
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
...~•^HAPPY READING^•~...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
Qiana yang memiliki insting yang sangat baik membuatnya langsung keluar dari kerumunan.
Ia langsung memusatkan Q ditelinganya agar bisa mendengar suara batin orang-orang.
"Yuri" panggil Qiana setelah memencet gelang tangannya.
"Ya mama" dibalas oleh Yuri sebagai kode keaktifan Yuri....
"Patroli, siaga 10" Ucap Qiana, ia langsung memencet tombol satu lagi dan keluarlah robot nyamuk yang 10 ekor.
"Laksanakan, area ini berada dalam pengawasan, tak satupun boleh keluar dari area ini, jika ada yang mencurigai nyamuk mengigit. memindai identitas satu persatu orang di dalam ruangan, injeksi di laksanakan" Sistem Yuri lansung memprogram semua para robot nyamuk.
"Ada yang mau main main dengan ku rupanya" Ucap Qiana, lalu ia mendengan pikiran orang pelayan tadi lagi "Setelah si A menembak nyonya QI tugas kedua yaitu membantai keluarga QI sampai habis" Ucap orang itu.
Qiana mengedarkan penglihatannya mencari keberadaan nenek QI.
Setelah menemukan keberadaan nenek QI yang saat ini berada di lantai dua tengah berbincang dengan semua anggota WU.
Jantung Qian berdegup, ketika si penjahat sudah berada di dekat nenek QI dan keluarganya.
Dengan terburu buru Qiana menaiki tangga meninggalkan sang suami...
Sampai di atas ia langsung menarik lengan nenek QI lalu. "DOR"
peluru menyerempet bahu Qiana.
"QIANA" jerit Taksa dari bawah ia menyaksikan peluru melukai sang istri.
Karena tugasnya gagal si pelayan langsung turun tangga untuk melarikan diri "Kau mau pergi setelah melukaiku"
"Yumna lindungi mereka, ayah ikuti Yumna, tugas ayah memastikan semua keluarga aman," teriak Qiana, "Cup... Jagan khawatir semua pasti baik baik saja" ucap Qiana mencium kening nenek tua yang ketakutan dan pucat pasi itu.
"Set... " Qiana melempar jarum akupuntur tepat sasaran di leher si pelaku.
"SROAKKKKKK" ia merobek gaunnya yang panjang, untung di dalam ia menggunakan celana pendek.
Dengan Ekstrim ia berpegangan ke pegangan tangga lalu ia merosot dengan cepat kebawah.
"Maaf sayang aku merobek gaunku, kau harus membelikan gaun yang sama persis dengan yang ini, karena aku sangat menyukai nya, Cup" Qiana mencium bibir suaminya di dalam ke adaan genting.
Awalnya Taksa terdiam membiarkan terang bulannya di ***** dan di kunyah, tapi lama lama ia juga membalasnya, akhirnya bibir Meraka saling mengulum, ini adalah cara ampuh Qiana yang berusaha merendamkan emosi sang suami yang sudah marah sampai di ubun ubun.
__ADS_1
...____________________________...
Jeritan orang-orang yang ketakutan karena ada tembakan dan di susul orang orang yang mau meninggalkan ruangan itu tiba-tiba pingsan.
"Jangan pernah keluar dari tempat ini, tempat ini sudah di amankan, jika tak percaya silakan lewati semua pintu yang ada disini, jika kalian melanggar maka nasib kalian akan pingsan seperti orang itu" teriak Zia yang murka melihat darah di pundak sang nona, jiwa pesico nya langsung meraung Raung.
Dengan sigap semua orang di duduk di kursi sambil ketakutan, bahkan ada yang menangis.
"Jika kalian meninggalkan temapat duduk kalian, maka kalian tidak akan pernah keluar dari tempat ini," Ucap Abraham yang sudah mengacungkan pistolnya.
"Turunkan pistol anda tuan, jika tidak laki-laki ini akan mati di tanganku" Ucap seseorang yang sudah menodongkan senjata api di leher tuan QI.
"Nyes, nyes... nyes..." tiba-tiba Anggita si penjahat itu langsung pingsan di tempat dan tak diketahui penyebabnya.
"AAAAAHHHH... " lagi-lagi semua orang menjerit ketakutan.
"DIAM" teriak Zia.
"Anda sudah tak memiliki pendukung tuan" Ucap Qiana yang sudah menyelesaikannya acara pamer tarik tambang dadakan.
Padahal yang seharusnya berciuman adalah pasangan pengantin, yang ada pasangan Tersohot yang mengambil start duluan dari pada pengantinnya.
"Bagaimana kau tau orang orang ku tidak ada?, padahal rencana ini sudah di susun dengan rapi" Ucap si penyadaran dengan mata memerah penuh amarah.
"Aku pun tau jika usiamu tak akan lama lagi" Ucap Qiana.
"Wah rupanya ada kawan lama. Beruntungnya diriku, menyelesaikan misi dan menangkap buronan yang di inginkan bos selama ini" Ucap si Borax.
"Hahahahaha, justru kau apes mengacau di pesta ku" Tawa Zia menggelegar sangat menakutkan.
...____________________________________...
Satu persatu orang berguguran, semua para tamu juga pingsan akibat suntikan obat bius para nyamuk. Demi keamanan semua tamu di buat pingsan tiba-tiba.
Zia melangkah mendekati laki-laki yang menyandra mertuanya, amarah dan haus darah menguasai jiwanya, orang orang yang mengenal kebuasan Zia akan merinding, jika tak di stop baju pengantin berwarna putih akan berubah menjadi merah.
"Zia Stop" teriak Qiana.
"Hey ada apa ini kenapa orang orang pada tidak sadar, apa kalian meracuni semua orang yang ada disini" Ucap si Borax yang sedikit mulai ketakutan, apalagi dia tadi sempat makan hidangan di pesta itu.
"Sedikit penyambutan untuk mu, siapa tau kita membu•nuh mu nanti, biar tak ada satupun saksi mata" Ucap Qiana.
"Rafael tunjukkan aksimu" Ucap Qiana.
Pasangan tersohot itu duduk di kursi VIP dengan Taksa mengecek luka lecet di bahu sang istri "Sayang ayo kita kerumah sakit, kau harus mengobati bahu mu yang perlu jahitan, tak akan ku benar orang yang melukaimu" Ucap Taksa berapi api meliahat para penjahat di gotong keruangan khusus.
"Lihat ahli medis ku sudah siap mengobati luka ku, dan mari kita saksikan bagaimana Rafael menjalankan tugasnya."
__ADS_1
"Dor" tembakan melengking di telinga ketika si Borax menembakan pelurunya ke leher arah Rafael yang mendekat.
Sedangkan Rafael menghalang peluru dengan tangan kosong, sehingga telapak tangan Rafael yang bolong terkena peluru.
Melihat aksi Rafael yang tak takut dengan pistol si penembak langsung kaget, karena sedikit tercengang, ayah Colvis langsung meringkus pelaku yang sedari tadi menjadikan ia Sandra.
Sedangkan semua anak buah, dan Abraham tentunya, keliling mengecek semua ruangan dan para undangan mereka menggeledah satu satu, ketika semua orang sudah tertangkap mereka menggeret para perusuh ke bawah hotel.
Qiana sudah memastikan semua aman karena kesigapannya melindungi dua keluarga itu, ia mulai bertindak.
"Siapa yang menyuruh mu mau menyakiti keluaga ku" Ucap Tuan QI yang sedang tersulut emosi.
"Paman mohon Jagan paksa dia berbicara, jika dia bicara otomatis tubuh nya akan hancur dan kita tak akan mendapatkan apa-apa" Ucap Qiana.
"APAH" teriak semua orang, dan si Borax yang mendengar kata-kata Qiana langsung berkeringat, bagaimana orang ini tau jika setiap anggota di berikan misi akan di suntikan racun terlebih dahulu.
"Aku benar kan tuan, sebelum kau kemari kau sudah disuntikkan racun, jika kau bicara sedikit atau tangan mu membocorkan rahasia organisasi mu maka tubuh mu akan hancur saat itu, sebelum kau membocorkan rahasia organisasi mu. Sebenarnya kau ingin keluar dari sana, tapi karena kau tak mampu maka kau tetap melakukan semua peraturan organisasi H" Ucap Qiana mengintimidasi.
Dan semua yang diucapkan oleh Qiana adalah sebuah kebenaran, orang itu menganggukkan kepalanya sedikit.
"Bawa mereka keruang interogasi.. ingat Jagan pernah menyentuhnya" Ucap Qiana.
"makan obat ini, maka sinyal kegagalan mu tak terdeteksi di pusat otak dan organisasi itu, jika tidak mereka akan curiga dan mengaktifkan paksa racun dan kalian akan tewas disini".
Rafael langsung menyuapkan obat kepada orang itu..
Qiana memencet tombol di jam tangannya, "Yuri injeksi penghilang ingatan" kode Qiana.
Dan seketika lalat keluar dari jam, lalu menyuntikkan cairan kecil kepada para tamu yang tadi pingsan.
"Mari kita mencari informasi tentang musuh kita, dan Zia kau lanjutkan acaranya, selamat menempuh hidup baru, setelah selesai pesta berkumpul lah di markas kita semua ini keadaan urgent" Ucap Qiana bersama Taksa dan anggota nya ia meninggalkan ruangan itu.
^^^~To be continued^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana🙏🙏
Jagan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.
__ADS_1
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini