Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
pertemuan Qiana dengan Adrian


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Qiana yang mendengar ancaman dari wanita ular itu langsung menarik tangan wanita itu lalu membantingnya kelantai " BUK " tubuh Sofia melayang langsun terbanting ke kelantai dengan kondisi rok gaun mininya tersingkap, Bahkan ********** terpampang jelas di lobi yang ramai orang pergi untuk makan siang, dua kali wanita cantik itu menjadi pusat perhatian publik.


"HANYA WANITA PEREBUT SUAMI ORANG TAK PANTAS MENYENTUH TUBUHKU" teriak Qiana lantang, hingga menggelegar di ruang itu, sehingga menarik perhatian semua orang,


Qiana dengan secara elegan melepas jaketnya lalu membuangnya ke lantai, perlakuan Qiana membuat kerumunan itu langsung tercengang mendengar kata-kata wanita cantik itu terhadap tunangan bos mereka.


Semua orang memandang Qiana tidak suka, sebab kasar memperlakukan seorang model terkenal baik dan anggun serta memiliki posisi ditempat ini yaitu tunangan CEO mereka, ada yang memandang Qiana dengan tatapan takjub dan tak sedikit orang juga yang memandang rendah kepada Qiana, sebab tanpa ada angin ataupun hujan Qiana menyerang nona bos mereka di depan umum juga, ngaku-ngaku nona Sofia merebut suaminya...


Apa wanita cantik ini tak tau jika wanita yang ia serang sudah memiliki calon suami yang mapan dan berkuasa, buat apa juga nona Sofia yang memiliki citra baik-baik dan kesempurnaan didapatkan oleh wanita itu, bahkan mereka berfikir jika wanita itu iri kepada nona Sofia mereka, hampir saja mereka ingin menghujat wanita itu, tetapi disuruh diam oleh asisten Adrian, asisten Adian itu lalu menelpon sang bos.


*


*


*


"Maaf nona dilarang melakukan kekerasan di tempat ini," pak satpam yang kebetulan berjaga di lobi depan siap menyeret Qiana dari tempat itu, sebab tunangan bosnya terkapar.


Sofia dibawah sana kaget dengan serangan mendadak sangat marah, sehingga membuat wajahnya memerah, sudah hilang kesabarannya, ia sungguh malu sebab saat ini ia menjadi tontonan semua orang, "Hey kau yang merebut kekasih seseorang, dan kau wanita kampung, aku tak punya salah kepadamu kenapa kau melempar ku" bentak Sofia sambil mengangkat tangan untuk menampar Qiana, tapi dengan sigap Qiana menangkap dan menghempaskan tangan wanita itu, sehingga kedua kalinya Sofia terjungkal ke belakang, sebab sepatu hak tinggi nya tak bisa menjaga keseimbangan tubuh Qiana.


Sofia marah sebab tak satu pun orang memisah mereka bahkan semua pandangan orang kepadanya sedikit aneh, bahkan banyak orang mengabadikan kejadian ini di ponsel mereka.

__ADS_1


"Ada apa ini" suara seseorang dari luar menggelegar, suara itu adalah milik Adrian menyusul Sofia kedalam gedung karena ia merasa terlalu lama menunggu.


ia melihat kerumunan orang yang begitu ramai, di lobi kantor nya, dan Adrian pun melihat tunangannya disana.


Sofia yang mendengar suara Adrian langsung pucat pasi, sedangkan Qiana langsung bergegas keluar " Pak satpam saya tak butuh anda usir sekarang juga saya pergi " ucap Qiana.


Adrian yang melihat Qiana di depannya langsung menarik tangan Qiana "Sayang kau pulang, kau mencari ku kesini, kenapa kau tak pulang langsung ke apartemen kita, aku sangat merindukan mu" ucapan Adrian mebuat semua orang beranggapan ketiga orang itu mengalami yang namanya cinta segitiga dan Sofia adalah pelakor nya disini.


"Kau kemana saja selama ini sayang, aku lama telah mencari mu, bahkan aku menyebar anak buah ku untuk mencari mu, sebab aku yakin kau masih hidup sayang " wajah Adrian memancarkan kebahagiaan yang sangat cerah , Qiana yang mendengar merasa jijik melihat laki-laki yang sangat menginginkan Qiana, tapi sayang laki-laki ini salah alamat kepadanya, sebab istri Adrian sudah meninggal.


"Anda siapa,, dan tolong lepas tangan anda tari tubuh saya, lihatlah tunangan anda saat ini seperti pelakor yang sudah mendapat karmanya" Qiana menghempaskan tangan Adrian


"Kau Qiana ku , kau kesini juga merindukan ku kan sayang, kau ingin kembali padaku, ijinkan aku memelukmu"


" Sayang sudah cukup marahnya mari kita pulang, aku akan menikahi mu lagi, dan kau hanya nyonya lu tak ada wanita lain lagi " ucap adrian gamblang.


Qiana tersenyum licik melirik kebawah kepada wanita ular yang tadi masih bicara sombong bahwa Adrian hanya miliknya, sedangkan Adrian yang melihatnya sekali saja tanpa ia rayu malah mendeklarasikan bahwa Adrian milik Qiana,


Qiana sungguh senang melihat wanita yang masih duduk dilantai menyaksikan adegan dimana calon suaminya tertarik terhadap wanita lain.


"Qiana kau lihat itu, wanita perebut suamimu kayak pengemis mintak sedekah" ucap Qiana dalam hati


"kau benar Qian, wanita itu sungguh ular kau hati-hatilah" kata Qiana asli.

__ADS_1


"maaf saya mengecewakan anda tuan saya datang kesini hanya mengembalikan barang milikmu."


"Kakak bisakah aku meminta apa yang aku titipkan kepadamu, tolong berikan kepadanya" lalu Qiana pergi tanpa memungut jaketnya.


"Ingat tuan Adrian yang terhormat Jaga tunangan ada, jika tidak dia akan habis di tanganku Qiana Clarisa Lavina, aku membalikan barang milikmu... sampai jumpa"


Adrian menerima amplop yang di sodorkan oleh asistennya. tadi pas terjadi keributan sang resepsionis memberikan barang itu kepada sang asisten CEO mereka yang juga kebetulan juga ikut turun untuk makan siang, sehingga para karyawan yang bergerombol sudah di bubarkan hanya ada karyawan yang bertugas saja ditempat itu.


Qiana meninggalkan kerumunan inti engan gaya keren sehingga banyak pasang mata menatap kagum padanya.


"Halo.. buat konferensi pers besok, aku akan muncul menjadi pemilik QCL, dan jangan lupa Adrian kalian undang juga" lalu memutuskan sambungan teleponnya.


"Aku ingin melihat mu menyesal hingga kedalam tulang mu adrian" air mata Qiana mengalir sebab ia bisa merasakan apa yang saat ini Qiana asli rasakan


^bagaimana apakah kalian puas??


angkat tangan jika ada yang ingin nambah^


Jagan lupa like


komentar


serta vote nya

__ADS_1


^^^~To be continued^^^


__ADS_2