Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Pesta


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Hari ini adalah hari ulang tahun perusahaan WU yang ke 100 tahun, yang dimeriahkan oleh banyak kalangan, Meraka semua sangat berantusias untuk menghadiri pesta ulang tahun perusahaan terbesar di Asia itu.


Pesta itu di meriahkan oleh artis-artis dan para pejabat tinggi dalam dan luar negeri, dan beberapa model terkenal yang menjadi duta besar lama dengan perusahaan WU internasional group.


Dan tak lupa para pemimpin perusahaan perusahaan raksasa yang memiliki kontrak dengan WU internasional, sebab pesta ulang tahun perusahaan WU tak bisa di pandang remeh, semua pemimpin perusahaan itu tak pernah mewakilkan kesempatan tampil di acara itu.


Semua kalangan berbondong bondong memamerkan fashion termewah yang mereka miliki untuk mereka pamerkan di karpet merah yang telah di penuhi wartawan di sampingnya,


Pesta ini juga ajang memperkaya seseorang karena setiap orang yang berpartisipasi adalah semua orang terpandang, dan tak sembarang orang dapat memasuki pesta elit ini memiliki undangan terbatas, dari sekian ribu perusahaan yang bernaung di bawah WU internasional, hanya 1000 undangan yang tersebar.


Perusahaan perusahaan yang berpartisipasi pun ialah perusahaan yang berkerja sama dengan WU internasional lama, dan perusahaan yang paling banyak menguntungkan dalam tengang waktu satu tahun ini bagi perusahaan WU.


Maka dari itu barang siapa yang telah hadir di acara itu, maka setelah acara, kedudukan perusahaan nya akan naik, pundi-pundi rupiah pun mengalir, sebab akan banyak perusahaan lain yang akan menawarkan kerja sama dengan mereka.


Seperti saat ini Jenita telah melihat gaun pesta yang amat fantastis harganya, ia sangat antusias datang ke pesta perusahaan WU, meski ia artis nomer satu di tanah air ia tidak memiliki undangan dari perusahaan WU, sebab saat ini ia tidak dalam menjalankan kontrak dengan perusahaan WU, perusahaan WU fleksibel dalam memilih Ambassador di perusahaan nya, mereka sangat selektif dalam sebuah kontrak mempekerjakan artis.


Saat ini Jenita akan mewakili kakeknya yang mendapat undangan pesta itu, sebab kakeknya Jenita adalah salah satu perusahaan di bidang perhiasan terbesar di negara ini, dia juga adalah sahabat lama kakek WU.


"Ah tidak sabar menunggu nanti malam, aku sangat ingin menjadi salah satu artis Ambassador perusahaan WU, meski aku sudah menduduki artis nomer satu di negara ini selama 2 tahun, tak sedikitpun WU internasional group, melirik ku"


"Tapi tenang saja bukan Jenita namanya jika tak mendapatkan yang ia mau, tidak apa-apa aku tidak berkerja sama dengan WU internasional group, tetapi setelah ini aku adalah nona muda pemilik WU internasional group itu,,,, hahahaha"


"Aku harus tampil memukau malam ini, sekarang aku akan ke Salon untuk merawat kulit ku, agar Taksa tak kecewa, aku ingin merasakan malam pertama dengan Taksa dengan keadaan sangat menggairahkan"


"Oh sayang aku tak sabar menunggu nanti malam, aku akan membuat mu berpaling dari gadis jelata itu, dan aku yakin kau akan pas denganku saja, sebab selama ini tidak ada seorang pun yang meragukan goyangan seorang Jenita"


"Aku pastikan setelah malam ini kau akan melupakan kekasihmu itu, dan kita akan menaiki pesawat yang membawa kita terbang kepuncak kenikmatan dunia dengan aku seorang" Jenita merogoh ponselnya.

__ADS_1


"Halo"


"Aku mau nanti malam misi kita sukses"


Setelah mematikan handphone nya Jenita bergegas pergi ke Salon untuk memulai perawatan, agar ia nampak mempesona malam ini, ia sudah memasukan seorang anak buahnya satu bulan yang lalu menjadi pelayan hotel di mana pesta itu digelar.


Ia merogoh kocek yang amat besar untuk membayar orang itu agar membatunya nanti, dan orang itu pun adalah penjahat yang pintar merubah identitas di manapun ia mengambil misi.


Setiap penjahat itu mengambil sebuah misi maka misi itu akan sukses, sebab dari itu Jenita harus menguras banyak tabungannya hanya membayar penjahat itu.


...* * * *...


Malam telah tiba sudah waktunya Taksa pergi ke pesta, ia sangat berat meninggalkan Qiana entah kenapa semenjak Qiana jatuh koma ia tidak ingin meninggalkannya meski sedetik pun.


Biarlah orang orang menganggapnya lebay, karena semua tentang gadisnya adalah hal terutama untuk nya, ia saat ini masih setia memegang tangan lentik Qiana hingga lamunannya disadarkan oleh ketukan pintu.


"Tuan sudah saatnya kita berangkat semua tamu undangan sudah memenuhi pesta"


"Cup cup cup cup cup" ia mencium kening, kedua mata, pipi, hidung, terakhir ia mengecup bibir pucat Qiana.


"Aku pergi sayang, jagalah dirimu baik-baik aku menunggu mu" lalu Taksa pergi dari bangsal Qiana.


Sekretaris mulin yang melihat keromantisan tuan muda terhadap nona Qiana sudah mulai terbiasa


"Nona saya harap anda cepat sadar agar tuan muda kembali bekrja, sebab saya harus bekrja dua kali lipat semenjak anda terbaring di ranjang ini" ucap mulin dalam hati yang sangat tulus, sebab Taksa selama sebulan ini banyak melimpahkan pekerjaannya kepada sang asisten dan sekertaris pribadinya itu.


Dalam satu jam ia berada di depan gedung hotel tempatnya menggelar pesta.


Mulin mebuka pintu untuk tahunnya di depan gedung ia berjalan di belakang tuan mudanya di karpet merah

__ADS_1


Kedatangannya yang memiliki karisma terkuat itu merebut perhatian semua orang , para wartawan saat ini berbondong bondong menangkap gambar seorang pengusaha nomer satu yang memiliki pesona bak dewa Yunani itu mengalahkan seorang artis legendaris saja.


Meski tuan muda Taksa tak pernah menunjukkan senyuman nya tetapi reating suami idaman sepanjang masa adalah Taksa Tyaga Danendra WU sang penguasa bisnis nomer satu SE Asia.


Ketika Taksa memasuki ruangan pesta, kehadirannya mencuri perhatian semua tamu undangan.


"Mulin aku akan Disni hanya 1 jam aku akan menyapa sebentar, dan minum, kau gantikan lah aku setelah ini"


"Baik tuan muda"


acara telah dimulai, banyak para pejabat menyapanya, dan banyak orang orang berusaha menjilat Taksa, dengan menawarkan proyek baru, para gadis di sana mencuri pandang kepadanya.


Ia memberikan sambutan kepada para tamu sesaat selaku tuan rumah pemilik pesta, setelah berbagai sambutan ia ucapkan saat ini Taksa turun di atas panggung.


"Selamat malam tuan muda" sapa Jenita.


"Malam, untuk apa kau kesini" dengan nada dingin.


"Saya menggantikan kakek saya menghadiri pesta ini tua ," berusaha se sopan mungkin


"Oh"


"Tuan terimaksih pestanya sangat meriah, saya ingin bersulang dengan ada" Jenita memanggil seorang pelayan pembawa minuman, yang saat itu di nampannya berisi 3 gelas anggur.


Ia mengambil dua gelas anggur, dan satu di sodorkan kepada Taksa.


karena di sini ramai Taksa tidak ingin ada kegaduhan ia menerima ajakan sulang Jenita, tetapi ia tak menerima gelas pemberian Jenita.


Melainkan mengambil minuman sisa yang Jenita ambil yaitu gelas ke 3, lalu ia meminumnya,

__ADS_1


Sedangkan ekspresi Jenita sedikit menyunggingkan senyum. ia tidak tersinggung karena Taksa tak menerima anggur pemberiannya


^^^~To be continued^^^


__ADS_2