Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
obat perangsang


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Saat ini Taksa berbincang-bincang dengan salah satu koleganya, tadi setelah minum anggur dengan Jenita ia langsung pergi dari hadapan wanita itu.


Tapi entah kenapa tubuhnya saat ini meriang, ia tidak tau kenapa dengan dirinya.


Apakah saat ini ia sedang sakit, sebab akhir akhir ini ia selalu begadang menunggu kekasihnya yang saat ini sedang koma,


Lama kelamaan tubuhnya serasa berdenyut, kepalanya sakit, dan ia merasakan tubuhnya panas seperti terbakar api" Sepertinya aku sakit, aku harus segera pergi dari disini"


Taksa berusaha mempertahankan kesadaran, sebab ia tidak mau jika kondisinya di ketahui oleh kolega bisnis atau para musuh-musuhnya yang memiliki dendam kepada dirinya.


Sebab jika kita di atas pasti di balik tembok kesuksesan ada beribu-ribu musuh yang iri dengki dengan kesuksesan kita.


"Mulin kau handle acara, ini aku akan pergi istirahat di kamar pribadiku di atas, sepertiga aku kurang istirahat, setelah cukup istirahat aku akan kembali ke rumah sakit "


Mulin yang melihat tuannya saat ini seperti kelelahan, ia juga memaklumi tuan mudanya yang kurang istirahat semenjak nona Qiana jatuh koma.


"Tuan apakah anda perlu dokter"


"Sepertinya tidak usah mulin, aku cuma butuh tidur"


"Baiklah silahkan anda istirahat tuan muda."


Setelah berbicara dengan mulin, ia berpamitan kepada para kolega bisnisnya , jika ia pulang terlebih dahulu sebab ada pekerjaan darurat.


"Apa karena aku hari ini lumayan minum anggur dengan para kolegaku, membuat tubuhku ini semakin lama semakin tak nyaman, aku perlu berendam air dingin"


"Ah aku ingin pergi ke Rumah Sakit, aku sangat merindukanmu sayang," dalam keadaan seperti ini Taksa masih sibuk memikirkan Qiana yang belum sadarkan diri.


"Ada apa dengan tubuh ku ini, seumur hidup aku tak pernah merasakan sakit seperti ini, kepalaku pening, jantungku berdetak lebih kencang, dan suhu tubuhku seakan terbakar, mungkin aku harus istirahat dulu, jika sudah dia atas aku akan menelpon Dony"


...* * * *...


Sedangkan dari tadi gerak gerik Taksa di perhatikan oleh Jenita.


Setelah melihat tanda-tanda perubahan pada diri Taksa ia tersenyum puas.

__ADS_1


Sebab rencananya berhasil , ia mengingat rencana yang ia susun


~Flashback


Setelah 3 hari pemesanan obat perangsang itu berada ditangannya, obat perangsang kualitas tinggi, yang meminum obat itu akan memiliki reaksi tidak seperti pada setiap peminum


.


Obat itu membuat pria yang mengonsumsi obat itu akan kecanduan terhadap wanita setelah meminum obat tersebut, mereka cenderung bergairah dengan wanita itu saja, meski si pria hanya meminum satu kali.


Maka dari itu Jenita mengeluarkan gocek yang amat besar untuk obat itu, karena tujuannya satu, ia ingin memiliki Taksa seorang diri, jika misi ini selesai terlaksana, otomatis Taksa miliknya selamanya.


"Jangan salahkan aku sayang, salahkan lah takdir cinta kita dimulai seperti ini, aku yakin ketertarikan mu dimulai dari tubuhku, stelah kau mencintai tubuhku, maka hatimu akan aku dapatkan"


Saat ini ia sedang duduk dengan seorang pria di apartemen


"Kau sudah memulai kerja di hotel WU ,"


"Sudah nona, dan itu mulai dari seminggu yang lalu"


"Kau ke sana bertugas, mencari celah misi kita nanti,"


"Tentang bayaran itu beres, dan kau hutang nyawa kepadaku, sebab jika bukan diriku yang menolong mu waktu itu kepalamu sudah terpenggal dipenjara"


"Baiklah, aku adalah Jody si bunglon, kriminal yang tak pernah satupun orang tau wajah asliku, sebab aku adalah ahli pembuat samaran"


"Maka dari itu aku membunuh salah satu karyawan di sana yang postur tubuhnya hampir mirip denganku"


"Baiklah sekarang kita akan mengatur rencana kita di pesta ini, sebab Taksa adalah orang sangat pintar, dan tak mudah dikelabui"


Kedua orang itu bertukar pikiran untuk sesaat


"Bagaimana jika aku membuat 3 buah minuman, dua minuman aku akan berikan obat perangsang, dan satunya tidak"


"Kau ajaklah tuan muda Taksa bersulang, kau sodorkan anggur yang berisi obat perangsang kepada tuan muda Taksa, jika ia langsung mengambil dari tanganmu, maka ia langsung masuk jebakan kita."


"Jika ia mengambil minuman yang ada di nampan Taksa juga akan jatuh ke jebakan kita, kau ajaklah ia minum di tengah keramaian, agar ia tidak bisa menolak, sebab ia harus menghargai tamunya, kau berusahalah seformal mungkin nona"

__ADS_1


Setelah mendengar ide dari rekannya , kau memang hebat Jodi , kau memang kriminal yang handal dalam segi apapun... Hahahaha "


~Flashback off


Maka saat ini Taksa terjebak oleh ular betina yang siap memangsanya, ia buru buru meninggalkan tempat itu


Dan saat ini Taksa ada didepan lift. Ada seorang pelayan menghampirinya,


"Ada yang bisa saya bantu tuan??"


"Tolong kau hantarkan aku ke kamarku dilantai teratas??" Pria itu langsung memapah Taksa hingga memasuki lift


"Maaf sebelumnya jika saya lancang sepertinya anda meminum obat perangsang tuan" kata laki-laki itu karena melihat penampilan Taksa yang berantakan, jasnya sudah dilepas di dalam lift, sebab tubuhnya tambah amat panas


"Apa obat perangsang, brengsek" lift yang ia naikin sudah sampai kelantai atas, ia langsung masuk ke kamarnya tanpa mengunci pintu, ia buru buru menyiram seluruh tubuhnya dengan air dingin,


"Ya tuhan aku mohon saat ini aku butuh Qiana,"


"Jer tahan Jer, aku tau kau hebat, dalam 28 tahun kita hidup bersama kau tak pernah jajan sembarang, sarang mu saat ini sedang koma"


10 menit ia berendam air dingin, membuat efek obat dalam tubuhnya, dua menit kemudian, efek obat itu semakin keras terasa.


Si Jery yang berusaha bertapa untuk mereda hasratnya, saat ini meronta-ronta, seperti terdampar di gurun pasir kehausan.


Si Jery yang biasanya sabar, sudah seperti banteng melihat kain merah, apapun pengen ia seruduk saat itu juga.


Taksa tidak tau jika di luar sana Jenita sudah bersiap-siap dalam posisi menantang menunggu Taksa, sedangkan si pelayan yang membatu Taksa adalah Jody rekan Jenita yang mengunci pintu dari luar.


"****.... Aku butuh Mulin... Ah aku lupa meninggalkan jass ku di lift" ia keluar untuk menelpon Mulin memakai telpon kamar,


"Siapa yang main-main dengan ku saat ini, aku akan membunuhnya", tubuh Taksa terasa sangat panas.


Tiba-tiba dari belakang ada seorang wanita memeluk tuh basahnya dari belakang....


Keadaan kamar yang remang-remang membuat suasana memanas di malam, ini dengan tubuh wanita telanjang, membuat kerja otak Taksa semakin melemah.


^^^~To be continued^^^

__ADS_1


^aku kasih satu lagi para reader's kesayangan ku, semoga hari kalian indah, GK papa digantung , asalkan jangan gantung diri saja.


episode kali ini agak mendebarkan sampai siapa yang ingin lanjut hari ini komennya mana??? ^


__ADS_2