
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
...~•^HAPPY READING^•~...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
Saat ini semua orang duduk di meja makan, tak terkecuali pasangan Colvis dan Zia yang tadi juga di gerebek oleh semua orang...
Qiana memakan mie ayamnya dengan lahap di suapi oleh Taksa, sedangkan tangannya mengelus kepala ayam dengan penuh kasih. Taksa saja iri dengan si ayam.
Memang akhir akhir ini banyak perubahan di dalam diri Qiana, “Apakah enak sayang??” Tanya Taksa...
“Ini sungguh nikmat hubby, sini cicipi hasil karya mu yang sungguh luar biasa” Qiana mengambil sumpit lalu menyuapi mie buatan chef Taksa itu..
Satu suap mendarat di mulut Taksa, dan ekspresi wajah Taksa langsung berubah, “sayang ini asin” Ucap Taksa langsung minum air dua gelas miliknya dan milik sang istri...
“Asin dari mana, ini adalah Mie ayam terenak yang pernah aku makan, sepertinya lidah suamiku sakit, sini kakak cicipi” Ucap Qiana tak terima makanan di Katai asin, lalu memanggil Colvis mendekat.
“Aduhhh kecebong maafkan Deddy nantik setelah ini Dedy akan memeriksa tensi mu agar tak darah tinggi” Gerutu Taksa dalam hati..
“Hubby” Ucap Qiana dingin, ia mendengar kata hati Taksa.
“Maaf sayang" Taksa menggaruk kepalanya yang tak gatal.
“Ehhh itu Anna kakak sudah makan tadi” Tolak Colvis halus, bulu kuduk Colvis berdiri apalagi matanya melihat Taksa sudah menegak tiga gelas air putih untuk sesuap mie.
“Ohhh baikalah, jika kakak tidak mau maka satu Minggu ke depan Zia akan aku tugaskan ke markas” Ucapan Qiana belum selesai, Colvis sudah mendekati Qiana.
“Kau yang mau menyuapi ku apa aku makan sendiri adik ku sayang” Ucap Colvis.
__ADS_1
Qiana langsung menyuapkan makanan itu ke mulut Colvis. Dan sama seperti Taksa rasa air laut terasa di mulut Colvis, karena binar mata Qiana memandang Colvis, ia tak jadi mau berterus terang, tanpa mengunyah ia langsung menelan makanan ter mengerikan sepanjang hidupnya.
“Dek kakak ke kamar mandi dulu ya kebelet ini” Ucap Colvis tapi tak lupa tangannya menarik sang istri...
Abraham mengelus dadanya, dalam hati ia mengucapkan syukur, “Amannn”
Ia bangun dari kursinya tangannya tak lupa mengambil tangan istirnya, “Kakak kau mau kemana??” Tanya Qiana.
“Dek ini sudah waktunya kakak terapi ke klinik Tong Seng, ia kan bebeb” Ucap Abraham.
“Baiklah aku mau titip kue tar yang bentuknya tak pernah di makan orang, dan yang buat harus botak, nama orang yang buat Li Musin” Ucap Qiana.
“Kenapa diam kak, kan sedari kecil aku tak pernah meminta apapun kepadamu” Ucap Qiana dengan air mata sudah merembes.
Semua orang disana langsung memandang Abraham horor, tatapan semua orang seakan akan mau melahap Abraham bulat bulat. Apalagi Taksa si pemanja Istri sekarang tatapannya seakan mau memotong leher seseorang.
“Baiklah apapun untuk adikku” Ucap Abraham...
“Baiklah Rana adikku sayang, kau ingin makan apa???” Tanya Abraham...
“Aku ingin memakan kue segala macam kue, selama ini aku tak pernah menikmati makanan manis kesukaan ku sedari kecil” Ucap Rana.
“Apapun akan aku penuhi untuk kalian adik adikku, nikmati kehidupan indah kalian mulai saat ini” Abraham langsung mencium kening kedua adiknya...
Semua perlakuan Abraham kepada adik adiknya membuat semua orang mengusap setes air mata di kelopak mata mereka masing masing. Setelah itu Abraham dan Yumna pun pergi dari tempat itu.
“Kalian kapan mengadakan pesta pernikahan?” Tanya ayah Taksa.
“Pesta pernikahan kita sudah atur oleh Abraham ayah, kami akan menyelenggarakan pernikahan masal, Colvis pun akan mengulang perayaan pernikahannya karena waktu itu tidak berjalan lancar.
__ADS_1
“Bagus itu, kakek harap kau menyelenggarakan konferensi pers ke awak media karena kita belum mengumumkan keselamatan keluarga kita. Dan mengumumkan kehadiran cicit ku, aku tak mau jika keberadaan cicit ku di pertanyakan, kau tak tau jika deterjen saat ini mulutnya pada pedas melebihi pedasnya bon cabe level 100”
“Baik besok aku akan mengadakan konferensi pers biar dunia tau wanita cantik ini adalah milik Taksa Tyga Danendra WU” Ucap Taksa memeluk pinggang posisi istrinya...
“Hubby kau bau sekali, mandi sekarang aku mau muntah menghirup aroma tubuh mu yang menyengat hidup ini” Ucap Qiana menutup hidungnya...
...----------------...
Setelah mandi 7 kali hingga kinclong. Qiana menarik suaminya keatas tempat tidur. Pasangan itu tengah bermesraan di atas tempat tidur, dan akhirnya si tukang ngidam aneh pun tidur dengan nyenyak.
Sedangkan Abraham sedang pacaran sambil mencari orderan kedua adiknya. Mulin dan Alana pun tertidur kelelahan akibat semalam lembur. Rana dan Rafael menikmati waktu berduanya. Sedangkan pasangan Colvis dan Zia sedang mencetak anak mereka agar cepat jadi.
Hari ini mereka merasakan betapa hangatnya sebuah keluarga, tak ada dendam dan Qiana tidur terlelap seakan jiwanya ringan.
Hari esok adalah babak awal memulai hidup yang baru, semua orang beroda tidak ada lagi cobaan yang menimpa keluarga itu.
^^^~To be continued^^^
Hemmzttt sudah mulai dekat di penghujung cerita nih....
Emak ucapakan banyak banyak terimakasih kasih bagi para Reader yang selalu suport karya emak dari pertama kali karya ini di tulis, emak tak bisa menyebutkan satu satu karena begitu banyak yang setia membaca karya emak memberikan dukungan melalui Komen, Vote dan hadiah.
Emak terharu dan tak menyangka bisa menulis karya hingga sepanjang ini, mohon maaf jika karya ini penuh kekurangan dan tak sesuai ekspektasi para pembaca, karena karya ini hasil dari ke haluan emak otor yang rada somplak dari orok..
Meski karya ini penuh lika liku dan rasa sedih karena di buli tapi emak bersyukur masih bertahan dan hampir menamatkan cerita ini.
Emak bangga melihat karya emak yang berawal dari iseng hingga menjadi sebuah cerita yang memiliki episode yang cukup panjang...
__ADS_1
Sungguh saya merasa bangga menjadi penulis yang karya nya dibaca dan di dukung penuh oleh para sahabat pembaca dan suport dari para sahabat author membuat saya tetap maju berkarya.
lope Yuyu all😘.