Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Mangga mana lagi.


__ADS_3

...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Mulin mengencangkan dasinya. Merapikan jas yang ia kenakan lalu duduk di hadapan sang Tuan Muda yang berubah menjadi Kepo terhadap dirinya.


“Waktu itu saya bertemu Alana pada saat malam Jumat Kliwon, cuaca hujan sangat lebat, saya sedang mewakili anda mengadakan pertemuan dengan pemilik Nugraha grup! tetapi di sebuah pom bensin saya merasakan ingin membuang air kecil” ucap Mulin menjeda ceritanya.


“Saya memasuki bilik toilet dengan terburu-buru karena dibawah sudah tak mampu menampung sehingga untuk pertama kalinya saya ceroboh, sampai tak melihat ada orang lain di dalam toilet!”


Taksa mendengar ucapan sang asisten, matanya melihat layar desktop wallpapers laptopnya, dimana gambar buah mangga Mana lagi sangat menggiurkan di matanya.


“Mulin!” panggil Taksa.


“Ia, Tuan?” jawab Mulin melihat kearahnya mana Tuan Muda nya melihat, bulu kuduknya sudah berdiri. Perasaan tak enak menghantui dirinya.


“Akun ingin memakan buah mangga yang seperti itu, langsung di bawah pohon mangganya!” ucap Taksa memandang lapar kepada buah mangga khas Indonesia itu.


“Tuan, Mangga ini hanya di Indonesia” ucap Mulin.


“Uangku banyak! Hanya keindonesiaan aku masih sanggup pulang pergi setiap hari kesana.” ucap Taksa.


“Tapi tuan, katanya anda ingin mendengar saya?” tanya Mulin. Ia mecoba merayu Tuhannya, menurutnya lebih baik dia menceritakan seluruh aibnya daripada disuruh ke negara orang.


“Aku saat ini ingin pergi ke Indonesia bersama anak dan istri ku, suruh siapkan Jet pribadi yang siap kapan pun. Detik ini dan hari ini kita keluarga inti akan berlibur! Dan kau simpan dulu cerita mu aku juga masih penasaran dengan pertemuan mu yang kau sembunyikan dari ku selama ini, padahal aku selalu membagi kisah percintaan ku kepadamu!” Taksa langsung mengirim pesan kepada anak buahnya untuk mempersiapkan istrinya untuk di boyong ke Indonesia.


Taksa membawa para pasukan lengkap untuk melindungi dirinya dengan sang istri. Ia takut kecolongan seperti kejadian yang menimpa keluarga nya terkahir kali. Semua perlengkapan keamanan harus di uji oleh anak buahnya.


...----------------...


Saat ini Taksa dan Qiana didampingi oleh tim medis Khusus untuk memastikan keadaan istrinya yang hamil muda dan si tampan Ken berada di pangkuan sang Deddy.


“Kenapa kau selalu melihat Mami mu Ken?” tanya Taksa. Karena si bayi Ken melihat Maminya tanpa berkedip, sedangkan sang Mami tertidur dengan nyenyak karena ia semenjak hamil aktif terus tentunya aktif di ranjang.


“Buuuu ... Buuuu ... Ba ba ... Baaa” Ken melihat kue bakpau Maminya dengan celoteh bayi usia 3 bulan.


“Oh kau ingin enen sama Mami! Sayangnya itu sudah di stop produksi untuk mu boy.” ucap Taksa berusaha memalingkan wajah sang putra dari si kembar kesayangannya.


“Plok ... Plok ... Buuuu ... Buuuu ... Ba ba ... Baaa.” tangan dan kakinya tak berhenti diam Bahakan meronta-ronta hampir mengusik tidur Maminya.


“Ayoo! Deddy akan membawamu ke Aysui mu aja boy!” Taksa langsung mengangkat sang putra ke tempat dimana seorang Dokter frustasi karena mendapat hukuman yang membuat status pria perkasanya di pertanyakan siapa lagi kalau bukan Dokter Dion.


Ia masih ingat dengan keputusan si raja dan ratu kejam, “Kami akan melepaskan mu dokter Dion tapi siapa yang bermain api maka akan terbakar, kau akan kami hukum Menyusui si Ken kecil kami menggunakan ini!” Qiana mengangkat dot yang berbentuk pepaya gantung wanita itu.


“Jika kau tak mau, maka siap siaplah aku akan menceritakan mu dengan istrimu ini, dan pedang siap mencincang tubuh mu. Akibat ulah mu putra kami tak bisa meminum asi eksklusif dari istriku!” Ucap Deddy Taksa itu.


“Babaik! Aku akan menyusui si bayi hingga dia dua tahun, maafkan aku Taksa.” ucap Dokter Dion, jika bukan kecerobohan nya sehingga Qiana hamil lagi.


...----------------...


“Hem! Ken mau Minum susu!” ucap Taksa, ia sebenarnya ingin tertawa melihat wajah pucat Sahabatnya, jika si bayi Ken mau langsung meminum menggunakan dot langsung bagus, akan tetapi si baby Boy itu setiap ada dot di tangannya ia langsung melempar sekuat tenaga hingga pecah.


Dan sebagai hukuman untuk Dokter yang membuat Mami Qiana kesundul alias bunting lagi, maka si Dokter di hukum menyusui si Baby dengan menempelkan dot seperti kue cucur di zuzu Dokter Dion.


Dot itu jika di tempelkan ke kulit akan menempel menyerupai bukit milik wanita, seperti ada magnet melekat begitu saja. cara melepaskan dot itu begitu gampang yaitu membasahi dot elastis dengan berapa tetes air dot akan terlepas. Dot itu adalah ciptaan Qiana yang hanya ada satu satunya Khusus untuk sang putra. Maklum semua barang milik Beby miliader itu kenakan hanya satu satunya di dunia. Qiana memberikan yang terbaik untuk putranya itu.


Awalnya Beby Ken tak mau ketika di sodorkan ke Dokter Dion, tetapi ketika di berikan sumber makanannya si bayi awlnya mengerutkan kening sebelum mencoba menyedot ujung pipet itu sambil melihat wajah Dokter Dion mengintimidasi.


“Astaga wajah dan pandangan bengis mereka sama, alamat dimasa depan aku di semakin susah menghadapi ayah sama anak ini!” ucap dokter Dion dalam hati.


Karena kelaparan, terpaksa Baby Ken mau meminum makanannya, ketik tau rasa enak susunya bayi itu diam dengan anteng meski wajahnya tetap memandang bengis kepada si dokter seakan ia berkata, “Ini nih yang membuat ku tak bisa micu di moci Mami ku!” Sedangkan wajah Dokter Dion memerah ketika merasakan tangan bayi Ken memegang cucur mininya, sesekali ia merintih karena si bayi mencabut Lulu kasar di dadanya, karena kebiasaan Beby Ken jika sedang menyusun tangannya akan meraba bukit yang di sebelah.


Semua orang menunduk tak berani tertawa, mereka takut giliran mereka yang di hukum oleh pasangan gak ada ahlak itu.


Taksa memperhatikan putranya sedang makan dengan diam tak berbicara, ketika si bayi dirasa sudah kenyang dan tertidur tanpa bercakap apapun ia langsung mengambil putranya meninggalkan tempat itu, membawa sang putra ke kamar mereka, setelah itu mereka langsung tertidur nyenyak bersamaan dengan lepas landas pesawat pribadi itu.

__ADS_1


...---------------...


Saat ini mereka sudah berada di hotel tempat mereka menginap.


“Sayang aku lapar! ucap Taksa. Mungkin karena kehamilan kerbau si Qiana tak kunjung bangun.


“Mungkin dia lelah, biar aku saja yang keluar dulu, mau bagaimana pun ibu hamil pasti lelah ketika perjalanan jauh. Apalagi ia harus bekerja sampingan agar aku tak mual lagi dengan cara ekstrim juga yaitu ketika aku mual istri ku akan memberikan obat anti mual dengan cara balapan lembut antara Jeri dan terowongan Kasablanka ku.” Taksa kelaur dari kamar mengajak asisten mencari restoran.


Ketika mau masuk ke sebuah restoran tiba-tiba Taksa saling tabrak dengan seseorang.


Taksa yang kelaparan tidak memperhatikan jalan sedangkan orang yang menabrak tengah memperhatikan ponselnya.


Gedebuk ...


"Maaf saya tidak sengaja!" ucap Taksa. kemudian dia mengangkat wajahnya menatap orang yang barusan dia tabrak.


Orang itupun juga turut meminta maaf "Tidak apa, saya juga minta ma...!" ucapan orang tersebut pun terhenti saat melihat wajah Tampan Taksa.


"Davvien!" panggil Taksa.


"Taksa!" pekik Davvien yang tersentak melihat sahabat lamanya.


"Wih ... tidak menyangka saya bertemu dengan teman lama di sini, Tuan Muda Taksa WU!" lanjut Davvien sambil menepuk lengan teman masa sekolah nya dulu itu adalah sapaan pria kaku itu.


"Saya juga tidak menyangka akan bertemu dengan mu di sini!" ungkap Taksa.


"Saya dengar kamu sudah menikah ya, kenapa tidak mengundang ku?" tanya Davvien mengintimidasi.


Fero dan asisten tuan muda Taksa hanya diam, mereka tidak terlalu saling kenal.


"Waktu itu saya menikah dadakan!" jawab Taksa, memberi alasan pada Davvien.


"Kenapa dadakan, apa karna sudah kamu bolongin dulu?" tanya Davvien penasaran.


"Sembarang, cerita nya panjang! yanga jelas kisah nya sangat unik, karena takut di Pepet orang makanya langsung ku ikat dengan tali pernikahan." ucap Taksa menyangkal ucapan Davvien.


“Ngomong-ngomong Taksa sejak kapan kau mengganti selera?” tanya Divvien ambigu.


“Siapa yang mau mengungkit tentang lurus dan beloknya si jery, aku tau kau sudah beranak satu! BDW bukanya anakmu masih 3 bulan lamanya, dan kabar kelahiran putra Mahkotamu itu menyebar ke TV Indonesia tuan terkaya SE Asia! yang aku tanyakan kenapa setelah punya anak kau masalah menggunakan baju yang seperti ini, Ini bukan dirimu bro, tadi aku sempat pangling ketika melihat dirimu yang kaku berubah seperti ini!” ucap Davvien, maklum si davvin itu sama Taksa adalah satu spesies yaitu dingin. Tetapi ini adalah kawan yang sudah sering bertukar Cavet ketika di asrama sekolah kekakuan mereka mungkin sudah di bawa kucing garong tetangga.


“Oh itu! ini adalah Fashion tuan Taksa tertampan di Asia setelah menjadi ayah, dan cinta mengubah hidupku segalanya!” ucap Taksa, ia takut diledekin oleh sahabatnya jika ia sedang mengidam.


Taksa dan Davvien memang pernah berteman saat mereka masih sekolah, tapi keduanya pisah karna mereka melanjutkan pendidikan selanjutnya di tempat yang berbeda.


"Aku dengar kamu juga sudah menikah, ya?" tanya Taksa balik bertanya, ia mencari pengalihan kata untuk pembahasan tentang penampilan nyentriknya, salahnya sendiri sih, dia itu berat banget mau melepaskan baju yang sedari pagi ia idam idamkan.


"Ah, iya! bahkan saya sudah mempunyai anak kembar!" jawab Davvien, dia merasa sangat bangga mengatakan hal demikian.


"Wah, selamat kalau begitu! bagaimana kalau kita mengobrol sebentar di dalam!" ajak Tuan muda Taksa untuk kembali masuk ke dalam restoran.


“Sayang!” panggil Qiana mendekati suaminya, ia baru terbangun tak menemukan suaminya ia langsung khawatir takut sang suami jadelak lagi sehingga ia mencari suaminya yang berada di restoran hotel tempat mereka menginap.


“Sayang kau menyusul ku? Cup.” Taksa langsung main nyosor bibir sang istri di depan Davvien, sedangkan Davvien menganga melihat kawannya bucin Sampek main nyosor di depan wajahnya ia langsung mengingat sang istri karena ke buncinan mereka 11 12.


Pria kaku itu jika mencintai mata dia akan memberikan hatinya sepenuh hatinya.


“Ahh, aku jadi merindukan Vera.” ucap Davvien dalam hati.


“Hemz” Davvien memberikan kode agar kawannya itu tak semakin membuatnya iri, karena ciuman si pasangan Tersohot itu sudah saling tarik tambang bibir.


Kasian ya Abang Davvien harus berjumpa dengan pasangan Tersohot dan suka senggol bacok, di senggol bibirnya langsung nyosor hingga lupa tempat.


Iklan..


yuhuu hari ini kita kedatangan tamu dari karya Solmed emak di NT, Judulnya Gadis penakluk Mafia karatan, jika bahasa emak si gadis kecil ini di nikahi sama si mafia yang anu nya karatan itu loh🤣.


“Dasar Otor kehidupan kedua, barang ku masih ori tak ada berbau besi, jika ingin tau kenapa judulnya di bilang Mafia karatan jawabannya mampir sini ke karya emak gue Ulfa, dijamin kalian akan baper dengan kisah cinta ku yang kaku tapi doyan nganu juga🤭” Davvien.

__ADS_1


“Yuk yang pencinta mafia juga intip karya Solmed emak yang sudah fames duluan jika di bandingkan emak yang ngemes ini🤣, dijamin dah jika mampir di Gadis penakluk Mafia karatan kalian akan terjangkit penyakit diabetes karena baper dengan kisah cinta Abang Davvien dan mbak Vera dan ada juga cerita pemeran pendukung yang bikin Eneng pengen gigit bantal jika baca, biasanya jika di tusuk benda karatan pasti terjangkit tetanus maka Kusus untuk karatan yang satu ini berbeda loh.


Nih tampilan nya, obok obok dah tuh cerita mafia satu ini.



Lanjut ke TKP.


“Maaf Tuan, suami saya ini lagi ngidam makanya kadang suka makan bibir di seberang temapat!” ucap Qiana ia merasakan malu, tangannya mencubit pinggang sang suami.


“Aww, Honey!” rintihan Taksa karena rasa panas dari cubitan sang istri.


“Tidak apa apa Nona, perkenalan Nama sayang Divvien, sabat Taksa juga!” Davie mengulurkan tangannya kepada Qiana.


Dengan sigap Taksa menerima jabatan tangan Davvien untuk menggantikan sang istri, “Ingat sayang pasal satu Sampek tiga!” ucap Taksa.


“Apa perlu aku meningkatkan semua itu kepadamu! Mulin sebut pasalnya.” ucap Dedy Taksa.


“Pasal satu anda dilarang saling memandang dengan pria lain. Pasal dua anda dilarang kontak Fisik dengan lawan jenis. Pasal tiga tidak ada pengangkatan orang luar menadi kakak atau adik Anda Nona!” ucap Mulin yang sudah cenat cenut karena setelah ini tugasnya akan bertambah, apalagi jika bukan membereskan kekacauan si bos yang main nyosor di tempat umum sehingga membuat para warga +62 cenat cenut ingin menggantikan si Wanita cantik itu.


Sedangkan Fero mulutnya langsung menganga, “Astaga bener kata emak online aku langsung terjangkit virus diabetes jika lama lama disini, ku kira hanya diriku yang merasakan menjadi nyamuk dari bos ku yang tak tau malu jika bertemu istirnya, malah yang ini lebih parah, kasian banget ya


tuan Mulin ini!” ucap sekretaris Fero.


Seperti tau apa yang di pikirkan si asisten Fero, dalam hati Mulin berkata, “Anda bener tuan, saya sudah sering menjadi korban dari pasangan wowohot dan paling tersohot ini selama ini, jika tak percaya tanya saja pada kepada para reader yang tau betapa aku terzolimi.”


“Cih, dasar posesif” cibir si Davvien padahal ia juga sama sama posesif dengan si Taksa, dan sama sama tak tau malu jika sudah nempel dengan pujaan hatinya.


“Ayo, kita masuk dulu! betis ku ini sakit berdiri lama!” ucap Taksa.


Sebelum menjawab ponsel Davvien sudah berdering.


"Tunggu sebentar, istri saya menelpon!" ujar Davvien.


Wajah Davin begitu berseri seri karena mendapatkan panggilan dari sang istri, tak penunggu lama ia untuk mengangkat panggilan telepon dari sang istri.


"Halo, sayang!" ucap Davvien.


"Apa!" Teriak Davvien.


“Maaf tuan ada apa?” tanya Qiana.


“Maaf sepertinya saya tak bisa makan dengan kalian, anak saya sakit demam parah sekarang di bawa ke rumah sakit” wajah Davvien begitulah sedih.


“Ambillah ini sebagai hadiah dari saya! Berikan minum kepada anak anda tiga jam sekali, jika masih panas,” Qiana memberikan botol sirup mujarabnya yang ia ciptakan sendiri ke tangan Davvien, “Dan kapsul seperti Vitamin mata ini anda berikan kepada anak anda setiap hari satu jam lagi anak buah ku akan mengirimkan obat seperti ini kekediaman Anda yang banyak!” ucap Qiana memberikan sebotol sirup kecil dan 10 butir Vitamin imun yang sangat berkualitas milik putranya yang selalu berada di tak yang selalu ia bawa.


Davvien tau betapa hebat istri Taksa karena QCL grup menempati urutan pertama di bidang obat obatan yang seperti obat dari surgawi.


“Ambillah Dav! Obat istriku paling mujarab dan aku yakin akan membantu kesembuhan untuk buah hati mu!” ucap Taksa.


“Terimakasih Nona, kami berharap kalian mampir kekediaman kami sebelum kembali ke negara anda!” ucap Davvien mengambil obat itu tak sungkan lagi.


Setelah itu Davvien langsung meninggalkan tempat itu tergesa gesa ke kotanya.


...----------------...


Saat ini Taksa dan Qiana berada di bawah pohon mangga mana lagi.


“Mulin kau yang manjat!” ucap Taksa, ia memandang lapar kepada mangga yang bergelantungan di atas pohon.


Sedangkan kami Mulin langsung gemetar karena sepanjang hidupnya ia tak pernah memanjat pohon, dan ilmu beladiri ia berada di tingkat paling bawah di atara para anak buah Qiana yang sudah profesional.


Nahhh loh Abang Mulin kenak juga nih..


Huhuhu... tadi nulis 5 ribu, untuk up 3 chapter tetapi entah kenapa NT emak eror sehingga 3 chapter itu liang, karena kebiasaan emak nulis 1 temapat dulu 5 ribu baru setelah di revisi emak bagi tiga.


Maaf baru up, emak lagi berduka nenek dan paman emak tutup usia dan musibah di keluarga emak semakin bertubi-tubi ketika kakek emak saat ini kritis di rumah sakit🙏

__ADS_1


terimakasih untuk yang masih stay di karya receh emak Liana.


~To be continued


__ADS_2