
Adem bener nih akhir akhir ini, pada silent respon ya🙈...
Ada yang masih nungguin emak up tidak???😂, maaf kan emak yang up dua hari sekali, emak baru memulihkan kesehatan yang terus menurun, tapi emak bersyukur hari ini kesehatan sudah pulih, ini juga berkat doa kalian🤗😘
Makin di mari likenya ayep uyyy, seanyep hati emak yang lagi merindu....
Merindu komentar semangat kalian tentunya 🤣....
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
...~•^HAPPY READING^•~...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
Beribu ribu orang tengah berkumpul di Markas, Mafia yang selama ini di taklukkan oleh Qiana berkumpul mejadi satu.
Tak lupa Mafia terbesar se-Asia milik Abraham dan Kemiliteran negara I di jadikan satu. Aneh ya Mafia di campur militer, Karena sejatinya negara I ini berdiri di balik dukungan seorang Taksa dan Colvis sebagai komandan, negara dengan patuh kepada pendukung mereka jika ingin negara mereka sejahtera.
Kampung mati selama 2 tahun dibangun menjadi sangat megah, Semenjak Qiana memegang kendali kampung itu, dan pernikahannya dengan Taksa, kampung mati menjadi sangat indah dan megah, jika di lihat dari jalan tak terlihatlah ada bangunan megah karena bangunan itu di kelilingi bukit, dan pohon rimbun.
Apalagi Taksa yang mendukung sang istri 100%, Ia membiayai apa keinginan sang istri, tanpa meminta. Bak papa peri begitulah sosok Taksa, seperti logonya apapun yang di butuhkan sang istri, Taksa akan memenuhinya meski harus berlumuran darah sekalipun.
Jika dari atas bangunan tak terlalu tinggi sekitar 5 tingkat dengan luas 1 Hektar, tapi jika masuk ke dalam bangunan itu ternyata memiliki 20 tingkat ke dasar tanah.
Mereka sengaja menggali ke bawah tanah untuk membangun markas rahasia milik Qiana agar tak tercium musuh dari atas atau dari bawah.
Bangunan itu tertutup rimbunnya pepohonan dan bukit.
Setiap orang sudah terpasang Earth Phone di telinga mereka masing masing, mata mereka masih tertutup kain.
“Tes....Apa kalian semua mendengar suara ku” Ucap Abraham.
__ADS_1
“Ia Tuan” Ucap semua orang serempak, meski tak berada di gedung yang sama, 20 lantai itu dipenuhi oleh semua orang, 20 lantai itu seperti aula, di penuhi orang yang berdiri tegap, berdiri bak patung Manusia, tengah menghadap layar besar kedinding mereka belum bisa melihat apa apa.
Semua anggota bertanya tanya ada apakah ini?.
Kenapa mereka di kumpulan di markas dan sepertinya ini adalah misi rahasia!!.
Semua anggota baik milik Abraham dan Colvis ketika berangkat ke tempat itu diperiksa dengan ketat dengan telinga dan mata tertutup.
“Buka penutup Mata” Ucap Qiana.
“Bukalah” Ucap Abraham dan Colvis..
Yang mereka lihat adalah seorang wanita sedang berdiri bersama pemimpin mereka. Semua orang merinding melihat seorang gadis tengah dililit ular kobra dilehernya, dua harimau besar sedang mengelus betis wanita, dan mengikuti kaki wanita itu seperti layaknya perjurit yang menjaga keamanan tuannya.
Wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Qiana. Tanpa berbicara dia mendekati anggota kemiliteran itu satu persatu. Gerakan Qiana terpampang jelas di layar monitor di setiap lantai.
Semua orang melihat, anak buah Colvis memandang bingung kepada wanita itu, sedangkan anak buah Abraham yang sudah tau sosok wanita hebat di depannya itu adalah kesayangan tuannya mereka berdiri tegap tanpa berkata apapun.
DOR......
“Kenap kau membunuh nya Ana” Ucap Colvis dengan nada marah, karena yang di tembak oleh Qiana adalah rekan kerja nya sekaligus sahabatnya di dunia militer selama 10 tahun ini.
“Ia kenapa kau membunuh teman kami” Ucap riuh semua orang, melihat temannya tewas tiba-tiba, mereka mau menyerang Qiana.
Gerrrrrrrrrrrr...... Geraman dua harimau, kepala dua ular kobra itu langsung berdiri sejajar dengan kepala Nona nya.
Mereka kaget karena di leher Qiana ada adalah ular yang paling mematikan yaitu ular kobra besar dari India, mereka kira ular kecil yang tidak berbisa karen sedari tadi ular itu seperti melingkar di leher terdiam anteng seperti sedang tertidur pulas.
“DIAM” teriak Qiana.
Qiana memencet tombol di jam tangannya, keluarlah keyboard transparan, jarinya mengetik dia tas tombol transparan dengan lincah....
__ADS_1
“Data sudah siapa Mama” Jawab Yury melengking hingga membuat semua orang mencari keberadaan anak kecil di sekitarnya.
Tiba-tiba dinding sebelah mereka terpampang foto orang itu, Video dan identitas asli, dan Ternyata dia adalah penghianat negara, mata mata Han untuk mengawasi pergerakan keluarga QI, WU selama ini, ia sengaja mendekati Colvis agar memantau keadaan dirumah itu.
Semua orang kaget melihat identitas teman mereka, Colvis terduduk di lantai.
“Dasar Bodoh” Ucap Qiana kepada anggota militer.
“Jika kalian merasa menjadi penghianat kepada bos kalian aku akan menunggu kalian mengakui sekarang juga, Kalian semua dilarang keluar dari pintu, jika tidak kalian akan tewas tersendiri ketika kaki kalian melewati pintu, jendela dan segala jalan untuk keluar, jika kalian tak percaya cobalah lewati pintu itu” Ucap Qiana lantang.
^^^~To be continued^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini.
Yuk mampir di karya temen ku ceritakan juga bagus dan menyentuh...
__ADS_1