Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Dokter Dion patah hati.


__ADS_3

...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Dion Toyota Azriel adalah seorang pria tampan berusia 28 tahun. Kepribadian nya yang ramah dan suka mengumbar senyum maut jika bertemu rekan rekan nya membuat Dokter hebat di dikenali dan menjadi idola para dokter dan pasiennya, selain profesi seorang dokter Dokter Dion merupakan dokter cinta di tiga keluarga itu dan juga sahabat Taksa, Abraham dan Colvis sedari kecil.


Jika kalian meragukan predikat Dokter Cinta satu ini, kalian bisa intip bagaimana seorang dokter Dion yang memberikan kabar tetang perusahaan Qiana dsbnya.


~Sekilas tetang asal-usul.


Dokter Dion adalah putra dari sepasang dokter yang menjadi abdi di keluarga WU, QI, XU. Saat ini kedua orang tua dokter Dion memiliki sebuah rumah sakit besar yang membantu para orang tak mampu berobat, Dan mereka juga memiliki beberapa rumah saki elit di Hawaii.


Dion memiliki seorang Kakak dialah yang mengantikan posisi orang tuanya, Sedangkan Dion sendiri yang sangat menyukai Kota I dan Sabahat nya juga orang terkaya, ia ingin menggantikan kedua orang tua untuk mengabdi kepada keluarga yang berjasa besar kepada ayah dan ibunya.


Berkat keluarga XU, ayah Dokter Dion menjadi seorang dokter dan dengan uluran tangan tiga keluaga itu mereka menjadi orang terpandang. Dan saat ini ia menikahi seorang gadis cantik yatim piatu yang memiliki kembaran.


Divya dan Vona adalah si kembar jenius yang banyak di Incara oleh para orang-orang serakah di luar sana. Divya yang culun dan pendiam serta Vona ke balikan sang kakak, dan sedikit bocoran si Vona itu jatuh cinta pada Xiever yang belum tertarik kepada seorang wanita.


Mohon doanya ya kawan kawan semoga suatu saat nanti cinta mbak Vona di terima oleh bang Xavier. Dan bang Vincent dan Zayyan memiliki pasangan. Devan dan Daren serta Aruna semakin tumbuh dewasa.


~Ke awal cerita inti.


Awal pertemuan Dion dan Divya bisa di bilang biasa biasa. Hari itu rumah sakit WU sedang dalam keadaan urgent karena kedatangan pasien istimewa yaitu kekasih Tuan Muda mereka.


Semua Dokter terpilih berdiri berjejer rapi seakan mau melakukan PBB, Tak luput seorang dokter tampan yang menjadi penunggu rumah sakit, bagaimana tidak si Dokter tampan itu membuat kamar pribadi di rumah sakit, dan ia punya apartemen tetapi tak pernah ditempatin.


“Aduh kenapa aku kebelet pipis di saat seperti ini ya!” umpat Dokter Dion yang sudah tak tahan padahal ia saat ini berbaris menunggu tim medis milik pasiennya itu.


“Hem! Saya kekamar mandi dulu sebentar, jika para dokter datang tolong kalian sambut dulu, Kran saya sudah tak mampu menampung.


Sedangkan di lain tempat seorang wanita sedang berlari duluan dari yang lain karena kebelet pipis langsung terburu-buru mencari kamar mandi, sedangkan anak buahnya menunggu dirinya untuk memasuki ruangan itu. Bagaimana pun kali ini Divya lah yang mengemban tugas menyembuhkan sang Nona.


Ketika selesai dari kamar mandi, ia buru buru keluar, karena di lantai ada genangan air, kaki Divya yang tengah mengenakan sendal jinjit itu terpeleset, Mata Divya terpejam siap jatuh karena ia tak siap.


Bruk ... Grep, Tubuh itu terjatuh, tetapi ada tangan kokoh tengah menangkapnya.


Yang menangkap tubuh Divya tak lain adalah Dokter Dion. Jantung Divya nyaris copot karena hampir terjatuh, tetapi ia berusaha menetralkan


jantungnya.


“Hey Nona apakah kau akan terdiam saja?” tanya seseorang yang menolong gadis itu.


Mata Divya terbuka, lalu pandangan mereka saling terkunci.


“Astaga, Barbie hidup ada diperlukan ku!” ujar Dokter Dion dalam hati.


“Pangeran Berkuda putih menyelamatkan ku!” Batin Divya. Divya terpesona dengan ketampanan Dokter Dion yang hakiki.


Mereka saling terpesona sehingga posisi mereka masih sama, tangan Dokter Dion refleks menarik kaca mata yang bertengger di mata Divya, dan terpampang lah wajah cantik alami semulus kulit bayi membuat Dokter Dion hilang akal dan perlahan ia mendekatkan wajahnya dengan gadis itu.


Ketika Dokter Dion mendekatkan wajah nya dan bibir itu hampir mendarat sempurna di bibir Divya, alarm bahanya dalam diri Divya berbunyi, menyadarkan si gadis yang hampir di hilapin.


Tangan Divya , tiba-tiba langsung menarik tangan Dokter Dion, lalu ia membalikan keadaan, "GEDEBUK... AW wanita kau kdrt."ucap Dokter dion meringis, ia merasakan pinggangnya sangat sakit, bagaimana tidak, wanita yang ia tolong langsung melompat persis bajing loncat lalu menumbangkan tubuhnya kelantai.


“Nona tadi aku menolong mu! Kenapa setelah aku menolong mu kau malah menyakiti tubuh berharga ku ini?” tanya dokter Dion yang terkapar di genangan air.


“Salah siapa ada berusaha mencium diriku tadi!” jawab Divya.


“Tadi ku melihat melek di matamu. Aku hanya ingin membantu meniupkan nya untuk mu!” ujar Dokter Dion mengelak.


Padahal dalam hatinya ia berkata, “Astaga bibir ini tidak sabaran ingin nyosor, apa karena aku sudah terlalu tua ya? Sehingga ketika melihat wanita tipe selera ku, inginnya langsung memiliki.


Blussss ... Wajah Divya memerah.


Melihat musuhnya tumbang dengan satu serangannya, Divya sedikit merasakan kasihan kepada laki-laki yang tadi menolong nya.


Divya yang merasa bersalah, tangan nya ia ulurkan kepada Dokter Dion tapi wajahnya tak memandang laki-laki itu.


“Dia sungguh hebat! Aku mau wanita ini. Emak Dion pengen kawin.” jerit hati dokter Dion.


Dokter Dion menyambut tangan halus sehalus kulit lembu itu dengan semangat, karena sudah di mabuk cintong si Dokter itu langsung mencium tangan Divya yang wanginya semerbak bunga kantil itu.

__ADS_1


Mata Divya terbelalak, dan Buk ... Tulang kering dokter Dion langsung di tendang


"Aw sakit wanita, jika kau menendang ku hanya dengan sebuah ciuman di tangan mu, rugi dong aku, kenapa tidak aku cium di bibir saja, mati pun tak apa apa yang penting bekalnya bermutu," Ucap Colvis yang lagi mengeluh.


“Dasar mesum!” ujar Divya langsung pergi, tak lupa menginjak kaki dokter Dion menggunakan sepatu runcingnya.


“Aww ... Wanita, jika kita bertemu lagi aku janji mencium bibirmu, dan aku request sebuah senyuman manis dari wajah datar mu itu ... Emmmuaccchhh ...,” Pria itu memberikan mencium jarak jauh.


“Huh dasar Mesum, aku menyesal sempat terpesona dengan wajah tampannya.” wajah Divya memerah, jantung nya pun berdetak semakin kencang.


...----------------...


Dokter Dion kembali ke barisan itu, “ Mereka belum datang ya?” tanyanya kepada Dokter sejawatnya.


“Belum Dok! Kaki saya hampir kesemutan.” jawab kawan si dokter Dion.


Rombongan memasuki ruang yang khusus di buat untuk Qiana, ada 10 bodyguard dan tiga orang yang mana si kembar Divya dan Vona berdiri bersisian, satu lagi pria berusia 19 tahun .


" Maaf menunggu menuggu lama! Mereka bertiga adalah jenius dalam medis, meraka akan menangani kondisi Nona kami bergabung dengan para dokter, mohon salah satu ikut serta keruangan anda bersama tuan muda" Rafael meminta persetujuan dokter Dion.


“Perkenalkan Saya direktur Rumah sakit ini” Dokter Dion mengulurkan tangannya. Satu persatu menjabat tangan Dion.


“Divya! Mohon bantuan anda tuan.”


“Dokter Dion” jawab Dokter Dion.


“Vona! Semoga kita jadi tim yang baik”


Dokter Dion” jawab Dokter Dion.


“Devan! Mohon bimbingan nya Dokter"


Dokter Dion” jawab Dokter Dion.


"Baiklah mari ikut saya" ucap Dokter Dion, Divya selaku ketua tim mengikuti pria itu.


“Wow, kita ketemu lagi Nona! Tapi kok Abang Dion ini nervous ya.” ujar Dokter Dion membatin.


Seakan ia tak pernah bertemu, Divya berjalan mengikuti Dokter Dion, ia memang tau pria tadi adalah dokter, karena kamar mandi yang ia kenakan khusus untuk dokter, tetapi tidak menyangka pria mesum itu adalah direktur rumah sakit.


~Di dalam kantor Dokter Dion.


Dokter Dion memberikan perincian tentang kodisi Qiana. Dokter tampan itu menyodorkan kertas kepada Divya.


Divya mengambil kertas itu, lalu tangannya merogoh kantung sakunya mencari sesuatu.


“Anda mencari ini Nona?” tanya Dokter Dion memberikan kaca matanya.


“Astaga! Pria mesum ini menyimpan kaca mataku.” batin Divya.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun, ia langsung mengambil kaca mata nya, tetapi dengan cepat Dion menarik tangannya.


“Lepaskan tangan ada Dokter!” kata Divya yang mulai sedikit jengkel dengan pria itu.


“Kau masih ingat apa yang aku ucapakan pada saat pertemuan kita tadi?” tanya Dokter Dion dengan suara menggoda.


“Dasar pria mesum, berikan kaca mata ku, kau membuat pekerjaan ku terhambat, jika karena kau yang menganggu diriku! membuat kinerja ku kurang maksimal dan terjadi sesuatu kepada Nona. Yakinlah kau akan tak ada didunia lagi beserta keluarga mu!” Divya menarik kaca Matanya.


Lalu mempelajari semua yang di derita Nonanya sebelum ia melakukan penelitian.


Sedangkan setelah itu mereka langsung melakukan diskusi yang serius hingga 1 jam lamanya.


Setelah 1 jam Taksa datang dan menanyakan keadaan sang kekasih, setelah itu, “Saya pamit undur diri dokter, terimakasih” ucap Divya, ia berdiri lalu membungkukkan kepalanya.


Dion pun juga berdiri, baru selangkah Dokter Dion penarik lengan Divya lalu, Cup ... ia mengecup bibir gebetannya.


Wajah Davin memerah, Kemarahannya sudah di ubun-ubun. Dokter Dion yang merasakan bahaya langsung kabur, berhubung korbannya sedang syok. Dan jika saat ini Divya berada di ring tinju sudah ia babat habis itu Dokter yang sudah lancang kepadanya.


Keesokan harinya.


Divya dikejutkan oleh kelakuan Dokter Dion sedang mesra dengan Colvis yang ia pergoki tengah bermesraan dengan temanya. Melihat pemandangan itu hati Divya semakin tertutup untuk dokter Dion.


Dokter Dion selalu menganggu dirinya, dan meyakinkan Divya bahwa gadis itu hanya salah faham.

__ADS_1


“Divya Oh Divya!” Dokter Dion memanggil gebetannya yang sudah ia kejar sejak melihatnya. Tetapi cinta Abang Dokter satu ini tak seperti yang lain yang selurus jalan tol.


“Jangan ganggu saya Dokter! Kau mendekatiku karena ingin menyembunyikan penyimpanan anda itu bukan? Ingat dokter, jika Zia jadian sama Tuan Colvis saya akan mengawasi anda agar sahabat saya tidak patah hati karena di tikung oleh Pelakor seperti anda!” ujar Divya.


Mendengar ucapan Divya Colvis langsung menarik tangan Divya begitu saja, “Anda mau membawa saya kemana tuan?” tanya Divya.


“Membawaku ke suatu tempat dimana kau akan percaya jika aku adalah SEORANG PRIA SEJATI.” Pria itu langsung menggendong tubuh Divya seperti karung beras, Meksi ia harus mendapatkan tonjokan membabi buta dari wanita yang ia gendong, Dokter Dion tidak peduli rekan kerjanya memandang nya bingung, ada pula yang memberikan siulan dan semangat pula🤣.


“Plak. Diam! Jika tidak aku akan membawa mu ke catatan sipil.” Ancam Dokter Dion memukul pantat Divya, meski punggung sakit ia menegakkan tubuhnya. Misinya untuk membuat Divya menerimanya sangat besar. dan itu sudah tekadnya dari semalam, apalagi Divya sangat cantik dan dilirik para rekan kerjanya yang masih singel.


...----------------...


Saat ini pasangan itu berada di lift, yang membawa mereka ke sebuah ruangan mewah milik Direktur rumah sakit itu.


Karena lelah Divya diam, melihat jika ia di bawa ke ruang kerja dokter Dion ia sedikit menghela nafas.


Langkah kaki Dokter Dion ternyata bukan ke kursi kebanggaan nya melainkan kesebuah ruangan dimana sebuah ranjang king Size, “Dokter Dion, kau jangan macam macam kepada ku ya!” perasaan wanita itu tidak enak.


Ceklek ... Pintu di kunci oleh pria itu.


“Berikan kunci itu Dokter! Aku ingin beristirahat, hariku melelahkan hari ini.” ujar Divya.


Dokter Dion meletakan wanita nya di atas tempat tidur, “Ambillah kuncinya ada disini!” Dokter Dion melemparkan kunci kamar itu ke bawah dari balkon.


“Tidak!” jerit Divya, karena ia tak membawa apapun tadi ia ingin sekali menonjok pria yang mulai menempati hatinya.


“Dion!!!” Jerit Divya, sedangankan dokter Dion sudah masuk kedalam kamar mandi.


Divya gelisah, ia mondar mandir tak karuan. Lima belas menit kemudian Dokter Dion keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan melilitkan handuknya di pinggangnya.


“Hey, mana bajumu dasar tidak sopan!” omel Divya. Tanpa sadar seorang Divya yang pendiam akan cerewet jika sudah berhadapan dengan Dokter Dion.


“Mandilah, sebentar lagi anak buah ku akan membuka pintu ini! Aku akan memasak dulu, aku tak aka berbuat macam macam mungkin hanya satu macam.” ucap dokter Dion.


Wajah Divya seperti berfikir, “Aku tak percaya kepadamu Dokter, Karena dirimu ini gudangnya modus dan anda gay!” ujar Divya.


“Jangan menguji binatang yang kebelet kawin sayang! Kita hanya berdua saja bukan.” Dokter Dion mendekati Divya lalu menarik wanita itu kedalam pelukannya. lalu ia membawa gadis itu keatas Ranjangnya.


“Di...” ucapan Divya langsung terhenti karena bibirnya langsung di sedot oleh Dokter Dion, sedangkan Divya kaku seperti pohon mahoni di timpa pria itu.


Karena rasa nikmat dan kelembutan bibir itu perlahan dan kaku Divya membalas ciuman yang Dokter Dion yang mulai tak beraturan.


“Kau merasakan bukan dibawah sana Romeo ku itu beraksi kepadamu, jika aku belok biarpun aku pegang sana dan sini tak akan ada reaksi apapun.” bisik dokter Dion. Makin kaku lah si Divya.


“Aku mencintai mu Divya!” ucap Dokter Dion.


“Maaf ... Aku tak bisa memulai hubungan sedangkan diriku masih memiliki sebuah misi besar. Carilah wanita lain Dion, masa depanmu dengan diriku tidak akan cerah karena aku tak memiliki latar belakang yang bagus, keluarga ku tewas karena bunuh diri, mereka memilih meninggalkan kami yang malang karena tak mampu membayar hutang. Aku dan Vona hidup di panti asuhan dan kami di adopsi oleh seseorang yang tak benar benar mencintai kami” ucap Divya dengan nada sedih.


“Baiklah, asal kau tau aku mencintaimu dan tak butuh keuntungan. Karena diriku direktur Rumah sakit dan aku juga bisa menjamin kebahagiaan mu karena keluarga ku memiliki sebuah usaha yang cukup membuat kita hidup nyama kelak. Aku akan menunggu mu! Jika suatu saat nanti kau telah membuka pintu hatimu untuk memulai sebuah hubungan. Maka datanglah kepadaku, aku selalu siap menyambut cintamu.” bisik Dokter Dion.


“Tapi maafkan aku...,” ucapan Divya langsung di putus oleh sebuah kecupan sayang di keningnya.


“Cup ... Tidurlah jika kau tak ingin ku makan, selamat tidur!” bisik Dokter Dion. Setelah bangun merek makan bersama dan Dion bisa membuka pintu, karena dikamar Dion ada 50 kunci cadangan membuka kamar.


“Maafkan aku Dion! Aku hidup untuk membalas dendam, jika pada saat aku berperang lalu aku gugur dalam peperangan itu, aku tak ingin seseorang menangisi kematian ku! Kami disiksa dan sering tak diberikan makanan jika tak bisa menciptakan sesuatu yang mereka inginkan dan menghancurkan grup H adalah impian ku, agar tidak ada anak-anak lain yang merasakan apa yang kami rasakan.” batin Divya.


Pasangan tidak berstatus itu tertidur nyenyak, setelah hari Dokter Dion tak pernah memaksa Divya lagi, ia berusaha melupakannya cintanya untuk Divya yang baru tubuh sudah kayu karena sebuah penolakan.


Kasian banget kan Dokter Dion di tolak oleh Mbak Divya, maka dari itu dia pulang ke Hawaii untuk menenangkan hati, tetapi setelah pulang dari Hawaii ia malah menikah dengan Divya, wanita itu menerimanya menjadi suaminya lahir dan batin, apalagi cinta mereka semakin bersemi ketika wanita itu dinyatakan mengandung.


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥

__ADS_1


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini.


__ADS_2