Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
rencana Jenika


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Taksa yang pulang siang dari kantor membuat semua penghuni Mansion Taksa sedikit bingung karena tumben tumbenan Taksa pulang di jam makan siang seperti ini.


Dan yang membuat mereka tercengang Taksa pulang tak sendiri atau didampingi sekertaris Mulin seperti biasanya.


Tuannya saat ini membawa seorang gadis di gendongannya, Taksa mengendong tubuh wanita itu sangatlah hati-hati, bak porselin yang mudah pecah.


Paman Desmond yang terbiasa menyambut tuan mudanya ketika pulang tak berani bersuara, karena Taksa mengisyaratkan jika tidak boleh ada bunyi apapun di tempat itu.


"Bukakan pintu kamarku" dengan suara bisikan takut kekasihnya bangun.


Mendekati perintah tuan muda nya, Paman Desmond langsung bergegas membukakan pintu kamar tuan mudanya.


Paman Desmond paham sekarang jika yang dibawa tuan muda nya adalah calon istri dan calon nyonya mudanya di masa depan, Paman Desmond tanpa pertiga dari Taksa langsung memberi instruksi dari tuannya, ia menginstruksikan pada seluruh karyawan jika melayani calon nyonya muda mereka.


Sedangkan dikamar Taksa, memilih bergabung dengan kekasihnya ke alam mimpi, ia sesaat memandang kekasihnya yang cantik bak bidadari, ia sangat mengagumi kecantikan alami yang tuhan berikan kepada kekasihnya, dengan hati-hati Taksa membawa tubuh pujaan hatinya ke dekapannya.


"Cup.. mimpi indah sayang, jika kau tidur sepeti putri tidur yang sedang menunggu sang pangeran menciumnya, dan hanya pangeran Taksa seorang yang akan membangunkan tuan putrinya, aku akan menghabisi setiap laki-laki predator yang menginginkanmu, " kata hati Taksa


"Aku ingin tau bajingan mana yang telah menyakitimu di masa lalu, membuat tidurmu mengigau di dalam mobil sayang, jika mantan suamimu aku akan cincang dia menjadi makanan kucing kesayangan mu"


( Kucing yang dimaksud Taksa adalah Zeta dan Zora, karena dua binatang itu bak kucing dihadapan Qiana )


~Flashback


ketika Taksa memangku Qiana di dalam mobil sambil mencium rambut wangi Qiana tanpa sadar ia mendengar gumaman Qiana.


"Dasar penghianat aku akan membalas mu" dengan keringat membanjiri pelipis mengigau.


Taksa yang mendengar nya langsung mengelus rambut Qiana dengan sayang.


"Tenanglah baby ada aku disini... CUP" seperti mendengar kata Taksa Qiana kembali tenang dan tidur dengan nyenyak


~ Flashback off


...* * * *...


Jika Taksa dan Qiana menikmati tidur siangnya, maka lain dengan dengan Jenita , saat ini menyusun rencana menyingkirkan Qiana dari sisi Taksa.

__ADS_1


"Aku harus merebut Taksa dari wanita Jala•ng itu," ujar Jenika dengan sorot mata penuh dendam.


Setelah keluar dari kantor Taksa ia menyuruh seseorang menyelidiki tentang Qiana, dan semua kelakuan nya sudah terendus oleh sang ratu mafia yang sangat kejam kepada musuh musuhnya.


~ Flashback


setelah Jenita keluar dari kantor Taksa , Qiana sudah menyuruh Yury untuk memperhatikan Jenita, selama ada CCTV Yury dapat pelacak dan merekam percakapan tanpa diketahui oleh pemilik CCTV atau sang target sekaligus.


"Halo aku ingin kau menyelidiki wanita ada di foto ini" ia mengirim foto Qiana tanpa sepengetahuan sang empunya gambar.


Sebenarnya Qiana sadar jika diam diam Jenika mengambil gambarnya.


maka dari itu ia mengutus Yury untuk mencari tau terlebih dahulu tentang Jenita.


"Rupanya kau ingin bermain main dengan ku nona" senyum iblis Qiana terbit.


"Aku tunggu kau menyinggung ku, karena otot ku sepertinya kaku karena sudah seminggu tidak bertarung "


"Aku akan melihat sejauh mana kau ingin bermain dengan ku nona"


"Kau cukup pantau dia Yury jangan bertindak sebelum instruksi ku"


Qiana mengutak-atik atik handphone nya


"aku telah memberikan umpan untuk memancing ikan kecil seperti mu nona"


"Aku ingin tau bagaimana tindakan mu jika kau tau statusku yang seorang janda dan yatim piatu ini."


"Berbahagialah untuk sesaat, jika kau tidak menyinggung ku maka hidup dan karirmu yang sangat kau bangga banggakan itu akan aman sejah tera"


"Jika sebaliknya maka aku akan membuat karir dan apapun yang kau bangga banggakan akan lenyap tak tersisa , kau akan terlupakan di kehidupan mu saat ini"


~ Flashback off


~Kembali ke Jenita


"hahahaha...... hanya lalat kecil yang ingin merebut posisiku menjadi wanita Taksa"


"Dengan statusmu yang anak yatim-piatu dan seorang janda akan membuat sekali tendangan dariku yang super star ini kau akan jatuh ke lubang yang amat dalam dan akan membuat kau tak berani bermimpi bersaing dengan ku"

__ADS_1


"Dengan status mu itu maka tanpa berusaha banyak kau akan di tendang jauh-jauh oleh keluarga Taksa yang bangsawan"


"Mimpimu sampai disini saja nona, karena tak butuh diriku menjelekan namamu didepan kakek WU yang notabenenya pemegangnya keputusan untuk keluarga WU"


"Kakek WU akan menyingkirkan mu jauh tanpa aku mengotori tanganku yang bersih ini untuk menyingkirkan mu dari calon istri Taksa"


"Karena kau sudah kurang ajar kepadaku tadi di ruangan Taksa, dan kecantikan alami mu itu yang membuat aku iri, maka aku akan memberikan hadiah besar yang akan kau sesali nanti"


"Hahahaha" tawa Jenika menggelegar di ruang yang sudah memporak poranda itu, tadi jika baru sampai Jenita menangis dan mengamuk, maka saat ini dia ketawa, membuat art pembersih apartemen nya ketakutan dan bersembunyi.


"Halo" Jenita menelpon seseorang.


"Aku punya pekerjaan untuk mu" orang di sebrang sana


"Pekerjaan yang sangat mudah dan akan membuat mu bahagia"


"Pekerjaan apa nona"


"Aku ingin kau memperko•sa dan menghancurkan wajah seorang wanita, aku ingin kau membuat wanita itu sehancur hancurnya, karena wanita itu telah menyinggung ku, tenang saja bayarannya akan 10 kali lipat, kau mendapatkan bonus dengan wajah cantiknya."


"Baiklah nona, jika dia sangat cantik bolehkah wanita itu menjadi salah satu pemuas naf•suku di sini"


"Terserah kau, asalkan wanita itu menghilang dari pandangan ku dan calon suamiku"


"Kau tak pernah berubah nona, banyak gadis-gadis yang singgah kesini karna mu,"


"Aku yakin ini yang terakhir"


"Siapa yang akan aku targetkan saat ini"


"Namanya Qiana Clarisa Lavina, aku telah mengirim data pribadi beserta fotonya kepadamu"


"Baik saya akan cek dulu" ucap orang di seberang telpon Jenika.


"GLUK.... sa-ya tutup dulu telponnya nona" ketika tau siapa yang harus dilenyapkan, seseorang yang Jenita telpon tadi tangan gemetaran penuh dengan ketakutan sebab ia sempat memikirkan hal tidak tidak kepada pimpinan nya.


"Hahahaha.... habislah kau Qiana, setelah ini kau akan terkurung di kampung mati selamanya.... hahahaha" ketawa Jenika menggelar seperti orang memenangkan semua lotre.


"Giliran aku ke mansion WU, untuk menemui kakek WU, aku akan menceritakan tentang jal•ang kecil yang menggoda cucunya" lalu Jenita pergi kekamar mandi sambil bersenandung, hatinya bahagia sekali dan ia harus tampil sangat cantik agar semakin pantas untuk Taksa dan selalu di puji oleh kakek WU.

__ADS_1


^^^~To be continued^^^


__ADS_2