
...^HAPPY READING^...
Setelah mendengar apa yang terjadi kepada cucunya semalam, dan akibat ulah wanita yang ingin ia perkenalkan untuk cucunya, kakek pagi-pagi datang ke Ke mansion Taksa.
Ia merasa amat bersalah.
tetapi ketika sampai di Mansion cucunya itu, si kakek tua itu mendengar fakta mengejutkan kan tentang cucunya.
Ia sangat bahagia saat ini cucunya menikah dengan orang yang paling ia cintai,
"Lihat lah Sena, cucu kita sudah memiliki istri kau pasti bagia di sana, sebentar lagi kita akan memiliki cucu,"
"Mudah-mudahan jika ia sudah memilih istri, maka gunung esnya mencair, sebab kakek nenek moyang ku tak ada yang sedingin cucu kita, entah bagai mana si Danendra kita membuatnya padahal dulu aku juga kasih les buat nya pas membuat Taksa" kakek WU mengingat anaknya baru menikah dulu.
"Desmond kau ambilkan kacang untuk ku, aku akan menunggu cucu dan cucu menantuku ku Disini"
"Baik tuan" paman Desmon menaruh satu toples besar kacang tanah dan minuman kesukaan tuan besar WU jika datang ke Mansion Taksa.
Satu jam, dua jam, hingga lima jam kakek duduk di ruang santai Mansion Taksa sambil memakan kacang,
Kulit kacang sudah berserakan di meja.
"ah cucu ku itu pasti semalam begadang sudah jam 12 siang ini"
"Aow, ya ampun gigi pasanganku goyang, pasti akibat makan kacang ini, aku butuh Dion untuk memesankan gigi paksa unlimited Edison hanya untuk ku" kakek merogoh ponselnya, lalu ia memencet nomor dokter Dion.
"Halo selamat siang kek ??"
"Dion kau pesankan aku gigi palsu unlimited Edison, masak gigi yang kau rekomendasi untuk ku, hanya tahan 5 hari, padahal harganya sangat mahal, pasti kau dibohongi oleh penjual gigi itu Dion." omel kakek WU yang menganggap dokter Dion cucunya.
"Ya ampun kakek, gimana gak gigi itu rusak, orang kakek sudah tua, makannya kacang tanah, goreng jagung, itu gigi palsu kek, yang mananya barang PALSU meski unlimited Edison tetap bisa rusak lah, kakek sih orang tua tuh makannya roti"
"Biasanya gigi kakek itu bisa bertahan hingga satu tahun lamanya, Dion mau tanya kakek makan kacang, jagung, dan makan makanan keras sehari itu berapa biji ?"
"Baru satu toples, saat ini aku nunggu Taksa turun, tak terasa satu toples habis Dion"
"Alamak kakek kau harus diet pola makannya, pantas saja kolesterol kakek tinggi,"
"Ia ia, besok aku GK mau kan kacang lagi"
"Bagus, jangan makan paku ya kek, GK si perbolehkan makan kacang makan paku"
__ADS_1
"Cucu gendeng... kapan kau menikah, Taksa sudah membuat adonan, kau masih saja jadi jomblo lapuk, lama-lama burung mu GK berfungsi lagi, jika kelamaan melajang"
"Tenang kek, Romeo saat ini masih hidup, aku jamin itu, meski dia melajang, setiap hari aku spa dia, agar mesinnya tetap terjaga,"
"Benar tuh, entar si Romeo di kasi Juliet , bisa bangun cuma 5 menit, akibat yang punya sudah tua, hahahaha"
"Kejamnya dirimu padaku kek, mending kakek pulang gih, orang main pedang-pedangan ditunggu, mending kakek baca koran di Rumah, sapa tau si jeri sudah menghasilkan, kakek siap-siap menyambut cicit."
"Dikira buat bayi segampang buat roti apa, perlu tenaga ekstra dan waktu yang panjang untuk kehadiran Cicit ku, jika kau sudah mendapatkan calon istri aku akan memberi refrensi Video hot untuk mu, biar si Romeo tak mati di tengah jalan"
"Tidak usah, aku bisa belajar sendiri kek, kakek masih koleksi barang begituan, entar kakek pengen siapa yang kakek ajak bermain pedang-pedangan,"
"Kau meragukan pak tu ini ya,"
"Jujur kakek aku benar-benar meragukan kakek, bagaimana kakek bisa bertarung, sebab kakek turun dari tangga sering mengeluh sakit pinggang"
"Darimana kau tau bocah nakal"
"Kakek lupa aku kan dokter pribadi kakek" si kakek yang baru ingat langsung mematikan telponnya, niat hati pengen menggoda sahabat cucunya itu, malah kakek yang terpojok.
...* * * *...
Sedangkan di kamar pengantin Taksa saat ini Qiana terbangun dari tidurnya, ia melihat Taksa yang memeluk pinggangnya dengan posesif.
"Akulah yang beruntung memilikimu sayang" jawab Taksa.
"Ka-u sudah bangun" wajah Qiana saat ini seperti kepiting rebus, membuat Taksa gemas.
"Aku suka wajah memerah mu sayang, cup... kau lebih cantik beribu-ribu kali lipat dari biasanya"
"Berarti selama ini aku tidak cantik"
"Kau sangat cantik sehingga aku ingin menikmati kecantikan mu untuk ku seorang saja"
"Dasar mulut pria"
"Benar dan gombalan ku hanya untuk mu, aku akan menyiapkan air hangat untuk mandi mu sayang, kau jangan kemana-mana"
Taksa turun dari tempat tidur dengan tubuh polos tanpa sehelai benang pung menutup tubuhnya.
"TAKSA"
__ADS_1
"Ia sayang kenapa kau teriak??, apakah ada yang sakit???"
"Bukan pakailah bajumu, kau mengotori mataku"
"Ah sayang, kau kan sudah melihat semua ini, dan juga merasakannya,"
Bagai mana Qiana tidak teriak sebab si Jery mati pun sebesar pisang Ambon, ia cukup ngeri, matanya belum terbiasa.
Setelah cukup mengisi bathtub dikamar mandi dengan suhu air dan aroma terapi untuk Qiana, Taksa membawa tubuh Qiana yg ia gendong kedalam Bathtub.
"Kau keluarlah, kau mandi setelah ku" usir Qiana.
"Sayang liat si Jery juga ikut bangun, kau harus tanggung jawab padanya"
"Kenapa harus bertanggung jawab"
"Sebab kau telah menggodaku"
Maka terjadilah perang kesekian kali di sang hari.
^Skip
Saat ini Qiana dan Taksa sudah turun ke lantai satu untuk makan siang nya, ia tak menyangka jika kakeknya ada di sini.
"Akhirnya pengantin baru telah meninggalkan singgasananya, kakek dari pagi disini khawatir dengan kondisi mu , rupanya kau baik-baik saja cucu, sini kau"
Taksa mendekat, "plak.... kau kan tau istrimu baru sembuh dari komanya, kau garap semalaman, dan siangnya kau tak melepaskan nya, lihatlah jalan cucu menantu ku seperti orang sunat"
"Ya maaf kakek sebab aku ketagihan dengan rasanya yang nikmat," jujur Taksa, sedangkan tangan Qiana langsung mencubit pinggang Taksa tak tanggung-tanggung, sampai sang empu menjerit.
"Aauu..sayang benar yang aku bilang, kamu pun semalam ketagihan oleh goyangannya si Jery" Qiana cuma merutuki di dalam hati akibat mulut GK ada akhlak nya suaminya itu.
"Ayo kita makan, cucu menantu ku pasti sudah kelaparan"
Mereka makan dengan hikmat,
"BRAK ,,, tidak!, aku lupa tadi belum menyimpan sarung tempat tidurku yang ada bekas darah perawan istriku , mudah-mudahan paman Desmond tidak menyentuh nya" teriak Taksa di tengah makan, sambil lari menaiki tangga.
"Uhuk... TAKSA" Qiana tersedak ditengah makanya, di kala melihat ulah suaminya itu.
Sedangkan si kakek memegang dadanya, ia juga kaget "dasar cucu laknat, teriak tidak sopan sepeti perusahaan nya akan bangkrut"
__ADS_1
^^^~To be continued^^^