Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
kegaduhan di pagi hari


__ADS_3

...•...


...•...


...•...


...^HAPPY READING^...


Pagi indah menyambut pasangan yang terlihat mesra, rupanya sepasang sejoli itu menikmati paginya dengan kehangatan satu sama lain di dalam selimut, Bunyi ayam jago berkokok pun tak mengusik dua sejoli itu.


( mana ada ayam di vila Qiana, adanya cuma Zeta dan Zora🤭 )


" Uhhhh...... barang apa yang bergerak-gerak di pahaku ini," ujar Qiana yang melupakan jika ia tidak tidur sendiri.


"Guling ini keras sekali" Qiana meraba guling nya yang keras hingga kebawah yang menganggu tidurnya tadi.


Seketika mata Qiana terbelalak, kesadaran membawa setengah kesadaran nya, ia mengira yang bergerak di bawah adalah luar, seketika Qiana dengan sigap menangkap sesuatu di pahanya dengan kewaspadaan.


"Baby kau mau apakan si Jery!!," mengagetkan sang pemilik barang panjang dan berotot yang keluar dari sangkar nya tanpa permisi dengan pemilik nya.


Seketika seluruh kesadaran Qiana 100% pulih dalam sekejap, matanya melotot horor pada laki-laki di depannya karena merasa terganggu.


"Apa yang kau lakukan di kamarku bodoh" jerit Qiana siap-siap memukul kekasih taruhannya itu.


"Sabar dulu sayang coba kau ingat dengan apa yang terjadi semalam, dan maaf sayang bisakah kau elus-elus saja kepala si Jery, kau menggenggamnya terlalu erat, nanti Jery mati suri lagi masa depan kita suram baby."


Qiana baru sadar dengan posisinya saat ini, kepalanya di atas dada telanjangnya Taksa dan sebelah kakinya berada di dibawah ************ Taksa , dan yang ia pegang dari tadi TERNYATA....... pedang laki-laki yang ia peluk.

__ADS_1


"Oh tidak tanganku tidak suci lagi, dan mata ini sudah tern•oda, ya tuhan barang yang disebut sebut Jery ini sangat mengerikan, pantas saja aku mengira itu adalah ular , karena bentuknya yang panjang dan besar, dan bergerak membuat insting pertahanan ku waspada" jerit hati Qiana.


Aura dikamar itu mencekam seketika, Qiana yang sudah siap menghajar Taksa tidak jadi karena posisinya yang salah, yang memeluk tubuh Taksa adalah dia, dan bisa-bisanya ia tidur nyenyak, padahal selama hidup kembali Qiana tak bisa tidur nyenyak karena ia selalu mimpi buruk tentang kehidupan nya yang pertama, entah apa yang dibawa laki-laki ini hingga membuat Qiana merasa tenang tidur diperlukan Taksa.


"Blus..." pipi Qiana merah Langsung turun dari tempat tidurnya , tanpa sepatah kata pun ia lari ke kamar mandi.


...* * * *...


Setelah melihat Qiana salah tingkah dan lari kamar mandi Taksa menghela nafas panjang nya jika teringat akan yang menimpanya tadi malam, yang membuat nya tidak bisa tidur hingga larut malam.


jika Qiana tertidur nyenyak maka kebalikan dengan keadaan Taksa, untuk sesaat ia terdiam.


~Flashback


Setelah memperhatikan jika pujaan hatinya tidur Taksa menarik tubuh Qiana kedalam dekapannya,


Ia menghirup aroma tubuh Qiana yang wangi mawar, semenjak pertama kali ia hirup pada saat pesta pembukaan perusahaan Qiana, maka dari itu aroma mawar menjadi favorit nya saat ini, dan alasan itulah membuat Taksa memberikan seribu bunga mawar kepada Qiana, mengapa ia meneriakkan pohon bunga mawar hidup, karena jika cuma bunga nya saja, pasti akan layu, jika yang hidup maka bunga itu ditanam dan tumbuh sampai besar, seperti cintanya yang tulus pada Qiana.


"Ya ilah kau jer bisa gak sih jangan menganggu kesenanganku, dasar pengganggu suasana, aku tau kau sangat ingin merasakannya, tapi tidak sekarang jer, kau harus bersabar karena sang pemilik sangkar mu adalah wanita yang bukan sembarangan, kau tahanlah sedikit napa" ucap pelan Taksa kepada sahabatnya itu.


"Gluk..." Taksa menelan air liurnya seketika sahabat yang mulai mau berkompromi dengan Taksa memberontak lagi.


"Ya tuhan ini benar-benar ujian, aku baru sadar jika bakpau kekasihku semo•ntok ini, seperti dibuat dengan sempurna , sepeti roti burger yang bulat besar yang dibuat sempurna, ahhh bukan si Jeki aja yang berontak, batin ku pun memberontak, aisss air liurku hampir jatuh"


"Ini benar-benar senjata makan tuan, jika aku mencuri satu ciuman saja boleh GK ya?" otak mesum Taksa mulai bergelora.


"Cup" awal satu kecupan ringan Taksa di bibir Qiana.

__ADS_1


"Sekarang kau tertidur nyenyak baby, dan sebaliknya aku yang begadang terus nih" Taksa frustasi.


"Cup... cup... cup..." karena tiga cuman Qiana tidak terusik tidurnya, Taksa mencoba keberuntungan nya yaitu ******* bibir Qiana , karena sang empu yang punya bibir seperti orang yang sedang minum obat tidur , Taksa lebih memperdalam ciumannya, dan tanpa sadar Qiana membuka sedikit mulutnya, dan tak melewatkan kesempatan dalam kesempitan ia menarik tengkuk Qiana dengan hati-hati agar sang empunya bibir tidak terbangun.


Taksa seakan menjadi pencuri ulung jika berkaitan dengan bibir semanis ceri Qiana, padahal jika ia mau dilayani oleh seorang wanita Vir•gin pun hanya perlu berucap saja, maka wanita akan mendekat, tak usah mencuri ciuman diam-diam.


Sedangkan sebelah tangannya mengelus kepala si Jery yang protes karena kalas saing dengan Taksa yang mencuri ciuman ia ingin m ngintip sangkarnya saja Taksa tak memperbolehkan.


"Sabar jer... nanti juga kamu bisa main di sangkar mu sepuasnya jika aku sudah menikahinya, aku tidak mau memilikinya sebelum ada ikatan, meski ia adalah seorang janda sekalipun"


"Jery yang mendengar kata sesaat tuannya, tiba-tiba pingsan karena kecewa"


(kasian nasib si jery....huhuhuhu)


Setelah menenangkan si Jeri, Taksa mengusap bibir basah nan bengkak ulahnya tadi, tapi tanpa di sangka Qiana memeluk Taksa hingga bakpau nya menempel sempurna di dada Taksa.


Seketika suhu tubuh Taksa berkeringat, sekujur tubuhnya menegang Jeri yang pingsan pun langsung bangun seketika,


dan Taksa sudah GK bisa menahan denyutan di pusat tubuh bawahnya, membuat Taksa membuka sangkar jeruji kain dibawah sana, membuat yang empu yang tadi berontak di dalam sana, sangat gembira, Jery yang terbebas menggeliat bebas.


"Aku akan memintamu perlahan seperti biasa jer, aku tau kau ingin muntah kan, aku akan membawamu, ke kamar mandi kesayanganku, kita coba suasana baru, ayo kita mencari harta Karun di kamar kesayangan ku".


Perlahan Taksa turun dari tempat tidur, pergi ke kamar mandi, ia memperhatikan kamar mandi itu, dan pandangannya tertuju pada tempat baju kotor, Taksa menemukan harta karun yang ia inginkan, yaitu keresek pembungkus bakpau, ia ambil tanpa merasa jijik,


Ia mencium barang itu yang terdapat aroma khas sang kekasih, sambil mengurut sang sahabat ia membayangkan di bakpau Qiana agar ia semangat dengan adegan memijit yang penuh des•ahan nikmat dari bibir Taksa, ia tak menyangkan jika ia akan seme•sum ini jika menyangkut Qiana nya.


Stamina mu bagus jer, 1 jam membuat tanganku kebas, rupanya aku tak butuh obat ku•at, untuk memuaskan istriku.

__ADS_1


Begitulah malam Taksa yang penuh siksaan, mereka tidak tau jika di lantai bawah Rafael dan Kanzia menghawatirkan ke dua tuannya itu.


^^^~To be continued^^^


__ADS_2