergi oleh kedua orang tuanya lalu ia terduduk didepan pintu itu seperti anak yang terkunci di sebuah ruangan.


Sayang kau harus kuat, ingatlah berapa bulan lalu ketika saudara saudara kita dikabarkan tengah mengandung betapa kau sangat menggemaskan merajut ingin dihamili.


~Flashback ON


Langit cerah, Burung-burung berterbangan mengarungi luasnya cakrawala, seorang wanita cantik sedang di sebuah balkon kamarnya, matanya memandang jauh pada air danau yang indah seperti kaca untuk pemandangan indah di atas.


“Ku kira kita tak akan berjumpa lagi dan aku ditakdirkan menjadi istri pria tua yang memiliki tujuan lain terhadapku. Ternyata takdir kita meski rumit tuhan menyatukan kita kembali dengan hadirnya kakak kembar ku yang kukira telah tiada! ku kira kebahagiaan yang aku impikan di setiap aku termenung akan menjadi angan sahaja. Tetapi hari dimana kau menjepit diriku di sanalah aku mendapatkan secercah kebahagiaan.” ucap Rana dalam hati.


“Manusia memang untuk di lahiran menjadi manusia egois! Tuhan aku ucapakan banyak terimakasih untuk mu yang memberikan ku kebahagiaan yang tak terhingga ini! Bolehkah aku meminta satu lagi tuhan?” gumam Alana dalam hati, ia memejamkan matanya merasakan hembusan angin menerpa tubuhnya.


“Aku ingin mengandung seperti saudara saudara ku!” ucap Rana dalam hati, ia melihat semua pasangan sudah mendapatkan kabar kehamilan mereka sedangkan Rana tadi diam diam mencek kemahilan dirinya sendiri dan hasilnya negatif.


Greppp ... Tangan besar berotot memeluknya dari belakang.


“Tadi aku mencari mu sayang! kenapa kau pulang dulu?” tanya Rafael memutar tubuh istrinya agar saling menghadap.


“Aku lelah Kak! Maaf tak menunggu mu tadi.” ucap Rana yang sudah memandang wajah tampan suaminya.


Rafael tau jika ada rasa gundah dalam hati istrinya ia menunggu Rana menceritakannya kepadanya.Karena setelah Setelah mengucapkan selamat ia langsung pulang kekamar nya, menggunakan lift bawah tanah untuk menuruni bukit dan Rafael tau istrinya itu sedang kurang baik baik saja.


Setiap anak buah Qiana tak usah mendaki karena Vila mereka terhubung dengan lift di bawah bukit untuk memudahkan semua orang naik turun ke tempat bos mereka.


Cup..... Rafael mencium kening sang istri cukup lama.


Cup.. Cup... Cup, ciuman turun ke bibir, ia mengunyah pelan tapi pasti. tangan Rafael membuka kancing kemeja yang Rana kenakan.


Semakin lama ciuman itu semakin turun kebawah dimana pepaya gantung berada, Tangan Rafael bermain di kedua pepaya itu, ia sedikit memberikan pijatan nikmat yang membuat si pemilik pepaya merem melek...


“Akhh....” suara gaib dari bibir Rana terdengar ketika mulut Rafael menyedot ujung pepaya, sedangkan tangan satunya tak tinggal diam, tangan itu memelintir ujung pepaya sehingga membuat si empunya pepaya membusungkan dadanya.


Air liur dari bibir bawah sudah tertumpah ruah seperti tak ada saringannya, “Kak lepas Rana mari lanjutkan di kamar! Nanti ada orang yang melihat kita.” Ucap Rana gelisah, ia merasakan geli geli gatal.


“Disini saja sayang, aku ingin sensasi baru toh tak ada bangunan yang menghadap kerumah kita! Si belalai gajah mudah menemukan goanya” Ucap Rafael, lalu ia memberikan ciuman di perut dan membuka kedua kaki sang istri, penutup di bawah nya sudah rafael turunkan.


“Aahhkkk” Desa•han Rana sangat merdu di telinga Rafael pada saat Rafael berjongkok melahap bibir bawah sang istri yang sangat indah, sedangkan istrinya memegang pembatas balkon dengan penuh waspada karena takut tetangganya mendengar kelakuan ekstrim mereka.


“Ahhh, kak sudah tak takan aku” Ucap Rana.Ketika Rafael menghisap saripati pelepasan sang istri.....


Melihat sang istri sudah lemas akibat pelepasan pertama. Setelah itu Rafael langusung membuka celananya, lalu ia mengambil kuda kuda menusuk dari belakang.


“Sudah siap sayang???” Rana menganggukkan kepalanya tetapi ia ingin melihat di kebelakang karena ini pertama kalinya main membelakangi sang suami...


“Lihat aku Beby” Ucap Rafael dengan suara beratnya...


Mata mereka saling memandang, “Aku mencintai mu sayang! Dan aku akan memberikan suasana baru untuk mu!” Ucap Rafael, menuntun sahabatnya menusuk dari belakang.


“Dia hanya milik mu” Bisik Rafael setiap memasuki sang istri, lalu menyatukan bibir mereka. Sedangkan Rana merasakan sesuatu yang panas dan keras menembus titiknya dari belakang, kenikmatan yang tak terhingga ia rasakan.


“Ohhhh....” Sekarang Rana dan Rafael merem melek tak tahan ia langsung melepas bibir bengkak Rana, lalu memompa dari belakang.


“Jika tak nyaman bilang ya sayang!” tangan Rafael langusung memegang pepaya sang istri lalu menarik dan mendorong senjatanya ketitik target.


“Aaahhh ini enak, kak!” Jerit Rana ketika sesuatu di bawah sana membentur ujung kenikmatan nya dengan sempurna, suara desa•han dan rintihan melebihi suara burung berterbangan di sekitar mereka.


“Lebih cepat kak!” Ucapnya..

__ADS_1


“Sabar sayang, nanti aku akan membawamu terbang ke nirwana” bisik Rafael, ia merasakan di bawah sana sangat di jepit dan nikmat sama pada saat mereka melakukan untuk pertama kalinya...


Rafael mencoba bergerak menggiring sang istri kedalam kamar perlahan tak melepaskan tautan mereka, “Ahhhh, sseeeettt... Ini nikmat sayang” Rafael meracau ketika merasakan sensasi candunya selama mereka menikah.


“Ssseettt,,, Akhh” De•sah Rana ketika ia juga rasakan kenikmatan yang luar pad saat suaminya memompa dari bawah sana sambil berjalan. Ketika sudah merasa di kamar Rafael mendorong tubuh istrinya dengan lembut keatas ranjang lalu menyatukan dirinya dengan sang istri.


Keringat membasahi pasangan itu. ******* pasangan itu menggema di dalam kamar, dinginnya AC tak mampu menyejukkan tubuh mereka.


30 menit kemudian “Akkhhhh” jerit keduanya, Ketika sesuatu meledak memenuhi goa di bawah sana.


“Cup.....Terimakasih sayang” Ucap Rafael lalu berguling ke sebelah tubuh istrinya.


Rana langsung duduk ia melihat keadaan di bawah sana, ia tak bisa membendung air matanya.


“Hey sayang kenapa kau menangis??” Tanya Rafael...


“Apakah aku menyakiti mu??” tanya Rafael menaiki tempat tidur.


“Aku berdoa kepada Tuhan agar cepat memberikan ku anak untuk kita kak, seperti saudara saudara kita!.” bisik Rana.


“Amin semoga kita cepat di berikan momongan! Maka dari itu kita berdoa harus di imbangi dengan tindakan agar hasilnya lebih maksimal! Lagi yuk sayang.” Rafael langsung membawa tubuh sang istri ke nirwana.


Mereka tidak tau ada seseorang melihat kegiatan live mereka di siang bolong, jomblo lagi orangnya, Yang melihat adalah Xiever yang belum berminat melabuhkan hati untuk seorang wanita.


Kita hanya cukup mendoakan semoga bang Xiever dapet jodoh ya.


Sebulan kemudian Rana dinyatakan hamil dan 3 bulan kemudian ia di kabarkan jika sedang mengandung anak kembar.


Kebahagiaan Rana dan Rafael semakin manis semenjak kehamilan Rana.


Flashback ON


Dua jam sudah berlalu, semua keluarga saling berpelukan menangisi wanita yang sedang berjuang di dalam.


Krek ... pintu di buka dari dalam.


Rafaela tak mendengar bunyi pintu, hingga sang dokter menepuk pundaknya.


Plak...


“Dokter bagaimana dengan istriku?” tanya Rafael mengguncang tubuh sang Dokter.


Ia tak sanggup menerima kenyataan yang menyayat hati.


“Maaf tuan saya sangat menyesali keadaan ini, tetapi mau bagaimana saya harus memberi tau kepada anda jika Nona saat ini keadaannya semakin keritis kami berusaha menyelamatkan kedua duanya tetapi kondisi Nona saat ini mengkhawatirkan tuan. Kami mau tidak mau harus mengeluarkan sang bayi jika tidak ketiga tiganya tak akan tertolong tuan. Kami berharap anda menguatkan Nona di dalam...,” jelas dokter.


“Aku mohon dokter selamatkan adikku! apapun yang kau minta akan ku kabulkan” ucap Abraham menangis tubuh nya luruh ke lantai.


“Hanya doa yang harus anda panjatkan tuan, jika bisa hubungi Nona! Beliau penuh dengan keajaiban.” ucap si Dokter.


“Qiana ... Qiana ... Ana ku Ia adikku satunya dia aku harus mencarinya!” dengan jalan limbung untuk mencari ponsel karena tidak fokus Abraham menabrak tong sampah sehingga kepalanya memasuki tong, untung Istrinya langsung menarik jika tidak ia akan menyangkut di sana.


Bukkkk...


“Yumna sayang ... Adikku! adikku sedang tidak baik baik saja!” teriak Abraham ia sangat rapuh karena ia melihat adiknya penuh dengan darah.


“Sayang ... Lihat aku!” menarik wajah Abraham.


“Nona saat ini berada di jalan pulang.” Bisik Yumna memeluk suaminya, ia sangat sedih mendengar sahabat nya sedang melahirkan di negeri orang, dan saat ini adik iparnya keritis ia tak bisa berbuat apa.


Anak dalam perut Yumna bergerak resah seakan mengetahui keresahan kedua orang tuannya ... Tangan Abraham langsung mengelus perut itu untuk memenangkan sang bayi.


...----------------...


Langkah demi langkah kaki Rafael berjalan mendekati brangkar tempat sang istri sedang bertaruh nyawa melahirkan buah hatinya.


Air mata Rafael begitu deras melihat sang istri tak sadarkan diri, “Sayang bukakanlah matamu lihat bayi kita sedang dikeluarkan dari perutmu!” bisik Rafael.


“Bukankah kau sangat mendambakan seorang bayi! lihat bayi kita kita tengah di keluarkan, dia menunggu ibunya memberikan kasih sayang!”


Oek ... Oek ... Oek ... Seorang bayi langsung menangis kencang memekik ruangan.


“Selamat tuan Bayi nya perempuan!” ucap dokter.


“Dengar sayang! Kau harus sadar ... Kau dengar bayi kita perempuan pasti cantik nya sama dengan dirimu, aku janji tak akan melihat wajahnya dulu seperti janji kita.” ucap Rafael dengan air mata mengalir deras.


“Kak pokonya aku yang wajib melihat wajah bayi kita kelak! Setelah itu dirimu.” ucap Rana duduk di atas ranjang kamarnya, tangannya tak lepas ia terus mengelus para bayi di dalam perut. Mulutnya tak berhenti bercerita tetang kehidupan dan senandung indah untuk bayinya.


Rafael yang habis mandi langsung bergabung dengan sang istri, “Kenapa seperti itu sayang?” tanya Rafael.

__ADS_1


“Aku mau melihat dulu wajah mereka mirip siapa. Jika wajahnya mirip diriku maka kau wajib memberikan nama untuknya! Jika wajahnya mirip dengan mu maka aku yang memberikan nama untuk mereka!” ucap Rana dengan riang.


“Uluh ... Uluh ... Cosuit amet sih istri Kakak.” Rafael langsung bergabung keatas ranjang.


Cup ...


Cup ...


Cup ...


Rafael memberitahu ciuman bertubi-tubi untuk istirnya serta anaknya yang berada didalam perut.


ingatan itu terngiang di benak Rafael yang tengah mencium kening sang istri penuh cinta dan air mata.


Dari mata Rana mengalir sebutir air mata. Menandakan ia mendengar suara pria yang paling di cintai oleh dirinya.


Rafael mencium mata Rana lalu mengecup tangan dingin itu penuh dengan hati-hati.


Tak berselang lama suara tangisan tak kalah kencang dari seorang bayi lainnya,


Oek ... Oek ... Oek ...


“Selamat tuan bayi kedua kalian perempuan persis dengan Nona!” ucap sang Dokter membuat tangis Rafael pecah.


Oprasi itu dilakukan dengan cepat karena ada kepala Rana yang harus di oprasi oleh para Dokter yang sudah terlatih oleh Qiana.


“Lihat sayang bayi kita bidadari semua, nanti aku adalah pria tertampan di keluarga kita!” bisik Rafael, tangisannya diam tapi jika kita kumpulkan mungkin satu ember cukup.


Dengan Cekatan para Dokter menjahit perut Rana, ketika jahitan itu selesai di perban, bibir Rana semakin pucat. Wanita itu seperti tersenyum kepada suaminya.


Tit ... Tit ... Tit ... Tiiiiiiiiiiiiiittt ...


“A ... Ada apa ini?” tanya Rafael, padahal ia tau bunyi itu menandakan istrinya tidak dalam keadaan baik baik saja.


“Mohon anda semangatin Nona tuan! Kami akan berusaha sekuat tenaga kami!” ucap Dokter, jantungnya berdetak kencang.


“Saya mohon Nona! Anda harus bertahan bagaimana saya harus menghadap Nona jika tak sanggup menyelamatkan, Anda” ucap Dokter itu dalam hati.


Komputer detak jantung Rana berbunyi semakin keras.


“Gawat Dok! Nona Kritis.” Kata seorang dokter.


“Siapkan AED!” ucap Dokter pemimpin, sang dokter mencek nadi di tangan Rana. Memeriksa matanya lalu.


“CPR satu ...,” Duk ... Duk ... Duk ..., Alat pengejut jantung itu di gunakan membuat Rafael membeku.


Tiiiiiiiiiiiiiitttttttttt...


“No ... Respon dok!”


“CPR Dua tambah ...,” Duk ... Duk ... Duk ..., Alat pengejut jantung itu sekali lagi membuat Seluruh tulang belulang nya di cabut dengan paksa.


“Sayang aku mohon bertahan sedikit saja, aku tak sanggup mengurus dua putri kita sekaligus.”


Tiiiiiiiiiiiiiitttttttttt .... bunyi panjang mengadakan jantung berhenti beroperasi.


TIDAAAAKKKK RAANNNNAAAA Jerit Rafael menggila


“Jam 22:00 Waktu se ... tempat” ucap Dokter dengan suara bergetar.


BRAK pintu dobrak.


...----------------...


^^^~To be continued^^^


...Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏...


...Jangan lupa...


...Like👍...


...komentar🗣️...


...Hadiah🎁🌹☕...


...Vote 🔥...


...Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini....

__ADS_1


...Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini....


__ADS_2